cover
Contact Name
Muhammad Iqbal Al Ghozali
Contact Email
edubase.bbc@gmail.com
Phone
+628998894014
Journal Mail Official
eduprof.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III –Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Eduprof
ISSN : 26565625     EISSN : 27232034     DOI : 10.47453
Core Subject : Religion, Education,
Eduprof : Islamic Education Journal is a scientific journal published by the Postgraduate Islamic University of Islam Bunga Bangsa Cirebon. The Eduprof journal has been published since 2019 and is published online. This journal is published twice a year, March and September. This publication is available online through open access.
Articles 144 Documents
Kontribusi Majelis Taklim Hubbur Rosul dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah Masyarakat di Desa Prasi Elok Zahrotul Laila Sismiati; Ainol Ainol; Nur Fatimah
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.199

Abstract

Majelis Taklim hadir sebagai wadah masyarakat dalam menjalin Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah islamiyah menjadi peranan penting yang harus dijaga dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat, karena dengan berukhuwah islamiyah mendatangkan kemaslahatan bagi setiap orang yang menjalankan dan menjaganya. Faktor yang melatar belakangi permaslahan ini untuk mengetahui kontribusi apa saja yang dilakukan Majelis Taklim Hubbur Rosul dalam membangun Ukhuwah Islamiah di masyarakat Desa Prasi. salah satunya membangun ukhuwah islamiah dengan seni hadrah, membangun ukhuwah islamiyah dengan Rotibul Haddad Jumat Legi, dan Membangun Ukhuwah Islamiah dengan rutinan mingguan Maulid Simtudduror. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif study kasus melihat dari kondisi sosial. Sumber data dan jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Teknis analisis data menggunakan observasi partisipatif, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti terlebih dahulu mengamati permasalahan objek penelitian. Untuk menemukan rumusan masalah di Majelis Taklim Hubbur Rosul dengan melihat kontibusi yang dilakukan Majelis ini dalam Membangun Ukhuwah Islamiyah di Desa Prasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kontribusi Majelis Taklim Hubbur Rosul dalam membangun Ukhuwah Islamiyah yang berwujud membangun dengan Seni Hadrah, dengan Rotibul Haddad Jum’at Legi, dan Rutinan mingguan Maulid Simtudduror.
Program Pembiasaan Tilawatil Qur’an Untuk Menanamkan Karakter Cinta Qur’an di MTS Miftahul Jannah Nur Hayati Nur Hayati; Fathullah Rusly; Herwati Herwati
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.200

Abstract

Di era modern seperti sekarang, kemajuan tekhnologi semakin berkembang dan aktivitas manusia semakin padat, sehingga banyak orang yang melupakan aktivitas keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, bersholawat, bahkan melalaikan sholat. Selain itu juga berpengaruh terhadap anak-anak yang mengikuti perkembangan zaman. Tujuan peneitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana penerapan program pembiasaan tilawatil qur’an dan cara megaplikasikan karakter cinta qur’an, serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam kegiatan tersebut. Metode penelitian ini ialah deskriptif kulitatif. Didapatkan hasil mengenai program tersebut dianggap sebagai kegiatan yang baik dan sudah dibuktikan dengan munculnya rasa senang, bahagia ketika mereka mengikuti kegiatan tilawatil qur’an sebelum plaksanaan kegiatan belajar mengajar dimulai salah satunya adalah cara membacanya, memahami maknanya dan menerapkan isi kandungan dari qur’an didalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan program ini, peneliti telah menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat di dalam penelitian yang peneliti lakukan. Adapun faktor yang menjadi pendukung dalam penelitian ini diantaranya: 1)Kepala Madrasah turun langsung dalam pelaksanaan kegiatan tilawatil qur’an. 2)Struktual Pembina tilawatil qur’an yang ditunjuk oleh Madrasah sehingga kurang konsisten. 3)Sarana prasana yang memadai. Kemudian yang menjadi faktor penghambat dalam penelitian ini, diantaranya : 1)kurangnya keikut sertaan semua guru terhadap pelaksanaan program tersebut, hal ini menyebabkan kurang maksimal dalam membimbing siswa yang berjumlah banyak. 2)Kurangnya kesadaran sebagian siswa (kelas IX) pada saat pelaksanaan mengerjakan tugas harian kelas.
Konsep Pendidikan Akhlak Pada Kitab Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam Heriyanto Heriyanto; Ahmad Sastra; Akhmad Alim
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.202

Abstract

Dunia pendidikan era digitalisasi saat ini dihadapkan pada permasalahan yang beragam dan kompleks, maraknya permasalahan moral di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan narkoba (kecanduan), tawuran, dll, telah menjadi permasalahan sosial yang sampai hari ini belum ada solusi yang ideal dan tuntas. Sebab membentuk karakter serta membangun Akhlak murid yang ideal di perlukan pengetahuan, pelatihan, kepemimpinan serta lingkungan yang aman dan kondusif. Hal yang perlu diajarkan adalah materi akhlak yang ada pada kitab Bulughul Maram min AdillatilAhkam, agar peserta didik mengetahui serta memiliki akhlak mulia. Tujuan penelitian ini diantaranya untuk mengidentifikasi serta studi analisa pembentukan moral baik hubungan yang berkaitan manusia dengan Tuhan, diri sendiri dan orang lain. Metode penelitian yang dipakai, penelitian library research. Pada penelitian kepustakaan menggunakan analisis isi. Pendekatan penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Akhirnya dapat ditarik kesimpulan: Pembinaan akhlak hubungannya antara manusia dengan Tuhan tidak menyekutukan Nya. Terhadap diri sendiri adalah iklas dalam beraktivitas dan penuh cinta. Adapun sama orang lain, yaitu: saling membantu, menaati orang tua, memberi sedekah, berbuat baik, membantu, menyerukan kebaikan, menyerukan persahabatan, tidak saling menyakiti dengan muslim lain lebih dari tiga hari. Kata kunci: Konsep, Bulugul Maram, Pendidikan akhlak
Implementasi Teori Belajar Humanistik dalam Pembinaan Perilaku Etis Islami di Sekolah Hasrul Al qorniy Harahap; Budi Handrianto; Abbas Mansur Tamam; Imas Kaniarahaman
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.203

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengakaji lebih dalam lagi ssejauh mana implementasi teori belajar humanistik dalam pembinaan perilaku etis Islami di sekolah menengah, perilaku etis Islami (akhlak mulia) adalah tujuan dari setiap pembelajaran yang laksanakan di seokolah, sebagaimana beberapa definisi belajar mengemukakan bahwasanya belajar untuk merubah sikap, perilaku peserta didik dari tidak tau menjadai tau. Tujuan Rasulullah diutus ke muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Perilaku Etis Islami meliputi budi pekerti yang luhur, sikap yang jujur, amanah, bertanggung jawab, sopan santun, menghormati yang lebih tua serta menyayangi yang kecil dan menghargai sesama. Tujuan humanisme Islam, yaitu kesempurnaan dan keselamatan manusia karena keagungan Allah, akan diwujudkan melalui pendidikan humanistik Islam. Sistem pendidikan ini akan melatih peserta didik untuk menjadi 'abd Allah dan khalifah Allah sebagai manusia yang berakhlak mulia.. Pendidikan humanistik memandang manusia sebagai manusia, atau makhluk Tuhan dengan ciri-ciri tertentu. Malik Fadjar mengatakan bahwa persoalan ini ditandai dengan kepemilikan hak asasi manusia dan hak hidup. Hal ini terbukti dalam kesamaan konsep pokok akhlak pada setiap peradaban dan zaman. Perbedaan perilaku pada bentuk dan penerapan yang dibenarkan Islam merupakan hal yang ma’ruf. Relevansi antara teoeri belajar humanisme dengan perilaku etis Islami yang terdapat dalam Al-Qur’an Q.S. Al Anbiya:107). Dan (Q.S. Saba’:28). Humanisme dan perilku etis Islami yang dimaksud dalam Islam adalah memanusiakan manusia sesuai dengan perannya sebagai khalifah di bumi serta memiliki akhlak yang mulia. Al-Qur'an menggunakan empat term untuk menyebutkan manusia, yaitu basyar, an-nas, bani adam dan al-insan.
Manajemen Program Parenting dalam Meningkatkan Sinergis Antara Sekolah dan Orang Tua Siswa di TKIT Al-Farisi Majalengka Amirudin, Amirudin; Nuryani, Yeni; Dz, Abdus Salam
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.206

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa pengasuhan orang tua pada anak berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Adapun bertujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mengidentifikasi tentang: 1) Perencanaan, 2) Pengorganisasian, 3) Pelaksanaan, dan 4) Pengawasan Program Parenting di TKIT Al-Farisi Majalengka. Penelitian Program Parenting merupakan penelitian naturalistik dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data terdiri dari alur reduksi data, alur mendisplay data dan alur penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian dilakukan pemeriksaan yang didasarkan pada empat kriteria, yaitu; credibilitas, transferabilitas, depandibilitas dan confirmabilitas. Hasil penelitian adalah: 1) Perencanaan, yaitu dengan melakukan penyusunan seperti tujuan, bentuk kegiatan, jadwal kegiatan, anggaran, narasumber, klasifikasi peserta dan kurikulum, 2) Pengorganisasian; dalam pengorganisasian Program Parenting memiliki struktur kepengurusan, terdapat job description dan hubungan antar unit kerja sudah sangat baik, 3) Pelaksanaan; dalam pelaksanaan program Parenting sudah berjalan sangat baik dibuktikan dengan adanya pengarahan dari mulai yayasan hingga koordinator sekolah, 4) Pengawasan; pengawasan terdiri dari menentukan standar pelaksanaan, menentukan cara mengukur pelaksanaan dan proses memperbaiki penyimpangan.
Women’s Leadership in Islamic Boarding Schools: A Comparative Study of Islamic Boarding Schools in Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam Armila, Nizma
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v5i2.210

Abstract

It is common knowledge that men are the leaders of women, but Islam also encourages gender equality in education, which can be seen in the prophetic direction and the lives of salaf scholars, where at that time many female scholars emerged. Even so, religious boundaries must still be considered where in teaching and learning practice there can be no ikhtilat or mixing between men and women, therefore in the field of Islamic education, especially pesantren, it becomes a need for pesantren which only consists of women to the top. . In recent years, there has been a growing interest in women's leadership in these schools, as many Muslim women are seeking to become religious leaders.This comparative study aims to examine women's leadership in Islamic boarding schools in Indonesia, Malaysia, and Brunei Darussalam. The purpose of our study was to analyze the different leadership roles of women in Islamic boarding schools in these three countries. We use a qualitative approach combined with literature studies with interviews as a data collection technique. In addition, we used thematic comparative analysis to analyze the data collected from the interviews. The results are; in Indonesia, women often serve as heads of pesantren, focusing on collaborative, community-oriented leadership emphasizing service and mutual support. Conversely, female leadership in Malaysian Islamic schools is relatively rare, characterized by hierarchical structures and strict rule enforcement. Brunei Darussalam displays limited female leadership, with some exceptions following a conservative, values-centered approach. The study underscores the influence of cultural, social, and religious factors on women's leadership styles in Islamic educational institutions. The research highlights the need for further exploration of these dynamics, enabling the development of policies and practices that foster inclusive leadership environments within the context of Islamic teachings. At the end of this article will be presented in the form of a table about a comparison conclusion between Islamic Boarding School and Women Leadership in these specified countries for better understanding
Learning Theory According to 'Athiyah al-Abrasyi and its Relevance to the Islamic Education Curriculum Rahmawati, Huzdaeni; Wati, Ella Susila; Triyana, Triyana; Rahmawati, Ayu Agustina Dwi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v5i2.218

Abstract

Islam places a strong emphasis on a person's overall development, which includes intellectual, moral, and spiritual development. The historical historians' instructional methods are at the heart of this undertaking. This study explores the learning theory put out by eminent Islamic educator and scholar 'Athiyah al-Abrasyi using qualitative research methodologies and a literature review. The goal of the study is to shed light on the nuanced facets of 'Athiyah's learning theory and investigate its potential applicability in developing the curriculum for modern Islamic education. This study identifies the key ideas supporting 'Athiyah's learning theory through a thorough investigation of her publications and relevant scholarly dialogue. This research used a scoping review. This study aim the contextual intricacies that define 'Athiyah's learning theory. The research also looks into how 'Athiyah's learning theory may be used to create modern Islamic educational programs. As a result, this study emphasizes the importance of using qualitative techniques and doing literature reviews to understand the learning theory put forward by 'Athiyah al-Abrasyi. The study emphasizes the applicability of her instructional strategy to the present Islamic curricula
The Implementation Religious Characters in the Profiles of Pancasila Students through Religious Activities in Schools Susanti, Atika; Darmansyah, Ady; Assenhaji, Salih Abdulrahman
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v5i2.225

Abstract

Religious character is a key aspect as it connects humans vertically with their God, which also impacts the horizontal relationship of humans with their environment. This research aims to describe The Implementation Religious Characters in the Profiles of Pancasila Students through Religious Activities in Schools. The research method used is a qualitative descriptive research design. The subject of this research is the teachers and students of SDIT Baitul Izzah in Bengkulu City. The research instruments used were observation guidelines, interviews and documentation. Research data collection techniques through observation, teacher interviews, and document analysis. Qualitative data analysis techniques using thematic analysis techniques. The results showed that school culture-based programs at Elementary School Baitul Izzah Bengkulu City, included routine activities such as (1) reading the Quran every morning, (2) memorizing the Quran and Asmaul Husna on Fridays, (3) performing congregational prayers (Duha, Zuhr, Asr, and Friday prayers), (4) organizing Bilal Iman Taqwa evenings, and (5) conducting the Islamic Personal Development (Bina Pribadi Islam) program on fiqh and creed every Friday. Through these programs, students have engaged in religious activities and practice religious values in their daily lives
Development of PAI Learning in the Digital Era Merdeka Curriculum at MTs Negeri 1 Yogyakarta Mubarok, Ahmad Syahri; Mahdi, Asmin; Basri, Hasan; Zakaria, Abd Razak
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v5i2.226

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) has a central role in shaping the personality, morality and spiritual values of students. In responding to the challenges of an increasingly global digital era, developing PAI learning in the Merdeka Curriculum has become a crucial aspect in responding to developments in information and communication technology which have changed the way we interact with information, religion and education. This study aims to find out how the development of Islamic religious education learning in the Merdeka Curriculum learning the digital era and find out how the problems of learning Islamic religious education in the Merdeka Curriculum at MTs Negeri 1 Yogyakarta. This research is field research using descriptive qualitative methods. Data collection in this study used interviews, observation and documentation. Analysis techniques use: data reduction, data visualization, and drawing conclusions/verification. Meanwhile, the data validity test takes the form of source triangulation and technical triangulation. The results of this study show that religious education learning in the independent digital era learning curriculum at MTs Negeri 1 Yogyakarta is to provide guidance to students to become individuals who have noble morals and fear Allah Swt. and have the ability to think critically, have the ability to do high activities, be able to communicate well, be able to collaborate and be confident and can utilize technology as a learning medium for Islamic religious education. As for the problems of learning Islamic religious education in the Merdeka Curriculum in the digital era, namely: human resources are not adequate to implement Islamic religious education learning in the digital era, PAI teachers have not mastered the concept of an Merdeka Curriculum and do not have qualified abilities in using technological media in learning, low quality of education, inadequate facilities and infrastructure. So the solution that can overcome the problems of learning Islamic religious education in the digital era is to develop and improve human resources first, provide facilities and infrastructure and utilize technological media in learning Islamic religious education.
Psychomotory Formation of Children Through Islamic Religious Education in the Family Nadharah, Inamatun; Amin, Khoirul; Arifin, Laode Muhammad Al-Fateh
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v5i2.227

Abstract

Education cannot be separated from family life. One of the successes of education is the role of the family in educating children. Education in the family is a form of conscious effort carried out by parents. The psychomotor aspect is a very important aspect for educators to know. These psychomotor abilities can be grouped into five, namely imitation, manipulation, movement accuracy, articulation and naturalization or autonomy. This research aims to determine the formation of children's psychometrics through Islamic religious education in the family. This research uses qualitative methods (field research). Meanwhile, the data collection method uses interviews, observation and documentation. Data analysis in this research uses data reduction which consists of checking data and organizing data, presenting or displaying data, and verification. The results of this research show that in forming children's psychomotor skills through Islamic religious education, families usually use methods, advice, example, habituation, rewards and punishments, training children for practices, stories, and so on, while supporting factors in the formation of psychomotor skills in the family are the existence of prayer room close to home, parents' preferences, family and school environment, surrounding environment and social friends, while the inhibiting factors are excessive use of gadgets, and busy parents who work outside the home.

Page 9 of 15 | Total Record : 144