cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 278 Documents
PENGARUH KINETIC PLAY SAND TERHADAP KEMAMPUAN ADAPTASI LINGKUNGAN SEKOLAH PADA ANAK PRESCHOOL Riza Umami; Widyasih Sunaringtyas; Linda Ishariani
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.486

Abstract

Anak prasekolah tidak selalu dapat beradaptasi dengan baik, anak dapat mengalami hambatan pada saat proses penyesuian diri dengan lingkungan. Adaptasi dengan lingkungan sekolah membutuhkan lingkungan yang nyaman untuk anak. Salah satu metode yang bermanfaat untuk menolong proses adaptasi adalah dengan sebuah permainan. Kinetic play sand merupakan permainan yang bermanfaat menstimulasi anakbermain bersama dan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinetic play sand terhadap kemampuan adaptasi lingkungan sekolah pada anak usia pra sekolah di PAUD Al-Ihsan Kids Pelem Pare. Desain penelitian ini “One group pre-post test design”, dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 20 responden. Hasil penelitian, sebagian besar responden (60%) sebanyak 12 responden memiliki kemampuan adaptasi kriteria kurang sebelum intervensi kinetic play sand dan sesudah intervensi kinetic play sand terdapat sebagian besar responden (75%) sebanyak 15 responden memiliki kemampuan adaptasi kriteria baik. Analisis dengan uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,000 < α 0.05 ada pengaruh kinetic play sand terhadap kemampuan adaptasi lingkungan sekolah pada anak usia pra sekolah. Kinetic play sand dapat digunakan sebagai media untuk adaptasi lingkungan baru pada masa prasekolah karena permainan ini memerlukan kerjasama sehingga terbentuk interaksi yang baik dan menyenangkan bagi anak pada saat berada pada lingkungan baru.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Kezia Kezia; Akde Triyoga; Rimawati Rimawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.487

Abstract

Menjadi tua, ditandai oleh kemunduran biologi yang terlihat sebagai gejala-gejala kemunduran fisik diantaranya perubahan dan konsekuensi patologis usia lanjut pada sistem kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler yang sering terjadi pada lansia diantaranya hipertensi. Pengonsumsian obat untuk mengatasi hipertensi banyak efek buruk sedangkan pada lansia terjadi penurunan pada proses metabolisme.Terapi tertawa sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mengontol tekanan darah dengan menurunkan stres hormon serta memunculan kondisi rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi berdasarkan literature review. Sumber database yang digunakan berasal dari SCOPUS, SINTA, Google Scholar. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 jurnal dari tahun 2013-2019 dengan metode penelitian menggunakan Pre Experiment, Quasi Experiment, Kuantitatif Experiment. Hasil yang didapatkan bahwa rata-rata memiliki tekanan darah sistole 149,38 mmHg dan tekanan darah diastole 86,89 mmHg dan hasil uji statistik dengan hasil tekanan darah sistole p=0,000 sampai 0,02 dimana <0,05 dan tekanan darah diastole p=0,000 sampai 0,04 dimana <0,05 yang artinyaterdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi tertawa. Kesimpulan dari penelitian ini, terapi tertawa dapat diterapkan pada lansia dengan hipertensi dan efektif dalam mempengaruhi tekanan darah.
ORAL HYGIENE IN PREVENTION OF PNEUMONIA POST OPERATION HEART SURGERY: LITERATURE REVIEW Ulfah Nurrahmani; Noviyah Noviyah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.489

Abstract

Pneumonia pasca operasi adalah komplikasi paling umum ketiga untuk semua prosedur bedah dan dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien. VAP terjadi pada 9-27% pasien dengan endotrakeal intubasi, menghasilkan peningkatan risiko 8 kali lipat kematian pada pasien yang menjalani operasi bedah jantung. Aspirasi bakteri dari saluran pencernaan bagian atas telah diidentifikasi sebagai mekanisme kunci dalam patogenesis VAP. Pencegahan pneumonia pasca operasi dihubungkan dengan optimalisasi kebersihan mulut mulai dari fase praoperasi hingga pascaoperasi. Tujuan mengetahui hubungan oral hygiene dengan penurunan kejadian pneumonia pasca operasi bedah jantung berdasarkan pada sumber literatur jurnal penelitian ilmiah terkait. Metode penelitian dengan melakukan pencarian terhadap hasil penelitian dari database seperti PubMed, sciencedirect, dan NCBI dengan menggunakan kata kunci oral hygiene, pneumonia, cardiac surgery. Studi yang digunakan kuantitatif dan kualitatif, serta artikel yang dipublikasikan sampai tanggal 30 Juni 2020 dengan metode penelitian menggunakan quasi experiment dan randomized control trial. Hasil penelusuran didapat 173 artikel dan dipilih 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk dilakukan review. Berdasarkan hasil review didapatkan: Tingkat infeksi nosokomial secara keseluruhan menurun pada pasien yang mendapat intervensi oral hygiene. Pneumonia pasca operasi dapat dicegah dengan intervensi sederhana berupa oral hygiene, sikat gigi, dan kumur klorheksidine. Protokol kebersihan mulut dilaksanakan mulai 3 hari preoperasi sampai pasca operasi dengan menggunakan klorheksidine 0,12% atau 0,2% dan salep mupirocin intranasal 2% atau salep dengan kandungan klorheksidine 0,12%. Kesimpulan: Oral hygiene signifkan dalam pencegahan pneumonia pascaoperasi bedah jantung. Dengan optimalisasi kebersihan gigi, dapat meningkatkan keluaran hasil operasi bedah jantung
DUKUNGAN KELUARGA PADA ANAK THALASEMIA: Literatur Riview Febri Tri Hamunangan; Kili Astarani; Dewi Ika Sari Hari Poernomo
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.491

Abstract

Penderita thalasemia tidak hanya menimbulkan masalah psikologis, tetapi juga dapat menimbukan masalah fisik, antara lain pusing, badan lemas, muka pucat, sukar tidur, tidak ada nafsu makan, keterbatasana aktivitas dan juga terjadi pembesaran limpa dan hati yang berdampak perut membesar Sehingga anak thalasemia membutuhkan dukungan keluarga untuk mengatasi masalahnya. Keberadaan keluarga sebagai support system dengan adanya dukungan sangat di butuhkan penderita. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan dukungan keluarga pada penderita thalasemia berdasarkan hasil literatur review. Metode yang digunakan adalah deskriptif Literatur Review. Sumber basis data yang digunakan untuk mengumpulkan literatur berasal dari PubMed, Garuda, dan Google Scholar. Peneliti mengambil literatur yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, yaitu pada 2010-2020 kemudian di analisa dengan pendekatan PICO. Hasil dari riview jurnal didaptkan anak thalasemia mendapatkan dukungan keluarga yang biak, dukungan yang diberikan pada anak thalasemia seperti keluarga mengantar anak thalasemia tranfusi, memberi perhatian, saling menguatkan, dan keluarga menyemangati anak ketika bosan untuk menjalani tranfusis. Kesimpulan anak thalasemia memerlukan dukungan keluarga baik dukungan dari internal dan ekternal dalam bentuk instrumental, informasional, penilain, dan emosional.
LITERATUR REVIEW: EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI Meilinda Krisna Puspasari; Dian Taviyanda; Selvia David Richard
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.492

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kanker penyebab kematian wanita. Karena, banyak wanita yang terlambat menyadari bahwa sebenarnya ia sudah terserang kanker. Untuk menemukan penyakit lebih awal dikembangkan berbagai metode yaitu salah satunya dengan melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (selanjutnya disebut SADARI). SADARI adalah pemeriksaan payudara oleh diri sendiri untuk mendekteksisegala kelainan yang ada pada payudara.Penelitian ini bertujuan untuk Membuktikan Efektifitas Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Sumber database yang digunakan untuk mengumpulkan literatur berasal dari Google Shcolar, PubMed, Spinger. Penelititi melakukan review Penelitian yang menggunakandesain Pre Experiment, Quasi Experiment, dan Cross sectional yang dalam pelaksanaannya menggunakan metode pre-test post-test group design. Hasil yang di dapatkan bahwa 1 jurnal memaparkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara tanpa ada perlakuan, 9 jurnal menunjukkan perbedaan signifikan efektifitas Pendidikan kesehatan sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan nilai p <0.05 yang berarti Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri. Kesimpulan: yang dapat diambil pemberian pendidikan kesehatan sangat efektif terhadap pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara.
FAKTOR KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Lolita Fabiola Rohani; Tri Sulistyarini; Maria Anita Yusiana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.493

Abstract

Masalah bagi perawat mereka tidak puas dengan pekerjaannya. Tinjauan pustaka ini dimaksudkan untuk menjelaskan faktor kepuasan kerja perawat berdasarkan tinjauan pustaka. Penelitian ini menggunakan Literature Review. Metode penelitian menggunakan jurnal Google Scholar, SINTA dan Jurnal manuskrip yang terdiri dari teks abstrak dan teks lengkap, dengan jumlah reputasi yang diperoleh di Google Scholar; 4, S2; 2, S1; 1, Q; 3 dan Q; 2 total 10 tinjauan literatur dilakukan pada analisis PICO. Variabel yang digunakan adalah faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat. Hasil ketidak puasan pekerjaan akan berdampak pada motivasi kerja, lingkungan, gaji, interaksi sosial dengan atasan, loyalitas, penghargaan, komunikasi, rekan kerja dari 10 jurnal kepuasan kerja saat ini sangat kurang puas, untuk melihat apakah perawat puas dengan motivasikerja, lingkungan, gaji, interaksi sosial dengan atasan, loyalitas, penghargaan, komunikasi, rekan kerja.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Inas Istiqlal Sary Nabilah; Srinalesti Mahanani; Aries Wahyuningsih
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.494

Abstract

Mencegah komplikasi akibat diabetes melitus khususnya pada kaki terdapat beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya hygiene personal termasuk kaki. Melakukan perawatan kaki pada penderita diabetes melitus sangat penting sekali, guna mencegah terjadinya luka pada kaki (Tarwoto, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran pengetahuan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan hasil review literature. Penelitian ini menggunakan study literature review. Literature yang didapatkan dari SINTA, PUBMED, Garuda dan google scholar databased. 10 literature review menggunakan beberapa desain yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, pretest-posttest design, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2013-2020 kemudian dilakukan analisa PICO. Hasil studi literature review didapatkan bahwa pengetahuan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus bervariasi pada setiap penelitian yang telah di review. Hasil menunjukan bahwa mayoritas pengetahuan perawatan kaki pada pasien diabetes melitus masuk dalam kategori baik. Pengetahuan pasien diabetes melitus terhadap perawatan kaki dari berbagai penelitian yang telah diplubikasi secara nasional maupun international memiliki hasil yang bervariasi, namun pengetahuan yang baik lebih mendominasiSemakin baik pengetahuan pasien tentang perawatan kaki maka semakin kecil resiko pasien terkena komplikasi pada kaki.
KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE Erlin Kurnia; Desi Natalia Trijayanti Idris
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v6i2.496

Abstract

Kualitas hidup terkait kesehatan dapat dipandang secara subyektif berdasarkan perspektif pasien dan dari aspek fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Stroke merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang, kondisi ini dapat berakibat ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis kualitas hidup pada pasien stroke. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pasca stroke dengan jumlah responden yaitu sebanyak 85orang, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang telah dilakukan uji validitas. Analisis data penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan lebih dari 50% pasien pasca stroke memiliki kualitas hidup yang baik. Kesimpulannya adalah sebagian besar pasien pasca stroke memiliki kualitas hidup yang baik namun sebagian lainnya perlu memperbaiki pola hidup agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) SEBAGAI DETEKSI DINI KEMATIAN DI CRITICAL CARE AREA Diah Pujiastuti; Enjelia Purwaty; Janah Janah; Pablo Yohanes Ngadhi; Paskalis Surianto; Rani Chrisna Dewi; Yunince Talu
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v7i1.552

Abstract

Keperawatan merupakan bagian terpenting dari rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Perawat dan tim medis lainnya dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat karena waktu adalah nyawa (Time saving is life saving) dalam pelayanan keperawatan kritis. Perawat sebagai pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan harus melakukan pengkajian secara terfokus dan mengobservasi tanda vital agar dapat menilai dan mengetahui resiko terjadinya perburukan pasien, mendeteksi dan merespon dengan mengaktifkan emergency call. Sistem scoring pendeteksian dini atau peringatan dini untuk mendeteksi adanya perburukan keadaan pasien dengan penerapan Early Warning Scores (EWS). Tujuan memberikan informasi tentang penerapan Early Warning Scores (EWS) sebagai deteksi dini kematian di critical care area. Penelitian ini merupakan literature review lima jurnal dari web www.googlescholar.com, www.pubmed.gov, www.sciencedirect.com yang dipublikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2020. EWS merupakan sistem penilaian fisiologis berdasarkan penilaian cepat dan kuantitatif dari perubahan tanda-tanda vital dan pada awalnya dikembangkan untuk mengidentifikasi dan melacak pasien rawat inap yang berisiko mengalami kerusakan di luar area perawatan kritis untuk memastikan stabilisasi dini dan dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) jika sesuai, dan untuk mencegah serangan jantung yang dapat dihindari. EWS efektif digunakan di IGD sebagai alat bantu monitoring kondisi pasien selain triase dan dapat memprediksi kemunduran kondisi pasien serta sangat efektif di IGD. EWS memiliki nilai prediktif yang sangat baik dan telah disepakati mempengaruhi pasien dalam kondisi yang kritis. Penerapan EWS dapat mengurangi beban kerja perawat, menurunkan angka mortalitas dan membuat manfaat bagi organisasi rumah sakit.
CARING PERAWAT PADA PASIEN DALAM KONDISI KRITIS DI KABUPATEN KEDIRI Vela Purnamasari; Dewi Yunicha
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v7i1.553

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien dengan kondisi yang mengancam keselamatan jiwa, pasien yang mengalami disfungsi atau kegagalan satu maupun lebih organ/system sehingga hidupnya tergantung pada alat, monitoring serta terapi canggih. Dalam upaya pemenuhan pelayanan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kondisi kritis diperlukan perilaku caring dari perawat tersebut agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberi manfaat bagi pasien dalam kondisi kritis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuicaring perawat pada pasien dalam kondisi kritis. Desain penelitian menggunakan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 16 orang dan sampel 16 responden sehingga menggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria penelitian, instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner, penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2020– 12 Juni 2020 menggunakan variabel tunggal yaitu caring perawat pada pasien dalam kondisi kritis. Data dianalisa menggunakan rumus persentase dan diinterpretasi secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 16 responden, hampir seluruh responden mempunyai caring yang baik sebanyak 13 responden (81%), sebagian kecil dari responden mempunyai caring yang cukup sebanyak 3 responden (19%). Caring perawat dalam menerapkan caring pada pasien dalam kondisi kritis dipengaruhi oleh faktor usia,jenis kelamin, pendidikan,pernah mengikuti pelatihan keperawatan caring di rumah sakit maupun diluar rumah sakit , lama bekerja, serta posisi atau jabatan di tempat kerja. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dalam menerapkan caring perawat pada pasien dalam kondisi kritis di pelayanan kesehatan dandiharapkan perawat dapat mengikuti pelatihan pada daerah setempat maupun luar daerah, mengikuti seminar nasional maupun internasional guna menambah wawasan terhadap sikap caring bagi perawat.