cover
Contact Name
Iman Jaladri
Contact Email
imanjaladri@gmail.com
Phone
+6285752879971
Journal Mail Official
imanjaladri@gmail.com
Editorial Address
Jalan 28 Oktober Siantan Hulu
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Media Gizi Khatulistiwa
ISSN : 30638259     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini dibuat untuk menampung minat dan perhatian insan gizi untuk memajukan dan mengembangkan ilmu gizi. Keberadaan jurnal ini diharapkan akan menjadi saling tukar informasi antara peneliti, dosen dan mahasiswa untuk bersama-sama menemukan cara yang tepat dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia
Articles 118 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus)TERHADAP KADAR SERAT DAN DAYA TERIMA ABON IKAN NILA MERAH (Oreochromis Niloticus) Chairil Bonisya; Nopriantini; Didik Hariyadi
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1097

Abstract

Abon merupakan pangan alternatif yang siap saji. Penambahan jerami nangka dalam pembuatan abon dapat memperkecil biaya serta memanfaatkan limbah dengan mengurangi pemakaian daging sehingga lebih murah tetapi tetap mempertahankan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan Jerami nangka (Artocarpus heterophyllus lamk.) terhadap kadar serat dan daya terima abon ikan nila merah (Oreochromis sp). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental). Adapun perlakuan yang diberikan dengan penambahan jerami nangka P1=20% P2=40%, P3=60% untuk melihat tingkat kesukaan dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukan pada perlakuan p1 20% jerami nangka lebih disukai dengan jumlah 352. Hasil uji kadar serat menunjukan bahwa dalam 100 gr perlakuan P1 mengandung serat 5,24%/bb. Abon ikan nila dengan penambahan jerami nangka dapat direkomendasikan sebagai makanan tinggi serat.
GAMBARAN TENTANG PENGETAHUAN GIZI DAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SDN 34 PONTIANAK KOTA Cyndy Febrianty Dei; Didik Hariyadi; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1104

Abstract

Background: Nutrition intake in school children is very important to note because school children are susceptible to nutritional problems.Based on RISK data in 2018, nutrition problems in school kids aged 5-12 years are 9.3% lean, divided into 2.5% very thin and 6.8% thin.Nutrition problems are more prevalent with 20.6% obesity 11.1% and very fat (obesity) 9.5%.The prevalence of short incidents is 23.6% with 6.7% very short and 16.9% very short.Background: The intake of nutritional substances in school girls is important to observe because school kids are vulnerable to nutrient problems.Based on RISKS data in 2018 the nutrition problem of school children aged five-12 years according to the age mass index is 9.3% thin, which is divided by 2.5% very thick and 6.8%.The nutritional problem with more prevalence is 20.6% fat, 11.1% very fat, 9,5% very fat and 16.6% very short incidence. Objective: The aim of this study is to find out a picture of nutritional knowledge and nutritional status in children of primary school age in SDN 34 Pontianak City. Research method: This type of research is descriptive research which is structured using the random sampling method, namely simple random sampling, for example a member of the population named A is given the number 2, then when the number 2 is drawn, the member of the population named A is selected to be the sample where the number of samples that will be used as many as 58. The data analysis used is univariate, namely frequency distribution. Results: Based on the results of research conducted at SDN 34 Pontianak City, the highest percentage of elementary school children's knowledge level was obtained, namely 53.4%. with the good category and the lowest percent result, namely 17.2% in the poor category. Meanwhile for nutritional status with the BMI/U index The highest percent result was 62.1% in the normal nutrition category and the lowest percent result was 3.4% in the obesity category. Conclusion: Based on the research that has been carried out, it can be seen that the knowledge of class 5 children at SDN 34 Pontianak City is said to be good in terms of knowledge level and for the nutritional status of class 5 at SDN 34 Pontianak City, most of them have normal nutritional status.
GAMBARAN ASUPAN SARAPAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DAN STATUS GIZI SISWI SMA GEMBALA BAIK PONTIANAK Angraini, Sindy; Dahliansyah; Nopriantini
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1110

Abstract

Latar Belakang : Asupan Sarapan merupakan kegiatan yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi dalam sehari (Widya, 2021). Energi diperlukan untuk berbagai proses fisiologis dalam tubuh, sehingga jika pasokan energi berkurang dan terus berlanjut, pemecahan protein akan terjadi sebagai sumber energi. Bagi pelajar, sarapan yang baik terbukti meningkatkan konsentrasi dan stamina, sehingga meningkatkan keberhasilan akademik karena sarapan menyediakan 20-30% kalori harian (Sartika, 2020). Siswi yang jarang sarapan pagi yaitu 2-3 kali dalam seminggu beresiko mengalami anemia 2,95 kali (Sirajuddin, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri berkisar sebesar 32% pada kelompok usia 15-24 tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pontianak masih ditemukan permasalahan anemia pada remaja putri yaitu 29% ditandai dengan kadar hemoglobin yang rendah (Hartini et al., 2024). Tujuan Penelitian: Mengetahui Gambaran Asupan Sarapan Terhadap Kadar Hemoglobin dan Status Gizi Siswi SMA Gembala Baik Pontianak. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 35 siswi kelas 12 IPS SMA Gembala Baik Pontianak, sampel berusia 16-18 tahun. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan variabel asupan sarapan terhadap kadar hemoglobin dan status gizi. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia 17 tahun (54,3%). Asupan sarapan sebagian besar baik 62,9%. Kadar hemoglobin normal 74,3%, sedangkan yang mengalami anemia 25,7%. Status gizi menunjukkan 85,7% siswi dengan gizi baik. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara asupan sarapan dengan kadar hemoglobin yaitu 90,9%. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan sarapan dengan status gizi yaitu 92,3%. Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki asupan sarapan, sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin normal dan status gizi responden sebagian besar berada pada kategori gizi baik. Adanya hubungan antara asupan sarapan dengan kadar hemoglobin. Tidak ada hubungan antara asupan sarapan dan status gizi.
GAMBARAN ASUPAN MAKAN, PENYAKIT INFEKSI, JUMLAH KELUARGA, DAN PENDAPATAN KELUARGA PADA BALITA GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI DURIAN Putri Nur Masithoh; Shelly Festilia Agusanty; Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1111

Abstract

Gizi buruk adalah suatu kondisi dimana seseorang dinyatakan kekurangan gizi atau status gizinya berada dibawah standar rata-rata. Hasil Prevalensi balita gizi buruk berdasarkan provinsi di Kalimantan Barat pada tahun 2022 yaitu 10,1% dan yang berdasarkan Kabupaten di Kubu Raya yaitu 10,4%. Menurut Puskemas Sungai Durian Prevalensi balita gizi buruk di wilayah tersebut yaitu 0,30%. Tujuan penelitain ini mengetahui gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga pada balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dimana berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti. Sampel penelitian ini balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian. Data Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 12 balita. Teknik pengumpuluan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner berkaitan dengan gambaran asupan makan, penyakit infeksi, jumlah keluarga dan pendapatan keluarga. Hasil penelitian ini sebagian besar asupan makan balita kurang baik dari segi jenis, jumlah, dan frekuensi yaitu 100,0% kurang.  Pada balita yang memiliki penyakit infeksi ada 83,3%. Selain itu, jumlah keluarga yang ≥ 4 anggota yaitu 75,0%. Pendapatan keluarga pada balita tinggi di atas UMR 83,3%. Kesimpulan dari penelitian ini dinyatakan bahwa dalam asupan makan masih kurang baik, yang memiliki penyakit infeksi masih banyak. Sehingga diperlukannya keanekaragaman makanan dan peningkatan kesadaran orang tua untuk mencegah, mnegatasi masalah gizi buruk pada balita.
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 PONTIANAK Setiani, Fadila; Jonni Syah R Purba; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1114

Abstract

Asupan zat gizi makro memegang peranan penting untuk mencapai proses pertumbuhan optimal, menjaga kesehatan secara keseluruhan serta status gizi secara individu terutama yang berkaitan dengan kekurangan serta kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi, asupan zat gizi makro meliputi protein, lemak, karbohidrat, dan status gizi pada remaja kelas XI di SMA Negeri 8 Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian crossecsional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 43 orang remaja SMAN 8 Pontianak yang diambil secara random sampling. Data yang diambi berupa pengetahuan dan asupan zat gizi makro (energi, protein, karbohidrat dan lemak) serta status gizi dan data kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan pengetahuan gizi dalam kategori baik 83,7%. Distribusi asupan zat gizi makro secara berturut-turut adalah pada asupan protein pada kategori baik (46,5%), asupan lemak pada kategori lebih (44,2%) , sedangkan asupan karbohidrat yaitu pada kategori baik (44,2%). Status gizi pada responden menunjukkan kategori gizi baik dengan persentase mencapai 72,1%. Kesimpulannya, pengetahuan gizi remaja SMA N 8 Pontianak sebagian besar umumnya baik, namun untuk asupan zat gizi makro masih belum ada keseimbangan antara asupan protein, lemak dan karbohidrat dan status gizi sebagian besar sudah menunjukkan status gizi pada kategori gizi baik.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO (ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT) DAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMP QURAN AL KARIMA KUBU RAYA Putri, Melinda; Sopiyandi; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1118

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari mengkonsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi, yang menjadi gambaran kondisi tubuh sebagai akibat pemanfaatan zat-zat gizi dari makanan. Secara umum banyak sekali faktor yang terkait dengan timbulnya masalah gizi, antara lain faktor asupan zat gizi dan penyakit infeksi dan berbagai faktor lainnya, ketersediaan pangan dalam keluarga dan asuhan ibu terhadap anak. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023,  menunjukkan bahwa status gizi remaja di Kalimantan Barat obesitas sebesar 5,2%, gizi kurang sebesar 4,8% dan status gizi normal sebesar 90%. Tujuan Penelitian ini Mengetahui gambaran asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan status gizi pada remaja putri di SMP Quran Al Karima Kubu Raya. Menggunakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, metode pengambilan data adalah dengan melakukan  food recall dan pengukuran antropometri berdasarkan tinggi badan dan berat badan dilakukan di SMP Quran Al Karima Kubu Raya, Populasi dalam penelitian ini sebanyak 69 responden, sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi remaja putri SMP Quran Al Karima Kubu Raya, yang berusia 11 sampai 15 tahun. Hasil Penelitian asupan energi cukup (76.8%), asupan protein cukup (91.3%), asupan lemak cukup (87.0%), asupan karbohidrat cukup (60.9%) dan status gizi imt/u gizi baik (95.7%). Status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan energi cukup (100.0%), status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan protein cukup (100.0%), status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan lemak cukup (100.0%) dan status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan karbohidrat cukup (100.0%). Gambaran asupan zat gizi makro meliputi energi, protein, lemak dan karbohidrat pada remaja putri di SMP Quran Al Karima Kubu Raya menunjukkan sebagian besar cukup dan status gizi (imt/u) sebagian besar menunjukan gizi baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PERSEPSI CITRA TUBUH TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 6 PONTIANAK Jannah, Diah Na'imatul; Desi; Yanuarti Petrika
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1124

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan gizi dapat menjadi landasan penting dalam mempengaruhi konsumsi seseorang, dimana tingkat pengetahuan gizi akan mempengaruhi dalam pemilihan bahan makanan yang tepat. Status gizi remaja merupakan indikator penting yang dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas pada masa remaja. Persepsi citra tubuh adalah pemahaman seseorang tentang fisik yang mencakup penilaian individu yang subyektif berdasarkan pada penilaian orang lain terhadap dirinya. Faktor pengetahuan gizi dan persepsi citra tubuh diyakini memiliki peran dalam pembentukan status gizi remaja, terutama pada remaja putri yang rentan terhadap tekanan sosial terkait bentuk tubuh. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan persepsi citra tubuh terhadap status gizi remaja putri di SMA Negeri 6 Pontianak. Metode Penelitian: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 orang remaja putri kelas XI yang diambil menggunakan teknik desain purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan gizi dan kuesioner persepsi citra tubuh, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi baik (71.1%), persepsi citra tubuh negatif (60.5%), dan status gizi normal (65.8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p=0.015) dan hubungan yang tidak signifikan antara persepsi citra tubuh dengan status gizi (p=0.191). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan persepsi citra tubuh terhadap status gizi remaja putri. Diperlukan upaya edukasi gizi dan penguatan persepsi citra tubuh yang positif dalam rangka menjaga status gizi yang optimal pada remaja. Background: Nutrition knowledge can be an important foundation in influencing a person's consumption, where the level of nutritional knowledge will influence the selection of appropriate food ingredients. Adolescent nutritional status is an important indicator that can influence health and productivity during adolescence. Body image perception is a person's understanding of their physique, which includes subjective individual assessments based on others' assessments of them. Nutrition knowledge and body image perception are believed to play a role in shaping adolescent nutritional status, especially in adolescent girls who are vulnerable to social pressures related to body shape. Objective: This study aimed to determine the relationship between nutritional knowledge and body image perceptions on the nutritional status of adolescent girls at Pontianak State Senior High School 6. Methods: The study design was quantitative with a cross-sectional approach. A sample of 38 eleventh-grade adolescent girls was selected using a purposive sampling technique. The research instruments were a nutritional knowledge questionnaire and a body image perception questionnaire, while nutritional status was measured by body mass index for age (BMI/A). Data were analysed univariately and bivariately using the chi-square test. Results: The study showed that the majority of respondents had good nutritional knowledge (71.1%%), negative body image perceptions (60.5%), and normal nutritional status (65.8%). The chi-square test showed a significant relationship between nutritional knowledge and nutritional status (p=0.015) and an insignificant relationship between body image perception and nutritional status (p=0.191). Conclusion: This study concluded that there is a significant relationship between nutritional knowledge and body image perceptions on the nutritional status of adolescent girls. Nutrition education efforts and strengthening positive body image perceptions are needed to maintain optimal nutritional status in adolescents.
GAMBARAN INDIKATOR STATUS GIZI DAN PERILAKU GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0–5 TAHUN DI KECAMATAN RASAU: ANALISIS DATA SURVEI DUA TAHUN (2023–2024) Iman Jaladri
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1125

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang bersifat kronis dan berdampak pada kesehatan serta perkembangan anak. Periode kehamilan dan praktik pemberian makan bayi merupakan determinan penting stunting. Tujuan: Mengetahui gambaran indikator status dan perilaku gizi ibu hamil serta prevalensi stunting pada balita usia 0–5 tahun di Kecamatan Rasau berdasarkan survei tahun 2023 dan 2024. Metode: Penelitian survei primer dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan pada dua tahun berturut-turut (2023–2024) di Kecamatan Rasau dengan teknik total populasi (sensus) untuk ibu hamil dan balita usia 0–5 tahun. Analisis dilakukan secara deskriptif tanpa uji statistik. Hasil: Proporsi konsumsi energi defisit menurun dari 55% (2023) menjadi 47% (2024), sedangkan protein defisit menurun dari 38% menjadi 32%. Proporsi KEK meningkat dari 16,1% menjadi 17,1%. Prevalensi stunting pada balita usia 0–5 tahun meningkat dari 38% menjadi 48%. Selain itu, wasting juga meningkat dari 20,6% menjadi 30,6%. Kesimpulan: Meskipun beberapa indikator gizi ibu hamil dan praktik pemberian ASI membaik, prevalensi stunting dan wasting pada balita meningkat dari 2023 ke 2024. Intervensi pencegahan stunting perlu bersifat multisektor dan berkelanjutan, mencakup penguatan layanan gizi ibu hamil, pencegahan infeksi, serta penguatan praktik pemberian makan dan pengasuhan anak.

Page 12 of 12 | Total Record : 118