cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
PENGARUH SUN SHADING TERHADAP KENYAMANAN THERMAL DAN VISUAL PADA RUANG BACA GEDUNG AUDITORIUM POLITEKNIK PEKERJAAN UMUM SEMARANG Arrahman, Delano Pasha; Sudarwanto, Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of Sunshading elements is often applied by Architects in designing building facades to respond to solar heat radiation entering the building and is an important element that influences the temperature in the room and the intensity of light entering the room. By using quantitative methods with OTTV OTTV ( Overall thermal transfer Value )  calculation simulations and software dialux according to SNI 6389-2020 regulations with a standard of 35 watts / m2 and SNI 6197:2020 Energy conservation in natural lighting systems with a standard of 350 lux to determine the optimal design and adapt to the facade that has been implemented so that it will produce a space standard that meets the thermal comfort criteria and visual so that it has a good impact on activities in the room as well as saving electrical energy loads because the intensity and propagation of solar heat radiation can be responded to optimally using a sun shading design.Keywords: sun shading, thermal Comfort ,Visual ComfortAbstrak: Penggunaan elemen Sunshading sering diterapkan oleh Arsitek dalam merancang fasade bangunan untuk merespon terhadap radiasi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan dan menjadi elemen penting yang berpengaruh terhadap temperatur didalam ruangan dan intensitas cahaya yang masuk kedalam ruangan.Dengan menggunakan metoda kuantitatif dengan simulasi  perhitungan OTTV ( Overall thermal transfer Value ) dan software dialux  sesuai peraturan SNI 6389-2020 Konservasi energi selubung bangunan pada bangunan Gedung dengan standar 35 watt /m2 dan SNI 6197:2020 Konservasi energi pada sistem pencahayaan alami dengan standar 350 lux untuk menentukan desain yang optimal dan menyesuaikan pada fasade yang sudah diterapkan sehingga akan mengahasilkan standar ruang yang memenuhi kriteria kenyamanan thermal dan visual sehingga memberikan dampak yang baik pada aktivitas di ruangan tersebut disamping akan menghemat beban energi listrik karena intensitas maupun rambatan dari radiasi panas matahari dapat direspon secara optimal menggunakan desain sun shading.Kata Kunci: Naungan matahari,Kenyamanan Thermal,Kenyamanan Visual
PERKEMBANGAN TATA KOTA BLITAR DARI ABAD XIX HINGGA ABAD XX Al Ayyubi, Sholahuddin Yusuf; Titasari, Coleta Palupi; Prawirajaya R, Kadek Dedy; Srijaya, I Wayan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to identify the components and patterns of the city from the 19th to the 20th century. Data were collected through observation, literature review, and archival studies. Once the data were gathered, they were processed using qualitative and comparative analysis. The results of this research show that there were dynamics from the 19th to the 20th century. The urban development that occurred indicates that the city of Blitar used a grid pattern which developed significantly over the two centuries. This development is evident based on several city maps that were compared, as well as from the analysis of field data and literature. The development shows city dynamics including highways, increasingly dense residential houses, educational buildings that are more concentrated in certain areas, and other city components within the same city pattern, namely the grid pattern.Keywords: Development of City Planning, City Patterns, Colonial PeriodAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen kota dan pola kota selama abad XIX hingga abad XX. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi pustaka, dan studi arsip. Setelah data terkumpul, kemudian diolah menggunakan analisis kualitatif dan komparatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi dinamika dari abad XIX hingga abad XX. Perkembangan tata kota yang terjadi menunjukkan bahwa Kota Blitar menggunakan pola grid yang perkembangannya terjadi cukup signifikan selama dua abad. Perkembangan tersebut sangat terlihat berdasarkan beberapa peta kota yang dikomparasikan, serta dengan analisis data lapangan dan pustaka. Perkembangan tersebut menunjukkan dinamika kota termasuk jalan raya, rumah penduduk yang semakin padat, bangunan pendidikan yang lebih memusat di wilayah tertentu, dan komponen-komponen kota lainnya dalam pola kota yang sama yaitu pola kota grid.Kata Kunci: Perkembangan Tata Kota, Pola Kota, Masa Kolonial
TATA NILAI KOMUNITAS SEBAGAI KOMPONEN UTAMA DALAM TRANSFORMASI FASAD PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA MASJID ANGKE JAKARTA Suhartini, Suhartini; Ischak, Mohammad; Widiarso, Tulus; Pribadi, I Gede Oka Sindhu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Although the Angke Mosque is a cultural heritage building designated through the Decree of the Governor of the DKI Jakarta Provincial Government Number 1371 of 2019, in reality until now there have been changes in the shape of the building. This study aims to examine the concepts and values that are still believed in by the community that made changes to the shape of the mosque in relation to the context of cultural heritage buildings. The method used is quasi-qualitative based on the post-positivism paradigm. The observation unit is the building facade elements including stairs, doors, windows, walls, and roofs. The exploration of community values was carried out through interviews with several informants using a butterfly diagram. The study resulted in findings that the community still holds values as the basis for preserving buildings in the form of very strong ties to the shape of the facade components, especially the door and roof elements, so that it can be the basis for preserving the Angke Mosque as a cultural heritage building.Keywords: cultural heritage, concept, facade, mosque, communityAbstrak: Meskipun Masjid Angke merupakan bangunan cagar budaya yang ditetapkan melalui  SK Gubernur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1371 Tahun 2019, pada kenyataannya sampai sekarang sudah mengalami perubahan-perubahan pada bentuk bangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan tata nilai yang masih diyakini oleh komunitas yang melakukan perubahan pada bentuk masjid dalam kaitannya dengan konteks bangunan cagar budaya. Metode yang digunakan adalah kuasi kualitatif yang dilandasi paradigma post positivism. Unit amatan adalah elemen fasad bangunan meliputi tangga, pintu, jendela, dinding, dan atap. Penggalian tata nilai komunitas dilakukan melalui wawancara terhadap beberapa informan dengan menggunakan diagram kupu-kupu. Penelitian menghasilkan temuan bahwa komunitas masih memegang tata nilai sebagai dasar pelestarian bangunan dalam bentuk ikatan yang sangat kuat terhadap bentuk komponen fasad khususnya pada elemen pintu, dan atap sehingga dapat menjadi dasar pelestarian Masjid Angke sebagai bangunan cagar budaya.Kata Kunci: cagar budaya, konsep, fasad, masjid, komunitas
KAJIAN SISTEM WAYFINDING DI JALAN ASIA AFRIKA BANDUNG Sari, Sally Octaviana; Sugiharti, Enok; Septiani, Sekar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Wayfinding is collecting information, determining and making decision about where to go and move through a space through mental map and object recognition (Dharmawan et al, 2021; Ninda H et al, 2020). The significance criteria of the wayfinding system are safety, a pleasant spatial experience and impact of commercial of a land value, the possibility for people returning back and how long they spending time in a public space (Symonds, 2018). Asia Afrika street  is the anchor for people’s activities in Bandung City. In unfamiliar space, we often faced the problem finding the destination. Particulary if the urban space is relatively hard to understand and legitimate due to unidentified as a distinctive character. This research aims to find out the knowledge of user’s wayfinding patterns when exploring Asia Afrika’s public open space by using a qualitative-exploratory approach. Data were collected by survey, observation, interview and identifying wayfinding objects along the research location.  Data was analyzed by using content analysis. Hopefully, this result  contributes  to urban planning in determining wayfinding elements,  imageable streetscape and accesible  for all users (walkable). Keyword: Wayfinding, walkable space, mental mapAbstrak: Wayfinding adalah proses pengumpulan data, penentuan dan pembuatan keputusan arah bergerak dalam suatu ruang melalui peta mental dan pengenalan objek (Dharmawan et al, 2021; Ninda H et al, 2020). Signifikansi kriteria sistem wayfinding adalah keselamatan, pengalaman spasial yang menyenangkan dan dampak komersial nilai lahan di suatu ruang publik (Symonds, 2018). Jalan Asia Afrika merupakan salah satu pusat aktivitas di Kota Bandung. Di ruang non familiar, manusia seringkali mengalami kesulitan dalam menemukan tujuan. Khususnyadi ruang publik yang relatif sulit dimengerti dan diidentifikasi karena karakternya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk  untuk menemukan pengetahuan tentang pola wayfinding ketika mengeksplorasi ruang di Jalan Asia Afrika melalui pendekatan kualitatif – eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui survey, observasi dan wawancara serta identifikasi objek – objek wayfinding di sepanjang lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan elemen wayfinding, bentang jalan (streetscape) yang mudah dikenali,  aksesibel dan walkable untuk semua pengguna.Kata Kunci: wayfinding, ruang walkable, peta mental
PEMAKNAAN RUMAH PANGGUNG SEBAGAI MODAL ARSITEKTUR DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KELURAHAN JATIRANGGA KECAMATAN JATISAMPURNA KOTA BEKASI Juwono, Sudarmawan; Ali, Abdullah; Solo, Adrianus
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Jatirangga Village, Jatisampurna District, Bekasi City has the Platform Houses as the characteristic objects that have been recognized as the cultural heritage. Preservation of this cultural heritage will be possible if its existence becomes an attraction and has benefits for residents in a sustainable tourism program. This research aims to identify the potential of this object as a socio-spatial system in the development of Sustainable Tourism by identifying the beneficial value of its architecture.  This research uses descriptive qualitative methods, especially field observations, previous research studies, history and interpretation of relevant map documents and images. The results of the research show that through meaning it is known that Rumah Panggung is an architectural capital from the aspects of spatial planning, philosophical values and educational values which has strategic value in developing local tourism. Using Platform House must be seen from the aspect of developing functions, preserving architectural values, culture, owners and local residents' resources as a network in developing sustainable tourismKeywords: Platform House, Meaning, Architectural Capital, Residents, Sustainable TourismAbstrak: Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi memiliki Rumah Panggung  sebagai obyek karakteristik yang telah diakui sebagai cagar budaya. Pelestarian cagar budaya ini akan bisa dilakukan bilamana keberadaannya menjadi daya tarik dan memiliki benefit bagi warga dalam program pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini hendak mengidentifikasi potensi obyek tersebut sebagai suatu sistem sosio-spasial dalam pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dengan mengindentifikasi nilai benefit arsitekturnya.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif terutama pengamatan lapangan, studi penelitian terdahulu, sejarah dan interpretasi atas dokumen peta dan gambar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pemaknaan diketahui bahwa Rumah Panggung adalah modal arsitektur dari aspek tata ruang, nilai filosofis dan nilai edukasi yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata setempat. Pemanfaatan Rumah Panggung harus dilihat dari aspek pengembangan fungsi, pelestarian nilai-nilai arsitektur, budaya, pemilik dan sumber daya warga setempat sebagai jejaring dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.Kata Kunci: Rumah Panggung, Pemaknaan, Modal Arsitektur, Warga, Pariwisata Berkelanjutan
PERENCANAAN UNIT BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN KAMPUS UKRI MENGGUNAKAN BIOFILTER AEROB Herliana, Erika
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In recent years, Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) has experienced rapid growth in the education sector, facilities, as well as an increasing number of students and staff. Along with this development, the volume of wastewater produced has also seen  significant increase. If not managed efficiently, this wastewater can pose a threat to the surrounding environmental quality and potentially become a source of public health issues. Therefore, efforts to improve sanitation are required, such as the installation planning of domestic wastewater treatment facilities at the UKRI campus. Wastewater treatment through the aerobic biofilter method is one system that employs biological processes, consisting of media that serve as a habitat for submerged microorganisms, supplemented with an aeration system. The chosen domestic wastewater treatment installation in the UKRI campus is the aerobic biofilter. The planning for the selection of this installation is based on land requirements, construction, operation, maintenance, investment costs, and efficiency. The calculated wastewater flow rate is 57.6 m3/day. The aerobic biofilter produces effluent with concentrations of temperature 28 ºC; pH 7.5; TSS 18.69 mg/L; COD 73.64 mg/L; BOD 37.66 mg/L. The construction of the aerobic biofilter consists of fiber and concrete materials with dimensions of 5 m in length, 0.6 m in width, and 1.5 m in height. Keyword: wastewater treatment, biofilter aerob, UKRI campus
PENERAPAN INFRASTRUKTUR HIJAU SEBAGAI SOLUSI LIMPASAN PERMUKAAN. (STUDI KASUS: JL.DR. DJUNDJUNAN PASTEUR, KOTA BANDUNG) Rahmawati, By Nur Hidayah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The ongoing issue today is the lack of attention given to water management aspects (related to surface runoff and infiltration) as a crucial element that must be seriously considered in the spatial planning process. (UU No. 24 Tahun 1992). One of the problems often faced in urban areas is surface runoff, with rainwater being an example that can lead to flooding and damage to infrastructure. The rainfall that occurred in the city of Bandung, based on measurements at the Bandung Geophysical Station, falls within the criteria of dense to very dense, with an intensity of 77.7 mm. (in a period of about 1–1.5 hours). With the high rainfall, it often causes problems; one of the common issues faced is the overflow of rainwater, which can lead to flooding and damage to infrastructure. Another problem that often arises in urban areas is the increase in surfaces that cannot absorb water, such as asphalt and concrete, which means that rainwater cannot be adequately absorbed by the soil, potentially leading to flooding, water pollution, and damage to infrastructure. One of the green infrastructures that can be implemented to address this issue, particularly on Dr. Djunjunan Pasteur Street, is the Bioretention Swale. Keyword: Surface runoff, rainwater, Pasteur, green infrastructure, Bioretention Swale. Abstrak: Permasalahan yang masih berlangsung saat ini adalah kurang diperhatikannya aspek tata air (berkaitan dengan limpasan permukaan dan infiltrasi) sebagai bagian yang harus dipertimbangkan secara serius dalam proses perencanaan tata ruang (UU No. 24 Tahun 1992). Salah satu masalah yang sering dihadapi di kawasan perkotaan adalah limpasan permukaan, dan air hujan sebagai contoh yang dapat menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Curah hujan yang terjadi di Kota Bandung berdasarkan hasil pengukuran di Stasiun Geofisika Bandung termasuk dalam kriteria padat hingga sangat padat dengan intensitas 77,7 mm (dalam kurun waktu sekitar 1–1,5 jam). Dengan curah hujan yang tinggi tersbut, sering menimbulkan masalah, salah satu masalah yang sering dihadapi adalah limpahan air hujan, yang bisa menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Masalah lainnya yang sering muncul di daerah perkotaan adalah meningkatnya permukaan yang tidak bisa menyerap air, seperti aspal dan beton, sehingga air hujan tidak bisa diserap dengan baik oleh tanah, yang bisa menyebabkan banjir, pencemaran air dan juga kerusakan infrastruktur. Salah satu infrastruktur hijau yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut khususnya di Jl. Dr. Djunjunan pasteur adalah Bioretention Swale.Kata Kunci: Limpasan permukaan, air hujan, infrastruktur hijau, Bioretention Swale.
Tinjauan Desain Layout Terminal Penumpang Pelabuhan Kendal Terhadap Aspek Efisiensi Sirkulasi Amartya, Novita
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Kendal merupakan pelabuhan regional kelas 1 yang melayanipenyebrangan laut dengan rute ke Kumai. Dalam penyelenggaraannya Pelabuhan Kendal untuk fasilitas sisi daratnya masih belum optimal sehingga perlu dilakukan perencanaan pengembangan fasilitas. Pengembangan fasilitas inilahditinjau kembali pada desain layout bahwasanya dapat meningkatkan aksesibilitasbaik pada jalur sirkulasi, optimalisasi ruang, serta kesesuaian standarisasi ruang.Salah satunya pada aspek efisiensi pola sirkulasi yang berperan penting dalamkelangsungan pelabuhan sebab sirkulasi sebagai penghubung ruang yangmeminimalisir tenaga atau usaha pengguna dalam berpindah tempat. Permasalahanyang terjadi saat ini diketahui adanya aktivitas yang dirasa kurang perhatian, kondisidan pengelolaan kurang maksimal, serta aksesibilitas sirkulasi kurang. Tujuan daripenelitian ini untuk mengkaji dan mengevaluasi kesesuaian antara kriteria denganrealita penggunanya pada layout terutama dalam aspek efisiensi sirkulasi. Metodepenelitian ini menggunakan kualitatif dengan pertimbangan landasan teori dari kajianliteratur sesuai topik serta observasi pada lapangan yang menghasilkan sebuah databerupa deskriptif secara sistematis maupun faktual. Maka hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa desain layout pelabuhan Kendal tidak berpengaruh secarasignifikan pada efisiensi sirkulasi. Namun, terdapat penyimpangan aktivitaspengguna dikarenakan adanya ketidaknyamanan pada kondisi ruang yang ada. Kata Kunci: efisiensi sirkulasi, layout, terminal penumpang pelabuhan
KAJIAN RUANG TERBUKA PUBLIK RAMAH ANAK PADA TAMAN SUPERHERO KOTA BANDUNG Ekawati, June
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ruang terbuka publik dengan konsep ramah anak di perkotaan merupakan salah satu strategi pengembangan menuju Kota Layak Anak. Taman Superhero di Kota Bandung juga diarahkan menjadi ruang terbuka publik ramah anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan konsep desain ramah anak secara optimal pada ruang terbuka publik dalam perancangannya. Metode yang dipakai adalah pendekatan yang bersifat kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi secara langsung. Aspek analisis yang merupakan indikator perancangan yaitu aspek Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan, Aksesibilitas, Keamanan dan Keindahan menggunakan beberapa teori terdahulu dan regulasi. Komponen terdiri dari lokasi, tata letak, peralatan permainan, konstruksi dan material. Hasil dari kajian ini didapatkan bahwa sub variabel keselamatan (K1) dan kenyamanan (K3) dikategorikan “Baik”. Untuk sub variabel Kesehatan (K2), aksesibilitas (K4), keamanan (K5) dan keindahan (K6) dikategorikan “Sangat Baik”. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pemeliharaan taman secara berkala dan penerapan desain universal untuk memperluas akses bagi difabel.
Evaluasi Setting Perilaku pada Kafe di Semarang Nafiq, Luqman Nashirudin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kafe di Kota Semarang, khususnya di kawasan Tembalang, telah mengalami transformasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menikmati minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang mempengaruhi perilaku pengunjung kafe di Tembalang serta menganalisis hubungan antara desain interior, suasana sosial, dan perilaku pengunjung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode behavioral mapping, penelitian ini berusaha memetakan aktivitas pengunjung di dalam kafe. Behavioral mapping memungkinkan visualisasi pola perilaku pengunjung terkait dengan desain interior dan suasana sosial kafe. Konsep behavior setting menjadi kerangka teoritis dalam memahami interaksi antara individu dan lingkungan fisik kafe. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain interior dan pengelolaan kafe yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang arsitektur dan desain interior, khususnya dalam konteks ruang publik seperti kafe.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue