cover
Contact Name
Syukeri Gazali
Contact Email
redaksi.darululum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.darululum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mega Indah KM 2 Kotabaru, Kalimantan Selatan
Location
Kab. kotabaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19073003     EISSN : 26212404     DOI : https://doi.org/10.62815/darululum
Darul Ulum: Journal of Islamic Studies, published by Darul Ulum Research Centre of STIT Darul Ulum Kotabaru Kalimantan Selatan since 2008, can be said as the oldest academic journal dealing with the theme in South Borneo. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of philosophy, Religion, education, culture, and many more. In the beginning the journal only served as a scholarly forum for the lecturers at the State Institute of Islamic Studies. However, due to the later development with a broader readership, the journal has successfully invited scholars and researchers outside the Institute to contribute. Darul Ulum, published twice a year, always places Islam and Muslim in the central focus of academic inquiry and invites any comprehensive observation of Islam as a theological belief and a system of society and Muslims as those who practice the religion with their many facets. This journal, serving as a forum for the study of Islam in Indonesia and other parts of the world within its local and challenging global context, supports focused studies of particular theme and interdisciplinary studies. Darul Ulum has become a medium of diffusion and exchange of ideas and research findings, so much so that researchers, writers, and readers from various traditions of learning have interacted in the scholarly manner.
Articles 121 Documents
PERILAKU KONSUMSI PRODUK HALAL GEN Z PADA PLATFORM SHOPEESHOPEE: STUDI PADA MAHASISWA STIT DARUL ULUM KOTABARU: Studi Pada Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru Anisa; Arwin Jaya; Rina Amallia; Riska Riyanti; Siti Khadijah
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.214

Abstract

This study examines the consumption behavior of Generation Z regarding halal products, specifically among students of the Islamic Religious Education (PAI) Study Program, Class of 2023, at STIT Darul Ulum Kotabaru, on the Shopee platform. The phenomenon of unclear halal information on best-selling products on Shopee raises the potential for gharar due to visual information asymmetry. This descriptive qualitative research utilized in-depth interviews, non-participant observation, and documentation to collect data from five informants. The findings indicate that Gen Z's halal awareness is high but heavily reliant on product visuals. They trust buyer reviews more than seller claims. Technical constraints such as blurry photos and the lack of automatic verification features on Shopee hinder the validation process. This study recommends improving digital halal literacy for consumers, information transparency for MSMEs, and standardization of halal features on e-commerce platforms.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN TIMUR INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ABAD 21 Achmad Ruslan Afendi
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.215

Abstract

The era of globalization, marked by advances in information technology and the flow of cross-border cultures, has brought significant impacts on changes in the values and behaviors of the younger generation. On the one hand, globalization opens opportunities for progress; on the other hand, it triggers serious challenges in the form of moral degradation, weakening character, and a crisis of local cultural identity. This condition requires strengthening character education that is not only normative but also contextual, rooted in local wisdom values as a source of shaping students’ identity. East Kalimantan, as a region rich in cultural diversity, has great potential to integrate local values into character education. This study aims to develop a character education model based on the local wisdom of East Kalimantan that is relevant to the needs of 21st-century education. The research method used is a descriptive qualitative approach, through stages of exploring local cultural values, formulating a conceptual model, and limited implementation testing in educational institutions. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation, with data analysis using an interactive model. The results of the study indicate that a character education model based on the local wisdom of East Kalimantan can be formulated as an integrative-holistic model that combines values of religiosity, mutual cooperation, tolerance, social responsibility, and environmental awareness within the learning process. This model is implemented through curriculum integration, culture-based contextual learning, extracurricular activities, and teacher role modeling. The implications of this study show that strengthening character education based on local wisdom not only improves students’ moral quality but also reinforces cultural identity and the relevance of education to the social context of society. Therefore, this model can serve as a strategic alternative for developing educational policies and practices in the region, particularly in supporting the creation of a generation that is characterized, cultured, and adaptive in the global era
METODE TIKRAR (PENGULANGAN) DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN AL-QUR’AN BAGI ANAK KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) DI SD MUHAMMADIYAH 2 KOTABARU St Rahmayanti; Septiana Rahmah; Ayu Mustika Arum; Ely Rahmah; Rhiyoga Aditama; Hubbil Khair
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode tikrar (pengulangan) dalam pembelajaran hafalan Al-Qur’an bagi anak dengan keterlambatan bicara (speech delay) di SD Muhammadiyah 2 Kotabaru serta mengetahui peningkatan kemampuan hafalan yang dihasilkan melalui metode tersebut. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang memerlukan kemampuan verbal dan konsentrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru tahfidz dan dua siswa yang mengalami speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tikrar diterapkan melalui pengulangan bacaan secara bertahap, pendampingan intensif, serta penyesuaian kemampuan siswa dalam menerima hafalan. Penerapan metode ini terbukti membantu meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an, memperbaiki pelafalan, meningkatkan daya ingat, serta menumbuhkan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Dengan demikian, metode tikrar dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran tahfidz yang efektif dalam mendukung pendidikan Islam yang inklusif bagi anak dengan keterlambatan bicara.
STORYTELLING BERBASIS BONEKA TANGAN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER KEJUJURAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Rizka Khairunnisa; Muhammad Fauzan Muttaqin; Desi Setiyadi
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.222

Abstract

Pendidikan nilai di sekolah dasar masih menghadapi tantangan karena siswa cenderung memiliki pemahaman yang terbatas tentang pentingnya kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bercerita menggunakan boneka tangan dalam menumbuhkan karakter jujur di kalangan siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 3 siswa kelas satu sebagai subjek penelitian, serta guru dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, pengkodean, dan identifikasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan boneka tangan meningkatkan antusiasme siswa, keterlibatan emosional, dan kesadaran moral tentang kejujuran. Siswa menjadi lebih berani mengakui kesalahan, memahami konsekuensi berbohong, dan menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Lingkungan kelas juga menjadi lebih terbuka dan interaksi sosial di antara siswa lebih sehat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya strategi pendidikan karakter kreatif yang relevan untuk perkembangan anak usia sekolah dasar
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PEMERINTAHAN DESA BERDASARKAN UU NO. 6 TAHUN 2014 TINJAUAN SIYASAH DUSTURIYAH DI DESA SUKARAME KECAMATAN KUALUH HULU Hamdan Sudirman Marpaung; Fauziah Lubis
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian pemerintahan desa di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta dikaitkan dengan prinsip siyasah dusturiyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan Ahmad Simanjuntak selaku Kepala BPD Desa Sukarame, Laut Marpaung selaku Sekretaris BPD Desa Sukarame, Tono Aruan selaku masyarakat Desa Sukarame, serta Abdi Syahputra selaku tokoh masyarakat Desa Sukarame. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan (literature review) berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD Desa Sukarame telah menjalankan fungsi pengawasan melalui evaluasi laporan penyelenggaraan pemerintahan desa, pengawasan penggunaan Dana Desa, serta penyaluran aspirasi masyarakat melalui musyawarah desa. Pelaksanaan fungsi tersebut sejalan dengan prinsip siyasah dusturiyah, terutama nilai kepemimpinan (imamah), amanah, musyawarah (syura), dan keadilan (adl). Namun, pelaksanaan pengawasan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan keterbukaan informasi, rendahnya pemahaman masyarakat tentang peran BPD, keterbatasan anggaran dan waktu anggota BPD, keterlambatan laporan masyarakat, serta koordinasi yang belum optimal antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Meskipun demikian, BPD tetap berupaya menjalankan fungsi pengawasan melalui komunikasi, musyawarah, dan pengecekan langsung ke lapangan agar pemerintahan desa berjalan lebih transparan, adil, dan akuntabel.
REGULASI KOMUNIKASI PELAYANAN HAJI DALAM PENGUATAN TRANSPARANSI INFORMASI JAMAAH DI ERA DIGITAL Abdul Rahman Syahputra; Hasan Sazali
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi komunikasi pelayanan haji dalam mendukung transparansi informasi jamaah di era digital, mengkaji peran komunikasi kebijakan haji dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi dan layanan penyelenggaraan haji, menjelaskan kontribusi komunikasi pelayanan informasi dalam edukasi regulasi ibadah haji, menganalisis strategi mitigasi disinformasi, serta merumuskan kontribusi regulasi komunikasi dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penyelenggara haji. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan perspektif studi kasus konseptual. Data diperoleh dari artikel jurnal, buku, regulasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan thematic content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi komunikasi berfungsi sebagai fondasi tata kelola informasi publik yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi jamaah. Komunikasi kebijakan berperan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi haji, sedangkan komunikasi pelayanan informasi berkontribusi dalam edukasi jamaah melalui berbagai media digital. Strategi mitigasi disinformasi dilakukan melalui penyediaan informasi resmi yang cepat, klarifikasi publik, peningkatan literasi digital, dan komunikasi krisis yang transparan. Sintesis literatur menghasilkan kerangka konseptual yang menghubungkan regulasi komunikasi, komunikasi kebijakan, edukasi jamaah, mitigasi disinformasi, transparansi informasi, dan kepercayaan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas regulasi komunikasi pelayanan haji menjadi faktor penting dalam membangun transparansi informasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penyelenggara haji di era digital.
ETIKA SUFI SEBAGAI KERANGKA SPIRITUAL UNTUK MENANGANI DEHUMANISASI DAN KRISIS MORAL GLOBAL DI ERA DIGITAL MODERN Nurhayati
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.226

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi etika Sufi sebagai kerangka spiritual untuk mengatasi dehumanisasi dan krisis moral global di era digital modern. Kami berpendapat bahwa masyarakat kontemporer menderita ketidakseimbangan mendasar antara kemajuan materi dan kedalaman spiritual, yang termanifestasi dalam fenomena seperti dehumanisasi, individualisme, materialisme, dan erosi nilai-nilai etika. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian kepustakaan digunakan, dengan mengacu pada literatur akademis dan karya ilmiah terkini yang membahas Sufisme dalam konteks modern, globalisasi, dan krisis moral. Data dianalisis melalui analisis konten sistematis, yang melibatkan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi induktif dari materi tekstual. Kontribusi utama kami terletak pada pengusulan etika Sufi bukan hanya sebagai praktik spiritual individu tetapi sebagai kerangka sistemik dan aplikatif untuk mengembangkan etika sosial dan digital yang lebih humanistik. Analisis mengungkapkan bahwa konsep inti tazkiyatun nafs (pemurnian jiwa) menawarkan metode komprehensif untuk transformasi batin, sementara internalisasi nilai-nilai seperti ketulusan (ikhlas), kesabaran (sabr), kerendahan hati (tawadhu), dan cinta memberikan landasan perilaku konkret untuk membangun kembali kesadaran moral. Lebih lanjut, kami mendemonstrasikan aktualisasi praktis etika Sufi melalui tiga aplikasi: dzikir (mengingat Tuhan) sebagai bentuk kesadaran spiritual dan detoksifikasi digital, pembentukan komunitas spiritual di dunia maya, dan perumusan etika media sosial berbasis Sufi yang berlandaskan kejujuran dan komunikasi yang bertanggung jawab. Studi ini membahas kesenjangan penelitian yang signifikan mengenai integrasi etika Sufi sebagai solusi sistemik terhadap degradasi moral kontemporer. Signifikansi penelitian ini terletak pada upayanya untuk menjembatani tradisi spiritual klasik dengan tuntutan etika yang mendesak dari masyarakat digital modern, sehingga menawarkan jalur transformatif menuju tatanan global yang lebih beradab dan manusiawi
PURIFICATION AS EVERYDAY PIETY DALAM MASYARAKAT BANJAR Muhammad Abdillah Ihsan; Jalaluddin; Muhammad Zainal Abidin; Zaki Mubarak
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.227

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena purifikasi Islam dalam masyarakat Banjar dengan menggunakan perspektif everyday piety dalam antropologi Islam. Selama ini, purifikasi umumnya dipahami sebagai gerakan ideologis yang bertujuan mengembalikan praktik keagamaan kepada sumber-sumber normatif Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, serta sering dikaitkan dengan organisasi reformis atau gerakan dakwah tertentu. Artikel ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dengan melihat purifikasi sebagai praktik kesalehan sehari-hari yang berlangsung pada level mikro dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah literatur mengenai gerakan purifikasi Islam, masyarakat Banjar, dan konsep everyday piety dalam antropologi Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretatif terhadap berbagai praktik religius yang berkembang dalam masyarakat Banjar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purifikasi dalam masyarakat Banjar tidak selalu hadir dalam bentuk gerakan ideologis maupun konflik terbuka dengan tradisi lokal. Sebaliknya, purifikasi beroperasi melalui perubahan bertahap dalam praktik ibadah, etika sosial, gaya hidup religius, serta berbagai bentuk adaptasi budaya yang berorientasi pada pemenuhan standar normatif Islam. Praktik interaksi sosial tertentu menjadi contoh bagaimana nilai-nilai purifikasi diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus meniadakan identitas budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara purifikasi dan tradisi Banjar lebih tepat dipahami sebagai proses negosiasi, adaptasi, dan reinterpretasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan purification as everyday piety memperluas pemahaman tentang dinamika purifikasi Islam sebagai proses pembentukan kesalehan yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat.
THE ROLE OF MUSLIM FAMILIES IN ANTICIPATION OF THE SPREAD OF LGBT IN SINGAPORE FROM THE PERSPECTIVE OF SADD AL-DHARĪʿAH Razak Omar; Rizki Muhammad Haris
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.228

Abstract

This research is motivated by social and legal changes in Singapore following the revocation of Article 377A, which legalized same-sex relationships under state law, thus creating new challenges for Muslim families in upholding religious values. This study aims to analyze the role of Muslim families in anticipating the spread of LGBT ideology through the Sadd al-Dharīʿah approach as a preventive principle in Islamic law. The method used is a normative juridical approach combined with field studies to obtain empirical data from the community. The results show that families have a strategic role in shaping moral resilience through religious education, social supervision, and strengthening Islamic identity. The Sadd al-Dharīʿah approach has proven relevant as a preventive framework in preventing the normalization of behavior that is contrary to sharia. In conclusion, the integration of Islamic normative values ​​and an inclusive social approach can be a solution in maintaining harmony in Muslim families amidst dynamic social changes.
THE ROLE OF THE MEDAN CITY GOVERNMENT IN HANDLING SOCIAL CONFLICT IN MEDAN BELAWAN: Analysis Of Law Number 7 Of 2012 And Siyasah Dusturiyah Widya Indah Pratiwi; Zulkifli Nas
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.229

Abstract

Social conflict in Medan Belawan is a fairly complex problem triggered by several main factors, namely economic factors, education, and family conditions (broken homes). In addition, there are also factors of ego and prestige between groups or regions that often trigger fights between groups. Conflicts usually start from small things such as taunts, shooting firecrackers, or the use of weapons such as SOS towards certain alleys. In this conflict, the Medan City government has a role in resolving conflicts in its region as specified in Law Number 7 of 2012 concerning the Handling of Social Conflicts providing a legal framework for resolution through three stages including: prevention, termination, and post-conflict recovery. This study aims to analyze the role of the Medan City government in handling social conflicts in Medan Belawan based on Law Number 7 of 2012 and assess the role of the Medan City government in handling social conflicts in Medan Belawan from a siyasah industrial perspective. The method used is empirical or non-doctrinal legal research. This research approach is based on legislation (statute approach), a case study in Belawan, and siyasah dusturiyah (legal system) to assess qonun (law), institutions, citizen rights, and government rights. The results of the study indicate that the local government has undertaken various efforts, such as building cooperation with religious leaders, holding deliberations at the village level, establishing a Social Conflict Resolution Task Force, and mapping conflict-prone areas. Efforts to achieve reconciliation through mediation and peace agreements between conflicting parties are also underway. From the siyasah dusturiyah perspective, the government's role in conflict management is a manifestation of the exercise of executive power, tasked with upholding justice, resolving disputes, and maintaining public order. However, its implementation still faces various obstacles, necessitating more comprehensive recovery efforts.

Page 12 of 13 | Total Record : 121


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026 Vol 17 No 2 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juli-Desembe Vol 15 No 1 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2024 Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 14 No 1 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2023 Vol 14 No 2 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 13 No 1 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2022 Vol 13 No 2 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 12 No 1 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2021 Vol 12 No 2 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 11 No 1 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2020 Vol 11 No 2 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 10 No 1 (2019): Darul Ulum, Volume 10 Nomor 1, 2019 Vol 10 No 2 (2019): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 201 Vol 9 No 2 (2018): Darul Ulum, Volume 9 Nomor 2, 2018 Vol 9 No 1 (2018): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2018 More Issue