cover
Contact Name
GANANG DWI PRASETYO
Contact Email
jurnalmegapterapkpkupang@gmail.com
Phone
+62380-8563066
Journal Mail Official
jurnalmegapterapkpkupang@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Jl. Kampung Baru, Pelabuhan Ferry Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85351 Phone: 081284991205
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Megaptera
ISSN : 29862310     EISSN : 29860903     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/jmtr.v1i1.11830
JURNAL MEGAPTERA merupakan media penerbitan artikel ilmiah yang dikelola oleh unit Pusat Penelitian dan Pengabdan kepada Masyarakat dibawah Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Naskah manuskrip yang dimuat dalam jurnal ini terutama berasal dari penelitian maupun kajian yang dilakukan Dosen/Akademisi dan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, peneliti, serta pemerhati dibidang perikanan dan kelautan. Adapun Jadwal penerbitan artikel ilmiah sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yang direncanakan pada bulan November dan Mei. Ruang lingkup muatan artikel ilmiah antara lain bidang Perikanan Tangkap, Teknologi Kelautan, Inderaja Kelautan, Akustik dan Instrumentasi, Teknologi Kapal Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Manajemen Pelabuhan Perikanan dan Sosial Ekonomi Perikanan. Artikel yang dapat diterima untuk diproses penerbitannya merupakan hasil-hasil penelitian atau Teknik penelitian atau penelitian terapan serta kajian konseptual yang berkaitan dengan bidang kelautan dan perikanan. Artikel yang hendak dimuat berupa tulisan asli dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berbahasa Indonesia atau Inggris yang belum pernah atau dalam proses dimuat di dalam junal ilmiah nasional maupun internasional.
Articles 29 Documents
Pengaruh Aspek Teknis Pukat Cincin Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Pada KMN. Audy Maega Dalle Yang Berlabuh Di PPPI Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur Sugiono, Sugiono; Rajab, Resky Amalia; Mau, Yesaya; Olbata, Yandri Ishakh
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.13673

Abstract

Aspek teknis merupakan salah satu faktor yang secara teknis operasional yang mempengaruhi keberhasilan pengoperasian alat tangkap Pukat Cincin dan perolehan hasil tangkapan ikan, beberapa aspek teknis tersebut antara lain, durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, durasi waktu pelingkaran jaring dan durasi waktu penarikan tali kerut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2023 sampai 23 Mei 2023 di KMN. Audy Maega Dalle berpangkalan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang. Analisis deskriptif digunakan mendeskripsikan tentang teknik penangkapan dengan alat tangkap purse seine, pada waktu pelingkaran alat tangkap, penarikan tali kerut dan penggunaan alat bantu lampu pengumpul ikan. Pengaruh aspek teknis pukat cincin terhadap hasil tangkapan. Yaitu lama pelingkaran sebesar 34,12 %. Lama penarikan tali kerut sebesar 40,48%. Lama waktu penyinaran sebesar 0,38%, artinya setiap penambahan 1 menit dalam dua perlakuan tersebut akan terjadi penurunan hasil tangkapan sedangkan pengaruh penyinaran apabila berkurang 1 menit akan terjadi penurunan hasil tangkapan. . Dengan demikian, semakin cepat durasi waktu pelingkaran jaring, waktu penarikan tali kerut dan semakin lama durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, maka hasil tangkapan ikan yang diperoleh akan semakin besar.The technical aspect is one of the technically operational factors that influences the successful operation of the purse seine fishing gear and the acquisition of fish catches. Some of these technical aspects include, the duration of the time the fish collector lights are illuminated, the duration of the net circling time and the duration of the time for pulling the crimp line. The research was carried out from March 15, 2023 to May 23, 2023 at KMN. Audy Maega Dalle is based at the Oeba Kupang Fish Landing Base (PPI). Descriptive analysis was used to describe fishing techniques using purse seine fishing gear, when circling the fishing gear, pulling the crimp line and using fish collecting lamps. The influence of technical aspects of purse seining on catch results. That is, the circle length is 34.12%. The length of time to withdraw the crimp rope is 40.48%. The length of the exposure time was 00.38%, meaning that for every additional 1 minute in the two treatments there would be a decrease in catch, while the effect of exposure if it was reduced by 1 minute would result in a decrease in catch. . Thus, the faster the duration of the net circling time, the time for pulling the crimping line and the longer the duration of shining the fish collecting lamp, the greater the fish catch obtained.
Analisis Pelaksanaan Dinas Jaga Mesin pada Kapal Express Bahari 1F Sesuai STCW Nugraha, I Made Aditya; Idrus, Muhamad Amril; Luthfiani, Febi; Wulang, Jemson Domu
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.12292

Abstract

Kapal Express Bahari 1F adalah kapal niaga yang melayani penyeberangan di Nusa Tenggara Timur. Sebagai salah satu media transportasi laut tentu harus dihadapkan terhadap keandalan mesin. Kehandalan mesin ini dapat dicapai dengan adanya kegiatan dinas jaga yang baik sesuai STCW. Kegiatan dinas jaga mesin pada suatu kapal memegang peranan penting. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk memperoleh keamanan dari mesin dan agar kapal dapat sampai di tujuan dengan selamat, serta menjaga kebugaran para kru kapal. Kurangnya informasi atas kegiatan dinas jaga mesin di Kapal Express Bahari 1F, maka dilakukan penelitian terhadap kesesuaian kegiatan dinas jaga mesin terhadap STCW. Metode observasi dan wawancara dipergunakan dalam penelitian dengan mengikuti kegiatan operasi kapal. Hasil analisis dari kegiatan dinas jaga mesin pada Kapal Express Bahari 1F menunjukan bahwa kegiatan dinas jaga mesin pada kapal telah sesuai dengan STCW. Kegiatan dinas jaga mesin dilakukan oleh KKM, 2 orang masinis, dan 1 orang Oiler, dengan pembagian waktu kerja dan istirahat yang baik.The Express Bahari 1F ship is a commercial ship serving maritime shipping in East Nusa Tenggara. As one of the sea transportation media, of course, we have to face the reliability of the engine. The reliability of this machine can be achieved by having good watch keeping activities in accordance with STCW. Engine watchkeeping activities on a ship play an important role. This activity is part of maintenance activities to obtain safety from the engine and so that the ship can arrive at its destination safely, as well as maintain the fitness of the ship's crew. Lack of information on the activities of the engine watchkeeping on the Express Bahari 1F ship, so a study was carried out on the suitability of the engine watchkeeping activities against STCW. Observation and interview methods are used in research by participating in ship operations. The results of the analysis of engine watchkeeping activities on the Express Bahari 1F ship show that the engine watchkeeping activities on the ship are in accordance with STCW. Engine room watch keeping activities are carried out by The Chief Engineer, second engineer, third engineer, and 1 oiler with a good division of work and rest time.
Pengujian Obat Kimia untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen Aeromonas hydrophila Secara In Vitro dan In Vivo Kurniawinata, Mohamad Iqbal; Ramadhani, Dian Eka; Shinta, Deby; Bintoro, Abrisam Hadi; Indryani, Herlina; Wibisono, Adhitya; Permana, Shadam Dwi; Pamungkas, Riza; Pauziah, Nisa; Maula, Athaya; Fauziah, Sarah Sabilla; Hafid, Muhamad Erlan; Nurrafa, Nazla Wafi; Hapsari, Monic; Pratiwi, Rifqah
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v3i2.15151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis obat kimia dan dosis terbaik untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen Aeromonas hydrophila (AHA). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Sekolah, Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB. Rancangan percobaan yang dilakukan dari penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, diantaranya, kontrol (K), garam ikan 5 g/L, 10 g/L, 15 g/L, 20 g/L, 25 g/L, 30 g/L, methylene blue 0,5 mL/L, 1,0 mL/L, 1,5 mL/L, 2 mL/L, 2,5 mL/L, 3 mL/L, lukastop 0,01 mL/L, 0,013 mL/L. Pengujian obat dilakukan secara in vitro dengan pengujian tunggal dan gabungan masing-masing obat. Pengujian in vivo dilakukan dengan dosis terbaik dari hasil in vitro diujikan pada ikan sebagai pengobatan pada infeksi bakteri AHA. Parameter in vitro yang diamati yaitu zona hambat dan total bakteri patogen Aeromonas hydrophila, sedangkan parameter in vivo yang diamati yaitu Survival Rate (SR), Laju Pertumbuhan Harian (LPH) dan Mortality Rate (MR). Hasil pengujian in vitro pada pengujian tunggal yang terbaik didapatkan pada perlakuan methylene blue 3 mL/L dengan zona hambat sebesar 18,25 mm dan jumlah bakteri AHA terendah yaitu 5,197 × 109 CFU/mL. Hasil pengujian in vitro pada pengujian gabungan yang terbaik didapatkan pada perlakuan garam ikan 25 g/L dan methylene blue 3 mL/L dengan zona hambat 17,9 mm. Hasil pengujian in vivo pengobatan dengan methylene blue 3 mL/L, menghasilkan nilai SR 80% dan mampu membantu penyembuhan pasca infeksi serta meningkatkan nafsu makan ikan.This study aims to obtain the best type of chemical drug and dosage to inhibit the growth of the pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila (AHA). This study was conducted at the School Health and Environment Laboratory, Fish Seed Technology and Management Study Program, IPB Vocational School, Sukabumi Campus. The experimental design carried out in this study consisted of 4 treatments, including control (K), fish salt 5 g/L, 10 g/L, 15 g/L, 20 g/L, 25 g/L, 30 g/L, methylene blue 0,5 mL/L, 1,0 mL/L, 1,5 mL/L, 2,0 mL/L, 2,5 mL/L, 3,0 mL/L, lukastop 0,01 mL/L, 0,013 mL/L. Drug testing was carried out in vitro with single and combined testing of each drug. In vivo testing was carried out with the best dose from the in vitro results tested on fish as a treatment for AHA bacterial infections. The observed in vitro parameters were the inhibition zone and total pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila, while the observed in vivo parameters were survival rate (SR), daily growth rate (LPH), and mortality rate (MR). In vitro tests showed that methylene blue 3 mL/L treatment had the best results on a single test. The inhibition zone was 18,25 mm, and the number of AHA bacteria in the sample was 5,197 × 109 CFU/mL. The treatment of 25 g/L fish salt and 3 mL/L methylene blue yielded the best in vitro test results, with an inhibition zone of 17,9 mm. The results of vivo therapy testing with 3 mL/L methylene blue produced an SR value of 80% and were able to aid in post-infection healing and increase fish appetite.
Analisis Pengaruh Kecepatan Putaran Mesin Induk Terhadap Temperatur Air Pendingin Dalam Mendukung Kinerja Pada Kapal Arkona Nugraha, I Made Aditya; Luthfiani, Febi; Rundi, Sandi Karipi
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.12983

Abstract

Dalam mendukung pelayanan pelayaran di Nusa Tenggara Timur khususnya untuk penyeberangan Adonara dan Larantuka, Kapal Arkona harus didukung dengan mesin induk dengan sistem pendingin yang baik. Peranan sistem pendingin mesin induk ini sangat penting. Kinerja dari sistem pendingin ini dapat dilihat dari proses mensirkulasikan panas dari mesin ke media pendingin dengan temperatur yang sesuai. Metode deskriptif analitik dipergunakan dalam mendukung kegiatan penelitian ini, didukung dengan observasi, wawancara, Uji Distribusi Frekuensi, dan Uji Friedman. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kecepatan putaran mesin induk dan temperatur air pendingin pada Kapal Arkona. Semakin besar putaran mesin induk, maka semakin naik suhu air pendingin. Hasil Uji Friedman dengan melakukan enam kali pengukuran didapatkan juga hasil bahwa dari seluruh parameter tidak ditemukan hasil yang berbeda pada seluruh hasil pengukuran, dengan nilai p>0,05. Berdasarkan data ini dapat dinyatakan bahwa temperatur air pendingin pada masih berada pada batas normal. Untuk menjaga kinerja sistem pendingin pada Kapal Arkona dapat dilakukan perawatan dengan cara mengontrol air pendingin pada tangki, pemeriksaan sirkulasi air pendingin, menjaga pompa air laut dari karatan, membersihkan filter atau saringan dari kotoran-kotoran, dan menjaga pompa air tawar dari kotoran.In supporting shipping services in East Nusa Tenggara, especially for crossings between the Adorana and Larantuka Regions, the Arkona Ship must be supported by a main engine with a good cooling system. The role of the main engine cooling system is very important. The performance of this cooling system can be seen from the process of circulating heat from the engine to the cooling medium at the appropriate temperature. The analytical descriptive method was used to support this research activity, supported by observation, interviews, Frequency Distribution Test, and Friedman Test. The results show that there is a relationship between the main engine rotation speed and the cooling water temperature on the Arkona Ship. The greater the rotation of the main engine, the higher the temperature of the cooling water. The results of the Friedman test by carrying out six measurements also showed that all parameters found no different results in all measurement results, with a value of p> 0.05. Based on these data it can be stated that the cooling water temperature is still within normal limits. To maintain the performance of the cooling system on the Arkona Ship, maintenance can be carried out by controlling the cooling water in the tank, checking the cooling water circulation, keeping the sea water pump from rusting, cleaning the filter or filters from dirt, and keeping the fresh water pump from dirt.
Analisis Finansial Usaha Perikanan Pukat Cincin Di WPP 716 Kabupaten Gorontalo Utara (Studi Kasus KM. Mina Maritim 150) Nurfitriana, Nia; Saputra, Aman; Agusta, Aldo Renandi Vian
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11450

Abstract

Gorontalo Utara sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Potensi sumberdaya ikan pelagis di WPP 716 khususnya Laut Maluku mencapai 236.100 ton/tahun, Sektor perikanan dan kelautan merupakan salah satu sektor unggulan yang dijadikan prioritas dalam bidang ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan penangkapan ikan pukat cincin memberikan keuntungan dan juga layak untuk dikembangkan. Data primer berupa hasil pengamatan langsung di atas kapal dikumpulkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan operasi penangkapan ikan di kapal KM. Mina Maritim 150, sedangkan data sekunder berupa surat – surat kapal, data dari pemilik atau perusahaan penangkapan ikan serta literature yang dijadikan acuan atau landasan teori. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. yaitu komposisi hasil tangkapan, perhitungan aspek analisis finansial dan produktivitas kapal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa komposisi ikan hasil tangkapan dengan hasil tangkapan utama ialah cakalang 10.750 kg (50%), tongkol 6.850 kg (32%), dan layang 3.970 kg (18%). Hasil analisis menunjukkan bahwa keuntungan finansial yang didapat oleh KM. Mina Maritim 150 adalah laba bersih atau keuntungan pendapatan dalam satu tahun Rp. 608.205.511, masa pengembalian Payback Period (PP) 4 tahun 1 bulan, Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,29, Return Of Invesment (ROI) selama satu tahun adalah 24% dan Break Even Point (BEP) hasil tangkapan dalam satu tahun harus mencapai 70.834,68 kg dengan jumlah penjualan harus mencapai Rp. 1.088.110.048. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha tersebut termasuk usaha yang menguntungkan dan layak secara finansial.North Gorontalo as one of the district in Gorontalo Province which has great fisheries and marine potential. Potential resources pelagic fish in WPP 716 especially Maluku Sea reached 236.100 tons/year. The fisheries and marine sector is one of the leading sectors that is made a priority in the economic field. This study aims to find out how far purse seine fishing activities provide benefits and is also feasible to be developed using business financial analysis methods so it can support the welfare of coastal communities in north gorontalo district. The primary data which is observation result that collected through participation in fishing operations on KM Mina Maritim 150, while secondary data which is a ship letter, data from the owner or the company, fishing literature that used as reference or the theory. Analysis data was undertaken using descriptive analysis and quantitative results obtained by the composition of catch fish with the main catch is skipjack 10,750 kg (50%), cobs 6,850 kg (32%) and sflyovers 3,970 kg (18%). The results of financial analysis obtained by KM. Mina Maritim 150 is a net profit or income gain in one year Rp. 608.205.511, payback period (PP) 4 year 1 months, Revenue Cost Ratio (R / C) of 1.29, Return of Investment (ROI) for one year is 24% and Break Even Point (BEP) catches in one year must reach 70.834,68 kg with total sales having to reach Rp. 1.088.110.048. Based on these calculations it can be concluded that the business is a profitable and financially viable business.
Rancang Bangun Wahana Unmanned Surface Vehicle (USV) Berbahan Fiberglass Dengan Pengendali Wireless Remote Control Baswantara, Arif; Kusdinar, Afriana; Wahyudi, Andri; ., Suhernalis; Firdaus, Anas Noor; Ramdani, Fuzi
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.14453

Abstract

Teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) sesungguhnya telah berkembang, akan tetapi mendesain dan membuat suatu USV yang mudah untuk diikuti menjadi penting. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menghasilkan rancang bangun wahana USV dengan tipe katamaran dan berbahan dasar fiberglass yang ringan. Sistem kendali wahana USV menggunakan wireless remote control 2,4 Ghz. Wahana USV yang telah berhasil didesain dan dibangun, selanjutnya dilakukan pengujian untuk melihat kemampuan kecepatan dan manuvernya. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh wahana USV mampu bergerak lurus dengan kecepatan rata-rata 1,3 m/s, dan berputar 360° dengan kecepatan rata-rata 1,03 m/s dan 1,07 m/s. Wahana USV yang dihasilkan masih memerlukan beberapa perbaikan pada pengatur kecepatan, sehingga di masa yang akan datang dapat digunakan dalam aktivitas survei baik itu di danau atau di perairan pesisir.Unmanned Surface Vehicle (USV) technology has actually developed, but designing and making a USV that is easy to be followed is important. Based on this case, this research aims to design a USV with a catamaran type and made from lightweight fiberglass. The USV control system uses a 2.4 Ghz wireless remote control. USV vehicles that have been successfully designed and built are then tested to see their speed and maneuverability. Based on the test results, the USV vehicle was able to move straight with an average speed of 1.3 m/s, and rotate 360° with an average speed of 1.03 m.s and 1.07 m/s. The result of the USV vehicle still needs some improvements to the speed regulator, so that in the future it can be used in survey activities either in lakes or in coastal waters.
Diagnosa Agen Penyakit Ikan di Kecamatan Cibereum, Sukabumi, Jawa Barat Ramadhani, Dian Eka; Pratiwi, Rifqah; Gultom, Novayanti Magdalena; Hakim, Rafi Fathul; Hapsari, Monic; Alhaq, Sofyan; Maula, Athaya; Fauziah, Sarah Sabilla; Hafid, Muhammad Erlan; Nurrafa, Nazla Wafi
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis agen penyakit ikan yang dibudidayakan di Kecamatan Cibereum, Sukabumi. Penelitian ini merupakan jenis survei lapangan dengan menggunakan metode observasi melalui survei dan wawancara pada lokasi yang ditentukan, serta melakukan pengamatan sampel di laboratorium untuk pemeriksaan agen penyakit, kemudian data dikumpulkan lalu dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan agen penyakit meliputi diagnosis level 1 berdasarkan histori berlangsungnya kegiatan budidaya melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan pembudidaya. Sedangkan diagnosis level 2 yaitu pemeriksaan secara mikrobiologi di laboratorium. Jenis ikan yang diperiksa yaitu ikan nila Oreochromis niloticus dan ikan gurami Osphronemus goramy yang berasal dari 5 lokasi budidaya. Parameter yang diamati diantaranya prevalensi, intensity, mean abundance, mean intensity ektoparasit dan endoparasit, pemeriksaan jenis bakteri, dan pemeriksaan darah ikan, dan kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis level 1 menunjukkan bahwa ikan yang dibudidayakan menunjukkan abnormalitas diantaranya tubuh ikan berwarna pucat, terdapat pendarahan, muncul jamur pada sisik ikan, warna insang tidak normal dan bergerak soliter di permukaan air di pojokan kolam. Hasil diagnosis level 2 menunjukkan bahwa bakteri Flavobacterium, Cardiobacterium, dan Bordetella pertusis terdapat pada semua sampel yang diperiksa. Pemeriksaan parasit menunjukkan hasil prevalence (P) terhadap parasit Tricodina sp., Oodinium, Gyrodactylus Dactylogyrus 100%, intensity (I) 25-56, mean intensity (MI) 25.2, dan mean abundance (MA) 25.2. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah (SDM) berkisar 8.49 x 105 sel/mm3 , hemoglobin antara 8-22%g, dan hematokrit 0.16- 0.35%. Berdasarkan hasil diagnosis level 1 dan 2 pada lima sampel di lokasi budidaya di Cibereum dinyatakan bahwa ikan dalam kondisi sakit.This research aims to diagnose disease agents in fish cultivated in Cibereum District, Sukabumi. This research is a type of field survey using observation methods through surveys and interviews at specified locations, as well as observing samples in the laboratory to examine disease agents, and then the data collected is analyzed descriptively. Examination of disease agents includes level 1 diagnosis based on the history of cultivation activities through direct observation and interviews with cultivators. Meanwhile, level 2 diagnosis is a microbiological examination in the laboratory. The types of fish examined were tilapia Oreochromis niloticus and gourami Osphronemus goramy which came from 5 cultivation locations. The parameters observed included prevalence, intensity, mean abundance, mean intensity of ectoparasites and endoparasites, examination of bacterial types, and examination of fish blood, and then the data was analyzed descriptively. The research results showed that a level 1 diagnosis showed that the fish being farmed showed abnormalities including pale fish bodies, bleeding, fungus appearing on the fish scales, abnormal gill color, and solitary movement on the surface of the water in the corner of the pond. Level 2 diagnosis results showed that Flavobacterium, Cardiobacterium, and Bordetella pertussis bacteria were present in all samples examined. Parasite examination showed that the prevalence (P) of Tricodina sp., Oodinium, Gyrodactylus Dactylogyrus parasites was 100%, intensity (I) 25-56, mean intensity (MI) 25.2, and mean abundance (MA) 25.2. The results of blood tests showed that the number of red blood cells (HR) was around 8.49 x 105 cells/mm3 , hemoglobin between 8-22%g, and hematocrit 0.16-0.35%. Based on the results of diagnosis levels 1 and 2 on five samples at the cultivation location in Cibereum, it was stated that the fish were sick.
Prototipe Stasiun Pengukur Kecepatan Dan Arah Angin Berbasis Long Range (LoRa) Agam, Doni Gustami; Hakim, Muhammad Romdonul; Kusdinar, Afriana; Salim, Ipko
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.14312

Abstract

Angin memiliki pengaruh yang besar bagi aktivitas manusia. Selain itu, angin dapat menjadi sumber energi alternatif. Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe stasiun pengukur kecepatan dan arah angin real-time berbasiskan Long Range (LoRa). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam mengumpulkan data dengan mengukur kecepatan dan arah angin serta mengukur jarak radius terjauh transmisi sinyal. Analisis data untuk kecepatan angin didapatkan dengan membandingkan antara prototipe dan anemometer referensi dan untuk arah angin dilihat menggunakan wind rose. Sementara itu, jarak radius transmisi sinyal dapat dilihat dari kestabilan sinyal. Hasil penelitian ini menunjukkan, prototipe memiliki tingkat akurasi rata-rata hingga 87,03% dengan kecepatan angin rata-rata sebesar 1,15 m/s (angin lemah). Sedangkan, wind rose menunjukkan arah angin dominan berhembus dari arah tenggara. Adapun, untuk jarak radius transmisi sinyal terjauh yang masih terpantau stabil adalah hingga sekitar 3 km. Hal ini menunjukkan stasiun pengukur kecepatan dan arah angin berbasiskan LoRa telah mampu stabil dalam mengirimkan data tanpa perlu koneksi internet. Dengan demikian, sistem transmisi ini efektif dan efisien dari segi biaya dibandingkan dengan sistem Internet of Things (IoT).Wind significantly impacts human activities and can be an alternative energy source. This research aims to create a realtime wind speed and direction measurement prototype using Long Range (LoRa) technology. Quantitative methods were used to measure wind speed and direction and to determine the maximum transmission radius. Wind speed data was compared between the prototype and a reference anemometer, while wind direction was analyzed using a wind rose. The prototype achieved an average accuracy of 87.03% with a mean wind speed of 1.15 m/s (light breeze). The wind rose indicated a predominant southeast wind direction. The maximum stable transmission radius was around 3 km, demonstrating that the LoRa-based station can transmit data reliably without an internet connection. This system is costeffective and efficient compared to traditional IoT systems.
Preventive Maintenance pada Sistem Pendingin Mesin Induk di Kapal Layar Motor Arimby Luthfiani, Febi; Nugraha, I Made Aditya; Ilham, Muhammad
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11830

Abstract

Preventive maintenance pada sistem mesin pendingin pada Kapal Arimby sangat memegang peranan penting. Kegiatan perawatan tidak dapat dikesampingkan karena apabila dalam proses kerja suatu mesin mengalami kerusakan dan tidak mengalami perawatan maka akan menjadi rusak secara perlahan. Oleh karena itu perawatan sistem pendingin mutlak diperlukan. Sistem pendingin yang tidak bekerja dengan baik dipastikan bahwa sistem tersebut mengalami kerusakan dan akan menghambat proses kerja dari mesin utama kapal. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian yang dialami oleh pemilik kapal secara teknik maupun ekonomis. Penelitian ini dilakukan selama empat bulan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara kepada lima responden. Hasil kegiatan preventive maintenance pada Kapal Arimby dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu perawatan harian dan perawatan bulanan. Pada perawatan harian dilakukan pengecekan air tawar dan perawatan bulanan dilakukan pengecekan pada sea chest, sea water pump, coller, keran air, dan pipa/selang.Preventive maintenance of the cooling system on the Arimby Ship plays an important role. Maintenance activities cannot be ruled out because if in the work process a machine is damaged and does not undergo maintenance, it will become damaged slowly. Therefore, maintenance of the cooling system is essential. A cooling system that does not work properly is certain that the system is damaged and will hinder the work process of the ship's main engine. This of course will result in losses experienced by ship owners technically and economically. This research was conducted for four months using the method of observation and interviews with five respondents. The results of preventive maintenance activities on Arimby Ships can be carried out in two ways, namely daily maintenance and monthly maintenance. In daily maintenance, fresh water checks are carried out and monthly maintenance is carried out on sea chests, sea water pumps, coolers, water faucets, and pipes
Penentuan Kadar Formaldehid Alami pada Ikan Selar Tetengkek (Megalaspis cordyla) selama Penyimpanan Suhu Dingin Afifah, Rufnia Ayu; Poernomo, Achmad; Ariyani, Farida; Adzkia, Zahra
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v3i2.15048

Abstract

Adanya interpretasi terhadap asumsi zero tolerance pada kandungan formaldehida yang diatur dalam peraturan pemerintah Indonesia perlu dipertimbangkan kembali. Faktanya, pada proses kemunduran mutu ikan segar, terjadi perombakan trimetilamin oksida oleh enzim trimetilamin oksidase yang terpecah menjadi trimetilamin dan menghasilkan senyawa hasil samping berupa formaldehida. Banyak penelitian sebelumnya membahas kandungan formaldehida alami pada beberapa komoditas perikanan seperti ikan beloso, ikan tongkol, dan ikan kerapu, serta masih diperlukan bukti dukung kandungan formalin alami dari komoditas perikanan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar formaldehida alami dari ikan selar tetengkek segar dan mengetahui perubahan kandungan formaldehida serta tingkat kesegaran mutu ikan selar tetengkek selama penyimpanan suhu dingin. Sampel ikan selar tetengkek diperoleh dari hasil tangkapan one day fishing yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Serang dan selanjutnya dibawa menuju laboratorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta menggunakan transportasi darat dengan waktu perjalanan ±3 jam. Sampel kemudian diberikan dua perlakuan, yaitu tanpa perendaman formaldehida tambahan dan dengan perendaman dengan formaldehida 3% v/v selama 30 menit pada suhu ruang. Ikan selar tetengkek selanjutnya disimpan dalam cool box dengan penambahan es 1:2. Selama penyimpanan, Total Volatile Base (TVB) dan kandungan formaldehida diuji setiap 3 hari sekali. Nilai TVB pada sampel ikan selar tetengkek selama penyimpanan, baik ikan selar tanpa perendaman formaldehida dan dengan perendaman formaldehida 3% cenderung mengalami peningkatan hingga nilai TVB tertinggi, yaitu penyimpanan hari ke-30. Nilai TVB sampel pada perlakuan dengan perendaman formaldehida 3% lebih kecil dibanding nilai TVB tanpa perlakuan perendaman. Formaldehida menyebabkan kemunduran mutu ikan terjadi lebih lambat. Tren yang sama ditunjukkan pada kandungan formaldehida selama penyimpanan. Pada hari ke-9 sampai hari ke-30, kandungan formaldehida cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan formaldehida yang leaching setelah penyimpan hari ke-9. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa ikan selar tetengkek segar mengandung formaldehida alami (2,55 ppm) dan jumlahnya meningkat selama 30 hari pada penyimpanan suhu dingin. Tingkat kesegaran ikan selar tetengkek segar juga mengalami kemunduran mutu selama 30 hari penyimpanan suhu dingin.The interpretation of the zero tolerance assumption in determining formaldehyde content in Indonesian regulations needs to be reconsidered. In fact, endogenous formaldehyde in fish is formed as a by-product of trimethylamine oxide degradation to be trimethylamine and dimethylamine during the deterioration process. Many previous studies have reported the endogenous formaldehyde content in several commodities such as beloso fish, skipjack fish, and grouper fish, also more supporting evidence is still needed regarding the endogenous formaldehyde content of other commodities. Therefore, this study aimed to determine the endogenous formaldehyde content of selar tetengkek fish and to determine the changes in formaldehyde content and deterioration of selar tetengkek fish during chilling storage. Selar tetengkek fish soaked with 3% v/v formaldehyde for 30 minutes at room temperature and control without soaking treatment. Selar tetengkek fish were then stored in a cool box with the addition of ice (1:2). During storage, the total volatile base (TVB) and formaldehyde content were tested every 3 days. The TVB value in the selar tetengkek fish during storage, both with and without the treatment of formaldehyde soaking tended to increase and reach the highest TVB value in the 30th day of storage. The TVB value of the selar tetengkek fish with 3% formaldehyde soaking was lower than the TVB value without the soaking treatment. Formaldehyde affected the deterioration of fish occur more slowly. The same trend was shown in the formaldehyde content during storage. However, on day 9 to day 30, the formaldehyde content decreased. It was due to the possibility of formaldehyde leaching after the 9th day of storage. In conclusion, selar tetengkek fish contains endogenous formaldehyde (2.55 ppm) and it increased during 30 days of cold storage. The quality of selar tetengkek fish also decreased during 30 days of cold storage.

Page 1 of 3 | Total Record : 29