cover
Contact Name
GANANG DWI PRASETYO
Contact Email
jurnalmegapterapkpkupang@gmail.com
Phone
+62380-8563066
Journal Mail Official
jurnalmegapterapkpkupang@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Jl. Kampung Baru, Pelabuhan Ferry Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85351 Phone: 081284991205
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Megaptera
ISSN : 29862310     EISSN : 29860903     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/jmtr.v1i1.11830
JURNAL MEGAPTERA merupakan media penerbitan artikel ilmiah yang dikelola oleh unit Pusat Penelitian dan Pengabdan kepada Masyarakat dibawah Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Naskah manuskrip yang dimuat dalam jurnal ini terutama berasal dari penelitian maupun kajian yang dilakukan Dosen/Akademisi dan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, peneliti, serta pemerhati dibidang perikanan dan kelautan. Adapun Jadwal penerbitan artikel ilmiah sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yang direncanakan pada bulan November dan Mei. Ruang lingkup muatan artikel ilmiah antara lain bidang Perikanan Tangkap, Teknologi Kelautan, Inderaja Kelautan, Akustik dan Instrumentasi, Teknologi Kapal Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Manajemen Pelabuhan Perikanan dan Sosial Ekonomi Perikanan. Artikel yang dapat diterima untuk diproses penerbitannya merupakan hasil-hasil penelitian atau Teknik penelitian atau penelitian terapan serta kajian konseptual yang berkaitan dengan bidang kelautan dan perikanan. Artikel yang hendak dimuat berupa tulisan asli dalam kurun waktu 10 tahun terakhir berbahasa Indonesia atau Inggris yang belum pernah atau dalam proses dimuat di dalam junal ilmiah nasional maupun internasional.
Articles 29 Documents
Analisis Ukuran Pertama Kali Tertangkap dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Baronang (Siganus Canaliculatus) di Perairan Desa Tesabela Rasdam, Rasdam; Ulat, Muhamad Ali; Siregar, Jhon Septin M.; Sugiono, Sugiono; Mau, Yesaya; Sadir, Edizul Adiwijaya
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13716

Abstract

Masyarakat Desa Tesabela mayoritas bermata pencaharian sebagai pembudidaya rumput laut. Disamping itu Masyarakat Desa Tesabela menjadikan nelayan sebagai mata pencaharian sampingan guna memenuhi kebutuhan hidup. Di perairan Desa Tesabela banyak terdapat ikan Baronang yang tertangkap menggunakan jaring insang millenium yang mana ikan Baronang tersebut dianggap sebagai hama bagi rumput laut. Perburuan ikan Baronang yang dianggap sebagai hama perlu diperhatikan ukuran layak tangkapnya guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Length at first Capture (Lc) dan Length at first Maturity (Lm) ikan Baronang (Siganus canaliculatus) sebagai acuan dalam upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode survei dengan cara melakukan pengukuran panjang ikan Baronang dengan mengukur Panjang cagaknya dan juga menganalisis Tingkat Kematangan Gonad berdasarkan ukuran Panjang. Hasil yang didapatkan dari hasil penelitian terkait dengan Length at first Capture (Lc) didapatkan ukuran panjang 13,8 cm dan Length at first Maturity (Lm) pada ukuran Panjang 13,9 cm, mengindikasikan bahwa sebagian besar ikan Baronang yang tertangkap di perairan Tesabela pada ukuran 13,8 cm tersebut ikan Baronang belum matang gonad sehingga layak untuk ditangkap. The majority of the people of Tesabela Village make their living as seaweed cultivators. Apart from that, the people of Tesabela Village use fishing as a side livelihood to meet their living needs. In the waters of Tesabela Village there are many Rabbitfish caught using millennium gill nets, where the Rabbitfish are considered a pest for seaweed. Hunting for Rabbitfish, which is considered a pest, requires attention to the appropriate catch size in order to maintain ecosystem balance. This research aims to analyze the Length at first Capture (Lc) and Length at first Maturity (Lm) of rabbitfish as a reference in sustainable fisheries management efforts. The method used in this research was to measure the length of the rabbitfish by measuring the length of its forks and also analyzing the Gonad Maturity Level based on Length. The results obtained from research results related to Length at first Capture (Lc) showed a length of 13.8 cm and Length at first Maturity (Lm) at a length of 13.9 cm, indicates that the majority of rabbitfish caught in Tesabela waters at a size of 13.8 cm have not yet matured their gonads so they are suitable for catching.
Efektivitas Bahan Kimia Dalam Mengobati Penyakit Motile Aeromonads Septicemia Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ramadhani, Dian Eka; Pratiwi, Rifqah; Gultom, Novayanti Magdalena; Hakim, Rafi Fathul; Hapsari, Monic; Alhaq, Sofyan; Widiyanti, Indy; Agustina, Khaerunisa; Bintoro, Abrisam Hadi; Maulana, Rega; Hafid, Muhammad Erlan; Nurrafa, Nazla Wafi
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.14350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis terbaik pada bahan kimia untuk mengobati penyakit motile aeromonads septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 18 perlakuan in vitro, antara lain kontrol, kalium permanganat 0,003 ppt, 0,006 ppt, 0,009 ppt; methylene blue 0,5 ppt, 1 ppt, 1,5 ppt, 2 ppt, 2,5 ppt, 3 ppt; dan garam ikan 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt; dengan pengujian in vitro secara tunggal, gabungan, dan bersama menggunakan metode Kirby–Bauer dan Total Plate Count (TPC), serta perlakuan in vivo pada dosis in vitro terbaik. Parameter yang diamati diantaranya zona hambat dan total bakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt. Hasil uji tunggal menunjukkan perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt menghasilkan zona hambat terbesar 17,85 mm. Hasil pengujian gabungan antara garam ikan dan methylene blue menghasilkan zona hambat terbesar 12,1 mm dan penurunan total bakteri patogen hingga 9,1 x 108 CFU/mL. Hasil pengujian secara in vivo diperoleh hasil kelangsungan hidup ikan nila sebesar 80% pasca perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt melalui metode perendaman selama 10 menit.This research aims to obtain the best type and dose of chemicals to treat motile aeromonads septicemia (MAS) disease caused by Aeromonas hydrophila bacteria in tilapia fish. This research consisted of 18 in vitro treatments, including control, potassium permanganate 0.003 ppt, 0.006 ppt, 0.009 ppt; methylene blue 0.5 ppt, 1 ppt, 1.5 ppt, 2 ppt, 2.5 ppt, 3 ppt; and fish salt 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt; with single, combined, and joint in vitro testing using the Kirby–Bauer and Total Plate Count (TPC) methods, as well as in vivo treatment at the best in vitro dose. The parameters observed include the inhibition zone and total pathogenic bacteria. The research results showed that the best dose in this study was fish salt treatment with a dose of 20 ppt. The results of a single test showed that fish salt treatment with a dose of 20 ppt produced the largest inhibition zone of 17.85 mm. The results of the combined test between fish salt and methylene blue produced the largest inhibition zone of 12.1 mm and a reduction in total pathogenic bacteria of up to 9.1 x 108 CFU/mL. In vivo test results showed that tilapia survival was 80% after treatment with fish salt at a dose of 20 ppt using the soaking method for 10 minutes.
Manajemen Pemberian Pakan Pada Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Di Balai Benih Ikan (BBI) Lewa, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur Mata, Thalita C.M.M.; Tangguda, Sartika; Valentine, Riris Yuli
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11836

Abstract

Pakan adalah salah satu faktor utama yang harus diperhatikan untuk pertumbuhan ikan lele. Ketersediaan pakan dalam proses budidaya harus memperhatikan beberapa hal antara lain adalah jumlah, tepat waktu, berkesinambungan, memenuhi syarat gizi, mudah dicerna, dan disukai ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manajemen pemberian pakan yang tepat dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele sangkuriang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan membandingkan 2 perlakuan, yaitu perlakuan A (FF 4 kali, FR 10%) dan perlakuan B (FF 3 kali, FR 8%). Penelitian dilakukan pada 6 Desember 2021 – 28 Januari 2022 di BBI Lewa, Sumba Timur, NTT. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, SGR, EPP, FCR, dan SR. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A menghasilkan pertambahan bobot mutlak (5,8 gram), pertambahan panjang mutlak (9,2 cm), SGR (16,5%), dan SR (91%) yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan B. Namun EPP dan FCR yang lebih baik diperoleh pada perlakuan B, yaitu 89,6% dan 1,0. Dengan demikian disimpulkan bahwa FF 4 kali dengan FR 10% memberikan hasil pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan FF 3 kali dengan FR 8%.Feed is one of the main factors that must be considered for the growth of catfish. Availability of feed in the cultivation must pay attention to several things, including the amount, on time, sustainable, meets nutritional requirements, is easy to digest, and likes fish. The purpose of this study was to determine the appropriate management of feeding in supporting the growth and survival of sangkuriang catfish. The method used in this research is descriptive method by comparing 2 treatments, treatment A (FF 4 times, FR 10%) and treatment B (FF 3 times, FR 8%). The research was conducted on December 6, 2021 – January 28, 2022 at BBI Lewa, East Sumba, NTT. Parameters observed were absolute weight gain, absolute length gain, SGR, EPP, FCR, and SR. The results showed that treatment A resulted in absolute weight gain (5.8 grams), absolute length gain (9.2 cm), SGR (16.5%), and SR (91%) which were higher than treatment B. However, EPP and FCR that better was obtained in treatment B, 89.6% and 1.0, respectively. It was concluded that 4 times FF with 10% FR gave better growth and survival results than 3 times FF with 8% FR.
Perbedaan Penambahan Tepung Bekicot (Achatina fulica) pada Pakan Komersil Terhadap Hasil Pemijahan Induk Ikan Bawal (Colossoma macropomum) Astiyani, Wahyu Puji; B, Muhammad Mut’tashim; Akbarurrasyid, Muhammad; Kristiana, Indra; Prama, Ega Aditya; Sudinno, Dinno
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v3i2.15135

Abstract

Bekicot (Achatina fulica) dapat digunakan sebagai penambahan pakan induk ikan untuk menekan harga pakan yang relatif mahal dan memiliki kandungan protein sebesar 43.15%, sebagai bahan tambahan terhadap pakan komersil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan penambahan tepung bekicot sebagai penambahan pakan terhadap hasil pemijahan induk ikan bawal (Colossoma macropomum). Penelitian ini menggunakan kolam bak beton sebanyak 3 buah. Penelitian terdiri atas 3 perlakuan, yaitu : pakan komersil tanpa penambahan tepung bekicot sebagai kontrol (K). Perlakuan A penambahan tepung bekicot dengan dosis 30%/kg pakan, perlakuan B penambahan tepung bekicot dengan dosis 40%/kg pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung bekicot terhadap pakan komersil dengan dosis 40%/kg pakan diperoleh nilai Fekunditas tertinggi yaitu sebanyak 750.000 butir pada tingkat pembuahan telur yaitu sebesar 92% dengan penetasan telur sebesar 98% dan kelangsungan hidup sebesar 91%. Sedangkan terendah yaitu pada perlakuan kontrol dengan tingkat fekunditas sebanyak 588.000 pada tingkat pembuahan telur yaitu sebesar 50% dengan tingkat penetasan telur sebesar 80% dan pada tingkat kelangsungan hidup perlakuan kontrol diperoleh sebesar 79%.Snails can be used as an addition to brood fish feed to reduce the price of feed which is relatively expensive and has a protein content of 43.15%, snails (Achatina fulica) can be used as an additive to commercial feed. The aim of the study was to determine the effect of using the addition of snail flour as an additional feed on the spawning yield of the pomfret (Colossoma macropomum) broodstock. This research uses 3 concrete tub pools. The study consisted of 3 treatments, namely: commercial feed without the addition of snail flour as a control. Treatment A added snail flour at a dose of 30%/kg feed, treatment B added snail flour at a dose of 40%/kg feed. The results showed that the addition of snail flour to commercial feed at a dose of 40%/kg feed obtained the highest fecundity value of 750,000 eggs at the egg fertilization rate of 92% with 98% hatching of eggs and 91% survival. While the lowest was in the control treatment with a fecundity level of 588,000 at the egg fertilization rate of 50% with an egg hatching rate of 80% and the survival rate of the control treatment obtained by 79%.
Kesesuaian Konstruksi Jaring Insang Dasar Monofilamen yang Dioperasikan Nelayan Desa Tesabela Berdasarakan SNI 01-7214-2006 Rajab, Resky Amalia; Prasetyo, Ganang Dwi; Siahaan, Irandha Citra M.; Widagdo, Aris; Polin, Charlens
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13708

Abstract

Jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela umumnya dibuat sendiri sehingga terdapat variasi-variasi ukuran antar alat tangkap, selain itu juga penggunaan pemberat yang berbahan dasar batu dan dipasang pada tali pemberat sehingga adanya variasi berat pemberat dalam satu unit alat tangkap. Perbedaan ukuran tersebut akan mempengaruhi kinerja alat tangkap saat dioperasikan yang akan mempengaruhi jumlah hasil tangkapan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesesuaian konstruksi jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela dengan SNI 01-7214-2006. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan Oktober – Desember 2023 di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitan ini, yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 11 kriteria ketentuan konstruksi jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela dengan SNI 01-7214-2006 terdapat 10 kriteria yang belum memenuhi, yaitu 1) Hanging ratio datar, 2) Perbandingan panjang jaring terpasang dengan tinggi jaring terpasang, 3) Perbandingan diameter benang dengan mata jaring teregang, 4) Perbandingan daya apung dengan panjang tali ris atas, 5) Perbandingan daya tenggelam dengan panjang tali ris bawah, 6) Perbandingan daya tenggelam dengan daya apung, 7) Perbandingan jarak pelampung dengan tinggi jaring, 8) Perbandingan jarak pemberat dengan tinggi jaring, 9) Perbandingan jarak pelampung dengan panjang tali ris atas, 10) Perbandingan jarak pemberat dengan panjang tali ris bawah. Terdapat 1 kriteria yang memenuhi, yaitu perbandingan panjang jaring tali ris bawah dengan panjang tali ris atas.The monofilament bottom gill nets operated by Tesabela Village fishermen are generally made by themselves so that there are variations in size between fishing gear, in addition to the use of weights made from stone and attached to weight lines so that there are variations in the weight of the weight in one unit of fishing gear. The difference in size will affect the performance of the fishing gear when operated which will affect the amount of catch. The aim of this research is to describe the suitability of monofilament bottom gill net construction operated by Tesabela Village fishermen with SNI 01-7214-2006. This research was carried out in October – December 2023 in Tesabela Village, West Kupang District, Kupang Regency. The method used in this research is descriptive. The results of the research show that of the 11 criteria for the construction of monofilament bottom gill nets operated by Tesabela Village fishermen with SNI 01-7214-2006, there are 10 criteria that are not met, namely 1) Flat hanging ratio, 2) Comparison of the length of the installed net with the height of the installed net, 3) Comparison of the diameter of the thread with the stretched mesh, 4) Comparison of buoyancy with the length of the top rope, 5) Comparison of sinking power with the length of the bottom rope, 6) Comparison of sinking power with buoyancy, 7) Comparison of the distance between the float and the height of the net, 8) Comparison of the distance between the weights and the height of the net, 9) Comparison of the distance between the buoys and the length of the top rope, 10) Comparison of the distance between the weights and the length of the bottom rope. There is 1 criterion that is met, namely the ratio of the length of the lower ris rope net to the length of the upper ris rope.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Pada Kapal Putra Makmur 86 Nugraha, I Made Aditya; Idrus, Muhamad Amril; Luthfiani, Febi; Malelak, Frengky Yeremias
JURNAL MEGAPTERA Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v1i1.11505

Abstract

Pengoperasian kapal dapat berjalan dengan lancar didukung oleh mesin-mesin yang handal dan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Kapal Putra Makmur 86 merupakan salah satu kapal ikan yang dimiliki oleh PT. Matsyaraja Arnawa Satambhapura dan beroperasi di Nusa Tenggara Timur. Kapal ini mempergunakan bahan bakar solar untuk mendukung kinerja mesin-mesinnya. Pentingnya kebutuhan bahan bakar pada mesin kapal dan masih kurangnya informasi tentang kinerja dari mesin-mesin di kapal tersebut, maka dalam tulisan ini dicoba bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahan bakar dan kinerja mesin induk dan generator pada Kapal Putra Makmur 86 selama beroperasi. Metode observasi, wawancara, analisis perhitungan bahan bakar dan uji frekuensi dipergunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil kegiatan operasi selama 32 hari penggunaan bahan bakar pada Kapal Putra Makmur 86 selama beroperasi sangat efektif dan efisien. Penghematan penggunaan bahan bakar solar dapat dicapai sebanyak 5,90% (0,47 Ton). Hal ini dapat dilihat dari perbedaan dari hasil pengamatan secara langsung dan perhitungan konsumsi bahan bakar. Hasil perhitungan didapatkan rata-rata 3,99±1,47, dengan standar error 1,04, dan rentang penggunaan dari 2,95-5,02 Ton. Sedangkan, hasil pengamatan didapatkan rata-rata 3,75±0,35, dengan standar error 0,25, dan rentang penggunaan dari 3,5-4 Ton. Penyebab dari perbedaan ini adalah pengaruh cuaca dan arus yang baik selama beroperasi, rute pelayaran, kondisi mesin yang masih bagus, muatan, dan gaya mengemudi yang baik sehingga menyebabkan konsumsi bahan bakar tidak terlalu banyak dibandingkan dengan hasil perhitungan.The vessel's operation can run smoothly supported by reliable machines and can run effectively and efficiently. Putra Makmur 86 vessel is one of the fishing vessels owned by PT. Matsyaraja Arnawa Satambhapura and operates in East Nusa Tenggara. This ship uses diesel fuel to support the performance of its engines. The importance of the need for fuel on the ship's engine and the lack of information about the performance of the engines on the ship, so in this paper, an attempt is made to analyze the use of fuel and the performance of the main engine and generator during operation. The methods of observation, interviews, analysis of fuel calculations, and frequency tests were used in this study. Based on the results of operating activities for 32 days, the use of fuel on the Putra Makmur 86 vessel was very effective and efficient. Using diesel fuel can be saved as much as 5.90% (0.47 Tons). This can be seen from the difference between direct observation and calculation of fuel consumption. The calculation results obtained an average of 3.99±1.47, with a standard error of 1.04, and a usage range of 2.95–5.02 Ton. Meanwhile, the observation results got an average of 3.75± 0.35, with a standard error of 0.25, and a range of use from 3.5-4 Ton. The cause of this difference is the influence of good weather and currents during operation, shipping routes, good engine condition, payload, and good driving style so that fuel consumption is not too much compared to the calculation results.
Status Dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Kakap (Lutjanus sp.) Di Perairan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Sadir, Edizul Adiwijaya; Prasetyo, Ganang Dwi; Gomez, Grandhi Kaenato Da; Ratung, Agustinus Apriyadi Hanggum; Ariana, Made; Hermawan, Fajar
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.13674

Abstract

Penentuan komoditas ikan unggulan disuatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan dan pengelolaan perikanan tangkap yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dalam menghadapi globalisasi perdagangan baik ditinjau dari sisi penawaran maupun permintaan, serta keunggulan daya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komoditi perikanan kakap yang potensial dan menghitung potensi serta tingkat pemanfaatanya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Pengumpulan data dilakukan dua tahap yaitu pengumpulan data primer di lapangan dengan pengamatan langsung dan data sekunder menggunakan kuesioner. Sumber data diperoleh berdasarkan informasi dari responden melalui wawancara dengan daftar pertanyaan atau kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah menghitung produktifitas penangkapan dengan CPUE, menghitung Fishing Power Index (FPI) dan analisis potensi lestarai dan tingkat pemanfaatan (MSY dan Foptimum). Hasil penelitian menunjukan besarnya potensi lestari (MSY) ikan kakap (Lutjanus sp.) di perairan Manggarai Barat adalah sebesar 906 ton/tahun dengan upaya optimum (FOptimum) adalah 1.664 unit/tahun, jumlah tangkapan yang di ijinkan (JTB) adalah sebesar 80% dari MSY yaitu 725 ton/tahun dan tingkat pemanfaatan mencapai 100% (over exploited). Tingkat pemanfaatan potensi ikan kakap (Lutjanus sp) di Manggarai barat sejak tahun 2018 sampai 2019 telah melebihi JTB dari ikan kakap tersebut sehingga perlu adanya pembatasan jumlah upaya pemanfaatan agar dapat menjaga kelestarian ikan kakap (Lutjanus sp.) di Perairan Manggarai Barat.Determination of superior fish commodities in an area is the first step towards the development and management of capture fisheries based on the concept of efficiency to gain comparative and competitive advantages in the face of trade globalization both in terms of supply and demand, as well as high competitive advantage. The purpose of this study was to determine the potential snapper fishery commodity and calculate the potential and level of utilization. This research was conducted using survey methods and field observations. Data collection was carried out in two stages, namely primary data collection in the field by direct observation and secondary data using questionnaires. Sources of data obtained based on information from respondents through interviews with a list of questions or questionnaires. Data analysis used to calculate fishing productivity with CPUE, calculate Fishing Power Index (FPI) and analysis of sustainable potential and utilization rate (MSY and Foptimum). The results showed the magnitude of the sustainable potential (MSY) of snapper (Lutjanus sp.) in the waters of West Manggarai was 906 tons/year with the optimum effort (Foptimum) was 1,664 units/year, the number of allowable catches (JTB) was 80 % of MSY is 725 tons/year and the utilization rate reaches 100% (over exploited). The potential utilization rate of snapper (Lutjanus sp) in West Manggarai from 2018 to 2019 has exceeded the JTB of the snapper so it is necessary to limit the number of utilization efforts in order to maintain the sustainability of snapper (Lutjanus sp.) in West Manggarai waters. Suggestions in optimizing fishing effort or effort need to be analyzed first about the most effective, efficient and environmentally friendly fishing gear in the utilization of snapper resources.
Peningkatan Peran dan Fungsi Kelompok Melalui Pendampingan Budidaya Cacing Sutra (Tubifex sp) di Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara Nurfitriana, Nia; Eliyani, Yuke; Damanik, Windani Astuti
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13441

Abstract

Pengembangan potensi perikanan khususnya perikanan budidaya air tawar di Kecamatan Buntu Pane memiliki tantangan dalam pengelolaannya diantaranya belum terpenuhinya kebutuhan pakan alami secara mandiri cacing sutra (Tubifex sp.) dan masih mengharapkan dari hasil tangkapan alam, sehingga diperlukan pemberdayaan masyarakat pembudidaya ikan dalam budidaya pakan alami cacing sutra (Tubifex sp.). Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu memberdayakan masyarakat pembudidaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pembudidaya ikan lele mengenai demonstrasi percontohan budidaya cacing sutra (Tubifex sp) sehingga dapat memenuhi kebutuhan pakan alami pembudidaya dan meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam penerapan fungsi kelompok sebagai wahana kerja sama dan kesatuan swadaya dan swadana dalam berkelompok melalui pertemuan kelompok. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2023 hingga 18 Mei 2023 dengan sasaran sejumlah 10 orang yang terdiri dari perwakilan dua kelompok budidaya ikan yaitu kelompok Mekar Jaya dan Kelompok Berkah. Metode pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan kegiatan penyuluhan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi percontohan dengan menggunakan media penyuluhan tercetak (folder) serta media sesungguhnya. Hasil kegiatan penyuluhan terkait demonstrasi percontohan budidaya cacing sutra menunjukkan adanya hasil evaluasi awal dan akhir aspek pengetahuan pada kegiatan Demonstrasi Percontohan Budidaya Cacing Sutra dengan responden sejumlah 10 orang diperoleh hasil rata-rata evaluasi awal sebesar 48 dan terjadi perubahan sebesar 52 sehingga rata-rata evaluasi akhir menjadi 100 atau terjadi peningkatan sebesar 52%, aspek sikap sebesar 90,8% dari sikap kurang setuju menjadi sikap setuju, aspek keterampilan 66% tentang membuat media pemeliharaan dengan cepat dan tepat, menentukan padat tebar cacing sutra dan membuat media cacing sutra dengan pengadopsian pada akhir kegiatan sebanyak 4 sasaran pada tahapan mencoba dan 1 sasaran pada tahapan menerapkan. Kegiatan penyuluhan fungsi kelompok terjadi peningkatan mengenai fungsi kelompok aspek pengetahuan sebesar 18%, aspek sikap 93% dari sikap ragu-ragu menjadi sikap setuju, dengan pengadopsian pada akhir kegiatan sebanyak 5 sasaran pada tahapan mencoba dan 9 sasaran pada tahapan menerapkan.The development of the fisheries fresh water in cultivation especially in Buntu Pane sub district have challenges in funds are not independently fulfill the needs of feed natural silk worms ( Tubifex sp. ) and hope for nature of the catch, leading to the need for community empowerment cultivator of the fish in cultivation feed natural silk worm (Tubifex sp.). The purpose of the implementation of this activity is to empower the community cultivator of the increase of knowledge, a cultivator of the catfishes and skill of a pilot cultivation silk worm (Tubifex sp.) that meets the needs of the cultivator of the natural feed and increase knowledge and attitudes in the application of the groups function as the vehicle cooperation and unity through swadaya dan swadana in group meeting. Extension activity was carried out on september 16 march to 18 may 2023 with the total number of as many as 10 people consisting of a representation of two groups cultivation fisheries fresh water that consist of Mekar Jaya and Kelompok Berkah. Data collection method through questionnaire, interview, observation, and documentation, while extension activities are carried out through the method of discourse, discussion, and pilot demonstrations using print extension media (folder) and real media. The activities of extension related to demonstrations of silkworm culture show the result of early evaluations and the end aspect of knowledge on demonstrations of silkworm culture with response by 10 people obtained an average of 48 and a change of 52 so that the average final evaluation becomes 100 or there is an increase of 52 %, aspect of attitude of 90.8 % of disapproving attitude becomes a agreeing attitude, section 66 % skill about making the maintenance media fast and precise, determines the dense thread of silk worms and makes a medium of silk worms with adoption at the end of 4 targets during the try and 1 target at the adoption stage. Group function extension activity has increased regarding the function of group aspects of knowledge of 18 %, aspect 93 % attitude of hesitation becomes a agreeing attitude, with adoption at the end of activity as many as 5 targets in the trying stage and 9 targets in the application stage.
Pengaruh Penambahan Probiotik Terhadap Pertumbuhan dan Konversi Pakan pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Olla, Putri Camelia Jasendu; Kusuma, Ni Putu Dian; Amalo, Pieter
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v3i2.15241

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan probiotik dengan dosis berbeda yang diaplikasikan pada pakan buatan terhadap pertumbuhan, konversi pakan, serta kelangsungan hidup ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajek, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Sebanyak 360 ekor ikan uji dengan berat awal 2,29 ± 0,18 gr dan panjang awal 4,39 ± 0,24 cm diberi pakan buatan pada masing-masing perlakuan. Dosis pakan buatan sebanyak 5%/hari ditambahkan dengan probiotik sebanyak 0 ml (perlakuan A atau kontrol), 2 ml (perlakuan B), 4 ml (perlakuan C), dan 6 ml (perlakuan D) yang diberikan selama 30 hari pemeliharaan. Perlakuan pemberian dosis probiotik 4 ml menunjukkan pengaruh yang signifikan (p < 0,05) terhadap pertumbuhan dan konversi pakan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kelangsungan hidup di seluruh perlakuan (p > 0,05).The study aimed to evaluate the effects of probiotics in different doses applied to artificial feed on tilapia's growth, feed conversion, and survival (Oreochromis niloticus). The study was conducted 30 days, at Ngrajek Freshwater Fish Hatchery and Cultivation Workshop, Central Java. The research employed a completely randomised design (CRD) with four treatments and three replications. A total of 360 test fish, with an initial weight of 2.29 ± 0.18 g and an initial length of 4.39 ± 0.24 cm, were administered artificial food in each treatment. The dosage of artificial feed was 5% day-1 , supplemented with 0 ml of probiotics (treatment A or control), 2 ml (treatment B), 4 ml (treatment C), and 6 ml (treatment D), administered throughout a 30-day maintenance period. The 4 ml probiotic dosage demonstrated a statistically significant effect (p < 0.05) on growth and feed conversion relative to the control group. No notable variation in survival rates was seen among treatments (p > 0.05). 
Identifikasi Fasilitas dan Strategi Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPII) DUMAI Selama Pandemi COVID-19 Rikardo, Muhammad; Mardiah, Ratu Sari; Tiku, Mathius; Ikhsan, Suci Asrina; Hutapea, Roma Yuli Felina
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13831

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPII) Dumai merupakan sentral kegiatan perikanan tangkap, tetapi belum memiliki fasilitas yang memadai secara fungsi nya. Selama 13 tahun beroperasi di Kelurahan Pangkalan Sesai, PPII Dumai belum mengalami pengembangan fasilitas yang signifikan. Hal ini disebebkan oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi fasilitas-fasilitas PPI Dumai dan menentukan strategi pengembangan PPI Dumai. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dan wawancara menggunakan kuisioner terbuka kepada 5 nelayan dan 3 petugas Pelabuhan Perikanan. Data diolah secara deskriptif dengan analisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan perikanan dan SWOT. Berdasarkan hasil identifikasi, PPI Dumai termasuk tipe pelabuhan perikanan D, yaitu PPII (Pangkalan Pendaratan Ikan) Dumai. Fasilitas di PPI Dumai terdiri atas fasilitas pokok (5 macam fasilitas), fungsional (9 macam fasilitas) dan penunjang (7 macam fasilitas). Tingkat pemanfaatan fasilitas-fasilitas PPI Dumai 78%, maka tingkat pemanfaatan fasilitas belum mencapai kondisi optimal. Pengembangan pelabuhan perikanan Dumai dapat dilakukan dengan menggunakan strategi S-O (strength-oPPIortunity), yaitu strategi menerapkan kekuatan dengan memanfaatkan peluang kebijakan yang bersifat agresif.Fishing Port (PPI) of Dumai is one of the infrastructure used by Dumai fishermen to carry out capture fisheries activities. The facilities owned by fishing ports are determining in optimizing capture fisheries activities. Therefore, the aim of this research is to identify the condition of PPI Dumai's facilities and determine PPI Dumai's development strategy. The research was carried out using survey and interview methods with 5 fishermen and 3 fishing port officers. The data is processed descriptively by analyzing the level of utilization of fishing port facilities and SWOT. Based on the identification results, PPI Dumai is included in type D fishing port, namely PPII (Fish Landing Base) Dumai. Facilities at PPI Dumai consist of basic facilities (5 types of facilities), functional (9 types of facilities) and suPPIorting (7 types of facilities). The level of utilization of PPI Dumai facilities is <100%, so the level of facility utilization has not reached optimal conditions. The development of the Dumai fishing port can be carried out using the S-O (strength-oPPIortunity) strategy, namely the strategy of aPPIlying strength by taking advantage of aggressive policy oPPIortunities.

Page 2 of 3 | Total Record : 29