cover
Contact Name
Dian Citaningtyas Ari kadi
Contact Email
rizalmanajemen@gmail.com
Phone
+6282139474255
Journal Mail Official
rizalmanajemen@gmail.com
Editorial Address
jl raya solo no 11 suratmajan Maospati, Magetan Jawa Timur
Location
Kab. magetan,
Jawa timur
INDONESIA
CITACONOMIA : Economic and Business Studies
ISSN : -     EISSN : 2963492x     DOI : https://doi.org/10.99075/citaconomia
Core Subject : Economy,
CITACONOMIA: Economic and Business Studies is a high quality open access peer reviewed research journal. providing a platform for the researchers, academicians, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies. This journal focuses on every research discipline related to social behavior science, entrepreneurship and business management such as human resource management, marketing management, financial management, production/operational management, strategic management, sharia business management, halal industry management, tourism management, banking management, industrial management, agribusiness management, business administration, entrepreneurial activities, micro, small and medium enterprises (MSMEs), consumer behavior, purchasing decisions, consumer satisfaction, consumer loyalty and several areas of business behavior
Articles 130 Documents
Kepatuhan Regulasi dan Implikasinya terhadap Kinerja Layanan Publik di Era Digital Putri, Cory Kartika; Ahmad Nuradi; Wachid Maulana; Andi Adri Agus; Agus Eko Setyawan; Mustofa Kamil
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan regulasi dan kinerja layanan publik di era digital. Transformasi digital dalam sektor publik telah mendorong perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam hal efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan. Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan baru terkait kepatuhan terhadap regulasi, terutama dalam aspek perlindungan data, keamanan siber, dan standar operasional layanan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan publikasi akademik yang relevan dalam kurun waktu 10–15 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan regulasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja layanan publik melalui standarisasi proses, peningkatan efisiensi, serta penguatan kepercayaan masyarakat. Di sisi lain, ketidakpatuhan terhadap regulasi dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti penurunan kualitas layanan, kebocoran data, dan berkurangnya legitimasi institusi publik. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, termasuk fragmentasi kebijakan, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta ketegangan antara kepatuhan dan inovasi. Dengan demikian, diperlukan pendekatan regulasi yang adaptif dan kolaboratif untuk memastikan bahkan transformasi digital dapat berjalan secara efektif sekaligus tetap menjaga prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Desain Kebijakan dan Inklusi Sosial: Evaluasi Program Perlindungan Sosial Berbasis Komunitas Ilman , La; M. Umar Kelibia; Ide Raunas; Harmoko; Raden Giri; Mustofa Kamil
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain kebijakan perlindungan sosial berbasis komunitas serta mengevaluasi kontribusinya terhadap inklusi sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber akademik dan laporan kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Partisipasi ini memungkinkan kebijakan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan lokal serta meningkatkan ketepatan sasaran penerima manfaat. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kualitas tata kelola dan kapasitas kelembagaan di tingkat lokal. Tantangan seperti dominasi elite lokal, keterbatasan koordinasi antar tingkat pemerintahan, serta kurangnya transparansi dapat menghambat tercapainya inklusi sosial yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan desain kebijakan yang mengintegrasikan prinsip partisipasi, akuntabilitas, dan adaptivitas secara komprehensif. Selain itu, penggunaan data yang akurat dan pendekatan berbasis bukti menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan implementasi program. Secara keseluruhan, perlindungan sosial berbasis komunitas dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong inklusi sosial apabila didukung oleh desain kebijakan yang tepat dan tata kelola yang baik.
Interaksi Politik, Regulasi Hukum Bisnis, dan Kebijakan Publik dalam Pengembangan Industri Properti Saputra, Adi; Ibrahim Aji; Mahfudlon; Yusfika Ely Nur Afifah; Dian Wibowo; Mustofa Kamil
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3429

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan telah mendorong intensifikasi pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi publik yang strategis, dimana Government Public Relations (GPR) berperan sebagai instrumen vital dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga reputasi institusi pemerintah di tengah derasnya arus informasi. Krisis komunikasi publik di Indonesia kerap dipicu oleh penyebaran misinformasi serta keterlambatan klarifikasi resmi, sehingga kemampuan verifikasi, respons cepat, dan transparansi informasi menjadi faktor penentu legitimasi pemerintah di ruang digital (PR Indonesia, 2025; Dunan, 2020). Melalui analisis konseptual berbasis kajian literatur, penelitian ini menelaah dinamika krisis GPR dengan menekankan pengelolaan informasi krisis, pemanfaatan media sosial, serta penguatan kapasitas komunikasi institusi pemerintah, mengingat kegagalan respons yang cepat dan akurat berpotensi menurunkan kepercayaan publik sekaligus memperburuk eskalasi konflik informasi di ruang digital (Nurfalah et al., 2026; Gunadarma & Masitoh, 2024). Oleh karena itu, strategi komunikasi krisis berbasis digital yang adaptif dan responsif merupakan kebutuhan mendasar guna mendukung efektivitas fungsi GPR di era komunikasi publik yang semakin kompleks dan dinamis.
Analisis Krisis E Government Public Relation Di Indonesia : Tantangan Dalam Komunikasi Publik Digital Alicia Rara Giska; Faradila Andara; Putri Anisa Rahmadani; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3381

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan telah mendorong intensifikasi pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi publik yang strategis, dimana Government Public Relations (GPR) berperan sebagai instrumen vital dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga reputasi institusi pemerintah di tengah derasnya arus informasi. Krisis komunikasi publik di Indonesia kerap dipicu oleh penyebaran misinformasi serta keterlambatan klarifikasi resmi, sehingga kemampuan verifikasi, respons cepat, dan transparansi informasi menjadi faktor penentu legitimasi pemerintah di ruang digital (PR Indonesia, 2025; Dunan, 2020). Melalui analisis konseptual berbasis kajian literatur, penelitian ini menelaah dinamika krisis GPR dengan menekankan pengelolaan informasi krisis, pemanfaatan media sosial, serta penguatan kapasitas komunikasi institusi pemerintah, mengingat kegagalan respons yang cepat dan akurat berpotensi menurunkan kepercayaan publik sekaligus memperburuk eskalasi konflik informasi di ruang digital (Nurfalah et al., 2026; Gunadarma & Masitoh, 2024). Oleh karena itu, strategi komunikasi krisis berbasis digital yang adaptif dan responsif merupakan kebutuhan mendasar guna mendukung efektivitas fungsi GPR di era komunikasi publik yang semakin kompleks dan dinamis.
Press Release Digital Sebagai Strategi Manajemen Krisis Bisnis: Studi Kasus Respons Pinkflash Terhadap Penarikan Produk Oleh BPOM Tahun 2025 Givani Dyah Safitri; Izma Nurul Ana; Afrida Setyaningrum; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3491

Abstract

Penelitian ini menelaah efektivitas press release berbasis digital yang dipublishkan melalui platform Instagram sebagai instrumen manajemen krisis bisnis dalam kasus penarikan produk kosmetik merek Pinkflasg oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia pada tahun 2025. Dari sudut pandang bisnis, krisis regulatori semacam ini memiliki implikasi langsung terhadap perusahan di pasar kosmetik. Krisis tersebut muncul setelah BPOM mengumumkan penarikan dua varian eyeshadow Pinkflash yang terbukti mengandung pigmen terbatas (restricted pigments) yang tidak diperkenankan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus Tunggal (single case study). Data diperoleh melalui observasi konten media social Instagram resmi Pinkflash, analisis dokumen pernyataan Perusahaan, serta penulusuran pemberitaan media daring. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yang dikembangkan oleh Coombs (2007) dan Image Restoration Theory (IRT) dari Benoit (1995), yang dikontekstualisasikan dalam perspektif manajemen reputasi bisnis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pinkflash menerapkan strategi mortification berupa permintaan maaf public yang dikombinasikan dengan tindakan korektif berupa pemberian kompensasi senilai dua harga produk kepda konsumen terdampak. Press release digital yang disebarkan melalui Instagram terbukti efektif dalam menjangkau konsumen muda secara cepat, meskipun memiliki kertebatasan dri sisi kredibilitas institusional dibandingkan rilis resmi melalui media konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Perusahaan produk konsumen mengintegrasikan press release digital dengan saluran komunikasi formal untuk mengoptimalkan efektivitas manajemen krisis di era media social sekaligus menjaga kepercayaan pemangku kepentingan bisnis.
Pengaruh Faktor Fundamental Dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2020-2024 Rahmad Fajar Rifqi; Putri Apria Ningsih; Saijun
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2020–2024. Faktor Fundamental yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan risiko sistematik diukur menggunakan beta saham. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi harga saham sektor manufaktur di JII yang menunjukkan pergerakan tidak stabil meskipun kinerja keuangan perusahaan relatif baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial EPS dan ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan DER dan Risiko Sistematik tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja keuangan internal perusahaan lebih dominan dalam memengaruhi keputusan investasi dibandingkan dengan Risiko Pasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam melakukan analisis fundamental terhadap saham syariah, serta menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan agar tetap menarik bagi investor.
Peran Public Relations Sebagai Fasilitator Komunikasi Dalam Mengelola Krisis Reputasi (Studi Kasus PT. Garuda Indonesia) Perdana Aqsyal Syaputra; Septi Anugra Esa Ardianingsih; Ayu Sholikah Nur Utami; Primananda, Naufal Athiya
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3542

Abstract

Artikel ini menganalisis peran strategis Public Relations (PR) sebagai fasilitator komunikasi dalam pengelolaan krisis reputasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Garuda Indonesia dipilih sebagai objek kajian karena menghadapi krisis multidimensional yang meliputi tekanan finansial pasca-pandemi COVID-19, akumulasi utang sebesar Rp154 triliun, kerugian perusahaan, penurunan peringkat layanan Skytrax, serta krisis reputasi di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus dan analisis literatur sistematis. Analisis didasarkan pada Situational Crisis Communication Theory (SCCT), Image Restoration Theory, serta konsep PR sebagai boundary spanner dan fasilitator komunikasi multistakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Garuda Indonesia menerapkan empat strategi komunikasi krisis, yaitu penetapan juru bicara tunggal, dialog terbuka dengan regulator, pemetaan media strategis, dan pengelolaan narasi digital. Namun, respons komunikasi perusahaan masih cenderung berfokus pada aspek institusional dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan emosional publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi krisis dipengaruhi oleh kecepatan respons, empati dalam pesan, konsistensi narasi, dan keterlibatan pemangku kepentingan.
Strategi Pemasaran Tahu Walik Dengan Pendekatan Blue Ocean Strategy Pada UMKM Dab Taso Walik Crunchy Di Kabupaten Sleman Jamilatun, Siti; Dwi Aulia Puspitaningrum; Antik Suprihanti
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal serta merancang strategi pemasaran berbasis Blue Ocean Strategy pada UMKM DAB Taso Walik Crunchy di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, Focus Group Discussion (FGD), kuesioner berskala Likert, dan studi pustaka. Responden terdiri dari 4 responden internal yang dipilih melalui purposive sampling dan 60 responden eksternal melalui accidental sampling. Analisis data menggunakan Matriks IFE, EFE, IE, kanvas strategi, serta kerangka ERRC. Hasil analisis menunjukkan nilai IFE sebesar 2,44 dan EFE sebesar 2,21, yang mengindikasikan kondisi internal dan eksternal berada pada kategori sedang. Berdasarkan Matriks IE, perusahaan berada pada posisi hold and maintain, sementara kanvas strategi menunjukkan pola persaingan yang masih sejajar dengan kompetitor dalam ruang red ocean. Penerapan kerangka ERRC menghasilkan strategi yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, pelayanan, dan proses, serta penciptaan nilai baru berupa pengalaman pelanggan, identitas merek, dan loyalitas konsumen. Evaluasi rangkaian Blue Ocean Strategy menunjukkan bahwa strategi ini layak diimplementasikan dan berpotensi meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
Analisis Penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) Dalam Sistem ERP-SAP Pada Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta 1 Kota Malang Fiani, Indri
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.3712

Abstract

Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen sekaligus sumber informasi bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh efektivitas sistem pengendalian internal, khususnya melalui penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR). Seiring dengan transformasi digital dan kewajiban penerapan ICOFR pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), integrasi pengendalian internal dengan sistem ERP-SAP menjadi penting. Namun pada Perum Jasa Tirta I, penerapan ICOFR melalui sistem ERP-SAP masih dalam tahap implementasi awal sehingga belum mencakup seluruh tahapan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ICOFR dalam sistem ERP-SAP pada Perum Jasa Tirta I Kota Malang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara semi terstruktur, studi dokumentasi, dan observasi, serta analisis berdasarkan COSO Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ICOFR belum mencakup seluruh tahapan implementasi. Perusahaan masih berada pada tahap diagnostik, perancangan, dan implementasi. Sementara itu, tahap pemantauan, evaluasi, remediasi, pelaporan, dan asurans eksternal belum sepenuhnya dilaksanakan. Meskipun ERP-SAP telah mendukung integrasi data serta meningkatkan akurasi dan transparansi informasi keuangan, masih terdapat kendala pada aspek kompetensi pengguna dan standarisasi prosedur. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat standar prosedur guna mendukung penerapan ICOFR yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Supply Chain Identification of Indonesian Specialty Coffee: A Case Study of Kayumas Coffee Using The FSCN Framework Rahmadyahningrum, Aisya Risanda; Setiawati, Nia Rahmi
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 4 No. 04 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v4i04.3742

Abstract

Downstream policy formulation in Indonesia’s specialty coffee sector remains constrained by fragmented data systems that fail to integrate production, processing, and market dimensions, particularly for smallholder-based supply chains. This study aims to identify and analyze the supply chain configuration of Kayumas specialty coffee from Situbondo, East Java, using Vorst’s Food Supply Chain Networks (FSCN) framework. A qualitative case study design was applied, with data collected through in-depth interviews using snowball sampling involving farmers, farmer group leaders, roastery owners, distributors, café owners, and consumers. Secondary data were obtained from documents and literature to support triangulation. Data were analyzed thematically across four FSCN dimensions: supply chain structure, management, resources, and business processes. The findings indicate that the Kayumas coffee supply chain is characterized by a smallholder-driven, trust-based governance structure operating through a hybrid push–pull system. While farmer groups play a central coordinating role in post-harvest processing and market access, the chain remains constrained by limited capital, weak digital infrastructure, informal contracting, and fragmented information flows. These constraints limit scalability, traceability, and performance measurement, thereby weakening adaptive downstream policy design. This study concludes that strengthening data integration, formal coordination mechanisms, and digital traceability systems is essential to enhance value creation, investment consistency, and smallholder participation in Indonesia’s specialty coffee economy. The findings provide empirical evidence to support more coherent, data-driven downstream policy formulation and supply chain development strategies

Page 13 of 13 | Total Record : 130