cover
Contact Name
Junaedi
Contact Email
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Phone
+6285242046604
Journal Mail Official
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30470560     EISSN : 30325471     DOI : https://doi.org/10.56467/bbm
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun
Articles 68 Documents
Penyuluhan Pentingnya Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Adolang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Tahun 2025 bbm, rahmat; dina, Darmin
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.457

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit menular dan menjadi salah satu prioritas. Imunisasi pada bayi adalah suatu langkah yang kritis dalam upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Kementerian Kesehatan sebagai salah satu wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya untuk menurunkan angka kematian anak (Astuti & Pangesti, 2022). Angka kematian bayi dan balita yang tinggi di Indonesia menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Vaksinasi, dimana pemerintah mewajibkan setiap orang untuk melakukan vaksinasi guna melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitar dari penyakit menular tertentu. Pemerintah, keluarga dan orang tua wajib memvaksinasi bayi untuk mencegah penyakit tertentu. Tujuan vaksinasi yaitu pemberian kekebalan sehingga mampu mencegah penyakit dan kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit tertentu yang dapat dicegah dengan imunisasi(Nasution & Tanjung, 2021). Pemberian imunisasi yang dilakukan sesuai rekomendasi diharapkan mampu menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia (Askar, 2020) Tujuan Penelitian : Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, ibu hamil dan menyusui tentang pentingnya imunisasi dasar pada bayi 0-9 bulan di Desa Adolang Kecamatan Pamboang Tahun 2025. Metode Penelitian : Pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan kesehatan yang dilakukan di Desa Adolang Kecamatan Pamboang.  pada hari Sabtu, 17 Mei 2025. Peserta penyuluhan adalah orang tua, ibu hamil dan menyusui yang memiliki bayi dan balita usia 0-9 bulan beserta masyarakat dan tokoh masyarakat yang berdomisili di lingkungan cakupan desa Adolang kecamatan Pamboang  untuk mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pentingnya imunisasi dengan metode ceramah dan diskusi yang dilakukan oleh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene  Program Studi Diploma III Kebidanan. Kesimpulan: Tenaga pendidik dan tenaga kesehatan harus menggunakan media dan metode kreatif dalam memberikan edukasi yang sesuai pada kelompok sasaran. Peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi bagi balita merupakan langkah yang krusial dalam memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perlindungan optimal terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah (Suprapto et al., 2022). Dengan meningkatnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi bagi balita, diharapkan tingkat vaksinasi anak-anak dapat meningkat, sehingga dapat melindungi mereka dari penyakit yang dapat dicegah dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan (Fakhruddin & Sari, 2022). Saran : Perlu adanya dukungan dari pemerintah dalam media informasi sehingga dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh kader posyandu dan bidan desa Adolang Kecamata Pamboang.
Pengolahan dan Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Stunting di Desa Buttu Pamboang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Tahun 2024 Yulianah Sulaiman; Wardawati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.458

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi global yang memerlukan penanganan multisektor dan menjadi tanggungjawab bersama mulai dari penatalaksanaan secara medis hingga pemberian nutrisi. Kejadian stunting di Desa Buttu Pamboang Kecammatan Pamboang, berdasarkan hasil penelitian dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang kurang karena orang tua mengikuti kemauan anak yang menolak mengkonsumsi makanan yang disediakan bahkan konsumsi PMT rendah. Balita lebih senang mengkonsumsi makanan cepat saji atau junk food seperti sosis, pentol, penghasilan keluarga yang di bawah UMK juga menjadi permasalahan bagi ibu untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Hal penting dalam pencegahan stunting adalah perbaikan terhadap pola makan (gizi). Salah satu intervensi lain yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi Balita yaitu dengan pemberian makanan tambahan yang inovatif dan menarik namun memiliki zat penting hampir sama dengan susu yaitu daun kelor yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, zat besi, kalsium, Vitamin C, Vitamin A dan kalium yang tinggi. Edukasi pemberian makanan tambahan ini diawali dengan penyuluhan kesehatan tentang nutrisi yang tepat, pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai makanan tambahan hingga penjelasan tentang konsumsi PMT bagi balita dalam bentuk biskuit atau susu. Pelaksanaan PkM ini melibatkan tenaga kesehatan (bidan), kader dan ibu balita stunting.
Stimulasi Tumbuh Kembang pada Anak dengan Kondisi Stunting di Desa Bonde Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Tahun 2025 Dina, Darmin; dewi, risna
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.459

Abstract

Pendahuluan Stunting (tubuh pendek) didefinisikan sebagai keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek hingga melampaui -2 SD di bawah median berdasarkan tinggi badan menurut usia. Stunting menggambarkan suatu keadaan malnutrisi yang kronis dan anak memerlukan waktu untuk berkembang serta pulih kembali munuju keadaan tinggi badan anak yang normal menurut usianya (Gibney et al, 2009). Stunting dianggap sebagai suatu gangguan pertumbuhan irreversibel yang sebagian besar dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat dan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan (WHO, 2014). Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak yang usianya di bawah lima tahun atau biasa disebut dengan balita karena kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting ialah kurangnya pengetahuan orang tua terlebih khusus ibu.Stanting merupaka permasalahan nasional yang akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa. Suatu negara yang memiliki angka yang sangat tinggi mengancam kemajuan negara dalam beberapa tahun kedepan karena anak yang stunting memiliki produktivitas yang buruk dibanding anak yang tumbuh denga normal.  Pengabdian ini bertujuan untuk peningkatkan pengetahuan ibu terhadap penting nya stunting dan stimululasi tumbuh kembang pada balita. Metode pelaksanaan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilalui dengan beberapa tahap dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan kemudian tahap evaluasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini yaitu (1) Pengetahuan masyarakat meningkat tentang stunting dan stimulasi tumbuh kembang pada balita, (2) Masyarakat memiliki kesadaran akan penting dan bahayanya stunting, serta (3) Masyarakat dapat mempelajari dan terus mengakses video tahapan memijat balita sebagai media promosi kami dan membaca kembali leaflet mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat yang sudah kami berikan. Kesimpulan: Program ini diharapkan dapat bersifat berkelanjutan dan memberikan banyak manfaat sehingga masyarakat dapat terhindar dari bahaya stunting.
Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja di Desa Bonde Utara Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Tahun 2025 Wati, Rasma; Nur Fadhilah; Sulfakar, Sukmawati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.460

Abstract

Abstrak Konsepsi kekerasan seksual tidak dapat dilepaskan dari tinjauan grammatikal (struktur) dan leksikal (bahasa) yang terdiri dari dua kata, yakni ‘kekerasan’ dan ‘seksual’. Kata pertama terdiri dari kata induk ‘keras’ yang berarti tidak bersifat lemah lembut atau cenderung membahayakan dengan kepemilikan konfiks ‘ke-an’ yang berarti tentang atau seputar, sehingga dapat dimaknai sebagai segala sesFenomena kekerasan seksual saat ini semakin meningkat dan menjadi permasalahan yang serius di berbagai negara. Kekerasan seksual dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki, tidak memandang usia, dan dapat terjadi di sekolah, masyarakat maupun ruang publik. Setiap tahunnya angka kekerasan seksual semakin meningkat di kalangan remaja. Adanya kasus pelecehan seksual di kalangan remaja yang semakin meningkat setiap tahunnya dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan dan sikap remaja yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan kesehatan seksual pada remaja sebagai upaya untuk pencegahan kekerasan seksual. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah partisipasi interaktif disertai diskusi berdasarkan kasus, tanya jawab serta diskusi yang akan diberikan dalam bentuk FGD dan edukasi. Sebagai bentuk evaluasi yang dilakukan yaitu akan diberikan pre test dan post test terkait materi penyuluhan kepada seluruh peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta telah memperoleh manfaat yaitu memiliki tambahan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan kekerasan seksual dan cara pencegahannya. Sehingga sesuai dengan tujuan kegiatan bahwa kegiatan ini dapat memandirikan masyarakat khususnya para remaja dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekitarnya
Pemeriksaan Kesehatan dan Intervensi Stunting Pada Balita di Dusun Paredeang Desa Kurma Kecamatan Mapilli Kab. Polewali Mandar Immawanti; Munir, Wahida; Mandariati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.461

Abstract

Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, telah menjadi perhatian global dalam bidang kesehatan dan pembangunan. Dampak jangka panjang stunting tidak hanya terlihat dalam pertumbuhan fisik yang terhambat, tetapi juga dalam dampak kognitif dan sosial yang berkelanjutan. Intervensi stunting dengan pemberian telor adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting pada anak-anak. Dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas. Tujuan dari program ini adalah memberikan kontribusi dalam mengurangi angka stunting melalui pemberian paket telur sebagai sumber nutrisi kunci. Identifikasi jumlah peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini sebanyak 20 orang anak balita dengan rentang usia 13 – 59 bulan yang bertempat tinggal di dusun Paredeang Desa Kurma Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. Peserta yang hadir merupakan anak balita yang teridentifikasi mengalami stunting. Keseluruhan peserta dilakukan pemeriksaan kesehatan dan telah diberikan intervensi stunting melalui pemberian paket telor. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan berat badan anak balita yang diberikan paket telur melalui evaluasi pada akhir bulan kegiatan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan pola masyarakat untuk menggalakkan kebiasaan komsumsi telor setiap hari dan peningkatan asupan gizi sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
SPAL-RT Percontohan di dusun Kurma Desa Kurma Kecamatan Mapili RIFAI, AHMAD; warda, wardawati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.462

Abstract

Latar belakang: Persentase masyarakat dalam membuang air limbah rumah tangga di Indonesia yang membuang air limbah ke got/selokan masih cukup tinggi yaitu sekitar 51,0%, yang membuang langsung ke tanah tanpa penampungan berkisar 18,9%, sedangkan masyarakat yang menggunakan penampungan tertutup di perkarangan rumah dengan dilengkapi SPAL yaitu 18,8% dan yang menggunakan penampungan terbuka yaitu 11,2%(2). Provinsi Kepulauan Riau untuk proporsi pembuangan air limbah rumah tangga yang menggunakan penampungan tertutup sekitar 12,32%, yang menggunakan penampungan terbuka 9,36%, tanpa penampungan dan langsung ke tanah 9,19%, dan yang langsung dibuang ke got atau kali sebanyak 69,13%(2). Persentase masyarakat Kabupaten Karimun berdasarkan Riskesdas tahun 2018 yang membuang air limbah rumah tangga dengan menggunakan penampungan tertutup masih sangat sedikit yaitu sekitar 5,44%, yang menggunakan penampungan terbuka sebanyak 2,36%, tanpa penampungan atau ke tanah 34,71%, dan yang langsung di buang ke got/kali sebanyak 57,49%.
Edukasi Penampungan Air Bersih di Dusun Sumber Agung Desa Bumimulyo Kec. Wonomulyo Kab. Polowali Mandar warda, wardawati; Ahmad Rifai
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.463

Abstract

Latar belakang: Air merupakan kebutuhan bagi setiap kehidupan, semua makhluk hidup memerlukan air dalam kehidupannnya sehingga tanpa air dapat dipastikan tidak akan ada kehidupan. Sebagian besar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk digunakan sebagai air minum tersebut adalah masyarakat yang tinggal di perdesaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air minum di Dusun Sumber Agung Kecamatan Wonomulyo. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Sumber Agung Kecamatan Wonomulyo yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air bersih. Metode pelaksanaan kegiatan intervensi berupa penyuluhan. Hasil pre dan post test dilakukan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil penyuluhan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pre test dan post test pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.
Bidan Sahabat Keluarga: Wujudkan Generasi Sehat Bebas Stunting dari Pustu Suharmi; Nurhidayanti.K
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang kegiatan ini adalah Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama terkait stunting, kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Berdasarkan data di wilayah kerja Pustu Kenje, pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang masih rendah dan pemantauan tumbuh kembang balita belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman dan praktik keluarga dalam pencegahan stunting serta mewujudkan generasi sehat di wilayah Pustu Kenje. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, demo praktik MPASI, skrining kesehatan, dan konsultasi individual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan (rata-rata nilai post-test 90 dari pre-test 60), teridentifikasinya balita berisiko stunting dan ibu hamil risiko KEK, serta antusiasme tinggi dari masyarakat. Implikasi manfaatnya mencakup peningkatan kesadaran keluarga dalam pemenuhan gizi optimal, potensi penurunan angka stunting, dan penguatan peran Pustu sebagai pusat edukasi kesehatan
DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DAN EDUKASI KESEHATAN sebagai UPAYA PENCEGAHAN PTM DI LINGKUNGAN SALABULO, KABUPATEN MAJENE Sebba, Ade Kartikasari
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTM telah menjadi penyebab utama kasus kematian di dunia. Sebanyak 18 juta orang meninggal karena PTM sebelum usia 70 tahun dan 82% dari kematian dini karena PTM terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk di Indonesia. Upaya pencegahan yang dinilai paling efektif dalam menekan angka kejadian PTM adalah dengan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini dan edukasi kesehatan. Masalah yang signifikan adalah kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Tujuan pengabdian adalah untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat tentang PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di wilayah Salabulo kecamatan Tande Timur pada tanggal 11-12 Juni 2025. Total peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 58 orang. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan dengan menggunakan leafleat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dari 41 orang yang diperiksa tekanan darahnya, 30 orang (73,2%) ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Pada pemeriksaan gula darah acak, hanya 1 orang (2,44%) yang terdiagnosis diabetes, untuk pemeriksaan kolesterol sebanyak 15 orang (75%) mengalami kolesterol tinggi. Sedangkan untuk pemeriksaan asam urat, untuk perempuan hanya 2 orang (22.23%) yang masuk kategori asam urat tinggi sedangkan untuk laki – laki hanya 1 orang (20%) dengan kategori asam urat tinggi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan PTM.
Deteksi Kanker Serviks Dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat di Kodim 1401 Majene dinah, darmin; Sri Aryati Arta
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Penyakit ini menempati posisi tinggi sebagai penyebab kematian pada wanita, terutama akibat rendahnya tingkat deteksi dini dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan rutin. Padahal, kanker serviks termasuk jenis kanker yang dapat dicegah dan dideteksi lebih awal melalui skrining yang sederhana, terjangkau, dan efektif. Metode: Inspeksi Visual Asam Asetat merupakan metode sederhana yang dapat dilakukan untuk mendeteksi apakah serviks beradada dalam keadaan normal atau patologi.Pendidikan kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang kanker serviks. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan perilaku ibu di kodim 1401 Majene yang kali ini dilakukan di ruang pertemuan dalam melakukan penyuluhan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA . Metode pelaksanaan adalah dengan penyuluhan materi kanker serviks, penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan IVA, dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta. Hasil: Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan sikap ibu dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Beberapa ibu mampu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan IVA dan berkeinginan memeriksakan IVA menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi setelah pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Kesimpulan: pelatihan deteksi dini kanker serviks melalui metode IVA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini dalam upaya mengendalikan kanker serviks. Setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini diharapkan ibu akan tetap rutin melakukan deteksi dini dengan didukung peran aktif kader dan tenaga kesehatan.