cover
Contact Name
Erlinawati
Contact Email
erlinawatilubis4@gmail.com
Phone
+6285270147073
Journal Mail Official
erlinawatilubis@gmail.com
Editorial Address
JL. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 2985427X     EISSN : 29854253     DOI : 10.31004/jiik
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang menerbitkan artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, fisioterapi, Terapi Komplementer Bidang Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, setiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Articles 174 Documents
EFEKTIVITAS KOMBINASI SENAM DISMINORE DAN MUSIK KLASIK MOZART TERHADAAP PENURUNAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI Angely Avriliana; Diane Marlin; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62991

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan remaja putri saat menstruasi. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri tanpa obat adalah dengan senam dismenore dan musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam dismenore dan musik klasik terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri. Nyeri diukur sebelum dan sesudahnya diberikan kombinasi senam dismenore dan musik klasik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 4,97 ± 0,932, sedangkan setelah diberikan intervensi menurun menjadi 2,56 ± 0,605. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value < 0,001, sehingga terdapat perbedaan nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kombinasi senam dismenore dan musik klasik efektif dalam membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Jauharul Falah Al-Islamy Tahun 2026.  
INTEGRASI PIJAT LAKTASI DAN SENAM YOGA POSTPARTUM TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI: INTEGRASI PIJAT LAKTASI DAN SENAM YOGA POSTPARTUM TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Dwinta Maharani; Eprina Intami; Lailatul Badriyah
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63078

Abstract

Abstrak Kelancaran aliran ASI menrupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan menyusui, terutama saat masa nifas ibu sedang menjalani penyesuaian fisik dan psikologis. Gangguan pada aliran ini dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti kelelahan, stres, kesehatan fisik, dan tingkat kenyamanan ibu. Tujuannya adalah untuk menilai bagaimana kombinasi pijat laktasi dan yoga pascamelahirkan memengaruhi kelancaran aliran ASI pada ibu yang baru melahirkan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Lia Nurmala, Kota Jambi, pada tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain pra-eksperimental yang menerapkan kerangka kerja pretest dan posttest pada satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 20 ibu yang dipilih menggunakan metode total sampling. Kelancaran aliran ASI dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi dengan bantuan lembar pemantauan. yang mencakup 10 indikator. Intervensi berupa rangkaian terintegrasi yang terdiri dari pijat laktasi selama 15 menit dan yoga pascamelahirkan selama 30 menit, Dilakukan tiga kali seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata aliran ASI adalah 3,45 (SD=1,099) sebelum intervensi, meningkat menjadi 7,35 (SD=1,137) setelah intervensi, yang menandakan peningkatan sebesar 3,90 poin. Awalnya, 17 peserta (85,0%) diklasifikasikan dalam kategori "aliran ASI buruk", sedangkan setelah intervensi, setiap peserta (100,0%) dikategorikan memiliki "aliran ASI baik". Analisis menggunakan uji t sampel berpasangan menghasilkan nilai t sebesar -9,372 (df=19, p < 0,001). Oleh sebab itu, ada perbedaan yang jelas pada aliran ASI sebelum dan setelah dilakukan intervensi pijat laktasi yang terintegrasi serta yoga setelah melahirkan. Menggabungkan kedua intervensi ini memberikan cara yang saling melengkapi dan efektif untuk membantu kelancaran aliran ASI bagi ibu setelah melahirkan. Kata kunci: pijat laktasi; senam yoga postpartum; kelancaran ASI; ibu postpartum Abstract Smooth breast milk flow is a crucial aspect of successful breastfeeding, especially during the postpartum phase when mothers face both physical and mental adjustments. Various conditions can disrupt this flow, such as fatigue, stress, maternal health status, and perceived comfort level. This study aims to explore the impact of integrating lactation massage and postpartum yoga on breast milk flow in new mothers at Lia Nurmala's Independent Midwife Practice (PMB), Jambi City, in 2026. The research method used was quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample of the study involved 20 new mothers, selected using the total sampling method. Breast milk flow was evaluated before and after the intervention, using an observation sheet covering ten indicators. The intervention consisted of a series of integrated activities that included 15 minutes of lactation massage and 30 minutes of postpartum yoga, each performed three times a week. The findings of this study indicate that the average milk flow score before the intervention was 3.45 (SD=1.099) and increased to 7.35 (SD=1.137) after the intervention, reflecting an increase of 3.90 points. Before the intervention, there were 17 respondents (85.0%) categorized as "poor milk flow," while after the intervention, all respondents (100.0%) obtained the category of "good milk flow." The results of the analysis using the paired-sample t-test showed a t value of -9.372 (df=19, p. Therefore, there is a clear difference in breast milk flow before and after the implementation of integrated lactation massage and postpartum yoga interventions. Combining these two interventions offers a complementary and effective approach to facilitating smooth breast milk flow for postpartum mothers. Keywords: lactation massage; postpartum yoga; breast milk flow; postpartum mothers
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIFPADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONDOK MEJA TAHUN 2026 Anita Tamara; Eprina Intami; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63081

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu praktik penting dalam menunjang kesehatan serta pertumbuhan bayi secara optimal. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan dan status gizi ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan yang diperoleh ibu dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Meja Tahun 2026 serta mengetahui faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sekaligus menjadi sampel, yaitu sebanyak 50 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, lembar observasi, Buku KIA dan/atau rekam medis. Selanjutnya, data dianalisis melalui analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α=0,05, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat penyakit ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,456). Sebaliknya, riwayat Hb trimester III (p=0,001), status gizi ibu (p=0,001), dukungan bidan (p=0,009), dan dukungan suami (p<0,001) menunjukkan adanya hubungan secara bivariat dengan keberhasilan ASI eksklusif. Pada analisis multivariat, dukungan suami menjadi satu-satunya variabel yang menunjukkan hubungan signifikan, dengan nilai p=0,026; OR=5,816; dan 95% CI=1,230–27,490. Dengan demikian, ibu yang memperoleh dukungan suami dalam kategori baik memiliki peluang sekitar 5,8 kali lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam penelitian ini.
PENGARUH EDUKASI ASI BERBASIS MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK ASI EKSKLUSIF PADA IBU Leni Julianti; Yatmuah Yatmuah; Kristy Mellya Putri; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63095

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan perlindungan kesehatan bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama di masyarakat pedesaan, seperti keterbatasan pengetahuan, persepsi mengenai produksi ASI yang tidak mencukupi, kendala dalam teknik menyusui, kelelahan ibu, dukungan keluarga, serta kepercayaan dan kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kontribusi edukasi ASI yang dilaksanakan berbasis masyarakat terhadap pelaksanaan ASI eksklusif pada ibu di Desa Suka Maju. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan di Desa Suka Maju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Juni sampai Juli 2026. Informan berjumlah 15 ibu menyusui yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis secara tematik dengan menerapkan triangulasi sebagai upaya memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui bidan, kader, posyandu, dan lingkungan masyarakat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Dukungan suami dan keluarga turut memperkuat praktik menyusui, sedangkan mitos, persepsi ASI kurang, dan hambatan menyusui masih menjadi tantangan. Edukasi ASI berbasis masyarakat penting dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan ibu, keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Pola Menstruasi terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Refi Ariani; Subang Aini Nasution; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63138

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe dan pola menstruasi yang tidak teratur diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia pada kelompok usia ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMKN 6 Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi 100 siswi kelas X. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan konsumsi TTD, kuesioner pola menstruasi, dan pemeriksaan Hb darah kapiler, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test karena syarat Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (76,3%) tergolong patuh mengonsumsi tablet Fe, 68 responden (85,0%) memiliki pola menstruasi teratur, dan 66 responden (82,5%) memiliki kadar Hb normal. Terdapat hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb (p=0,0000019; OR=26,58; 95% CI: 6,08–116,22) serta antara pola menstruasi dengan kadar Hb (p=0,000000016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe dan keteraturan pola menstruasi berhubungan bermakna dengan kadar Hb pada remaja putri. Pihak sekolah dan petugas kesehatan disarankan memperkuat pengawasan konsumsi TTD serta edukasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan guna menurunkan prevalensi anemia pada kelompok usia remaja.  
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Perkembangan Kognitif Anak pada Usia 4-6 Tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi Elsa Pebrianti; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63148

Abstract

Akses penggunaan gawai yang kian lazim di kalangan anak usia dini dapat memberikan manfaat dalam mendukung pembelajaran, tetapi penggunaan dengan intensitas tinggi membawa potensi untuk membatasi peluang anak dalam merengkuh stimulasi lewat interaksi beserta aktivitas langsung yang penting bagi perkembangan kognitif. Kajian ini diarahkan untuk mengidentifikasi tingkat korelasi antara intensitas penggunaan gawai berhadapan dengan perkembangan kognitif anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi. Observasi ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang mengusung desain cross-sectional. Skala populasi riset menyentuh 45 anak dengan penetapan sampel sejumlah 41 responden yang ditarik melalui teknik purposive sampling. Proses penghimpunan data dieksekusi dengan memanfaatkan kuesioner intensitas penggunaan gawai dan instrumen perkembangan kognitif berdasarkan STPPA. Tahapan analisis data dikelola secara bivariat maupun univariat dengan mengandalkan uji Mann-Whitney. Temuan penelitian membeberkan fakta bahwa mayoritas responden menunjukkan intensitas penggunaan gawai kategori tinggi, yaitu 28 anak (68,3%), sedangkan 13 anak (31,7%) berada pada kategori sedang. Perkembangan kognitif dominasi terpusat pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan jumlah 22 anak (53,7%), disusul oleh kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang mencapai 16 anak (39,0%). Hasil uji Mann–Whitney memperlihatkan perolehan p-value di angka 0,013 (<0,05), yang mengindikasikan eksistensi korelasi signifikan yang menautkan antara intensitas penggunaan gawai bersama laju perkembangan kognitif anak. Penggunaan gawai perlu diperhatikan dalam konteks durasi, pendampingan, dan aktivitas anak secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa terdeteksi jalinan korelasi yang signifikan di antara intensitas eksploitasi gawai terhadap progres perkembangan kognitif anak rentang usia 4–6 tahun yang bermukim di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU DALAM IMUNISASI DASAR LENGKAP DI POSYANDU BOUGENVILLE Mega Rozalia; Lisnawati Lisnawati; Asminar Dalimunte
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63180

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu tindakan pencegahan penyakit yang terbukti sangat cost effective. Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi seperti faktor internal dan juga lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai faktor yang berkaitan dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap kepada bayi di Posyandu Bougenville wilayah kerja Puskesmas Aro Kabupaten Batang Hari Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada kegiatan Posyandu Bougenville tanggal 27 Juli 2026 dengan melibatkan 55 ibu yang memiliki bayi usia 10–59 bulan, pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling dan analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji fisher’exact test dan Continuity Correction. Hasil Penelitian ada hubungan antara pengetahuan, dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi (p-value 0,000<0,005) dan Tidak ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi (p-value 0,069>0,005).
PENGARUH PURSED LIPS BREATHING TERHADAP RESPIRATORY RATE DAN SATURASI OKSIGEN PENDERITA PPOK DI RSUD SUNGAI LILIN Nyimas Ayu Anggraini; Yora Octavia; Komala Sari; Tursina Tursina; Risna Meliyani
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63183

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) ialah kelainan respirasi progresif yang diidentifikasi melalui restriksi aliran udara, hambatan difusi gas, peningkatan frekuensi napas atau Respiratory Rate (RR), serta penurunan saturasi oksigen (SpO2). Pursed Lips Breathing (PLB) hadir sebagai solusi keperawatan non-farmakologis yang didesain guna memperpanjang durasi ekspirasi, meminimalkan jebakan udara (air trapping), dan mendongkrak efisiensi ventilasi paru. Menganalisis dampak dari aplikasi latihan Pursed Lips Breathing terhadap penurunan frekuensi pernapasan (RR) sekaligus peningkatan saturasi oksigen (SpO2) pada penderita PPOK di RSUD Sungai Lilin. Studi kuantitatif ini memakai rancangan kuasi-eksperimental dengan model one-group pretest-posttest yang dilangsungkan sepanjang Juni hingga Agustus 2026 di Ruang Rawat Inap RSUD Sungai Lilin. Melalui metode purposive sampling, didapatkan 30 pasien PPOK sebagai sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi pernapasan diberikan selama kurun waktu 10–15 menit berlandaskan standar operasional prosedur yang berlaku. Instrumen pengumpulan data berupa oximeter nadi dan stopwatch, sementara pengujian hipotesis memanfaatkan statistik univariat dan Paired t-Test parametrik (setelah lolos uji normalitas Shapiro-Wilk, p > 0.05). Mayoritas subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki (83,3%, n=25). Ditemukan penurunan rerata RR yang sangat nyata dari angka baseline 26,43 ± 1,68 kali/menit menjadi 21,07 ± 1,66 kali/menit pasca-tindakan (Δ = -5.36, t = 29.41, p = 0.000). Di sisi lain, kadar SpO2 mengalami lonjakan signifikan dari rerata awal 92,30% ± 1,21% merangkak naik ke posisi 95,73% ± 0,83% (Δ= +3.43%, t = -19.36, p = 0.000). Teknik Pursed Lips Breathing terbukti secara empiris mampu mengoreksi frekuensi napas menjadi lebih rendah dan menaikkan kejenuhan oksigen (SpO2) pada pasien PPOK. Praktisi keperawatan disarankan menyisipkan metode PLB ini ke dalam dokumen baku asuhan keperawatan pasien respirasi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 6 BULAN Marsya Trinanda; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63190

Abstract

Masa bayi merupakan "periode emas" dalam perkembangan manusia. Perkembangan pesat terutama pada sistem saraf pusat, kemampuan sensorik, dan keterampilan motorik meletakkan dasar bagi pencapaian tahap perkembangan selanjutnya selama enam bulan pertama kehidupan. Penguasaan keterampilan motorik halus yaitu kemampuan memakai otot-otot kecil dalam aktivitas koordinasi mata-tangan seperti menggenggam, memindahkan benda, dan bereksplorasi merupakan prediktor penting bagi perkembangan bayi. Faktor genetik, kesehatan, stimulasi, nutrisi, dan nutrisi saat lahir memengaruhi perkembangan motorik halus, penelitian dilakukan akan menambah pemahaman ibu mengenai studi ini melihat bagaimana ASI eksklusif dan kesehatan gizi memengaruhi perkembangan motorik halus pada bayi berusia enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain analisis dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan sekaligus tanpa melakukan intervensi pada responden. Perkembangan motorik bayi enam bulan dievaluasi setelah peneliti menganalisis status gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif mereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan perkembangan motorik, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,045 (p < 0,05). Status gizi dan perkembangan motorik bayi enam bulan juga menunjukkan korelasi yang signifikan, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,019 (p < 0,05). Bayi yang sehat dapat menguasai keterampilan motorik lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang memiliki masalah gizi. Oleh karena itu, ASI eksklusif dan status gizi memiliki pengaruh penting pada perkembangan motorik bayi enam bulan, jadi menangani kedua variabel ini sangat perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
PENGARUH PENGGUNAAN GYMBALL DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNANAN NYERI PERSALIANAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERBAK Siti Hamsiah; Syarifah Maimalah; Yusri Yani; Tutihandayani Tutihandayani; Lidya Kurniasari
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63320

Abstract

Nyeri persalinan merupakan salah satu masalah yang dapat memengaruhi kenyamanan dan pengalaman ibu selama proses persalinan. Penanganan nyeri dengan metode nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan menjadi salah satu alternatif dalam asuhan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gymball dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Berbak. Desain penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest yang melibatkan dua kelompok perlakuan. Sampel penelitian ini berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 responden diberikan intervensi gymball dan 10 responden diberikan aromaterapi lavender. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri persalinan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Rata-rata skor nyeri sebelum diberikan intervensi pada kelompok gymball dan aromaterapi lavender masing-masing sebesar 8,0 yang termasuk kategori nyeri berat. Setelah diberikan intervensi, rata-rata skor nyeri pada kelompok gymball menurun menjadi 3,6 dengan penurunan sebesar 4,4 poin dan diperoleh nilai p=0,005 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri persalinan. Pada kelompok aromaterapi lavender, rata-rata skor nyeri menurun menjadi 6,5 dengan penurunan sebesar 1,5 poin dan diperoleh nilai p=0,058 (p>0,05), sehingga penurunan nyeri tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Penggunaan gymball berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif dan menunjukkan penurunan skor nyeri yang lebih besar dibandingkan aromaterapi lavender. Gymball dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode nonfarmakologis dalam membantu mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif.