cover
Contact Name
San Putra
Contact Email
jurnalgenerasitarbiyah@insan.ac.id
Phone
6285370722744
Journal Mail Official
jurnalgenerasitarbiyah@insan.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.insan.ac.id/index.php/jgt/editorial-team
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 2830182X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Generasi Tarbiyah adalah jurnal yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat INSTITUT SYEKH ABDUL HALIM HASAN BINJAI. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil penelitian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai masalah dalam bidang penelitian mencakup pendidikan islam. Artikel yang dimuat dalam Jurnal Generasi Tarbiyah meliputi hasil-hasil penelitian yang memiliki relevansi dengan: 1. Pendidikan Islam 2. Pendidikan Islam Anak Usia Dini 3. Bimbingan dan Konseling 4. Perkembangan Anak 5. Psikologi Perkembangan Anak 6. Media dan Sumber Belajar
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIST BERDASARKAN PENDEKATAN METODE DISKUSI DI MADRASAH Fitria, Devi
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.100

Abstract

ABSTRAKMemilih metode pembelajaran mengajar yang tepat sangat penting dalam proses pembelajaran.Metode pembelajaran terdiri dari semua komponen pembelajaran bahan dan prosedur atau tahapan kegatan pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Metode pembelajarannya adalah rencana tindakan termasuk penggunaan pendekatan dan berbagai sumber daya dalam pembelajaran ,metode dirumuskan untuk mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran materi Al-qur’an hadist memiliki ranah efektif yang lebih dominan, sehingga ketika pembelajaran materi ini berlangsung tanpa menyentuh ranah efefktif, itu dapat dipastikan bahwa tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal. Disana berbagai macam metode dan teknik pembelajaran yang akan digunakan oleh pendidik, namun tidak semuanya sama efektifnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu diperlukan kreasi dan inovasi guru dalam memilih strategi.Mempelajari alquran hadist yang merupakan bagian penting dari pendidikan islam juga berkontribusi terhadap pencapaian pendidik nasional. Belajar alquran hadist adalah pemberian pengetahuan atau keterampilan membaca dari pendidik kepada peserta didik agar siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang alquran hadist.Kata Kunci : Pembelajaran Alquran Hadist, Metode Diskusi Di Madrasah.
PENYANDANG DISABILITAS, ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN Arie, Arie Dwi Ningsih
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.101

Abstract

Anak penyandang disabilitas dapat digolongkan sebagai salah satu kelompok rentan. Yakni kelompok yang paling sering menerima perlakuan diskriminasi dan hak-haknya sering tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait masalah yang dialami oleh anak penyandang disabilitas serta solusi yang dapat diambil sebagai langkah ikhtiar dalam memenuhi hak dan kewajiban mereka. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan melalui pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa masih banyak anak penyandang disabilitas yang belum memperoleh perlakuan yang layak khususnya dalam hal Pendidikan. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Adanya kebijakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas, sangat mempengaruhi layanan pendidikan yang diterima sebagai hak mereka memperoleh pendidikan, kejelasan status dan kebijakan penyandang disabilitas sudah mulai diperhatikan pemerintah baik di Indonesia maupun di dunia, dengan kebijakan pemerintah atas penyandang disabilitas, merupakan berita yang cukup menggembirakan karena bagi orang tua dan juga anak penyandang disabilitas sehingga mereka lebih bersemangat menghadapi hidup dan kehidupan, dengan adanya kebijakan bagi anak penyandang disabilitas, tingkat perekonomian mereka lebih terjamin di kemudian hari.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENURUNAN PERILAKU BULLYING DENGAN PENDEKATAN PSIKOEDUKASI Almizri, Wahyu
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.103

Abstract

AbstractViolence that occurs in adolescents is a form of behavior that is often encounteredand the trend continues to increase. One of the violence that occurs in the schoolenvironment is bullying. Bullying is violent behavior that is perpetrated by someoneagainst a group of weak people repeatedly by taking advantage of an imbalance ofpower, which is done physically, verbally or psychologically. Guidance andcounseling teachers have a role in providing assistance to students so they can knowand accept themselves and can know and accept their environment positively anddynamically. And being able to make decisions. Directing and realizing oneselfeffectively and productively for the future. In cases of violence that occur, especiallybullying, of course this is an urgency for the counseling teacher to be able to reducethis behavior, one of which is with the psychoeducation group. This paper willprovide stages in the implementation of psychoeducation because this paper is aliterature review that comes from several references.Keywords: Guidance and Counseling, psychoeducation.
FUNGSI PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN DALAM KELUARGA Gunawan, Hadi
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.104

Abstract

Pengasuhan dan pendidikan pertama yang diperoleh anak pada masa awal kehidupannya berasal dari orang tua. Pendidikan keluarga adalah pendidikan non formal yang terselenggara oleh dan di dalam keluarga yang berbentuk bimbingan atau pembelajaran terhadap anggota dari kumpulan satu keturuan atau satu tempat tinggal yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak dan seterusnya.. Pola pengasuhan anak erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga atau komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu, dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Perbedaan cara mengasuh ayah dan ibu tidak menjadi menghalang dalam mengurusi anak, tetapi akan menjadikan saling melengkapi kekurangan masing-masing dan menjalankan perannya dengan baik dan efektif. Kemudian akan menjadikan anak mempunyai kepribadian yang baik dan keluarga akan menjadi harmonis dan sejahtera.
PENGGUNAAN GAWAI OLEH ANAK USIA DINI MEMBUTUHKAN PENGAWASAN ORANG TUA San Putra; Lubis, Muhammad Alridho
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.105

Abstract

Penggunaan gawai memiliki dua sisi kemungkinan bagi anak, memberikan banyak keuntungan maupun dampak yang buruk bagi perkembangan anak . Konten-konten negatif seperti pornografi dan kekerasan menjadi hal yang patut untuk diwaspadai oleh orang tua karena berdampak pada perkembangan anak yang dengan mudah dapat meniru hal-hal tersebut. Pengawasan orang tua terhadap penggunaan gawai bagi anak merupakan hal penting untuk disadari sebagai upaya untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan gawai. Penggunaan gawai pada anak harus dibatasi hingga orang tua mampu untuk mencarikan aplikasi hingga konten yang layak dan bermanfaat pada anak. Peran oaring tua amat penting dalam mengawasi, mengkontrol dan memperhatikan segala aktivitas anak dalam menggunakan gawai
MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QURAN HADITS DI MADRASAH Satriyadi, Satriyadi; Syahputra, Eka Bayu
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v2i1.106

Abstract

PEMBELAJARAN AL-QURAN HADITS PADA STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH ISLAM TERPADU AL-FITYAH Wulandari, Putri; Nasution, Siti Zahara Khairunnisah; Azhara, Siti; Nasution, Siti Kholijah; Nurhalisah, Siti; Ramadhani, Putri
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v2i1.108

Abstract

ABSTRACT Al-Qur'an Hadith learning is two different lesson content, but in terms of nomenclature this learning becomes one name of learning, namely Al-Qur'an Hadith. In the Integrated Islamic School education unit, there is no specific nomenclature of Al-Qur'an Hadith subjects, only Islamic Religious Education (PAI) learning. But that doesn't mean the Integrated Islamic School doesn't study the Al-Qur'an Hadith. They still study it, it's just that the scope is narrower than students who are in Madrasas, and their learning is more emphasized on the habituation of Islamic manners and morals in accordance with the Al-Quran and Hadith. This study aims to determine the need for the implementation of Al-Qur'an Hadith in Integrated Islamic-based schools, namely to create schools that effectively develop educational processes that can develop the natural potential of students towards the vision of forming a generation that is pious and has the character of a leader based on a philosophy that refers to the messages of Islamic education as stated in the Qur'anul Karim. This research uses a type of descriptive qualitative approach, that is, a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. From research conducted at the Alfityah Integrated Islamic School, it can be concluded that even though the Al-Quran Hadith subject is not part of the school curriculum, it does not mean that the school does not apply the main points of the lessons contained in it. But by way of direct application it is more needed for the provision of students in their daily lives.
PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF (ACTIVE DEBATE) PADA PEMBELAJARAN AL-QURAN HADIST DI MADRASAH Al Wafi, Rafdi
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.115

Abstract

Often we as educators who are new to feeling silence in class, so the class runs in monotone, therefore the author wants to apply one of the learning methods, namely the active debate method. The active debate method is a method that helps students channel their ideas, thoughts and opinions by asking questions. The approach used is a qualitative approach. By applying and developing active debate learning methods, students can improve their ability to ask and answer questions in participating in ongoing learning. The aim is to find out the steps for applying the active debate method to learning the Al-Qur'an Hadith in madrasas. Based on the discussion carried out, the application of active debate is carried out with the following steps, starting from preparing a question, dividing the class into two teams, preparing arguments, then starting the active debate method, then identifying the best arguments according to the students.
Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab pada Pembelajaran Al-Qur'an Hadis dalam Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur'an Latifah, Dina; Sulistia, Dilla; Sajiwo , Bagus; Ginting, Ayu lestari br
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v2i1.116

Abstract

Dalam dunia pendidikan, metode pembelajaran merupakan suatu faktor yang penting untuk menunjang keaktifan dalam proses pembelajaran, dan penggunaan metode akan mempengaruhi tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Dalam memilih metode pembelajaran harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi metode pembelajaran, artinya dalam menentukan metode pembelajaran itu tepat, maka tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Metode yang digunakan pada pembelajaran Alquran Hadis yang akan dibahas kali ini adalah metode ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah dan tanya jawab memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan dari apa yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan dan teknik metode ceramah dan tanya jawab pada mata pelajaran Alquran Hadis dalam memahami tujuan dan fungsi Alquran. Adapun permasalahan yang sering terjadi terkait penggunaan metode ceramah dan tanya jawab. Pada metode ceramah yaitu mudah terjadi verbalisme, yang visual menjadi rugi, yang auditif lebih besar menerima. Membosankan untuk penggunaan yang relatif lama, sulit menyimpulkan bahwa siswa paham dan tertarik dengan apa yang disampaikan, dan siswa menjadi pasif. Kemudian permasalahan yang sering terjadi pada penggunaan metode tanya jawab yaitu siswa merasa takut dan tegang bila guru kurang dapat menghadirkan suasana akrap dan menimbulkan keberanian siswa. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai tingkat berfikir siswa dan mudah dipahami siswa, banyak waktu terbuang terutama bila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan, dan tidak mungkin memberi pertanyaan pada setiap siswa untuk kelas yang besar. Metode ceramah ialah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada siswa atau khalayak ramai. Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran dengan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode tanya jawab ini dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi sehingga dapat menciptakan kondisi belajar menjadi menyenangkan.
Pengenalan Konsep Manajemen Waktu Melalui Aktivitas Matematika untuk Anak Usia Dini Annisa, Aulia
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v1i2.130

Abstract

Saat ini teknologi berkembang pesat dan menyentuh semua kalangan, baik dari pengguna dewasa bahkan anak- anak juga tidak terlepas dari pengaruh teknologi. Anak-anak dapat mengakses permainan digital dari tablet, komputer atau telepon genggam. Tetapi dalam penggunaan peralatan digital, orang tua harus menerapkan manajemen waktu agar penggunaannya tidak berlebihan, sebab akan membuat anak kehilangan kesempatan berinteraksi dengan orang lain dan kehilangan waktu belajar Penelitian ini menganalisis manajemen waktu anak usia 3-6 tahun dari sisi teoritik serta solusi dalam mengatasi problematika manajemen waktu sehingga bisa menumbuhkan kemandirian pada anak. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis 15 buku dan artikel ilmiah terkait manajemen waktu melalui aktivitas matematika pada anak. Teknik analisis data menggunakan analisis isi terkait fenomena, penyebab dan solusi manajemen waktu anak melalui aktivitas matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dilatih untuk dapat menentukan prioritas mana aktifitas yang penting dan yang harus di dahulukan, agar anak lebih produktif baik di sekolah atau aktifitas lainnya. Materi utama manajemen waktu yang diajarkan dalam perancangan permainan adalah belajar menentukkan prioritas kegiatan dan penggunaan konsep urutan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, sehingga diharapkan apabila anak memahami kedua materi tersebut, secara tidak langsung anak juga dapat mengembangkan kedisiplinan karena terlatih untuk mematuhi aturan-aturan yang ada.