cover
Contact Name
Mohamad Reza Assidhiq
Contact Email
mohamadreza@staff.poltekkes-smg.ac.id
Phone
0895329402121
Journal Mail Official
jurnalrisetgizi@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Wolter Monginsidi No.115, Pedurungan Tengah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : 10.31983/jrg.v12i2.11757
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Gizi is a journal publishing original research papers, review articles and case studies focused on clinical nutrition, community nutrition, and food services.
Articles 339 Documents
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri Putriana, Dittasari; Habibah, Itna Husnatul; Hidayati, Ririn Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11883

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses keluarnya darah yang sehat dari area rahim yang kemudian mengalir keluar dari tubuh melalui vagina. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah siklus menstruasi yang tidak teratur ataupun gangguan siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi salah satunya yaitu kebiasaan konsumsi fast food. Kebiasaan konsumsi  fast food  beresiko 5,6 kali lebih besar mengalami gangguan menstruasi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15-18 tahun di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta yang berjumlah 38 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi fast food pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Qualitative Food Frequency Questionnaire (Q-FFQ). Data siklus menstruasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data menggunakan chi-square (p-value 0,05).Hasil:  Hasil uji chi-square  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan (p = 0,001 dan OR = 11).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN ASUPAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH ATAS PUSKESMAS PEJAWARAN BANJARNEGARA Pranawinarni, Ratih; Sunarto, Sunarto; Subandriani, Dyah Nur
JURNAL RISET GIZI Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v5i1.4358

Abstract

Background: Riskesdas 2007, 2010 and 2013 show the prevalence of malnutrition in a row at 18.4%, and 17.9% and 19.6% of. Mother's attitude, knowledge and intake of less is the cause of the problem of malnutrition.Objective: to Determine the relationship of knowledge, attitude of the mother and the intake of complementary foods and nutritional status of children age 12 – 24 months in the region on Phc Pejawaran.Methods: Type of observational analytic study design case-control. Study subjects all children under five underweight, as a control toddler good nutrition with metching sexes, taken at random. Bivariate analysis using Mc Nemar with α ≤ 0.05. Method of sampling begins with the screening, the nutritional status based on the index of BB/U, the nutritional intake with recall interview 2 x 24 hours. Knowledge and attitude with interview using questionnaire instruments.Results : case group mothers less knowledge 41%, the attitude is not supportive of 12.5%, the energy intake is not enough to 43.7% and protein of 39.6%. The control group maternal knowledge less at 35.4% , the attitude is not supportive 8% , the energy intake is not enough to 37.8 and protein 35,5% .Conclusion: There is no significant influence between knowledge (p=0,508), attitude (p=0,727), energy intake (p=0,508) and protein (p=0.754 to) with the nutritional status of children aged 12-24 in the region above the public health center Pejawaran Banjarnegara.Suggestion: Need to increase counseling on mother and toddlers to improve knowledge and attitudes to prevent the toddler is underweight.
ANALISIS KANDUNGAN SERAT PANGAN DAN DAYA TERIMA FORMULA MINUMAN HEALTHY BOBA Fajrin, Hasina Nur; Jaelani, Mohammad; Setiadi, Yuwono; Ambarwati, Ria
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.8762

Abstract

Background: Boba milk tea is a drink that contains high calories, sugar and fat and low fiber which can increase the risk factors for high blood sugar disorders. It needs to be modified by adding porang glucomannan flour and kappa carrageenan as high-fiber food ingredients. Objective: To determine the dietary fiber content and the acceptability of the healthy boba drink formula.Method: The study used a true experimental method with a one-factor completely randomized design (CRD) with three treatments. Food fiber content data were analyzed using One Way ANOVA and Post Hoc Duncan Multiple Range Test (DMRT). Acceptance data was analyzed using the Kruskal-Wallis Test. Results: The dietary fiber content of 1 serving of Healthy Boba drink formula is F1 (1.1663 g), F2 (1.8079 g), F3 (1.7527 g). Variations in the addition of glucomannan porang flour and kappa carrageenan had a significant effect on the dietary fiber content of the Healthy Boba Drink formula (p=0.000). There was no difference in panelists' acceptance of color (p=0.977), aroma (p=0.846), taste (p=0.109) and texture (p=0.148). The level of acceptance of the Healthy Boba drink is 90% of consumers can spend 75% of the portion of F1, 77% in F2 and 73% in F3. Conclusion: The highest dietary fiber content in the Healthy Boba Drink formula can meet 4.9% of the fiber needs in prediabetes adolescents, and can be recommended as an alternative drink in the prevention of prediabetes.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Diabetes Melitus, Tingkat Asupan Karbohidrat dan Tingkat Asupan Serat dengan Kadar Glukosa Darah Postprandial pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan RSUP Dr. Kariadi Semarang Rahmawati, Pradina; Mintarsih, Sri Noor; Priyatno, Djoko
JURNAL RISET GIZI Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v1i1.37

Abstract

Background: the prevalence of type 2 diabetes mellitus in the province of Central Java in 2009 at 0, 19% experienced improvement when compared to the prevalence in 2008 of 0, 16%. incidence of diabetes mellitus is influenced by several factors. knowledge about the disease diabetes mellitus diabetes mellitus and its treatment is important in holding peranana control blood sugar levels. intake of carbohydrates and fiber that fits your needs can help control blood sugar levels. Purpose: This study aims to determine the relationship level of knowledge about diabetes mellitus, the level of carbohydrate intake and level of fiber intake with postprandial blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus poly outpatient department of Dr. Kariadi Semarang. Methods: the study design was cross sectional approach. Data rates of diabetes mellitus knowledge obtained by a questionnaire, the data rate of carbohydrate intake and level of fiber intake obtained by food frequency questionnaire semi-quantitative. data analysis using chi square test. Results: the results showed that all samples were aged over 40 years, the number of samples of postprandial blood glucose levels are high as 51.5%, the level of knowledge of diabetes mellitus with less category at 72.7% and a high level of carbohydrate intake 72.7 % and the level of fiber intake by as much as 72.7% less category. Conclusion: there is a relationship between the level of knowledge about diabetes mellitus in post prandial glucose levels, while the level of carbohydrate intake and level of fiber intake did not show any relationship with post-prandial blood glucose levels. need to make a referral to outpatients and provide counseling on a regular basis.
Hubungan Status Gizi, Beban Kerja, Asupan Energi Dan Zat Gizi Makronutrien Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Produksi Farihatin, Anis; Subandriani, Dyah Nur; Setiadi, Yuwono
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10744

Abstract

Latar Belakang : Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi karena menghambat proses dan hasil suatu pekerjaan sehingga mengakibatkan menurunnya kesehatan, kapasitas kerja, dan daya tahan tubuh akibat aktivitas kerja. Menurut Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2014 di Indonesia rata-rata terjadi 414 kecelakaan kerja per hari, 27,8% disebabkan oleh kelelahan yang tinggi.  Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, beban kerja, asupan energi dan zat gizi makro dengan kelelahan kerja pada pekerja produksi di PT. Selaras Citra Lestari Bawen. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang. Data status gizi dari pengukuran IMT, beban kerja menggunakan pengukuran denyut nadi, asupan energi dan zat gizi makronutrien diperoleh dari food recall 2x24 jam dan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner IFRC. Hasil analisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p-value = 0,000), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p-value = 0,538), asupan energi (p-value = 0,300), asupan protein ( p-value = 0,077), asupan lemak (p-value = 0,199), dan asupan karbohidrat (p-value = 0,601) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di PT. Selaras Citra Lestari Bawen.
Studi Pembuatan “Healthy Fig Bar Food” Yang Tinggi Kalium dan Serat Sebagai Alternatif Snack Penderita Hipertensi Rahayuni, Arintina; Hunandar, Cahyo
JURNAL RISET GIZI Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v4i2.3266

Abstract

Latar Belakang : Fig Bar adalah produk roti kering yang tersusun atas bagian kerak/crumb yang renyah dan bagian isi yang terdiri dari bubur buah yang dikeringkan. Fig bar yang dibuat dalam penelitian ini ditujukan untuk penderita hipertensi. Formula ini dibuat karena minimnya snack sehat yang dijajakan dipasaran, terutama snack yang memiliki kriteria khusus bagi penderita penyakit tertentu terutama penderita hipertensi, karena pada umumnya penderita hipertensi harus membatasi asupan natrium. Natrium pada snack food umumnya tinggi karena proses pengolahannya banyak digunakan food additive.Tujuan : Pada penelitian ini dilakukan upaya untuk membuat formula fig bar yang sesuai untuk penderita hipertensi, karena didalam formulasinya mengandung kalium dan serat tinggi,  natrium rendah, nilai gizi yang baik, harganya murah dan disukai. Rasio kalium dan natrium minimal 1:1.Metode : Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan untuk mendapatkan formulasi dan proses pembuatan fig bar yang tepat. Penelitian utama yaitu 4 taraf perlakuan jenis kacang yaitu kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai dan kacang dieng sebagai sumber kalium. Hasilnya diamati kadar kalium, natrium, serat, nilai gizi,  sifat fisik tekstur (hardness), daya terima serta analisis biaya. Analisis kadar serat, kalium, natrium, nilai gizi dianalisis menggunakan one way anova pada α 1%. Uji lanjut ditetapkan berdasarkan besarnya koefisien keragaman. Uji Daya Terima dianalisis dengan Friedman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tekstur terbaik nilai kekerasan adalah fig bar kacang dieng dan kacang hijau, karena teksturnya tidak terlalu keras atau terlalu empuk.Kandungan kalium tertinggi ada pada produk fig bar kacang kedelai, Kandungan natrium terendah ada pada produk kacang dieng, rasio kalium dan natrium pada keempat perlakuan pembuatan fig bar lebih dari 1:1. Kandungan serat pada produk fig bar kacang kedelai, kacang hijau dan kacang dieng hampir sama dan tertinggi terdapat pada produk fig bar kacang kedelai.Nilai kalori keempat jenis produk fig bar hampir sama ± 450 kkal per 100 g dan kadar airnya kurang dari 3%, termasuk kriteria produk kering.Sumbangan  kalium dan serat tertinggi pada konsumsi 25 g adalah pada produk fig bar kacang kedelai, yaitu 25,71% dan 46,52%.Hasil uji daya terima ada pengaruh penambahan jenis kacang terhadap warna, tekstur dan rasa, tetapi tidak ada pengaruh terhadap aroma.Harga jual fig bar per 100 g (20 keping @ 5 g) kurang lebih 4000 rupiah.Kesimpulan : Disarankan penggunaan kacang kedelai pada pembuatan produk fig bar karena kandungan kalium dan seratnya tertinggi, memperbaiki tekstur fig bar kacang dieng dengan menambahkan pati pada formulasinya.Warna dan rasa fig bar kacang kedelai diperbaiki dengan lebih memperhatikan proses pengolahan dan pengkombinasian bahan.Disarankan untuk mengkonsumsi fig bar ± 25 g dalam sehari sesuai porsi snack.
Edukasi Melalui Video Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang ASI Eksklusif Ramadhani, Salsabila; Sitoayu, Laras; Fitri, Yuni Pradilla; Ismawati, Yuni; Ronitawati, Putri
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11257

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan salah satu program yang sedang gencar digalakkan oleh bidang kesehatan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Di Puskesmas Kedaung Wetan cakupan bayi usia 0 – 6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif yaitu 22,1%, angka ini masih di bawah indikator capaian target yaitu 50%. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media edukasi video terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang.Metode: Penelitian pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest without control group. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022. Subjek pada penelitian ini yaitu ibu hamil sebanyak 40 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil dari 40 responden didapatkan bahwa 29 orang (72,5%) berumur 26 – 35 tahun, 39 orang (97,5%) sebagai ibu rumah tangga, 24 orang (60%) berpendidikan terakhir SD. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan bahwa nilai p-value yaitu 0.0001 atau p 0.05 yaitu terdapat pengaruh pemberian media edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaung Wetan.Kesimpulan:  Edukasi menggunakan video tentang ASI eksklusif efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang
PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK AUTIS ANTARA YANG MENDAPAT TERAPI DIET CFGF DENGAN DIET PROVOKASI ELIMINASI DI KOTA SEMARANG Jaelani, Mohammad; Priyatno, Joko
JURNAL RISET GIZI Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v5i1.4325

Abstract

Background  : There are at least two dietary recommendations for people with autism, a strict diet of CFGF that eliminates dietary sources of casein and gluten in the diet and a diet of elimination provocation that still tolerates foods containing Casein or gluten which after the provocation of elimination tests does not cause allergies in the individual.Objective  : This study was conducted to determine differences in motor development in children with autism between who received CFGF diet therapy with a diet of provocation of elimination in the city of Semarang.Method  : To achieve the expected research objectives, descriptive research will be conducted using comparative study method that is comparing the energy intake, protein intake and autistic children's development body between those who run the CFGF diet and provocation of elimination using Longitudinal research design that measures the variables for three months ahead.Results  : The results of the analysis in Table 22 showed that there was a difference between the CFGF Diet Group and the Elimination Provocation Diet on the variable energy intake level, protein intake level and nutritional status (pvalue 0.05). While in the variable of motor development statistically there is no difference (pvalue 0,05).Conclusion  : There is a difference in the level of adequacy of energy, protein and nutritional status between children who run the CFGF Diet with children who are on diet therapy Provocation of elimination. And there is no difference in motor behavior between children who run the CFGF Diet with children who are on diet therapy Provocation of elimination.
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN SISWI TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH Murnariswari, Kirana; Nuzrina, Rachmanida; Dewanti, Lintang P; Nadiyah, Nadiyah
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6757

Abstract

Background: Anemia is one of the global public health problems which affect 1.62 billion world population. One of the government's programs to prevent and combat anemia on female adolescents are PPAGB programs with administration of one Fe tablet consumption once a week for a year. But not all female adolescents adhere to consume Fe Tablets which given from the program.Objective: To determine the correlation between female students' knowledge and attitude related with anemia on Fe-tablets compliance on PPAGB Programs in 26's National Junior High School (SMPN 26) Bekasi City, West Java.    Method: A research survey with cross-sectional design. Sampling technique with systematic random sampling to obtain 100 respondents. Data were analyzed with Chi-Square test.                                        Result: The results showed that attitudes and knowledge related to anemia were correlated with Fe-tablets consumption and compliance. The Chi-Square test showed the relationship between attitude and Fe-tablets compliance with p-value 0.000; 0.005, also relationship between knowledge related to anemia and Fe-tablets consumption with p-value 0.002; 0.005Conclusion: There are a relationship between female students' attitude and knowledge related to anemia on Fe-tablet compliance on PPAGB Program at 26's National Junior High School (SMPN 26) Bekasi City, West Java.
Efektivitas Edukasi Diet Dietary Approaches to Stop Hypertension dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Penderita Hipertensi di Kecamatan Pasar Rebo Sani, Andini Rahmah; Agestika, Lina
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.7781

Abstract

Latar Belakang: Penderita hipertensi perlu mengontrol tekanan darah melalui asupan makanan yang tepat. DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merupakan salah satu diet yang dianjurkan JNC 7 untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi gizi mempermudah seseorang untuk memahami materi dan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi diet DASH dengan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap penderita hipertensi di wilayah Kecamatan Pasar Rebo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental design dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design, yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021. Subyek penelitian adalah penderita hipertensi di wilayah Kecamatan Pasar Rebo terdiri atas kelompok kontrol dan kelompok intervensi, dengan total 84 penderita hipertensi. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test, mann-whitney, paired t-test dan wilcoxon test.Hasil: Hasil Penelitian menunjukan, pengetahuan dan sikap penderita hipertensi sebelum mendapatkan edukasi tidak berbeda secara signifikan (p-value0.05) pada kelompok kontrol dan intervensi. Setelah diberikan edukasi audiovisual terjadi peningkatan skor pengetahuan: 1.396±1.125 dan sikap: 4.588±3.094 terkait diet DASH pada penderita hipertensi (p-value: 0.000) di kelompok intervensi. Saat follow-up setelah 2 minggu pasca intervensi, terdapat pula peningkatan skor pengetahuan 1.125±1.124 dan sikap 3.094±3.714 terhadap diet DASH (p-value0.05).Kesimpulan: Edukasi diet DASH menggunakan media audiovisual efektif terhadap perubahan pengetahuan dan sikap penderita hipertensi di wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Penggunaan metode ini dapat memudahkan peserta untuk menonton ulang video dan mempertahankan pengetahuan dan sikap penderita hipertensi terhadap diet DASH.

Page 10 of 34 | Total Record : 339