cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 301 Documents
Kesejahteraan Psikologis Wanita yang Memilih Childfree: Peran Kepuasan Hidup dan Dukungan Sosial Aflah Ikhtiyasa Nagrimukti; Dyan Evita Santi; Aliffia Ananta
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research explores the psychological well being of young adult women who chosen to remain childfree. The childfree choice often leads to social stigma that can affect an individual’s psychological condition. The aim of this study is to explore the role of life satisfaction and social support in the psychological well being of childfree women. This research used a quantitative approach with a correlational design. The participants were 116 early adult women aged 20-40 years who were married anf consciously chose to be childfree. The instruments used were the life satisfaction scale, social support scale, and psychological well being scale. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that life satisfaction and social support jointly contribute to psychological well being, but only life satisfaction plays a significant role. It is concluded that the psychological well being of childfree women is more strongly influenced by their level of life satisfaction, while social support contributes when aligned with personal values. Keywords: childfree, early adult women, life satisfaction, psychological well being, social support Abstrak Penelitian ini mengkaji kesejahteraan psikologis pada wanita dewasa awal yang memilih untuk childfree. Pilihan childfree kerap menimbulkan stigma sosial yang memengaruhi kondisi psikologis individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepuasan hidup dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis wanita childfree. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 116 wanita dewasa awal berusia 20-40 tahun yang telah menikah dan memilih childfree secara sadar. Instrumen penelitian meliputi skala kepuasan hidup, skala dukungan sosial, dan skala kesejahteraan psikologis. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan hidup dan dukungan sosial bersama-sama berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis, namun hanya kepuasan hidup yang berperan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis wanita childfree lebih dipengaruhi oleh tingkat kepuasan hidup, sementara dukungan sosial berperan apabila selaras dengan nilai hidup pribadi. Kata kunci: childfree, dukungan sosial, kepuasan hidup, kesejahteraan psikologis, wanita dewasa awal
Ketahanan Psikologis sebagai Fondasi Adaptasi Karier Mahasiswa Pekerja Antika Nadia Nur Cahya Ningrum; Suroso; Karolin Rista
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Students balancing academic and work responsibilities often encounter complex challenges. The ability to adjust to career shifts is crucial for sustaining performance and personal growth. This research explores how psychological hardiness contributes to improving career adaptability among employed students. Utilizing a quantitative correlational approach, the study involved 386 active working students selected through purposive sampling. The instruments comprised a career adaptability scale covering four dimensions and a psychological hardiness scale with three core dimensions. Data were analyzed using correlation methods via statistical software. The results indicated that students with higher psychological hardiness tend to possess stronger career adaptability. In conclusion, hardiness serves as a vital psychological base that enables working students to manage dual roles, maintain productivity, and navigate career-related challenges effectively. Keywords: career adaptability, career development, hardiness; psychological resilience, working students. Abstrak Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pelajar dan pekerja menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika karier menjadi aspek penting dalam menjaga kinerja dan pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ketahanan psikologis yaitu hardiness dalam meningkatkan kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa yang bekerja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 386 mahasiswa aktif yang bekerja, dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan mencakup skala adaptabilitas karier yang terdiri dari empat dimensi, serta skala hardiness yang mencakup tiga dimensi utama. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat ketahanan psikologis yang tinggi cenderung memiliki kemampuan adaptasi karier yang lebih baik. Secara keseluruhan, hardiness berfungsi sebagai fondasi penting yang membantu mahasiswa bekerja dalam menghadapi peran ganda, tetap produktif, dan mampu menghadapi tantangan karier secara efektif. Kata kunci: adaptabilitas karier, hardiness, ketahanan psikologis, mahasiswa bekerja, perkembangan karier,
Niat Resign di Tengah Burnout dan Karier Tanpa Arah Salwa Nur Azizah; Diah Sofiah; Yanto Prasetyo
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study discusses the psychological conditions of employees related to career stagnation and work fatigue in the context of the intention to leave the job. The purpose of this research os to determine whether career plateau and burnout contribute to triggering turnover intention among employees. This study employeed a quantitative correlational design involing 169 employees of a private bank in Surabaya. The instruments used were the career plateau scale, burnout scale, and turnover intention scale. Data were analysed using Spearman Rho correlation. The findings indicate that career plateau and burnout have a positive relationship with turnover intention. These results highlight the importance of organizational attention to career development and psychological well- being as a preventive effort against employees’ intention to resign. Keywords: burnout, career plateau, employees, turnover intention Abstrak Penelitian ini membahas kondisi psikologis karyawan yang berkaitan dengan stagnasi karier dan kelelahan kerja dalam konteks niat untuk keluar dari pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah career plateau dan burnout berperan dalam memicu turnover intention pada karyawan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan 169 karyawan bank swasta di Surabaya sebagai subjek. Instrumen yang digunakan meliputi skala career plateau, burnout, dan turnover intention. Teknik analisis data menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa career plateau dan burnout memiliki hubungan positif dengan turnover intention. Temuan ini menegaskan pentingnya perhatian organisasi terhadap pengembangan karier dan kesejahteraan psikologis sebagai langkah pencegahan terhadap niat keluar dari pekerjaan. Kata kunci: burnout, career plateau, karyawan, turnover intention
Peran Pola Asuh Otoriter dan Kritik Diri dalam Keputusan Karir Siswa Sekolah Menengah Atas Annisa Dian Hafsari; IGAA Noviekayati; Amherstia Pasca Rina
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This empirical research explores the relationship among authoritarian parenting and self-criticism with career decision-making among 10th and 11th grade students at SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Utilizing a quantitative correlational design, a total of 210 students were recruited through purposive sampling. Data were gathered using validated and reliable instruments, which was pre-tested on 30 respondents. The findings revealed a statistically significant simultaneous correlation among authoritarian parenting and self-criticism with career decision-making (R = 0.966, p < 0.05). Moreover, the partial test indicated that authoritarian parenting was significantly and positively associated with increased difficulty in making career decisions (p < 0.05), indicating that the more authoritarian the parenting style, the more likely students were to face difficulties in making career decisions. Additionally, self-criticism also showed a significant positive relationship with career decision-making (p < 0.05), suggesting that to a certain extent, self-criticism can encourage students to be more reflective and careful when determining their career choices. Keywords: adolescents, authoritarian parenting, career decision-making, self-criticism. Abstrak Melalui penelitian ini, peneliti berupaya untuk mengeksplorasi korelasi antara pola asuh otoriter serta kecenderungan kritik terhadap diri sendiri dengan proses pengambilan keputusan karir pada peserta didik kelas X dan XI di SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya. Studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional pada partisipan sebanyak 210 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Adapun instrumen yang digunakan meliputi skala pola asuh otoriter, skala kritik diri, dan skala pengambilan keputusan karir yang telah diuji coba terlebih dahulu pada 30 responden guna menjamin validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil pengolahan data mengungkapkan adanya hubungan signifikan secara simultan antara pola asuh otoriter dan kritik diri terhadap kemampuan pengambilan keputusan karier, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi R sebesar 0,966 dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05 (p < 0,05). Secara parsial, pola asuh otoriter memiliki hubungan positif signifikan dengan pengambilan keputusan karir (p < 0,05), menggambarkan bahwa pola asuh otoriter yang tinggi dapat memperbesar risiko siswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah kariernya. Sementara itu, kemampuan individu dalam mengkritisi diri sendiri secara signifikan berkorelasi positif dengan efektivitas mereka dalam menentukan pilihan karier (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa dalam kadar tertentu, kritik diri dapat mendorong siswa untuk lebih reflektif dan hati-hati dalam menentukan pilihan karirnya. Kata kunci: Kritik diri, Pengambilan Keputusan Karir, Pola Asuh Otoriter, Remaja.
Peran Kepuasan Kerja dalam Perilaku Quiet Quitting pada Karyawan Generasi Z Mohamad Rizky al Fazri; Diah Sofiah; Yanto Prasetyo
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Quiet quitting is a workplace phenomenon that describes employees who work only according to their formal job descriptions without emotional involvement or additional contributions. This phenomenon frequently occurs among Generation Z, who have high expectations for job satisfaction. Job satisfaction is believed to play a role in reducing the tendency toward quiet quitting. This study aims to examine the relationship between job satisfaction and quiet quitting among Generation Z employees. The research used a quantitative correlational method involving 113 Generation Z employees aged 18–28 years, selected through purposive sampling. The instruments used include a job satisfaction scale and a quiet quitting scale. The results show a significant negative correlation between job satisfaction and quiet quitting (r = -0.482, p < 0.01). This indicates that the higher the job satisfaction, the lower the tendency for quiet quitting among Generation Z employees. Keywords : Generation z, Job Satisfaction, Quiet Quitting behavior Abstrak Quiet quitting adalah fenomena kerja yang menggambarkan perilaku karyawan hanya bekerja sesuai tugas formal tanpa keterlibatan atau kontribusi lebih. Fenomena ini kerap terjadi pada Generasi Z yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja diyakini berperan dalam mencegah kecenderungan quiet quitting. Penelitian ini tujuannya guna memahami hubungan diantara kepuasan kerja dan quiet quitting atas karyawan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 113 responden karyawan Generasi Z dengan rentang umur 18-28 tahun. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat ukur yang dipakai meliputi skala kepuasan kerja dan skala quiet quitting. Hasil analisis menunjukkan ada korelasi negatif yang signifikan antara kepuasan kerja dan quiet quitting (r = -0,482, p<0,01). Artinya, semakin tinggi kepuasan kerja, maka semakin rendah kecenderungan quiet quitting pada karyawan Generasi Z. Kata Kunci : Generasi Z, Kepuasan kerja, Quiet Quitting
Peran Dukungan Sosial dan Resiliensi dalam Meningkatkan Psychological Well-Being pada Dewasa Awal Mutiara Setya Putri Basuki; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The early stages of adulthood are marked by changes characterised by demands and challenges, which have the potential to affect an individual's psychological well-being. This present study was conducted to examine the relationship between social support and resilience and psychological well-being in individuals in the early adulthood age range. This study employed a quantitative approach using a correlational design. A total of 306 young adults residing in Surabaya were selected using purposive sampling. Data were collected through the distribution of a Likert-scale questionnaire to measure social support, resilience, and psychological well-being. This study analysed the data using Spearman's correlation. The findings revealed a significant positive relationship between social support and resilience with psychological well-being. This present study offers a contribution to enriching the understanding of the role of internal and external factors in shaping psychological well-being, particularly during the early adulthood phase. Keywords: Early Adulthood; Psychological Well-Being; Resilience; Social Support Abstrak Tahap awal kedewasaan ditandai oleh perubahan yang diwarnai oleh tuntutan hingga tantangan, yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini dilakukan guna mengkaji adanya hubungan antara dukungan sosial dan resiliensi dengan psychological well-being pada individu rentang usia dewasa awal. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam studi ini. Sebanyak 306 partisipan dewasa awal yang berdomisili di Surabaya dengan teknik purposive sampling. Perolehan data dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur dukungan sosial, resiliensi, serta psychological well-being. Penelitian ini menganalisis data menggunakan korelasi Spearman. Temuan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi dengan psychological well-being. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman mengenai peran faktor internal dan eksternal dalam membangun psychological well-being, khususnya bagi fase dewasa awal. Kata kunci: Dewasa awal; Dukungan Sosial: Psychological Well-Being; Resiliensi
Mengelola Kesepian: Self-Compassion dan Dukungan Sosial dalam Kehidupan Mahasiswa Rantau Emilia Nur Aini Putri; IGAA Noviekayati; Aliffia Ananta
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Overseas students in their late teens are prone to loneliness because they have to adapt to a new environment without direct support from their families. This study aims to determine the role of self-compassion and social support in reducing loneliness levels among overseas students. This study uses a correlational quantitative approach with 183 overseas students aged 18–21 years as participants selected using incidental sampling techniques. The instruments used include scales measuring loneliness, self-compassion, and social support. Data analysis was conducted using correlation and regression tests. The results indicate that both self-compassion and social support are significantly negatively correlated with loneliness. This means that the higher the levels of self-compassion and social support, the lower the levels of loneliness experienced by students. These findings highlight the importance of psychological interventions that foster self-compassion and build strong social networks. Keywords: Social Support, Lonelines, Students Away from Home Late Adolescents, Self-Compassion. Abstrak Mahasiswa rantau pada tahap remaja akhir rentan mengalami kesepian karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa dukungan langsung dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-compassion dan dukungan sosial dalam mengurangi tingkat loneliness pada mahasiswa rantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 183 mahasiswa rantau berusia 18–21 tahun sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik insidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala loneliness, self-compassion, dan dukungan sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil menunjukkan bahwa baik self-compassion maupun dukungan sosial berhubungan negatif signifikan dengan loneliness. Artinya, semakin tinggi tingkat self-compassion dan dukungan sosial, semakin rendah tingkat kesepian yang dirasakan mahasiswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi psikologis yang menumbuhkan welas asih pada diri dan membangun jejaring sosial yang kuat. Kata kunci: Dukungan Sosial, Loneliness, Mahasiswa Rantau, Remaja Akhir, Self-Compassion.
Stres Akademik sebagai Pemicu Cyberloafing: Peran Status Mahasiswa Pekerja Khinanta Azzahra Al Jannah; Andik Matulessy; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The combination of studying and working places extra responsibilities on individuals, which can heighten stress within the educational setting. This situation may result in unproductive actions like engaging in online distractions during study time. This research intends to investigate how academic stress correlates with cyberloafing among students who also have jobs. A sample of 160 active students from the University of 17 Agustus 1945 in Surabaya was chosen using purposive sampling methods. The instruments utilized for this research comprise the Academic Stress Scale, grounded in Gadzella's theory, and the Cyberloafing Scale, derived from Akbulut's theory. Both measures have undergone tests for validity and reliability. The analysis through simple regression reveals a noteworthy positive correlation between academic stress and cyberloafing behavior. The results suggest that as academic stress rises, the likelihood of engaging in cyberloafing also increases. It is anticipated that these findings will be valuable for managing academic stress and provide useful insights for educators to help minimize ineffective online activities during learning sessions. Keywords: Academic stress; cyberloafing; dual role; working students. Abstrak Peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja menciptakan tuntutan tambahan yang dapat meningkatkan stres di lingkungan akademis. Kondisi ini bisa menimbulkan perilaku negatif seperti cyberloafing selama proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan cyberloafing di kalangan mahasiswa yang juga bekerja. Sebanyak 160 mahasiswa aktif dari Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Skala Stres Akademik yang berdasarkan teori Gadzella dan Skala Cyberloafing yang diadaptasi dari teori Akbulut. Keduanya telah diuji untuk validitas dan reliabilitasnya. Menurut analisis regresi sederhana, ada korelasi positif yang signifikan antara stres akademik dan cyberloafing. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres akademik terkait dengan kemungkinan cyberloafing. Diharapkan hasil ini dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan stres akademik dan memberikan panduan praktis bagi para pendidik untuk mengurangi perilaku online yang tidak produktif selama kegiatan belajar. Kata kunci: Stres akademik; cyberloafing; peran ganda; mahasiswa yang bekerja.
Peran Grit dan Dukungan Orang Tua dalam PengambiIan Keputusan Karir pada Mahasiswa Akhir Ninik Fidayani Eva Novita Sari; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Final-year students who are about to choose a career are not only required to make decisions, but also to consider them carefully so as not to have a negative impact on their future. This study aims to determine the reIationship between grit and parental support on career decision-making among finaI-year students. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The subjects in this study consisted of 130 final-year students selected using purposive sampIing. The instruments used were the Grit Scale, the Parental Support Scale, and the Carer Decision-Making Scale. The data analysis technique employed was multipIe regression anaIysis. The resuIts of the study indicate a significant positive reIationship between grit and parentaI support in career decision making. Partially, only parental support had a significant influence, while grit did not show a significant influence. Keywords: Grit, Parental Support, Career Decision Making, FinaI Year Students Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang akan memilih karir tidak hanya dituntut untuk mengambil keputusan, tetapi juga mempertimbangkan secara matang agar tidak berdampak negatif terhadap masa depannya. Temuan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tingkat akhir. temuan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasionaI. Sebanyak 130 mahasiswa tingkat akhir dijadikan subjek daIam temuan ini melaIui teknik purposive sampIing. AIat ukur yang digunakan meIiputi SkaIa Grit, SkaIa Dukungan Orang Tua, dan SkaIa pengambiian keputusan karir. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil temuan menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara grit dan support orang tua dengan pengambiIan keputusan karir. Namun secara parsial, hanya dukungan orang tua yang memiIiki pengaruh yang signifikan, sedangkan grit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: Grit, Dukungan Orang Tua, PengambiIan Keputusan Karir, Mahasiswa Akhir
Peran Moral Engagement Memediasi Antara Attitude Dan Intention to Corruption pada Mahasiswa Zeverina Nur Alifah Zahra; Etik Darul Muslikah; Eben Ezer Nainggolan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Corruption is a serious problem that not only undermines governance but has also spread to various sectors, including higher education. Students, as agents of change, even show a permissive attitude toward corrupt behavior from their college days. This study aims to examine the relationship between attitude and intention to engage in corruption, as well as the role of moral engagement as a mediator among students. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects of this research are active students in Surabaya, with a population of 300,031 and a sample of 358 students selected using convenience sampling. Data were analyzed using mediation regression with the assistance of SPSS software and the PROCESS Macro Model 4. The results of the study indicate that attitudes toward corruption have a positive and significant relationship with the intention to engage in corruption. Additionally, moral engagement was found to partially mediate this relationship Keywords: Attitude, Intention to Corruption, Moral Engagement Abstrak Korupsi merupakan permasalahan yang serius tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga telah merambah di berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan bahkan menunjukkan kecenderungan permisif terhadap perilaku koruptif sejak di bangku kuliah. Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara attitude dan intention to corruption, serta peran moral engagement sebagai mediator pada mahasiswa. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Surabaya dengan jumlah populasi 300.031 dan sampel sebanyak 358 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convience sampling. Data dianalisis menggunakan regresi mediasi melalui bantuan perangkat lunak SPSS dan PROCESS Macro Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap korupsi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan niat untuk melakukan korupsi. Selain itu, moral engagement terbukti memediasi secara parsial hubungan tersebut. Kata kunci: Attitude, Intention to Corruption, Moral Engagement