cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,091 Documents
Gambaran Rape Myth Acceptance pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X Salma, Nida'us; Vrisaba, Nanda Audia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p81-89

Abstract

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan perguruan tinggi, salah satunyadipengaruhi oleh keberadaan rape myth acceptance, yaitu keyakinan keliru yang membenarkankekerasan seksual dan menyalahkan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkatrape myth acceptance pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas X. Penelitian menggunakanpendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktifFakultas Psikologi Universitas X tahun akademik 2025 sebanyak 2.029 mahasiswa. Penentuan jumlahsampel dilakukan menggunakan rumus Cochran dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error7%, sehingga diperoleh 179 responden, dengan total data yang dianalisis sebanyak 205 responden.Pengukuran rape myth acceptance dilakukan menggunakan Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai mean, simpangan baku,serta pengelompokan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar mahasiswa berada pada kategori rape myth acceptance sedang (59,5%), diikutikategori tinggi (21,5%) dan rendah (19,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mitos pemerkosaanmasih cukup melekat di kalangan mahasiswa psikologi. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasarpengembangan program edukasi dan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruantinggi. Abstract  Sexual violence remains a serious issue in higher education settings, partly influenced by thepersistence of rape myth acceptance, defined as erroneous beliefs that justify sexual violence andplace blame on victims. This study aimed to describe the level of rape myth acceptance amongstudents of the Faculty of Psychology at University X. A quantitative approach with a descriptivedesign was employed. The research population consisted of all active undergraduate students of theFaculty of Psychology at University X in the 2025 academic year, totaling 2,029 students. The samplesize was determined using Cochran’s formula with a 95% confidence level and a 7% margin of error,resulting in a minimum sample of 179 respondents, with data from 205 respondents included in theanalysis. Rape myth acceptance was measured using the Illinois Rape Myth Acceptance Scale(IRMAS). Data were analyzed descriptively by calculating the mean, standard deviation, andcategorizing scores into low, moderate, and high levels. The results indicated that the majority ofstudents fell into the moderate category of rape myth acceptance (59.5%), followed by high (21.5%)and low (19.0%). These findings suggest that rape myths remain relatively prevalent among psychology students. The results are expected to serve as a basis for developing educational programsand sexual violence prevention efforts in higher education settings.
Hubungan antara Intensitas Bermain Roblox terhadap Kesepian pada Mahasiswa Grimonia, Haani Keyza; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p90-99

Abstract

Intensitas bermain game online semakin meningkat di kalangan mahasiswa, salah satunya melalui platform Roblox yang menyediakan ruang interaksi sosial virtual. Meskipun demikian, keterlibatan yang tinggi dalam game online diduga berkaitan dengan pengalaman kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain Roblox dengan tingkat kesepian pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 170 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang bermain Roblox dan berasal dari beberapa universitas di Surabaya. Data dikumpulkan secara daring menggunakan skala intensitas bermain Roblox dan skala kesepian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak JASP. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang rendah antara intensitas bermain Roblox dan kesepian (r = 0,278; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas bermain Roblox berkaitan dengan tingkat kesepian mahasiswa, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa interaksi sosial virtual dalam game online belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan afiliasi mahasiswa. Abstract The intensity of online game playing has increased among university students, particularly through platforms such as Roblox that offer virtual social interaction. However, high engagement in online games has been associated with experiences of loneliness. This study aimed to examine the relationship between the intensity of playing Roblox and loneliness among university students. This study employed a quantitative correlational design. A total of 170 students aged 18–25 years from several universities in Surabaya who actively played Roblox participated in the study. Data were collected online using the Roblox playing intensity scale and a loneliness scale. Pearson correlation analysis was conducted using JASP software. The results indicated a low positive relationship between the intensity of playing Roblox and loneliness (r = 0.278; p < 0.05). These findings suggest that the intensity of playing Roblox is associated with students’ loneliness, although the strength of the relationship is weak. This study implies that virtual social interactions in online games may not fully satisfy students’ affiliation needs
Pengaruh Problematic Internet Use Terhadap Academic Procrastination Pada Mahasiswa Andikaputra, Andea Muhammad Abhista; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p158-170

Abstract

Penggunaan internet kini menjadi bagian dari aktivitas keseharian mahasiswa. Intensitas penggunaan internet yang demikian, memiliki konsekuensi negatif berupa Problematic Internet Use (PIU). Perilaku PIU dapat berdampak pada Self-Regulation dan Boredom Feedback Model (BFM) yang berujung pada perilaku Academic Procrastination. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji secara kuantitatif pengaruh perilaku Problematic Internet Use (PIU) terhadap Academic Procrastination pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada 178 Mahasiswa yang didominasi oleh perempuan (78.7%) pada rentang usia 18-21 tahun dengan perilaku PIU pada kategori sedang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Indonesia Problematic Internet Use Scale dan Multidimensional Academic Procrastination Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana, dengan hasil signifikan (F=71.18, p <.001). Melalui hasil tersebut PIU berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap Academic Procrastination. Hal tersebut dibuktikan dengan perilaku PIU mampu menjelaskan 28.8% varians Academic Procrastination, dengan koefisien regresi B = 0.362. Abstract Internet use has become part of students' daily activities. Such intense internet use has negative consequences in the form of Problematic Internet Use (PIU). PIU behavior can have an impact on Self-Regulation and the Boredom Feedback Model (BFM), which leads to Academic Procrastination behavior. Based on this, this study was conducted with the aim of quantitatively testing the influence of Problematic Internet Use (PIU) behavior on Academic Procrastination among students. This study involved 178 students, predominantly female (78.7%), aged 18–21 years, with the majority of participants exhibiting moderate levels of Problematic Internet Use (PIU), selected through purposive sampling. Data were collected using the Indonesia Problematic Internet Use Scale and the Multidimensional Academic Procrastination Scale. Data analysis was performed using simple linear regression tests, with significant results (F=71.18, p <.001). These results show that PIU has a significant and positive effect on Academic Procrastination. This is evidenced by the fact that PIU behavior can explain 28.8% of the variance in Academic Procrastination, with a regression coefficient of B = 0.362.
Hubungan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Konsumen pada Konsumen di Minimarket X Surabaya Pebriyanti, Norma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p171-188

Abstract

Berdasarkan proses observasi dan wawancara diketahui konsumen Minimarket X mengungkapkan rasa tidak puas terhadap kasir pembayaran karena tersedia hanya satu, rak-rak terkadang masih terlihat kosong dan jarak rak yang terlalu dekat sehingga lalu lalang pengunjung agak sesak saat ramai, dan penempatan pricetag yang tidak sesuai dengan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen Minimarket X di Surabaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 90 konsumen. Hasil analisis data korelasi Pearson Product Moment diketahui p (0,000) < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,437 dengan arah hubungan positif. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yakni terdapat hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada unit usaha Minimarket X di Surabaya. Tinggi atau rendahnya kualitas pelayanan berkaitan dengan tinggi atau rendahnya kepuasan pada konsumen. Implikasi hasil penelitian ini perusahaan dapat mempertimbangkan perencanaan program  pelatihan terstruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan karyawan sehingga kepuasan konsumen meningkat. Abstract Based on the observation and interview process, it is known that Minimarket X consumers expressed dissatisfaction with the payment cashier because there is only one available, the shelves sometimes still look empty and the distance between the shelves is too close so that the traffic is a bit crowded when visitors are busy, and the placement of price tags that do not match the product. This study aims to determine the relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X in Surabaya. This research method is quantitative correlational with purposive sampling technique involving 90 consumers. The results of the Pearson Product Moment correlation data analysis are known to be p (0.000) < 0.05 and a correlation coefficient value of 0.437 with a positive relationship direction. This means that the hypothesis in this study is accepted, namely there is a relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X business units in Surabaya. High or low service quality is related to high or low satisfaction in consumers. The implication of the results of this study is that companies can consider planning structured training programs to improve the quality of employee service so that consumer satisfaction increases.
Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Psychological Well-Being pada Polisi Wanita di Daerah Tulungagung Azzahra, Dentya Valen; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p189-197

Abstract

Polisi Wanita menghadapi tantangan kompleks dalam menyeimbangkan peran profesional dan domestik yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan psychological well-being pada Polisi Wanita di Daerah Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 58 Polisi Wanita yang berstatus menikah dan memiliki anak di Polres Tulungagung. Pengumpulan data menggunakan Skala Konflik Peran Ganda (18 item, α=0,762) dan Skala Psychological Well-Being (17 item, α=0,993). Analisis data menggunakan Pearson Product Moment dengan JASP 18.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat tinggi dan signifikan antara konflik peran ganda dengan psychological well-being pada konteks Polisi Wanita di Tulungagung (r=0,973, p<0,001). Terdapat hubungan positif sangat kuat antara konflik peran ganda dengan psychological well-being pada Polisi Wanita di Tulungagung, yang mengindikasikan bahwa dengan dukungan sosial dan resiliensi memadai, konflik peran dapat menjadi stimulus pertumbuhan psikologis. Abstract Female police officers face complex challenges in balancing professional and domestic roles that can affect their psychological well-being.This study aims to determine the relationship between dual role conflict and psychological well-being among female police officers in Tulungagung area.This study used a correlational quantitative approach involving 58 married female police officers with children at Tulungagung Police Resort. Data collection used the Dual Role Conflict Scale (18 items, α=0.762) and the Psychological Well-Being Scale (17 items, α=0.993). Data analysis used Pearson Product Moment with JASP 18.0. The results showed a very strong and significant positive relationship between dual role conflict and psychological well-being (r=0.973, p<0.001). There is a very strong positive relationship between dual role conflict and psychological well-being among female police officers in Tulungagung, indicating that with adequate social support and resilience, role conflict can serve as a stimulus for psychological growth.
PENGARUH EFIKASI DIRI AKADEMIK TERHADAP PENYESUAIAN AKADEMIK PADA MAHASISWA BARU 'Aisy, Rihhadatul; Oktaviana, Mimbar
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p120-127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri akademik terhadap penyesuaian akademik pada mahasiswa baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa baru Fakultas Psikologi. Sampel penelitian berjumlah 334 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa skala efikasi diri akademik dan skala penyesuaian akademik yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,001), yang menandakan bahwa efikasi diri akademik berpengaruh secara signifikan terhadap penyesuaian akademik mahasiswa baru. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,539 menunjukkan bahwa efikasi diri akademik memberikan kontribusi sebesar 53,9% terhadap penyesuaian akademik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri akademik merupakan faktor psikologis yang memiliki peran penting dalam mendukung proses adaptasi akademik mahasiswa baru, khususnya dalam menghadapi tuntutan perkuliahan, mengelola tekanan akademik, serta menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi pada masa awal transisi pendidikan tinggi. Abstract  This study aims to examine the effect of academic self-efficacy on academic adjustment among first-year university students. A quantitative approach was employed, with the population consisting of first-year students from the Faculty of Psychology. The sample comprised 334 students selected using probability sampling techniques. Data were collected using validated and reliable instruments, including an academic self-efficacy scale and an academic adjustment scale. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that academic self-efficacy has a significant effect on the academic adjustment of first-year students. The coefficient of determination (R²) of 0.539 indicates that academic self-efficacy accounts for 53.9% of the variance in academic adjustment. These findings suggest that academic self-efficacy is an important psychological factor that supports first-year students’ academic adaptation, particularly in coping with academic demands, managing academic pressure, and adjusting to the higher education learning system during the initial transition to university.
Hubungan antara Self-Compassion dengan Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Baru Perantau dari Luar Jawa Timur Zain, Sabrina Risma Azzila; Fitriana, Qurrota A'yuni
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p128-140

Abstract

Mahasiswa baru sedang berada dalam fase transisi dari jenjang SMA menuju pendidikan tinggi, selain itu ada pula yang mengalami transisi dari daerah asal ke daerah lainnya untuk kuliah atau bisa disebut merantau. Mahasiswa baru yang merantau cenderung mengalami kecemasan sosial karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kecemasan sosial di kalangan mahasiswa baru dari daerah luar Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional terhadap 97 mahasiswa baru rantau luar Jawa Timur angkatan 2025 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Social Anxiety Scale for Adolescence (SAS-A). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self-compassion dan kecemasan sosial pada mahasiswa baru rantau (r = -0,494; p = 0,000) dengan kategori korelasi cukup kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan dalam mengurangi kecemasan sosial di kalangan mahasiswa baru rantau. Semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki, maka semakin rendah tingkat kecemasan sosial mereka. Oleh karena itu, penguatan self-compassion sebaiknya dipertimbangkan sebagai langkah untuk mendukung penyesuaian psikologis di lingkungan perguruan tinggi. Abstract New students are in a transition phase from high school to higher education, and some are also experiencing a transition from their hometown to another area to attend college, or what is known as migrating. New students who migrate tend to experience social anxiety because they have to adapt to a new environment. This study aims to determine the relationship between self-compassion and social anxiety among new students from outside East Java. This study used a correlational quantitative method on 97 new students from outside East Java in the 2025 cohort at the Faculty of Psychology, Surabaya State University, who were selected using cluster sampling. The data collection instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Social Anxiety Scale for Adolescence (SAS-A). Data analysis was performed using Pearson's Product Moment correlation test. The results of the analysis show that there is a negative and significant relationship between self-compassion and social anxiety among new students from outside East Java (r = -0.494; p =0.000) with a fairly strong correlation category. The results of this study indicate that self-compassion plays a role in reducing social anxiety among new students from outside the city. The higher the level of self-compassion, the lower their level of social anxiety. Therefore, strengthening self-compassion should be considered as a measure to support psychological adjustment in a college environment.
Hubungan Antara Self-Compassion dengan Flourishing Pada Mahasiswa Annashirah, Riva Amalia Nailah; Khoirunnisa, Riza Noviana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p208-218

Abstract

Flourishing merupakan bentuk tertinggi kesejahteraan mental yang dapat diukur melalui PERMA, yang meliputi lima aspek utama yaitu positive emotion, engagement, relationship, meaning, dan achievement. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan flourishing pada mahasiswa adalah self-compassion. Self-compassion merupakan rasa welas asih pada diri sendiri yang diwujudkan melalui kebaikan dan pemahaman diri sendiri, kemampuan memandang pengalaman pribadi sebagai bagian dari pengalaman manusia secara umum, serta kesadaran penuh atau mindfulness. Sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan flourishing pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling yang melibatkan 336 responden mahasiswa aktif S1 Psikologi Universitas Negeri Surabaya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Self-Compassion Scale (SCS) dan skala The PERMA Profiler yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,632 dan nilai signifikansi sebesar < 0,001 dengan taraf signifikansi 0,01% menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara self-compassion dengan flourishing. Dengan demikian, setiap individu diharapkan mampu mengembangkan sikap self-compassion yang tinggi sebagai upaya untuk mencapai tingkat flourishing yang optimal. Abstract Flourishing represents the highest form of mental well-being, which can be measured using the PERMA model consisting of five core components: positive emotion, engagement, relationship, meaning, and achievement. One factor that can enhance flourishing among university students is self-compassion. Self-compassion refers to a sense of kindness toward oneself, manifested through self-kindness, the ability to view personal experiences as part of the broader human experience, and minful awareness. Therefore, this study aimed to examine the relationship between self-compassion anad flourishing among university students. This study employed a quantitative correlation design with a smile random sampling technique, involving 336 active undergraduate students form the Psychology Department of Surabaya State University. The instruments used in this study were the Self-Compassion Scale (SCS) and The PERMA Profiler, both of which have demonstrated adequate validity and reliability. The results showed a correlation coefficient of 0,632 with a significance value of p < 0,001 at a 0,01% significance level, indicating a strong positive relationship between self-compassion and flourishing. Therefore, individuals are encouraged to develop a high level of self-compassion as an effort to achieve optimal flourishing.
Dinamika Strength of Self-efficacy dalam Proses Pengambilan Keputusan Karier pada Fresh Graduate Rahajeng, Amlang; Putri, Ellyana Ilsan Eka
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p141-149

Abstract

Masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan fase krusial bagi fresh graduate dan sering disertai ketidakpastian dalam pengambilan keputusan karier. Pada fase ini, individu menghadapi tuntutan adaptasi, pengalaman penolakan, serta tekanan untuk segera menentukan arah karier. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam kondisi tersebut adalah self-efficacy, khususnya dimensi strength yang menggambarkan ketahanan keyakinan diri dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika strength of self-efficacy dalam proses pengambilan keputusan karier pada fresh graduate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan terdiri dari lima fresh graduate pada fase transisi awal karier, termasuk individu yang sedang menjalani masa training. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strength of self-efficacy bersifat dinamis dan berfluktuasi akibat tuntutan kerja, pengalaman penolakan, dan proses adaptasi. Namun, keyakinan diri cenderung menguat melalui refleksi pengalaman, pembelajaran berbasis pengalaman, umpan balik dari lingkungan kerja, serta dukungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strength of self-efficacy berperan penting dalam membantu fresh graduate bertahan, beradaptasi, dan mengambil keputusan karier secara lebih realistis dan adaptif pada fase transisi awal karier. Abstract The transition from education to the world of work is a crucial phase for fresh graduates and is often accompanied by uncertainty in career decision-making. During this phase, individuals face adaptation demands, experiences of rejection, and pressure to promptly determine their career paths. One psychological factor that plays an important role in this condition is self-efficacy, particularly the strength dimension, which reflects the resilience of self-belief in facing challenges. This study aims to explore the dynamics of strength of self-efficacy in the career decision-making process among fresh graduates. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. Participants consisted of five fresh graduates in the early stage of career transition, including individuals undergoing a training period. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observations, and field notes, and were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that strength of self-efficacy is dynamic and fluctuates due to work demands, experiences of rejection, and adaptation processes. However, self-confidence tends to strengthen through reflection on prior experiences, experience-based learning, feedback from the work environment, and social support. This study concludes that strength of self-efficacy plays a significant role in helping fresh graduates persist, adapt, and make more realistic and adaptive career decisions during the early career transition phase.
PENGARUH PROBLEMATIC INTERNET USE TERHADAP RUMINASI PADA DEWASA AWAL PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI SURABAYA Nalendra, Bimayuda Annajma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p150-157

Abstract

Penggunaan internet yang semakin intens pada dewasa awal, khususnya melalui media sosial, berpotensi memunculkan pola penggunaan yang maladaptif dan berdampak pada kesehatan mental. Salah satu dampak psikologis yang dapat muncul adalah ruminasi, yaitu kecenderungan berpikir berulang mengenai masalah tanpa diikuti upaya penyelesaian yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problematic Internet Use (PIU) terhadap ruminasi pada individu dewasa awal pengguna aktif media sosial di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian terdiri atas 303 individu dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) untuk mengukur tingkat PIU dan Rumination Response Scale (RRS) untuk mengukur tingkat ruminasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi robust untuk menguji pengaruh PIU terhadap ruminasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa PIU berpengaruh signifikan terhadap ruminasi dengan koefisien regresi sebesar 0,236 dan nilai signifikansi p < 0,001. Meskipun besarnya pengaruh tergolong lemah, temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku penggunaan internet yang bermasalah tetap berkontribusi terhadap meningkatnya kecenderungan ruminasi pada dewasa awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PIU merupakan salah satu faktor yang berperan dalam munculnya ruminasi pada pengguna media sosial. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya pencegahan dan intervensi psikologis terkait penggunaan internet yang sehat pada dewasa awal. Abstract The increasing intensity of internet use among early adults, particularly through social media, has the potential to foster maladaptive usage patterns that negatively affect mental health. One psychological consequence that may arise is rumination, defined as repetitive thinking about problems without engaging in effective problem-solving efforts. This study aimed to examine the effect of Problematic Internet Use (PIU) on rumination among early adult active social media users in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a causal associative design. The sample consisted of 303 early adult participants selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) to measure levels of problematic internet use and the Rumination Response Scale (RRS) to assess rumination. Data analysis was conducted using robust regression to test the effect of PIU on rumination. The results indicated that PIU had a significant effect on rumination, with a regression coefficient of 0.236 and a significance value of p < 0.001. Although the magnitude of the effect was classified as weak, the findings demonstrate that higher levels of problematic internet use contribute to an increased tendency toward rumination among early adults. This study concludes that PIU represents a contributing factor to rumination in social media users. These findings have important implications for psychological prevention and intervention efforts aimed at promoting healthier internet use among early adults.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue