cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,139 Documents
Analisis Retrospektif Pengaruh Pengalihan Satu Jam Screen Time Terhadap Gejala Doomscrolling pada Mahasiswa Indra Riskiah; Agus Fakhruddin
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p909-918

Abstract

Latar Belakang: Fenomena doomscrolling menjadi tantangan kesehatan mental digital yang signifikan di kalangan mahasiswa, mendorong sebagian dari mereka mencari strategi pengalihan berbasis nilai spiritual, salah satunya melalui aktivitas membaca Al-Qur'an. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa dalam mengalihkan waktu layar (screen time) melalui aktivitas membaca Al-Qur'an sebagai upaya mereduksi perilaku doomscrolling. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan tiga mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan fenomenologi Colaizzi/Moustakas. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pengalihan screen time melalui membaca Al-Qur'an merupakan proses multidimensional yang dipengaruhi kekuatan motif awal (spiritual, fungsional, maupun akademik), ketersediaan strategi koping aktif, dan kedalaman penghayatan makna spiritual; ketenangan batin muncul sebagai pengalaman inti yang dirasakan seluruh informan, namun efektivitasnya dalam mereduksi doomscrolling bervariasi dari signifikan hingga minimal. Simpulan: Temuan ini menegaskan bahwa intervensi berbasis spiritualitas perlu dipahami secara personal dan kontekstual, bukan sebagai solusi tunggal yang berlaku seragam, sehingga memberi implikasi penting bagi pengembangan program kesehatan mental digital berbasis nilai keislaman di lingkungan kampus.
Hubungan Mastery-Approach Achievement Goal Orientation dan Academic Dishonesty pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Sistem Non-Blok Aura Putri Amanda; Rozi Sastra Purna; Rani Armalita; Yantri Maputra; Maghfira Assyifa Amandinta Azzahra; Weno Pratama
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p919-926

Abstract

Latar Belakang: Academic dishonesty merupakan perilaku tidak jujur dalam konteks akademik yang dapat mengganggu integritas pembelajaran di perguruan tinggi. Mastery-approach achievement goal orientation menekankan penguasaan tugas dan peningkatan kompetensi diri sehingga diperkirakan berkaitan dengan rendahnya academic dishonesty. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mastery-approach achievement goal orientation dengan cheating, outside help, plagiarism, dan electronic cheating pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan sistem pembelajaran non-blok. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional terhadap 347 mahasiswa S1 Psikologi dan Ilmu Biomedis yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Academic Dishonesty Instrument dan Achievement Goal Questionnaire dimensi mastery-approach. Hasil: Mastery-approach tidak berhubungan signifikan dengan cheating (r = -.048; p = .372), outside help (rₛ = -.006; p = .918), plagiarism (rₛ = -.003; p = .960), maupun electronic cheating (rₛ = -.009; p = .867). Simpulan: Seluruh hipotesis alternatif ditolak; academic dishonesty perlu dipahami dengan mempertimbangkan faktor sosial dan kontekstual selain orientasi belajar individual dalam lingkungan akademik perguruan tinggi. Abstract Background: Academic dishonesty is dishonest behavior that may undermine learning integrity in higher education. Mastery-approach achievement goal orientation emphasizes task mastery and self-competence development and is assumed to relate to lower academic dishonesty. Objective: This study examined its relationship with cheating, outside help, plagiarism, and electronic cheating among Faculty of Medicine students at Universitas Andalas in a non-block learning system. Method: This quantitative correlational study involved 347 undergraduate Psychology and Biomedical Science students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Academic Dishonesty Instrument and the mastery-approach dimension of the Achievement Goal Questionnaire. Results: Mastery-approach was not significantly related to cheating (r = -.048; p = .372), outside help (rₛ = -.006; p = .918), plagiarism (rₛ = -.003; p = .960), or electronic cheating (rₛ = -.009; p = .867). Conclusion: All alternative hypotheses were rejected; academic dishonesty should be understood by considering social and contextual factors beyond individual achievement goal orientation within contemporary higher education settings.
Dari Scroll Tanpa Akhir ke Hidup Lebih Produktif: Cara Ampuh Membatasi Screen Time di Era Digital: Indonesia Salwaaryel Kamilaliefia Kamilaliefia; Agus Fakhruddin
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p927-942

Abstract

Studi ini melihat sejauh mana kebiasaan doomscrolling TikTok pada mahasiswa dapat diredam melalui langkah-langkah praktis seperti mode grayscale, penerapan friction strategy, dan pembatas waktu bawaan aplikasi. Tujuan: Riset ini berfokus pada dinamika perubahan tersebut serta dampaknya terhadap pemulihan fokus belajar harian. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman empat mahasiswa yang dipilih secara sengaja setelah konsisten menjalankan minimal satu metode intervensi selama satu hingga dua minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, yang kemudian dibedah menggunakan teknik tematik-fenomenologis model Moustakas untuk memetakan fase "sebelum", "proses", dan "sesudah" intervensi. Hasil: Hasil di lapangan menunjukkan bahwa para mahasiswa lebih condong menggunakan friction strategy dan fitur pembatas internal ketimbang mengubah layar menjadi grayscale. Langkah ini berhasil memangkas durasi screen time antara 40% hingga 70%, yang diiringi dengan membaiknya rentang perhatian, berkurangnya kebiasaan menunda tugas, serta hadirnya kembali kendali atas ritme harian. Rasa tidak nyaman yang mirip gejala penarikan diri sempat muncul di awal penerapannya, namun tidak sampai menimbulkan frustrasi berat. Di sisi lain, ajakan dan dinamika pertemanan sebaya tercatat sebagai pemicu utama yang paling sering membuat kebiasaan lama kambuh. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyesuaian perilaku yang mandiri, hemat biaya, dan praktis sanggup memutus siklus doomscrolling jika dibersamai dengan pemahaman atas tujuan pribadi, walau keberlanjutannya tetap membutuhkan pembiasaan yang konsisten ketimbang sekadar niat di awal. Abstract This study examines the effectiveness of practical behavioral interventions—grayscale mode, friction strategy, and built-in internal limiters—in reducing TikTok-centred doomscrolling among active university students. Objective: It focuses on the dynamics of these changes and their impact on restoring daily academic focus. Method: A qualitative phenomenological design was employed, involving four purposively selected informants who had practised at least one intervention for a minimum of one to two weeks. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analysed using Moustakas' thematic-phenomenological procedure covering the "before", "process", and "after" experiences. Results: The findings show that informants predominantly adopted friction strategy and internal limiters rather than grayscale mode, achieving screen-time reductions ranging from roughly forty to seventy percent, accompanied by improved attention span, reduced academic procrastination, and a subjective sense of regained control. Withdrawal-like discomfort appeared in the initial days but rarely escalated into frustration, and social pressure from peers emerged as the most persistent relapse trigger. Conclusion: The study concludes that practical, low-cost, self-initiated interventions can meaningfully interrupt the doomscrolling cycle when paired with reflective awareness of personal goals, though their sustainability depends on continual reinforcement rather than a single act of willpower.
Hubungan Kesadaran Diri dengan Interaksi Sosial pada Remaja di SMP Negeri 2 Kadipaten Agni Tazkiah; Ardiansyah; Lela Nurlaila
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p943-950

Abstract

Latar Belakang: lnteraksi sosial merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada masa remaja, namun pada kenyataannya tidak semua remaja mampu membangun interaksi sosial secara optimal, seperti kurang percaya diri, pasif, dan mudah tersinggung, yang diduga berkaitan dengan rendahnya kesadaran diri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran diri, mendeskripsikan tingkat interaksi sosial, serta menganalisis hubungan antara kesadaran diri dengan interaksi sosial pada siswa kelas SMP VIII Negeri 2 Kadipaten. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 108 siswa kelas VIII yang ditentukan melalui teknik samp.ling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala kesadaran diri dan skala interaksi sosial berbentuk skala likert, kemuclian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori kesadaran diri rendah (72,2%) dan interaksi sosial rendah (70,4%). Hasil uji korelasi memmjukkan terdapat hubw1gan positif yang signifikan antara kesadaran diri dengan interaksi sosial (r = 0,657; p < 0,001), dengan kesadaran diri berkontribusi sebesar 43,1% terhadap interaksi sosial. Simpulan: Semakin tinggi kesadaran diri siswa, semakin tinggi pula interaksi sosialnya. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kesadaran diri melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah guna meningkatkan kualitas interaksi sosial remaja. Abstract Background: Social interaction is one of the important developmental tasks of adolescence, yet not all adolescents are able to build optimal social interaction; some show low confidence, passivity, and are easily offended, which is presumed to be related to low self-awareness. Objective: This study aims to describe the level of self-awareness, describe the level of social interaction, and analyze the relationship between self-awareness and social interaction among eighth-grade students of SMP Negeri 2 Kadipaten. Method: This study used a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 108 eighth-grade students determined through a total sampling technique. Data were collected using a self-awareness scale and a social interaction scale in Likert format, then analyzed using Pearson Product Moment correlation and simple linear regression. Results: The results show that the majority of students were in the low self-awareness category (72.2%) and the low social interaction category (70.4%). The correlation test showed a significant positive relationship between self-awareness and social interaction (г = 0.657; p < 0.001), with self-awareness contributing 43.1% to social interaction. Conclusion: The higher the students' self-awareness, the higher their social interaction. These findings emphasize the importance of strengthening self-awareness through school guidance and counseling services to improve the quality of adolescents' social interaction.
Gambaran Academic Self-Efficacy pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Padang Kamilh Husna Husna; Yantri Maputra; Puji Gufron Rhodes; Rozi Sastra Purna; Mafaza Purna; Raisa Karima
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p951-961

Abstract

Mahasiswa membutuhkan skills dan efficacy beliefs untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya untuk mencapai suatu tujuan akademik di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat academic self-efficacy pada mahasiswa di perguruan tinggi Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berupa analisis deskriptif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 385 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Padang, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadopsi alat ukur The Indonesian Academic Self-Efficacy Scale (TIASS). Reliabilitas pada skala academic self-efficacy ini sebesar .912. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa di perguruan tinggi Kota Padang memiliki tingkat academic self-efficacy dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 252 mahasiswa (65,5%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa di Kota Padang memiliki keyakinan terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan akademik dengan baik, seperti dapat berinteraksi dengan efektif, mampu berprestasi baik di dalam maupun di luar kelas, serta dapat mengatur waktu dan menyeimbangkan prioritas antara pekerjaan, keluarga, dan tugas akademik. Abstract Students need skills and efficacy beliefs to be able to develop the knowledge and abilities they have to achieve an academic goal in college. This study aims to provide an overview of the level of academic self-efficacy in students at Padang City universities. The research method used in this study is a quantitative method in the form of descriptive analysis. The respondents in this study amounted to 385 students from several universities in Padang City, using accidental sampling techniques. Data collection was carried out by adopting The Indonesian Academic Self-Efficacy Scale (TIASS) measuring tool. The reliability on  this academic self-efficacy  scale is .912. The results of this study show that students at Padang City universities have a high level  of academic self-efficacy in the high category, namely 252 students (65.5%). This shows that most students in Padang City have confidence in their ability to face academic challenges well, such as being able to interact effectively, being able to excel both inside and outside the classroom, and being able to manage time and balance priorities between work, family, and academic tasks.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Authentic Leadership Kepala Sekolah Terhadap Work Engagement Guru SMK Negeri 5 Padang Fauziya Elgina Otri; Lala Septiyani Sembiring; Yantri Maputra; Puji Gufron Rhodes; Weno Pratama; Nisa Indah Pertiwi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p962-973

Abstract

Work engagement guru merupakan faktor krusial dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah menentukan semangat, dedikasi, dan keterlibatan guru dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh gaya kepemimpinan authentic leadership kepala sekolah terhadap work engagement guru SMK Negeri 5 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 89 guru SMK Negeri 5 Padang Tahun Pelajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan adalah Authentic Leadership Inventory (ALI) yang diadaptasi oleh Malau & Widyastuti (2024) dan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) yang diadaptasi oleh Kristiana et al. (2018). Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh nilai p =.020 (p < 0.05), sehingga dapat diketahui bahwa authentic leadership kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan work engagement guru SMK Negeri 5 Padang. Semakin kuat penerapan gaya kepemimpinan authentic leadership kepala sekolah, semakin tinggi tingkat work engagement guru SMK Negeri 5 Padang dan begitu sebaliknya. Abstract Teacher work engagement is a crucial factor in improving the quality of education. The leadership of the school principal determines teachers’ vigor, dedication, and absorption in performing their duties. This study aims to examine the influence of the principal’s authentic leadership style on the work engagement of teachers at SMK Negeri 5 Padang. This study employed a quantitative approach using total sampling on 89 teachers at SMK Negeri 5 Padang for the 2025/2026 academic year. The instruments used were the Authentic Leadership Inventory (ALI) adapted by Malau & Widyastuti (2024) and the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9) adapted by Kristiana et al. (2018). Based on the results of simple linear regression analysis, a p-value of .020 (p < 0.05) was obtained, indicating that the principal’s authentic leadership has a significant effect in increasing the work engagement of teachers at SMK Negeri 5 Padang. The stronger the principal’s application of authentic leadership, the higher the level of work engagement among teachers at SMK Negeri 5 Padang, and vice versa.
Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa yang Merantau di Kota Surabaya Nafisa Nur Faisah; Arfin Nurma Halida
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p974-984

Abstract

Mobilitas mahasiswa selalu terjadi setiap tahunnya. Banyak mahasiswa yang memilih merantau agar bisa menempuh studi dengan baik, namun mahasiswa yang pindah di lingkungan baru banyak mengalami kendala saat proses penyesuaian diri di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri pada mahasiswa yang merantau di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 245 mahasiswa rantau psikologi UNESA angkatan 2025. Pengumpulan data menggunakan skala psikologis dukungan sosial dan penyesuaian diri. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment dengan SPSS 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang rendah antara dukungan sosial dan penyesuaian diri dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) dan korelasi koefisien sebesar 0,212 (r=0,212). Semakin tinggi dukungan sosial, semakin baik penyesuaian diri pada mahasiswa rantau. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan dalam penyesuaian diri pada mahasiswa perantau, meskipun terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi penyesuaian diri. Abstract Student mobility occurs every year. Many students choose to move away from home to pursue their studies; however, those who relocate to a new environment often face challenges during the adjustment process. This study aims to examine the relationship between social support and adjustment among students living away from home in Surabaya. This study employs a quantitative correlational approach involving 245 psychology students from UNESA’s class of 2025 who are living away from home. Data were collected using psychological scales measuring social support and adjustment. Data analysis was performed using Pearson’s Product-Moment correlation with SPSS 25.0 for Windows. The results indicate a weak positive relationship between social support and adjustment, with a significance level of 0.001 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.212 (r = 0.212). The higher the level of social support, the better the self-adjustment among students living away from home. These findings indicate that social support plays a role in the self-adjustment of students living away from home, although other factors may also influence self-adjustment.
Kohesi Kelompok dan Keterkaitan Kerja’ pada Prajurit TNI AD Feby leoni intan Lestari; Adi Heryadi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p1003-1013

Abstract

Prajurit TNI AD memiliki tuntutan pekerjaan yang tinggi dan membutuhkan kerja sama dalam menjalankan tgas. Dalam hal itu, keterkaitan kerja dan kohesi kelompok menjadi aspek penting yang berkaitan dengan kondisi psikologis prajurit. Pengujian ini bertujuan untuk mengindikasikan pengaruh antara kohesi kelompok dengan keterkaitan kerja pada prajurit TNI AD berpangkat perwira di Akademi Militer Magelang. Pengujian memakai pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 100 prajurit TNI AD berpangkat perwira yang dipilih memakai purposive sampling. Data dikumpulkan memakai skala kohesi kelompok yang mengacu pada Group Environment Questionnaire (GEQ) dan skala keterkaitan kerja berdasarkan aspek vigor, dedication, dan absorption. Setelah uji coba, skala kohesi kelompok terdiridari 17 aitem dan skala keterkaitan kerja terdri atas 8 aitem. Analisis data memakai korelasi Spearman dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Terdapat pengaruh postif dan sig antara kohesi kelompok dengan keterkaitan kerja (ρ = .80; p < .001). Sebanyak 68% partisipan memiliki kohesi kelompok pada kategori sangat tinggi dan 84% memiliki keterkaitan kerja pada kategori sangat tinggi. Terdapat pengaruh positif yang sangat kuat dan signifikan antara kohesi kelompok dengan keterkaitan kerja. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya mempertahankan pengaruh interpersonal, kerja sama, dan kebersamaan dalam kelompok sebagai sumber daya sosial yang berkaitan dengan keterkaitan kerja prajurit. Abstract TNI AD soldiers face high work demands and require teamwork in carrying out their duties. In this context, work engangement and group cohesion are important aspects associated with soldiers' psychological conditions. This study aimed to examine the relationship between group cohesion and work engangement among TNI AD officer-rank soldiers at the Military Academy in Magelang. This study employd a quantiative non-experimental aproach with a corelational design. The participants were 100 TNI AD officer-rank soldiers selected using purposive sampling. Data were collected using a group cohesion scale based on the Group Environment Questionnaire (GEQ) and a work engangement scale consisting of vigor, dedication, and absorption. Following the try-out, the group cohesion scale consisted of 17 items and the work engangement scale consisted of 8 items. Data were analyzed using Spearman's correlation with IBM SPSS Statistics 27. The result showeed a postive and significamt relatioship betwen group cohesion and work engangement (ρ = .80; p < .001). A total of 68% of participants had very high group cohesion, while 84% had very high work engangement. Group cohesion had a very strong and significant positive relationship with work engangement. These findings imply the importance of maintaining interpersonal relationships, teamwork, and group connectedness as social resources associated with soldiers' work engangement.
Reimagining Home: Mendefinisikan Ulang Makna Rumah melalui Belonging, Identitas, dan Inklusi Sosial: Reimagining Home: Mendefinisikan Ulang Makna Rumah melalui Belonging, Identitas, dan Inklusi Sosial Justin Raja Guk Guk; Layla Mutiara; Defitri Purba
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n03.p985-1002

Abstract

Latar Belakang: Rumah (home) merupakan ruang kehidupan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan identitas, relasi sosial, rasa memiliki (belonging), dan pengalaman emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis literatur mengenai keterkaitan home, belonging, identitas, home-making, place attachment, dan inklusi sosial untuk merumuskan pemahaman konseptual tentang Reimagining Home. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur (library research). Data berupa sumber sekunder dari artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan, terutama literatur 2018–2026 serta karya-karya fundamental. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) home sebagai pengalaman multidimensional yang dibentuk melalui home-making, place-making, pengalaman, dan identitas; (2) belonging, relasi sosial, dan inklusi sosial sebagai unsur yang membentuk home secara relasional; serta (3) Reimagining Home sebagai konsep rumah yang relasional, dinamis, dan inklusif. Penelitian ini berkontribusi secara konseptual dengan mengintegrasikan berbagai dimensi tersebut dalam memahami rumah bukan sekadar hunian fisik, melainkan ruang kehidupan yang memungkinkan individu merasa aman, diterima, terhubung, memiliki identitas, dan berpartisipasi secara bermakna dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini berupaya mengonseptualisasikan kembali makna home dari perspektif yang lebih inklusif. Abstract Background: Home is not merely a physical dwelling but a lived space in which identity, social relationships, belonging, and emotional experiences are constructed and negotiated. This study aims to analyze and synthesize the literature on the interconnections among home, belonging, identity, homemaking, place attachment, and social inclusion to formulate a conceptual understanding of Reimagining Home. The study employs a qualitative approach through a literature research design. The data consist of secondary sources, including scholarly journal articles, academic books, and relevant scientific publications, particularly literature published between 2018 and 2026 alongside foundational works. Data were collected through documentation and analyzed using thematic analysis. The findings identify three main themes: (1) home as a multidimensional experience shaped through homemaking, placemaking, lived experiences, and identity; (2) belonging, social relationships, and social inclusion as interconnected dimensions that construct home as a relational experience; and (3) Reimagining Home as a relational, dynamic, and inclusive conceptualization of home. This study contributes conceptually by integrating these dimensions to extend the understanding of home beyond physical housing toward a lived space where individuals can experience safety, acceptance, connection, identity, belonging, and meaningful participation within their social environment. The study seeks to reconceptualize home from a more inclusive perspective.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 03 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue