cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Nur maulidina Zahrotul Afiyah; Hasna Abiyyu; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan multikultural mampu menumbuhkan pengakuan, penghargaan, dan integrasi terhadap perbedaan budaya dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik yang toleran, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Pendidikan multikultural juga memperkuat karakter kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai kemanusiaan, nilai kewargaan, serta rasa cinta tanah air. Melalui implementasi yang tepat, seperti pengembangan sikap inklusif, kesadaran kritis, sensitivitas gender, dan anti-diskriminasi, pendidikan multikultural menjadi fondasi strategis dalam mempersiapkan generasi yang berdaya saing global dan menjaga keutuhan identitas multikultural Indonesia.
STUDI PENERAPAN PJBL DALAM MENUNJANG KETERAMPILAN ABAD 21 PADA MATA PELAJARAN PAI DI SDN 8 BOKAT KABUPATEN BUOL Agustina; Harni Jusuf; Aris Iskandar
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning (PJBL) dalam menunjang keterampilan abad ke-21 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 8 Bokat Kabupaten Buol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari satu guru PAI dan dua belas peserta didik kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan abad ke-21 siswa, yang meliputi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Melalui proyek “Membangun Masjid Impian”, siswa belajar secara aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing setiap tahapan proyek mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Keterampilan kolaborasi dan komunikasi menjadi kompetensi yang paling dominan, sedangkan berpikir kritis dan kreativitas berkembang melalui kegiatan pemecahan masalah dan inovasi desain proyek. Penerapan PJBL terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan karakter siswa
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KESENIAN TRADISIONAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA Laela Silvia Dewi; Mir’atil Islamiati; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural di Indonesia yang berakar pada kesenian tradisional berfungsi sebagai media untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Pendidikan multikultural dipandang sebagai pendekatan strategis untuk mengapresiasi keberagaman budaya sekaligus memperkokoh persatuan nasional. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur, artikel ini membahas bagaimana kesenian tradisional seperti tari, musik gamelan, dan batik dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kebanggaan budaya pada peserta didik. Temuan studi menunjukkan bahwa integrasi kesenian tradisional dalam pendidikan tidak hanya memperkaya estetika seni tetapi juga memperkuat rasa identitas budaya dan kohesi sosial di kalangan generasi muda dari berbagai latar belakang. Pendidikan multikultural berbasis kesenian tradisional di sekolah, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, proyek lintas budaya, dan kolaborasi dengan komunitas lokal, diyakini mampu menumbuhkan rasa saling menghormati dan mempererat persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
PERAN DAN KONTRIBUSI ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU Wahyu Fatkhurudin; Khumaidatun Nisa; Nurul Fatimah; Nu’man Tsabit
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi kontribusi Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui analisis literatur yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) untuk mengidentifikasi peran para tokoh Islam dalam berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, matematika, filsafat, dan astronomi, serta menganalisis faktor-faktor yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dalam tradisi Islam. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak hanya memberikan kontribusi yang signifikan secara historis, tetapi juga menyediakan landasan etis, filosofis, dan epistemologis yang kuat bagi perkembangan sains. Pada masa keemasan Islam, para ilmuwan Muslim tidak hanya melestarikan warisan pengetahuan Yunani dan Persia, tetapi juga mengembangkannya menjadi teori dan metode ilmiah baru yang menjadi dasar bagi kemajuan ilmu modern. Lebih jauh, Islam menekankan integrasi antara wahyu dan akal, serta menjadikan ilmu sebagai sarana ibadah dan kemaslahatan umat manusia. Dalam konteks modern, prinsip-prinsip tersebut tetap relevan untuk membangun paradigma keilmuan yang berimbang antara spiritualitas dan rasionalitas, sehingga penerapan sains dan teknologi dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan keberlanjutan peradaban.
KONTRIBUSI KHULAFAUR RASYIDIN TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLIKASINYA BAGI MADRASAH Afiyati, Fudla; Sugeng Listyo Prabowo
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education has strong historical roots since the era of the Khulafaur Rasyidin, where the education system began to develop in a structured manner and was oriented towards the formation of morals and the strengthening of religious knowledge. This study aims to analyze the contribution of the Khulafaur Rasyidin to the formation of the Islamic education system and its implications for the management of madrasas in the modern era. The method used is qualitative-descriptive with a library research approach through a review of relevant classical and contemporary sources. The results show that each caliph had a unique contribution: Abu Bakr as-Shiddiq emphasized the preservation of the Qur'an, Umar bin Khattab developed the educational administration system and teacher deployment; Uthman bin Affan perfected the codification of the Qur'an as an educational standard; and Ali bin Abi Thalib strengthened moral education and critical reasoning. These findings show that the Islamic education system during the Khulafaur Rasyidin era emphasized the integration of spiritual, intellectual, and moral values. The main argument of this research is that the educational model developed during that period can be used as a basis for strengthening the madrasa curriculum which is oriented towards the formation of Islamic character and leadership which is adaptive to the changing times
HISTORISITAS RELASI ANTARA SAINS DAN AGAMA: TITIK TEMU SAINS-AGAMA SERTA TOKOH TOKOH PEMIKIRAN Mutmainah; Arditya Prayogi; Siti Rohmah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara sains dan agama yang selama ini sering dianggap bertentangan. Tujuan utama penelitian ini untuk memahami bagaimana kedua bidang tersebut dapat berjalan secara harmonis melalui beberapa pendekatan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis pemikiran dari tokoh-tokoh penting seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Ian G. Barbour. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sains dan agama memiliki potensi besar untuk saling melengkapi melalui pendekatan dialog, independensi, dan integrasi. Sains memberikan penjelasan empiris mengenai fenomena alam, sedangkan agama memberikan nilai dan makna eksistensial yang mendalam. Dengan menerapkan ketiga pendekatan tersebut, sains dan agama tidak hanya dapat berdampingan tetapi juga bersama-sama memperkaya pencarian kebenaran mengenai realitas dan penciptaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap peran antara sains dan agama dapat meningkatkan rasa saling menghormati serta memperluas wawasan manusia dalam menghadapi permasalahan kontemporer. Kesimpulannya, hubungan antara sains dan agama dapat dipahami secara harmonis sebagai bagian dari usaha manusia dalam memahami keberadaan dan makna hidup
RELEVANSI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI PERSPEKTIF HASYIM ASY’ARI Arina, Arina; Fiantika Rohmatun Nazilah; Maila Fia Anjani; Moh.Faizin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu hal yang terpenting bagi kehidupan sebagai seorang muslim. Karena melalui pendidikan Islam, seseorang belajar menjalani kehidupan sehari harinya sebagai seorang muslim dan sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Pendidikan Islam sangat penting karena memiliki berbagai tujuan yang memungkinkan kita menjadi muslim yang sejati. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui tujuan Pendidikan islam itu sendiri untuk bisa mencapainya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tujuan pendidikan Islam yang menjadikannya penting bagi muslim melalui perspektif ulama terkemuka K.H. Hasyim Asy’ari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka melalui sumber sumber baik jurnal, buku dan artikel. Artikel ini membahas perspektif Hasyim Asy’ari mengenai tujuan pendidikan islam seperti yang dijelaskan pada salah satu tulisan beliau yaitu kitab Adab Al Alim Wa Al-Mutaallim. Dalam kitab tersebut, tujuan pendidikan islam adalah untuk menjadi seseorang yang mendasarkan seluruh hidupnya pada ketakwaan kepada Allah dan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil).
KONSEP, PRINSIP, DAN IMPLEMENTASI INTEGRASI-INTERKONEKSI DALAM REKONSILIASI SAINS ISLAM Niki Amanatul Utami; Arditya Prayogi; Maulana Abdillah; Ahmad Khamdani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep, prinsip, dan cara menerapkan integrasi- interkoneksi sebagai pendekatan epistemologis untuk menyelaraskan perbedaan antara sains dan Islam dalam konteks ilmu pengetahuan modern. Dari sejarah, diketahui bahwa wahyu, akal, dan pengalaman empiris dalam tradisi Islam pernah berjalan seimbang. Penelitian ini mempelajari pemikiran M. Amin Abdullah sebagai model baru yang bisa mengatasi perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode yang digunakan adalah library research, di mana artikel ini menjelaskan ciri-ciri teoantroposentris-integralistik, paradigma jaring laba-laba, dan pentingnya dialog antar disiplin ilmu, baik multidisipliner, interdisipliner, maupun transdisipliner, dalam menjawab permasalahan keagamaan dan kemanusiaan di masa kini. Artikel ini juga menganalisis kontribusi tokoh-tokoh lain seperti Ibnu Rusyd, Jasser Auda, dan Nidhal Guessoum dalam memperkuat hubungan antara agama dan sains. Penerapan pendekatan integrasi-interkoneksi terlihat dalam penyempurnaan kurikulum PTKI, kajian lintas disiplin, serta penggunaan metode ilmiah dalam memahami teks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integrasi-interkoneksi mampu membentuk model ilmu pengetahuan Islam yang lebih menyeluruh, manusiawi, dan relevan dengan tantangan dunia global, sekaligus memperkuat peran etika Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern.
METODE MENGAJAR GURU TERHADAP PEMBELAJARAN TAJWID PESERTA DIDIK DI SDN 2 KOPANDAKAN 2 KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Frija Ariani Kobandaha; Zohra Yasin; Ruwiah Abdullah Buhungo
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode mengajar guru dalam pembelajaran tajwid serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi kemampuan membaca al-Qur’an peserta didik di SDN 2 Kopandakan 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai metode seperti metode Iqro’, tartil, talaqqi, ummi, serta memanfaatkan media audio-visual dan kartu huruf hijaiyah sebagai pendukung pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung interaktif, dimana guru memberikan contoh, bimbingan langsung, dan koreksi terhadap kesalahan bacaan peserta didik. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran meliputi motivasi siswa, peran aktif guru, serta sarana prasarana sekolah yang memadai, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, kurangnya latihan di rumah, dan minimnya bahan ajar tambahan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi metode mengajar guru dan pemanfaatan media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman tajwid dan kualitas membaca al-Qur’an peserta didik.
Chronology of The Revelation of The Qur'an From The Perspective of Sir William Muir: Its Relevance To The Study Of Modern Tafsir Rezwandi, Rezwandi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the theory of the chronological transmission of the Qur'an from the perspective of Sir William Muir, who is considered one of the significant Orientalist constructions that influenced the evolution of contemporary exegesis studies. The main focus of this study is to systematically describe the six stages of the revelation of the Qur'an as presented by Muir, as well as to analyse his role in the formation of the historical-critical approach in tafsir studies. By applying a descriptive qualitative analysis methodology complemented by a historical-comparative review, this research explores Muir's seminal work, The Life of Mahomet and History of Islam. The findings of the study indicate that Sir William Muir categorised the process of the revelation of the Qur'an into six main periods: (1) the pre-prophetic recitation period; (2) the early prophetic period; (3) the period of rebellion and opposition to the Quraish tribe; (4) the period of narratives about the Jews and Arab society; (5) the period of the lifting of the ban approaching the hijrah; and (6) the Madinah period. The relevance of Muir's theory to modern exegesis studies is evident in its influence in shaping the historical-critical approach that places revelation in its chronological, social, and cultural context, thereby helping to open up a more dynamic understanding of the process of revelation and interpretation of the Qur'an. The contribution of this research lies in affirming the relevance of Muir's methodology to the modern interpretation paradigm, namely in encouraging scientific awareness of the importance of reading the Qur'an chronologically and contextually.