cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Program Dahsyat (Dapur Higienis dan Sehat) bagi Kader Posyandu Anggrek Bulan untuk Pencegahan Stunting Marlenywati; Ayu Rizky; Diana Mandasari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1092

Abstract

Data Puskesmas Sembereng menunjukkan stunting  pada balita sebesar 18,8% pada tahun 2018 turun menjadi sebesar 13,0% di tahun 2019 dan sebesar 12,0% tahun 2020. Walaupun data tersebut menunjukan penurunan, kasus stunting tetap menjadi perhatian sebagai masalah kesehatan masyarakat dikarenakan berada pada rentang 12 – 19%. Untuk menurunkan proporsi dari stunting, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat diantaranya dengan dicanangkan 5 pilar sebagai Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting. Salah satu aksi dari pilar tersebut membutuhkan sumber daya manusia seperti kader posyandu untuk memiliki kapasitas yang memadai dan terlatih. Selain itu, pemanfaatan pangan lokal dinilai mampu memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Oleh karenanya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Dahsyat (dapur higienis dan sehat), diharapkan Kader Posyandu memiliki kapasitas dalam perencanaan menu gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa adanya peningkatan skor pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan dan Bakso Ikan Wortel sebagai produk dari pelatihan kader posyandu juga disukai oleh balita. Diharapkan penyuluhan dan pelatihan dapat dilakukan oleh Puskesmas secara rutin dengan materi dan bahan pangan lokal yang bervariasi. Dahsyat Program (Hygienic and Healthy Kitchen) for Cadres of Posyandu Anggrek Bulan for Stunting Prevention  The data from Sembereng Community Health Center shows that stunting in toddlers decreased from 18.8% in 2018 to 13.0% in 2019 and 12.0% in 2020. Although the data indicates a decrease, stunting remains a concern as a public health problem, as it falls within the range of 12-19%. To reduce the proportion of stunting, various efforts have been made by the central government, including the implementation of the 5-pillar National Strategy for Accelerating Stunting Prevention. One action from the pillar requires human resources, such as posyandu cadres, to have adequate and trained capacities. In addition, the utilization of local food is considered to be able to contribute to the prevention and mitigation of stunting. Therefore, through community service activities in the Dahsyat Program (hygienic and healthy kitchen), it is expected that Posyandu cadres have the capacity in planning a balanced nutrition menu by utilizing local food to support stunting prevention. The results of this activity show an increase in the knowledge score of Posyandu cadres before and after the counseling, and the Fish and Carrot Meatball product from the Posyandu cadres' training is also preferred by toddlers. It is hoped that counseling and training can be carried out regularly by the Community Health Center with varied local food materials and topics.
Penyuluhan Hukum Tentang Pencegahan Kenakalan Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika Di Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur Eren Arif Budiman; Sri Iin Hartini; Herniati; Idris Firmansyah Reliubun
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1094

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Penyuluhan Hukum ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang akibat hukum dari kenakalan remaja serta Penyalahgunaan Narkoba dan Bahayanya bagi Remaja dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan terhadap remaja agar terhindar pergaulan yang salah dan dari penyalahgunaan narkoba. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur, Kota Jayapura dengan jumlah peserta kegiatan yang terlibat yaitu 41 orang yang terdiri dari siswa dan siswi madrasah Al Masthury. Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan hukum dilakukan dengan tahapan yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Evaluasi. Program ini diharapkan dapat membantu Masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan Narkoba dikalangan Remaja sehingga dapat terhindar dari bahaya narkoba. Direkomendasikan agar guru-guru dapat lebih memberikan edukasi tentang pencegahan kenakalan remaja dan penyalhgunaan narkoba di setiap sekolah. Legal Counseling On Preventing Youth Dependence And Narcotics Abuse At Al Masthury Madrasah Pondok, Koya Timur This Community Service Activity, namely Legal Counseling, aims to increase knowledge about the legal consequences of juvenile delinquency and Drug Abuse and its Dangers for Teenagers and provide an understanding of the importance of supervising adolescents to avoid wrong association and from drug abuse. The partners involved in this activity were Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur, Jayapura City with the number of participants involved, namely 41 people consisting of students from Madrasah Al Masthury. Community Service is carried out using legal counseling methods carried out in stages, namely 1) Planning, 2) Implementation, 3) Evaluation. This program is expected to assist the community in supervising drug abuse among adolescents so they can avoid the dangers of drugs. It is recommended that teachers can provide more education about preventing juvenile delinquency and drug abuse in every school.
Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi) Ina Sugiharti; Antri Ariani; Meda Yuliani; Intan Yusita; Tika Lubis; Dewi Nurlaela Sari; Iceu Mulyati; Dyah Ayu Fitriani; Nova Mawar Senja; Khilfa Syawalia Kusumah; Elsa Nurohimah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1095

Abstract

Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups.
Workshop Instrumen Akreditasi Puskesmas Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Eviheryanto Eviheryanto; Rizma Adlia Syakurah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1098

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bertanggungjawab dalam menyelenggarakan upaya kesehatan bagi masyarakat. Sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, Pemerintah menetapkan kegiatan akreditasi sebagai persyaratan mutu pelayanan di Puskesmas. Kegiatan workshop diadakan oleh Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang agar mutu pelayanan Puskesmas di wilayah kerjanya menjadi lebih baik. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan kegiatan workshop instrumen akreditasi puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel PIA Kota Pangkalpinang pada bulan Maret hingga April tahun 2020. Peserta kegiatan sebanyak 45 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan melihat pelaksanaan workshop pada petugas Puskesmas mengenai pemahaman intrumen akreditasi Puskesmas melalui pendekatan manajemen proyek. Data didapatkan dari wawancara, observasi serta dokumentasi selama kegiatan workshop dilakukan. Hasil dari kegiatan ini kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk narasi. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan manajemen proyek yang terdiri dari tahap inisiasi kegiatan, tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap monitoring dan supervisi serta tahap evaluasi dan pelaporan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian bahwa kegiatan workshop telah berjalan dengan lancar namun masih ditemukan beberapa kendala baik kendala internal maupun eksternal antara lain kurangnya koordinasi antar tim kerja dan peserta yang kurang aktif. Workshop on Accreditation Instruments for Health Centers in the Pangkalpinang City Health Office's Work Area The health center is the community's first-level health facility, in charge of organizing health efforts. The government requires accreditation activities as a requirement for service quality at health centers in order to improve the quality of health services. The Pangkalpinang City Health Office hosted workshops to improve the quality of health center services in their working areas. This activity aims to see the accreditation instrument workshop activities for the health center implemented in the Pangkalpinang City Health Office's work area. From March to April 2020, the training was held at the PIA Hotel meeting room in Pangkalpinang City. The activity drew 45 people. Through a project management approach, the activity was carried out by looking at the implementation of workshops for health center officers on understanding health center accreditation instruments. During the workshop activities, data were gathered through interviews, observations, and documentation. The outcomes of this activity are then processed and narratively presented. This activity is implemented using a project management approach that includes the following stages: activity initiation, planning, implementation, monitoring and supervision, and evaluation and reporting. The workshop activities went off without a hitch thanks to the outcomes of the community service activities. However, there were still some internal and external challenges, such as better coordination among work teams and more active participants.
Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Mengurangi Pemikiran Tabu Tentang Reproduksi Rany Ekawati; Ema Novita Deniati; Windi Chusniah Rahmawati; Muhammmad Al-Irsyad; Muhammad Irfan Saputra; Weva Rahmadana; Siti Salma Hanifah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1100

Abstract

Persiapan untuk remaja sebagai generasi penerus bangsa, tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni berupa perilaku dan budaya remaja saat ini. Pentingnya memberikan pengetahuan mengenai perilaku-perilaku negatif, antara lain: mengonsumsi alkohol tanpa pengawasan dokter, mengonsumsi narkoba, seks bebas, dan masih banyak lagi. Kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dapat memicu terjadi hal yang tidak diinginkan pada masa remaja saat ini. Seminar ini diharapkan dapat mengedukasi remaja untuk menambah pengetahuan tentang reproduksi dan mengurangi pemikiran tabu. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universits Negeri Malang. Kegiatan seminar dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dengan peserta sebanyak 160 orang. Hasil kegiatan seminar adalah sebanyak 99,4% peserta menyatakan jika kesehatan reproduksi tidak tabu untuk dibicarakan, sedangkan 0,6% menyatakan masih tabu. Peserta seminar dapat mengidentifikasi penyebab kenakalan remaja terbanyak disebabkan oleh pengetahuan seksual rendah (39,4%), pengaruh lingkungan (31,9%), dan akses pornografi lebih mudah (15%). Edukasi tentang kesehatan reproduksi dengan tujuan meningkatkan pengetahun perlu dilakukan secara berkala dengan pendekatan lebih personal. Reproductive Health Seminar To Reduce Taboo Thoughts About Reproduction Preparation for youth as the nation's next generation, depends on the readiness of society, to change behavior and culture of today's youth. The importance of providing knowledge about negative behaviors, including: consuming alcohol without a doctor's supervision, taking drugs, free sex, and many more. Lack of education about reproductive health can trigger unwanted things to happen in today's youth. This seminar is expected to educate youth to increase knowledge about reproduction and reduce taboo thinking. The partner in this activity is the Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Sports Science, State University of Malang. The seminar activities were carried out online through a zoom meeting with 160 participants. The results of the seminar activities were that 99.4% of the participants stated that reproductive health was not taboo to discuss, while 0.6% stated that it was still taboo. Seminar participants were able to identify the most common cause of juvenile delinquency due to low sexual knowledge (39.4%), environmental influences (31.9%), and easier access to pornography (15%). Education about reproductive health with the aim of increasing knowledge needs to be carried out regularly with a more personal approach.
Edukasi Dan Perencanaan Investasi Di Masa Pandemi: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bagi Kalangan Milenial Ade Irma Suryani Lating; Selvia Eka Aristantia; Nufaisa Nufaisa; Ratna Anggraini Aripratiwi; Ashari Lintang Yudhanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1101

Abstract

Munculnya kasus pandemi covid-19 di Indonesia memberikan dampak yang signifikan terhadap seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat dunia, khusnya di Indonesia. Masyarakat dituntut untuk tetap menjaga jarak, tetap dirumah dan mengurangi segala aktivitasnya untuk mengurangi intensitas tatap muka dengan orang lain. Salah satu kegiatan yang tetap dapat dilakukan di rumah yaitu kegiatan investasi Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternative yang sangat signifikan perannya untuk masyarakat dalam beraktifitas selama masa pandemi. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada investor khususnya investor muda atau pemula tentang strategi yang tepat dalam berinvestasi dimasa pandemi. Dengan narasumber yang merupakan seorang dosen dan praktisi pasar modal yaitu Dr. Leo Herlambang, kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya serta masyarakat umum yang didominasi kalangan milenial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil test, diperoleh bahwa kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan atas investasi dimasa pandemi. Diharapkan, pada kegiatan selanjutnya memperluas pembahasan tentang intrumen-instrumen dalam investasi  Education and Investment Planning During a Pandemic: Community Service Activities for Millennials The emergence of the Covid-19 pandemic case in Indonesia has had a significant impact on all activities and activities of the world community, especially in Indonesia. People are required to keep their distance, stay at home and reduce all their activities to reduce the intensity of face-to-face meetings with other people. One of the activities that can still be carried out at home is investment activities. The use of technology is an alternative that has a very significant role for the community in their activities during the pandemic. The purpose of holding this activity is to provide an understanding to investors, especially young or novice investors, about the right strategy for investing during a pandemic. With sources who are lecturers and capital market practitioners, namely Dr. Leo Herlambang, this activity was attended by 150 participants consisting of 6th semester students of the Islamic Faculty of Economics and Business UIN Sunan Ampel Surabaya and the general public who are dominated by millennials. The method used in this study is the lecture and discussion method. Based on the test results, it was found that this community service activity increased knowledge of investing during a pandemic. It is hoped that the next activity will expand the discussion on investment instruments
Pelatihan Resusitasi Jantung Paru sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Motivasi Mahasiswa sebagai Bystander di Masyarakat Manggar Purwacaraka; Rio Ady Erwansyah; Shulhan Arief Hidayat
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1109

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan tindakan pertama untuk menolong pasien dengan henti nafas dan henti jantung. Perawat diharapkan bisa melakukan tindakan tersebut untuk dapat menolong pasien atau korban kecelakaan yang mengalami henti nafas dan henti jantung. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung terkait prosedur RJP. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah dengan pendampingan secara luring yang dilatih oleh tenaga professional dan menguasai tentang RJP. Peserta pendampingan adalah perwakilan prodi Sarjana Keperawatan dan D3 Keperawatan semester akhir yaitu sebanyak 42 mahasiswa. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang prosedur RJP dan Motivasi melaksanakan RJP. Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pendampingan adalah 64,25 dan 87,50 sedangkan nilai rata-rata motivasi melakukan RJP sebelum dan sesudah pendampingan adalah 65 dan 85. Kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulanya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang prosedur resusitasi jantung paru dari pentingnya 3A, assessment, Call for Help, melakukan RJP dengan benar hingga evaluasi akhir dan terdapat peningkatan motivasi peserta yang sebelumnya enggan melakukan RJP menjadi termotivasi untuk melakukan RJP. Cardiopulmonary Resuscitation Training as an Effort to Increase Knowledge and Motivation of Students as Bystanders in the Community Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is the first action to help patients with respiratory and cardiac arrest. Nurses are expected to be able to take these actions to help patients or accident victims who experience respiratory and cardiac arrest. This service aims to provide knowledge to STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung students regarding CPR procedures. The method of implementing community service activities (PkM) is by offline mentoring trained by professionals and mastering CPR. Mentoring participants are representatives of the Bachelor of Nursing and D3 Nursing study program in the final semester of 42 students. In order to see the value of the knowledge of service participants, before and after service activities, participants were asked to fill out a questionnaire about CPR procedures and motivation to carry out CPR. The results of the assessment show that the average value of participants' knowledge before and after mentoring is 64.25 and 87.50 while the average value of motivation to perform CPR before and after mentoring is 65 and 85. This service activity can run smoothly. The conclusion is that there is an increase in participants' knowledge about cardiopulmonary resuscitation procedures from the importance of 3A, assessment, Call for Help, doing CPR correctly to the final evaluation and there is an increase in the motivation of participants who were previously reluctant to do CPR to become motivated to perform CPR.
Pengelolaan Keuangan UMKM (Mangrove) Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Ayu Novelia Paskual; Harnida Wahyuni Adda; Jurana Nurdin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1110

Abstract

Desa Enu memiliki satu UMKM yaitu UMKM Mangrove. UMKM Mangrove memilki 4 produk yaitu roti pacolo, rono dange, instan jahe dan sambal teri yang berdiri sejak bulan 10 tahun 2020 silam. UMKM dalam menjalankan usahanya tentu membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik, agar usaha tersebut dapat terus berjalan. Akan tetapi UMKM Mangrove belum mengelola keuangan dengan baik karena belum menerapkan pencatatan pembukuan sederhana dan belum menetapakan pembagian upah produksi bagi anggota UMKM Mangrove. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan adalah focus pada pengelolaan keuangan. Tujuan dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan penerapan dalam pengelolaan keuangan khususnya pencatatan pembukuan sederhana dan penetapan upah produksi bagi anggota. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui observasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Adapun hasil yang dicapai dari pelaksanaan tersebut yaitu UMKM Mangrove sudah menerapkan pencatatan pembukuan sederhana seperti pembuatan buku arus kas, buku persediaan barang, buku penjualan produk dan buku biaya produksi dan juga sudah menerapkan Profit Sharing dalam pembagian upah produksi.    Financial Management Of (Mangrove) MSMES In Enu Village, Sindue District, Donggala Regency  Enu Village has one MSME, namely Mangrove MSME. Mangrove MSMEs have 4 products: Roti Pacolo, Rono Dange, Instan Jahe, and Sambal Teri, established in October 2020. In running their business, MSMEs need sound financial management to run their business. However, Mangrove MSMEs need to manage finances properly because they have not implemented simple bookkeeping records and have yet to determine the distribution of production wages for Mangrove MSME members. The Community Service activities carried out are focused on financial management. The purpose of Community Service is to provide knowledge and application in financial management, especially simple bookkeeping and determining production wages for members. The implementation method involves observation, training, mentoring, and evaluation. The results achieved from this implementation are that Mangrove MSMEs have implemented simple bookkeeping such as making cash books, inventory books, product sales books, and production cost books, and have also implemented Profit Sharing in the distribution of production wages.
Pendampingan Persiapan dan Pelaksanaan Kurikulum Prototipe di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu Lise Chamisijatin; Siti Zaenab
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1118

Abstract

Kemampuan untuk mengimplementasikan kurikulum prototipe  belum dimiliki oleh guru SMP Muhammadiyah 2 Batu, untuk itu perlu pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan Pendampingan persiapan dan pelaksanaan kurikulum prototipe di SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan ini adalah 16 guru dan 1 kepala sekolah. Berdasarkan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan perencanaan dan  pelaksanaan kurikulum prototipe di SMP Muhammadiyah 2 Batu dapat disimpulkan bahwa (1) para guru telah menguasai penyusunan perencanaan pembelajaran dalam kurikulum prototipe/kurikulum merdeka dan (2) Guru terampil melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum prototipe/merdeka. Kemampuan tersebut dimiliki dengan mengakomodir  (a) penguasaan penggunaan Pembelajaran Berbasis Projek untuk pengembangan soft skills dan karakter, (b) penguasaan pembelajaran yang fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, (c) penguasaan  fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. Assistance in Preparation and Implementation Prototype Curriculum at Muhammadiyah Middle School 02 stone city  SMP Muhammadiyah 2 Batu teachers do not have the ability to implement a prototype curriculum, for this they need training and assistance. This activity aims to provide assistance in the preparation and implementation of the prototype curriculum at SMP Muhammadiyah 2 Batu City, East Java. The method used in implementing the activity is training and mentoring. The partners for this activity were 16 teachers and 1 school principal. Based on a series of community service activities through planning and implementing prototype curriculum assistance at SMP Muhammadiyah 2 Batu, it can be concluded that (1) the teachers have mastered the preparation of lesson plans in the prototype/independence curriculum and (2) the teachers are skilled in carrying out learning based on the prototype/independence curriculum . This capability is acquired by accommodating (a) mastery of using Project-Based Learning for the development of soft skills and character, (b) mastery of learning that focuses on essential material so that there is sufficient time for in-depth learning of basic competencies such as literacy and numeracy, (c) mastery flexibility for teachers to carry out learning according to students' abilities (teach at the right level) and make adjustments to the context and local content.  
Implementasi Manajemen Rantai Pasok pada Produksi Instan Jahe oleh UMKM Mangrove Jurana Nurdin; Dea Aziza Arfah; Juliana Kadang; Harnida Wahyuni Adda
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1121

Abstract

Sekarang produksi jahe semakin berkembang dan tidak hanya disajikan secara tradisional, melainkan juga dimodifikasi menjadi berbagai jenis pangan olahan, termasuk minuman instan. Salah satu UMKM yang memproduksi instan jahe adalah UMKM Mangrove yang berlokasi di Desa Enu. Pada era globalisasi saat ini, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dituntut untuk meningkatkan kinerja rantai pasok yang dimilikinya. Manajemen rantai pasok dapat memaksimalkan koordinasi antar organisasi yang terlibat dalam rantai pasokan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Namun, salah satu kelemahan dari UMKM dalam berkembang adalah ketidakjelasan dalam mengidentifikasi rantai pasok yang digunakan, termasuk UMKM Mangrove yang belum memahami penerapan manajemen rantai pasok. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang implementasi manajemen rantai pasok kepada anggota UMKM Mangrove. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui observasi, identifikasi rantai pasok, dan penerapan informasi dan pengetahuan. Hasil dari pelaksanaan tersebut adalah pengidentifikasian manajemen rantai pasok mulai dari pemasok hingga konsumen, sehingga UMKM Mangrove telah berhasil mengimplementasikan manajemen rantai pasok pada produksi instan jahe. Implementation of Supply Chain Management in Instant Ginger Production by UMKM Mangrove  Now ginger production is growing and is not only served traditionally, but also modified into various types of processed food, including instant drinks. One of the SMEs that produce instant ginger is the Mangrove MSME located in Enu Village. In the current era of globalization, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are required to improve their supply chain performance. Supply chain management can maximize coordination between organizations involved in the supply chain to achieve competitive advantage. However, one of the weaknesses of MSMEs in developing is the lack of clarity in identifying the supply chain used, including Mangrove MSMEs who do not understand the application of supply chain management. Therefore, Community Service is carried out to provide an understanding of the implementation of supply chain management to members of UMKM Mangrove. The method of implementing this activity is through observation, supply chain identification, and the application of information and knowledge. The result of this implementation is the identification of supply chain management from suppliers to consumers, so that MSMEs Mangrove has successfully implemented supply chain management in the production of instant ginger.