cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Marketing Detty Agustin Riscal; Sri Sahbany
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1169

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  dan keterampilan pada peserta tentang kewirausahaan berbasis digital marketing. Rumusan masalah yang dihadapai kurangnya pengetahuan dan keterampilan peserta tentang kewirausahaan berbasis digital marketing dan Metode pelaksanaan yang diberikan yaitu memberikan materi/ceramah tentang penguatan jiwa berwirausaha berbasis digital marketing setelah itu pelatihan, diskusi dan praktik memulai usaha online. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 31 Maret-1 April 2023. Peserta pada kegiatan ini adalah peserta BLK komunitas LAZ DASI NTB dengan jumlah 12 orang. Lokasi pengabdian berada di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Program pengabdian masyarakat mengacu kepada permasalahan yang ada di lapangan yaitu masih minimnya pemahaman tentang motivasi jiwa kewirausahaan pada golongan usia produktif, dalam hal ini peserta BLK LAZ DASI NTB. Simpulan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha berbasis digital marketing sebesar 47,51%. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tersebut diarapkan peserta pelatihan dapat lebih percaya diri dalam memulai dan mengembangkan kreativitasnya khususnya dalam usaha online. Digital Marketing-based Entrepreneurship Training  This community service seeks to offer participants knowledge and skills concerning digital marketing-based entrepreneurship. The formulation of the problem was the participants' lack of knowledge and skills in digital marketing-based entrepreneurship, and the implementation method provided was to provide material and lectures on strengthening the spirit of digital marketing-based entrepreneurship, followed by training, discussion, and practice in starting an online business. This community service project will last two days, from March 31 to April 1, 2023. A total of 12 members from the LAZ DASI NTB community (BLK) participated in this activity. The service is provided in Sesaot Village, Narmada District, and West Lombok. The community service program addresses issues in the field, specifically a lack of awareness of the motivation of entrepreneurial spirit in the productive age group, in this case BLK LAZ DASI NTB participants. This community service activity has resulted in a 47.51% improvement in the knowledge and abilities of digital marketing-based entrepreneurs. Trainees might be more confident in starting and growing their creativity, especially in online enterprises, as their knowledge and skills improve  
Program Kemitraan Masyarakat: Menumbuhkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Problem Solving Skills Mahasiswa Melalui Proses Pembuatan Dan Pemurnian Bioetanol Hulyadi Hulyadi; Muhali Muhali; Muhammad Roil Bilad; Yusril Anwar; Taufik Samsuri; Delila Idsa Amara Raymanda; Gargazi Gargazi; Faizul Bayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1184

Abstract

Mitra pengabdian ini adalah program studi pendidikan kimia. Kurikulum merdeka belajar menekankan pada integrasi antara pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Mengacu pada implementasi kurikulum merdeka belajar program studi pendidikan kimia diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang kreatif, inovatif dan memiliki keterampilan memecahkan masalah dalam menjawab tuntutan pendidikan abad 21. Keterampilan memecahkan masalah mutlak dimiliki oleh tenaga pendidik dalam mendesain pembelajaran yang kreatif, inovatif dan kontektual. Pendekatan kontektual khususnya berkaitan dengan lingkungan sangat diperlukan untuk melahirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa melalui sintesis dan pemurnian bioetanol dari limbah organik. Kegiatan ini dilakukan dilaboratorium Kimia Universitas Pendidikan Mandalika. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah gelar teknologi. Keterampilan memecahkan masalah mahasiswa diukur menggunakan instrumen test urain. Data yang diperoleh selanjutnya didesrifsikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil kegiatan menghasilkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa mengalami peningkatan secera perlahan. Belum terbiasanya mahasiswa merumuskan masalah dan memberikan solusi alternatif dari permasalahan yang diberikan membuat keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah masih rendah. Keterampilan mahasiswa mulai meningkat setelah tim pengabdian memberikan bimbingan dan arahan terkait proyek yang dilakukan dilaboratorium. Kreativitas mahasiswa mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kemampuan mahasiswa merangkai alat dan memodifikasi alat destilasi yang digunakan dalam pemurnian bioetanol. Berdasarkan temuan kegiatan ini terbukti mampu menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa. Community Partnership Program: Growing Students' Critical Thinking and Problem Solving Skills through Bioethanol Manufacturing and Purification Process  This service partner is a chemistry education study program. The independent learning curriculum emphasizes the integration of knowledge and skills obtained through learning with a scientific approach. Referring to the implementation of the independent learning curriculum, the chemistry education study program is expected to be able to produce educators who are creative, innovative and have problem-solving skills in responding to the demands of 21st century education. Problem-solving skills are absolutely owned by educators in designing creative, innovative and contextual learning. A contextual approach, especially with regard to the environment, is needed to produce more meaningful learning. The purpose of this activity is to develop students' problem-solving skills through the synthesis and purification of bioethanol from organic waste. This activity was carried out in the Chemistry Laboratory of the Mandalika Education University. The method used in this activity is a technology degree. Students' problem solving skills are measured using a urine test instrument. The data obtained is then described in the form of tables and figures. The results of the activity resulted in students' problem-solving skills increasing slowly. Students who are not used to formulating problems and providing alternative solutions to the problems given make students' skills in solving problems still low. Student skills began to increase after the service team provided guidance and direction regarding projects carried out in the laboratory. Student creativity has increased. This can be seen from the ability of students to assemble tools and modify distillation equipment used in bioethanol purification. Based on the findings of this activity it is proven to be able to foster students' problem solving skills.
Edukasi Remaja Perempuan Tentang Hak Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di SMK Bakti Utama Pati Luluk Yuliati; Irfana Tri Wijayanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1189

Abstract

Remaja perempuan harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai hak-hak reproduksi, dan layanan kesehatan apa yang seharusnya dapat mereka peroleh jika membutuhkan, agar mereka lebih siap untuk merencanakan masa depan dalam berkehidupan keluarga, dan menjadi pribadi yang lebih produktif dan sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang hak-hak reproduksi, kegiatan ini dilakukan di SMK Bakti Utama Pati, dengan jumlah sasaran 38 siswa perempuan kelas XI. Pelaksanaan  kegiatan    dengan identifikasi isu penting, penetapan dan perencanaan kegiatan pemecahan masalah, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi dan umpan balik. Hasil nilai pengetahuan siswi kelas XI setelah penyuluhan keseluruhannya mengalami kenaikan hal ini dilihat dari nilai positive rank sejumlah 38 dan nilai p= <0,001. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini memberikan efek yang sangat baik bagi peningkatan pengetahuan remaja mengenai Hak-Hak Reproduksi. Education of Adolescent Girls About Reproductive Rights as an Effort to Increase Reproductive Health Knowledge at SMK Bakti Utama Pati  Adolescent girls must have good knowledge about reproductive rights, and what health services they should be able to get if they need them, so that they are better prepared to plan for the future in family life, and become more productive and healthy individuals. The purpose of this community service activity is to increase young women's knowledge about reproductive rights. This activity was carried out at Bakti Utama Pati Vocational School, with a target number of 38 class XI female students. Implementation of activities with identification of important issues, determination and planning of problem solving activities, implementation of PKM activities, evaluation and feedback. The results of the knowledge value of class XI students after counseling as a whole have increased, this can be seen from the positive rank value of 38 and the p value = <0,001. This shows that this counseling activity has a very good effect on increasing youth's knowledge about Reproductive Rights.  
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium dan Pengenalan Praktikum Biologi Sederhana bagi Guru Biologi dan Siswa Rifaatul Muthmainnah; Lida Amalia; Dewi Hernawati; Diah Ika Putri; Sriwahjuningsih; Siti Nurkamilah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1190

Abstract

Biologi sebagai cabang sains, bukan hanya belajar tentang pengetahuan konten melainkan juga belajar tentang proses. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya, diperlukan kegiatan praktikum yang merupakan bagian integral dari pembelajaran sains. Potensi besar dari kegiatan praktikum dalam pembelajaran biologi tersebut, tidak diimbangi dengan sarana prasarana di lapangan seperti laboratorium, alat-alat laboratorium dan bahan untuk melaksanakan praktikum. Oleh karena itu, Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mengisi atau menjembatani gap antara konsep ideal tersebut dengan kondisi di lapangan yang tidak ideal tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait alat-alat laboratorium beserta penggunaannya dan pengenalan praktikum sederhana biologi sekolah. Mitra pengabdian adalah 6 guru biologi dan 32 siswa dari SMP Pakenjeng yang terletak di wilayah selatan kota Garut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ekspositori, pameran, demonstrasi dan diakhiri dengan refleksi. Data diambil menggunakan angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator keberhasilan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan, minat, dan kesediaan untuk mengikuti pengabdian selanjutnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 81 % peserta sudah meningkat pengetahuannya tentang alat-alat laboratorium. Selain itu, 63% peserta sangat setuju bahwa dengan demonstrasi praktikum, antusiasme dalam menyimak pembelajaran biologi menjadi meningkat. Sementara itu, 80 % peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan pengabdian ini dan menyatakan bersedia mengikuti jika diadakan acara pengabdian kembali dengan tema lainnya Training on the Use of Laboratory Equipment and Introduction to Simple Biology Practicum Biology, as a branch of science, not only learns about content knowledge but also learns about processes. Therefore, practicum activities are needed in learning, which is an integral part of science learning. The great potential of practicum activities in biology learning needs to be balanced with infrastructure facilities in the field, such as laboratories, laboratory equipment, and materials to carry out the practicum. Therefore, it is necessary to take action to fill or bridge the gap between the ideal concept and the conditions in the field that could be better through community service activities. This service aims to provide knowledge related to laboratory equipment and its use and introduction to simple practicum in school biology. The service partners are six biology teachers and 32 students from SMP Pakenjeng, located in the southern area of Garut City. This community service activity is carried out through expository methods, exhibitions, and demonstrations and ends with reflection. Data were taken using a Likert scale-based questionnaire and analyzed using descriptive statistics. An indicator of successful service is increased knowledge, interest, and willingness to participate in further service. The results of service activities showed that 81% of participants had increased their knowledge of laboratory equipment. In addition, 63% of participants strongly agreed that enthusiasm for listening to biology learning increased with practicum demonstrations. Meanwhile, 80% of participants expressed satisfaction with the implementation of this service and expressed willingness to participate in a re-service event that was held with other themes.
Optimalisasi Tata Kelolah Keuangan BUMDes Guna Mewujudkan Pemerataan Dan Pertumbuhan Ekonomi Desa Balaroa Pewunu Erwan Sastrawan Farid; Juliana Kadang; Muhammad Zeylo Auriza; Syamsul Bachri; Surayya Surayya; Suryadi Samudera
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1192

Abstract

Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa melalui pengelolaan kegiatan ekonomi. Dalam pengelolaan keuangan Bumdes, perlu juga diperhatikan prinsip keuangan yang sehat, yaitu pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Salah satu yang menjadi permasalahan BUMDes di Desa Balaroa Pewunu adalah terkait dengan tata kelolah keuangan dimana BUMDes dalam membuat laporan keuangannya masih dilakukan dengan cara tradisional yakni hanya berbasis buku kas keluar masuk, sehingga dari segi akuntabilitas pelaporan keuangan masih kurang akuntabel. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis excel. Kegiatan di laksanakan dengan dua metode yakni Transfer Pengetahuan (knowledge transfer) dan Model Community development yaitu pendekatan yang melibatkan mitra secara langsung sebagai obyek dan subyek dalam pelaksanaan PkM. Hasil pelatihan penyusunan laporan keuangan BUMDes berbasis excel pada perangkat desa dan pengelolah BUMdes Balaroa Pewunu, menunjukan semua peserta telah mampu mengoperasikan dan menyusun laporan keuangan BUMdes dari Pencatatan berupa jurnal sampai dengan dengan neraca dan laporan laba rugi. Rekomendasi berikutnya perlunya pelatihan ini dilakukan kembali namun dengan memberikan contoh tambahan berupa laporan keuangan konsolidasi, diman BUMDes pada umumnya memiliki berbagai jenis unit bisnis sehingga pelunya mengetahui penyusunan laporan keuangan konsolidasi Optimizing BUMDes Financial Management to Achieve Equity and Economic Growth in Balaroa Pewunu Village Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) is an institution that aims to improve the welfare of the community in the village through the management of economic activities. In the financial management of Bumdes, it is also necessary to pay attention to sound financial principles, namely transparent, accountable, sustainable and responsible financial management. One of the problems of BUMDes in Balaroa Pewunu Village is related to financial management where BUMDes in making their financial reports are still carried out in a traditional way, namely only based on cash books in and out, so that in terms of financial reporting accountability is still less accountable. The purpose of this Community Service program (PKM) is to provide training in preparing excel-based financial reports. Activities are carried out with two methods, namely knowledge transfer and community development model, namely an approach that involves partners directly as objects and subjects in the implementation of PkM. The results of the training on the preparation of excel-based BUMDes financial reports on village officials and managers of BUMdes Balaroa Pewunu, showed that all participants were able to operate and compile BUMdes financial reports from recording in the form of journals to balance sheets and income statements. The next recommendation is the need for this training to be carried out again but by providing additional examples in the form of consolidated financial statements, where BUMDes generally have various types of business units so it is necessary to know the preparation of consolidated financial statements.  
Revitalisasi Taman Pendidikan Al Qur’an di Mushola At-Taqwa Desa Henda Desi Fitriani; Nurul Wahdah; Rahmad Rahmad; Sulistyowati Sulistyowati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1202

Abstract

TPA Mushola At-Taqwa Desa Henda merupakan salah satu sektor pendidikan non formal dalam bidang keagamaan yang terhenti operasinya selama pandemi Covid-19. Revitalisasi dilakukan dengan tujuan penataan agenda pengajaran, pelaksanaan kegiatan mengaji, dan pemanfaatan kembali keberadaan TPA sebagai wadah bimbingan keislaman bagi anak-anak Desa Henda. Metode yang digunakan adalah penggabungan dari Service Learning (SL) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berupa pelayanan mengajar dengan libatan dari masyarakat adapun mitra yang terlibat dalam pelaksanan kagiatan ini yaitu,mahasiswa sebagai pelaksana, anak-anak dari SD-SMA desa Henda, ibu-ibu desa Henda sebagai partisipan serta bapak/ibu penyuluhan dari Kemenang yang ikut berkontribusi, dan. Kegiatan yang terlaksana meliputi pembelajaran al-qur’an dan mengaji, penulisan huruf arab hijaiyah, pembelajaran tata cara beribadah yakni wudhu dan sholat, dan pengenalan nyanyian islami yang terlaksana selama periode Juli-September dengan jadwal setiap Senin – Kamis pada pukul 13.30 – 15.00. Dari hasil pengabdian masyarakat melalui revitalisasi yang dilakukan adalah timbulnya kecintaan anak-anak Desa Henda terhadap Al-Qur’an dan semangat dalam mendalami dan mempelajari Islam meningkat, Selain itu TPA Mushola At-Taqwa teroptimalisasi pula pelaksanaanya, yang dilihat dari hasil evaluasi tes membaca Al-qur’an. Revitalization of the Qur'an Education Park at the At-Taqwa Mosque in Henda Village TPA At-Taqwa Mushola Henda Village is one of the non-formal education sectors in the religious field which stopped its operations during the Covid-19 pandemic. The revitalization was carried out with the aim of structuring the teaching agenda, implementing recitation activities, and reusing the existence of the TPA as a place for Islamic guidance for the children of Henda Village. The method used is a combination of Service Learning (SL) and Participatory Rural Appraisal (PRA) in the form of teaching services with the involvement of the community. The partners involved in implementing this activity are students as executors, children from SD-SMA in Henda village, the women of Henda village as participants and the counselors from the Ministry of Justice who contributed, and. Activities carried out include learning the Koran and reciting the Koran, writing hijaiyah Arabic letters, learning procedures for worship, namely ablution and prayer, and the introduction of Islamic chants which are carried out during the July-September period with a schedule every Monday - Thursday at 13.30 - 15.00. From the results of community service through the revitalization that was carried out, the love of the Henda Village children for the Al-Qur'an and enthusiasm for studying and studying Islam increased, besides that TPA At-Taqwa Mosque also optimized its implementation, which was seen from the results of the evaluation of Al-Qur'an reading tests -Quran.
Peningkatan Ksehatan Ibu Hamil dan Anak Sekolah dalam Pemanfaatan Tanaman Anti Infeksi Kecacingan Erlin Yustin Tatontos; Urip Urip
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1206

Abstract

Kecacingan adalah infeksi berbasis lingkungan dan termasuk penyakit yang terabaikan (Neglected Diseases), padahal  infeksi ini dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil, gangguan pertumbuhan perkembangan anak dan penurunan fungsi kognitif.  Infeksi kecacingan seringkali diabaikan karena kurangnya pengetahuan tentang infeksi kecacingan dan mengkonsumsi obat cacing apabila telah menimbulkan gejala berat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat  adalah meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak sekolah dalam pemanfaatan tanaman anti infeksi kecacingan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan promotif dan  preventif yaitu penyuluhan dan pelatihan pada sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan kader kesehatan  berjumlah 50 orang di Posyandu Lingkungan Dasan Cermen Utara, serta siswa dan guru SD di  SDN 26 Cakranegara berjumlah 50 orang. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sasaran di Posyandu Lingkungan Dasan Cermen Utara, pengetahuan meningkat dari 5 orang (10%) menjadi 50 orang (100%) dan sikap mendukung dari tidak ada 0% menjadi 45 orang (90%). Sasaran di SDN 26 Cakranegara , pengetahuan meningkat dari 10 orang (80%) menjadi 50 orang (100%) dan sikap mendukung dari 5 orang (10%) menjadi 50 orang (100%).Ibu hamil dan anak sekolah dengan pendampingan dapat melakukan kampanye kesehatan dengan Poster dan Booklet serta menanam tanaman anti infeksi kecacingan di Lingkungan dan Sekolah Improving the Health of Pregnant Women and School Children in the Utilization of Anti-Deworming Plants  Worms are environmental-based infections and include neglected diseases (Neglected Diseases), even though these infections can cause anemia in pregnant women, impaired growth and development of children and decreased cognitive function. Worm infections are often ignored because of a lack of knowledge about helminthic infections and taking worm medications when they cause severe symptoms. The aim of Community Service is to improve the health of pregnant women and school children by using anti-worm infection plants. The method of carrying out activities is promotive and preventive, namely counseling and training targeting pregnant women, nursing mothers and health cadres totaling 50 people at the Dasan Cermen Utara Environmental Posyandu, as well as elementary school students and teachers at SDN 26 Cakranegara totaling 50 people. The results of the Community Service target at Dasan Cermen Utara Environmental Posyandu, knowledge increased from 5 people (10%) to 50 people (100%) and supportive attitude from none 0% to 45 people (90%). Target at SDN 26 Cakranegara, knowledge increased from 10 people (80%) to 50 people (100%) and supportive attitude from 5 people (10%) to 50 people (100%). Pregnant women and school children with assistance can carry out health campaigns with posters and booklets and plant anti-worm infection plants in the environment and schools.
Strategi Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Mahasiswa Melalui Analisis SWOT (Studi Kasus: Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram) Nurul Chaerani; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana; Hasyyati Shabrina; Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Musdi Musdi; Dini Lestari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1210

Abstract

Program studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram merupakan satu-satunya Prodi Kehutanan Perguruan Tinggi Pemerintah, yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah mahasiswa setiap tahunnya yang terus bertambah. Pertambahan mahasiswa tersebut berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti kompetisi dan perlombaan di bidang Akademik. Berdasarkan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Tahun 2020 – 2022 menunjukkan prestasi akademik mahasiswa Prodi Kehutanan masih minim yaitu sekitar 1.3%. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti untuk meningkatkan motivasi dalam menunjang minat dan bakat mahasiswa. Pengembangan minat dan bakat dapat diawali dengan melakukan analisis SWOT, sehingga tujuan dari pengabdian ini yaitu mengetahui posisi Prodi Kehutanan dalam menentukan rencana strategi pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik melalui analisis SWOT. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dan kemudian dikembangkan kedalam data kuantitatif, dengan mengkaji faktor internal dan eksternal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder Prodi Kehutanan dan penjamin mutu internal Fakultas sebanyak 21 orang. . Hasil analisis berdasarkan perhitungan IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa posisi Prodi Kehutanan berada pada kuadran III dengan titik (x = -0.4) dan (y = 0.07) yang menunjukkan strategi WO (Weakness-Opportunity) yaitu Prodi Kehutanan harus “mengubah strategi” dengan meminimalisir kendala dan kelemahan internal agar dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Strategy To Develop the Interest and Talent of Students Through SWOT Analysis (Case Study: Forestry Study Program the Faculty of Agriculture, University of Mataram)  The forestry study program at the Faculty of Agriculture, University of Mataram is the only forestry study program at a state university in the Bali and Nusa Tenggara region, with an increasing number of students applying each year. However, the increased number of students did not correlate positively with the number of students participating in various academic competitions or events, hence the low achievement recorded. Based on the 2020-2022 Forestry study program performance report, the academic achievement of students in the forestry study program was very low at only 1.3%. This problem needs to be followed up to increase motivation in supporting student interests and talents. The development of interests and talents can be started by conducting a SWOT analysis, so that the purpose of this service is to find out the position of the Forestry Study Program in determining strategic plans for developing student interests and talents in increasing academic achievement through SWOT analysis. Data collection was carried out using a qualitative approach and then developed into quantitative data, by examining internal and external factors through Focus Group Discussion (FGD) activities with Forestry Study Program stakeholders and the Faculty's internal quality assurance. Analysis based on IFAS and EFAS calculations showed that the Forestry study program was located in the 3rd quadrant, with points (x = -0.4) and (y = 0.07) indicating that the Forestry study program should adopt WO strategy (weaknesses-opportunities). This means that the Forestry program needs to change its strategy by minimizing the obstacles and internal weaknesses to take advantage of the opportunities that exist in Order To Upgrade Students’ Capabilities
Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat SMP Negeri dan SMA Negeri: Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kab. Lombok Tengah Haerazi Haerazi; Arif Rahman; Lalu Ari Irawan; Jupri Jupri; Jumadil Jumadil; Moh Arsyad Arrafii; Ni Wayan Prami Wahyudiantari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1211

Abstract

Asesmen diagnostik sangat penting diterapkan oleh guru karena ini merupakan proses yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan atau kinerja siswa selama atau sebelum membelajarkan bahasa Inggris di kelas. Dalam konteks kurikulum Merdeka, asesmen diagnostik digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa secara individu. Dengan demikian, tujuan pengabdian ini adalah melatih guru bahasa Inggris dalam melakukan asesmen diagnostic di SMP Negeri dan SMA Negeri dalam rangka sebagai penguatan implementasi Kurikulum merdeka. Dengan demikian, untuk mencapai harapan tersebut maka pengabdian ini dilakukan dengan empat tahapan kegiatan, yaitu tahapan identifikasi masalah; analisis kebutuhan penyelesaian masalah; pelaksanaan kegiatan ini, dan melakukan refleksi kegiatan asesmen diagnostic. Dari hasil asesmen diagnostik ini, guru dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan siswa dalam masing-masing keterampilan berbahasa, serta merancang strategi pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan belajar mereka. Selain itu, asesmen diagnostik juga dapat membantu guru untuk menilai aspek non-akademik siswa seperti sikap, nilai, dan keterampilan sosial yang juga penting dalam pembelajaran bahasa Inggris. Guru dapat menggunakan instrumen seperti kuesioner atau rubrik penilaian untuk mengumpulkan informasi tentang aspek non-akademik siswa. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, guru-guru Bahasa Inggris di SMA dan SMP di Lombok Tengah dapat mengikuti program pengabdian yang bertemakan asesmen diagnostik dalam kurikulum Merdeka. Program ini dapat membantu guru-guru dalam mengembangkan kompetensi asesmen diagnostik yang efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam keterampilan berbahasa Inggris. Implementation of Diagnostic Assessment in English Subject at Public Junior High Schools and Public Senior High Schools: Strengthening the Implementation of the Independent Curriculum in Central Lombok Regency Diagnostic assessment is crucially important for teachers as it is a process used to gather data on students' abilities or performance in English language learning in the classroom, either during or prior to instruction. In the context of the Independent Curriculum, diagnostic assessment is employed to identify individual students' learning needs. Thus, the aim of this engagement is to train English language teachers in implementing diagnostic assessment at Public Junior High Schools and Public Senior High Schools, as a means of strengthening the implementation of the Independent Curriculum. To achieve this goal, the engagement is conducted in four stages: problem identification, needs analysis for problem-solving, implementation of the activities, and reflection on diagnostic assessment practices. Through the results of diagnostic assessment, teachers can evaluate students' strengths and weaknesses in each language skill and design appropriate learning strategies to address their learning needs. Additionally, diagnostic assessment also assists teachers in assessing students' non-academic aspects, such as attitudes, values, and social skills, which are equally important in English language learning. Teachers can employ instruments such as questionnaires or assessment rubrics to gather information on students' non-academic aspects. To enhance the quality of English language instruction, English language teachers in Central Lombok at both the junior and senior high school levels can participate in a diagnostic assessment program within the Independent Curriculum. This program can support teachers in developing effective and efficient diagnostic assessment competencies, thereby improving students' learning outcomes in English language skills.
Sosialisasi Peningkatan Kualitas Lingkungan Perairan Melalui Program Jaga Laut Kita dari Sampah Plastik Warsidah Warsidah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1229

Abstract

Sampah plastik yang terdapat di perairan bukan hanya diproduksi oleh aktivitas rumah tangga di pesisir. Aktivitas di darat yang menghasilkan plastik sebagai buangan atau limbah dalam jangka waktu yang lama, dapat terbawa oleh ombak atau angin, dan limbah tersebut masuk ke badan perairan sungai serta akhirnya bermuara di tepi pantai. Tingginya jumlah sampah plastik yang masuk ke perairan memiliki dampak buruk pada biota perairan, yang secara signifikan akan menurunkan kualitas lingkungan perairan serta produktivitas hasil perikanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meminimalkan pembuangan limbah plastik ke perairan, salah satunya melalui pengedukasian siswa atau pelajar sekolah dasar secara dini melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas lingkungan perairan dengan mensosialisasikan slogan "Jaga Laut Kita dari Sampah Plastik". Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, menggunakan wadah kemasan isi ulang, memisahkan sampah plastik (anorganik) dari sampah organik yang cenderung basah atau lembab, dan berupaya mendaur ulang limbah plastik yang sudah dikumpulkan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 13 Jeruju Besar, yang terdiri dari 26 anak siswa kelas 3. Kegiatan PKM berjalan lancar, dan evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta antara sebelum dan setelah kegiatan, seperti yang terindikasi dari hasil penilaian kuesioner yang diisi oleh peserta. Promotion to Quality Improvement of the Aquatic Environment through the program of Save Our Sea from Plastic Waste Plastic waste found in waters is not only produced by household activities on the coast. Activities on land that produce plastic as waste or waste for a long time, can be carried away by waves or wind, and the waste enters river water bodies and eventually ends up on the beach. The high amount of plastic waste that enters the waters has a negative impact on aquatic biota, which will significantly reduce the quality of the aquatic environment and the productivity of fishery products. Therefore, efforts are needed to minimize the disposal of plastic waste into waters, one of which is through educating students or elementary school students early through community service activities (PKM). The aim of this activity is to improve the quality of the aquatic environment by socializing the slogan "Keep Our Sea from Plastic Waste". This activity aims to instill a responsible attitude towards cleanliness and environmental health, reduce the use of single-use packaging, use refillable packaging containers, separate plastic (inorganic) waste from organic waste which tends to be wet or damp, and attempt to recycle the plastic waste that has been collected. . The partners in this activity were Public Elementary School (SDN) No. 13 Jeruju Besar, which consisted of 26 grade 3 students. The PKM activities ran smoothly, and the evaluation of this activity showed an increase in the participants' abilities between before and after the activity, as indicated by the results assessment of the questionnaire filled out by the participants.