cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 384 Documents
Olahan Bumbu Bubuk Kaldu Jamur Tiram Di Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Halifah Pagarra; Hartati; Muhammad Ilham Wardhana; Sahribulan
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.933

Abstract

Bumbu bubuk kaldu adalah salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dalam menyedapkan masakan sebagai pengganti MSG ( Monosodium glutamate). Berapa tahun terakhir jamur tiram banyak digunakan sebagai bumbu bubuk kaldu jamur tiram untuk menyedapkan rasa masakan. Bubuk kaldu jamur tiram ini diketahui bebas dari kandungan MSG. Budidaya jamur tiram saat ini sedang dikembangkan oleh CV. Surya Mandiri di Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Sehingga pada kegiatan ini, Tim Pengabdiam Masyarakat dari Universitas Negeri Makassar melibatkan CV. Surya Mandiri dan kelompok Wanita Tani di Desa Sokkolia untuk berkolaborasi dalam rangka meningkatkan pemasaran dari jamur tiram hasil produksi dari CV. Surya Mandiri dan meningkatkan pemasukan kelompok Wanita Tani di Desa Sokkolia. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah memberi pelatihan tentang: (1). Cara pengolahan bumbu bubuk kaldu dari jamur tiram, (2).Cara pengemasan dan pelabelan hasil produk olahan. (3). Pemasaran. Setelah kegiatan ini dilakukan baik dari aspek pengolahan, pengemasan dan pelabelan serta cara pemasaran produk kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan remaja Kelompok Wanita Tani Desa Sokkolia Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa sebagai mitra. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui penngisian angket terhadap kegiatan ini, hasil respon peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan skor rata-rata , 4,69 dengan kategori sangat baik. Processed Seasoning Powder for Oyster Mushroom Broth in Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency Broth powder seasoning is one of the ingredients that is needed in flavoring dishes as a substitute for MSG (Monosodium glutamate). In recent years, oyster mushrooms have been widely used as a seasoning for oyster mushroom broth powder to enhance the taste of dishes. This oyster mushroom broth powder is known to be free of MSG content. Oyster mushroom cultivation is currently being developed by CV. Surya Mandiri in Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency. So that in this activity, the Community Service Team from Makassar State University involved CV. Surya Mandiri and the Women Farmers group in Sokkolia Village to collaborate in order to increase the marketing of oyster mushrooms produced by CV. Surya Mandiri and increasing the income of the Women Farmers group in Sokkolia Village. The solution offered to overcome partner problems is to provide training on: (1). Method of processing broth powder seasoning from oyster mushrooms, (2). Method of packaging and labeling of processed products. (3). Marketing. After this activity was carried out both from the aspects of processing, packaging and labeling as well as how to market products to the community, especially women and adolescents, the Women Farmers Group of Sokkolia Village, Bontomarannu District, Gowa Regency as partners. Based on the evaluation carried out through filling out a questionnaire for this activity, the results of the participants' responses to this activity showed an average score of 4.69 in the very good category          
Sustainability Kelompok Bisnis Kerajinan Kapuk Di Desa Dalaka Melalui Strategi Patronage Jamaluddin Jamaluddin; Nina Yusnita Yamin; Jurana Nurdin; Supriadi Laupe; Abdul Pattawe; Nurhayati Haris
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.946

Abstract

Pengabdian  ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Startegi ini sangat dibutuhkan para mitra sebagai upaya pemulihan demi keberlanjutan bisnis yang harus dilakukan para mitra di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan program pengabdian ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Program ini akan dilakukan oleh 6 (enam) orang dosen dengan kolaborasi kepakaran pada 4 bidang. Bidang tersebut di antaranya bidang akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, manajemen pemasaran dan  sistem informasi serta 1 mahasiswa di bidang manajemen pemasaran dan akuntansi. Transfer iptek ke mitra dilakukan melalui penyuluhan dalam tiga bentuk, yaitu penyajian materi, demo, dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh para pengrajin kapuk dan berharap dapat dilakukan secara intens di desa mereka karena telah memberikan insight. Penyuluhan ini memberikan insightbaik bagi pengabdi maupun peserta. Hal ini dikarenakan pengabdi dapat melihat langsung berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.  Hasil pengabdian ini menunjukkan perlunya dilakukan bimbingan secara teknis dalammembangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Kapuk Craft Business Group Sustainability In Dalaka Village Through The Patronage Strategy This service aims to generate and develop the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners. This strategy is urgently needed by partners as a recovery effort for business sustainability that must be carried out by partners during the Covid-19 pandemic. The implementation of this service program will be carried out for 1 month. This program will be carried out by 6 (six) lecturers with collaboration of expertise in 4 fields. These fields include management accounting, financial accounting, marketing management and information systems and 1 student in marketing management and accounting. The transfer of science and technology to partners is carried out through counseling in three forms, namely material presentation, demonstration, and mentoring. This outreach activity was enthusiastically welcomed by the kapok craftsmen and hoped that it could be carried out intensely in their village because it had provided insight. This counseling provides insight for both devotees and participants. This is because servants can see firsthand the various problems faced by craftsmen, especially during this Covid-19 pandemic. The results of this service indicate the need for technical guidance in generating and developing the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners.
Rintisan Pelestarian dan Pengembangan Budidaya Anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo Wahyu Prihanta; Elly Purwanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.960

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian kepada masyarakat (Kelompok Masyarakat Anggur Lestari yang berada di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo) ini adalah bahwa dalam budidaya anggur (1) mitra kesulitan untuk memilih jenis-jenis yang sesuai untuk dibudidayakan; (2) mitra masih memiliki pengetahuan yang masih rendah tentang budidaya anggur mulai dari penanaman dan perawatan tanaman anggur; (3) mitra belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menghindari kerusakan anggur akibat erupsi gunung dan musim hujan yang lebih panjang dari siklus normal tahuanan; (4) mitra belum memiliki strategi untuk budidaya dan pelestarian anggur baik dari strategi budidaya maupun segi kewirausahaan; dan (5. mitra belum memiliki grand design untuk pengembangan tanaman anggur. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam perintisan pelestarian dan pengembangan budidaya anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Metode kegiatan dalan program pengabdian ini meliputi (1) persiapan pelaksanaan bersama dengan mitra, (2) pelaksanaan yang meliputi pembuatan grand design, studi banding, diklat dan pendampingan pada penanaman sampai perawatan, dan pembentukan jejaring, serta (3) evaluasi. Indikator keberhasilan program adalah terlaksananya semua kegiatan (100% terlaksana). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil dan telah meningkatkan pengetahuan kelompok dalam pemilihan varietas yang sesuai, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan budidaya anggur, dan membantu dalam pembuatan grand design pengembangan kegiatan budidaya anggur. Pioneering Preservation and Development of Grape Cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency The problems faced by community service partners (the Lestari Grape Community Group located in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency) are that in grape cultivation (1) partners have difficulty choosing the appropriate types for cultivation; (2) partners still have low knowledge about grape cultivation starting from planting and caring for grapevines; (3) partners do not have sufficient knowledge and skills to prevent damage to grapes due to mountain eruptions and rainy seasons which are longer than the annual normal cycle; (4) partners do not yet have a strategy for cultivating and preserving grapes, both from a cultivation strategy and an entrepreneurial perspective; and (5. partners do not yet have a grand design for the development of grapevines. Therefore, the purpose of this service is to provide assistance in pioneering the preservation and development of grape cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. The method of activity in this service program includes (1) preparation joint implementation with partners, (2) implementation which includes making a grand design, comparative studies, training and assistance from planting to care, and forming networks, and (3) evaluation.The indicator of program success is the implementation of all activities (100% implemented). it was concluded that the community service activities had been successful and had increased the group's knowledge in selecting suitable varieties, increased the knowledge and skills of grape cultivation, and assisted in making a grand design for the development of grape cultivation activities
Program Penerapan Teknologi Inovasi Educational QR Code di Ekowisata Pulau Lusi Sidoarjo Zelen Surya Minata Minata; Jacky Anggara Nenohai Nenohai; Deni Ainur Rokhim; Nur Indah Agustina; Kafita Krisnatul Islamiyah; Yudhi Utomo; Burhanuddin Ronggopuro
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.970

Abstract

Eduwisata merupakan konsep pariwisata yang ramah lingkungan dengan memprioritaskan sumber daya dan pendidikan. Pulau Lusi merupakan salah satu eduwisata yang belum mampu menyajikan media informasi sehingga wisatawan tidak mendapatkan informasi secara detail tentang berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan wisata tersebut. Program ini bertujuan untuk mengembangkan wisata Pulau Lusi dengan menerapkan teknologi QR Code yang dapat diakses melalui smartphone. Mitra dalam kegiatan pengabdian merupakan sebanyak 20 orang Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang turut aktif dalam kegiatan pengelolaan aset ekowisata Pulau Lusi. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan enam tahapan yaitu observasi lapangan, wawancara, uji coba aplikasi, pelatihan penggunaan aplikasi, dan evaluasi. Educational QR Code yang telah dikembangkan di Pulau Lusi mampu memudahkan wisatawan dalam mendapatkan informasi penting mengenai infografis tanaman sehingga sangat mendukung perkembangan Pulau Lusi sebagai wisata berbasis edukasi.  Educational QR Code Innovation Technology Implementation Program in Ecotourism Lusi Sidoarjo Island Eduwisata is an environmentally friendly tourism concept by prioritizing resources and education. Lusi Island is one of the edutourism that has not been able to present information media so that tourists do not get detailed information about various types of plants in the tourist area. This program aims to develop Lusi Island tourism by applying QR Code technology that can be accessed via smartphones. Partners in the service activities are as many as 20 Tourism Awareness Groups (POKDARWIS) who actively participate in the management of Lusi Island ecotourism assets. The method of implementing this program is carried out in six stages, namely field observation, interviews, application trials, application use training, and evaluation. The Education QR Code that has been developed on Lusi Island is able to make it easier for tourists to get important information about plant infographics so that it really supports the development of Lusi Island as an educational-based tourism. 
Pemantauan dan Identifikasi Masalah Kesehatan Lansia di Posyandu RW XII Desa Ledug Kembaran Banyumas Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri; Dwi Yuli Hartanto
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.990

Abstract

Semakin bertambahnya usia seseorang maka akan semakin mengalami berbagai perubahan dan kemunduran akibat proses menua. Proses menua yang terjadi tidak jarang menimbulkan beberapa keluhan yang merupakan bagian dari penyakit kronis yang dialami seperti asam urat, diabetes mellitus, rematik, kolesterol dan penyakit lainnya. Pendeteksian diri diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memantau dan mengidentifikasi masalah kesehatan pada lansia yang terdaftar di Posyandu RW XII Desa Ledug, Kembaran, Banyumas. Metode yang digunakan mengabdopsi metode pendekatan PAR kepada 5 kader dan 30 lansia. Hasil kegiatan selama 3 bulan didapatkan masalah kesehatan pada lansia, dan beberapa lansia yang beresiko mengalami masalah kesehatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tindakan pengidentifikasian dan pemantauan masalah kesehatan yang terjadi pada lansia sangat efektif untuk mencegah komplikasi lanjutan serta mendapatkan penanganan dengan segara guna meningkatkan derajat kesehatan dan usia harapan hidup. Monitoring and Identification of Elderly Health Problems at Posyandu RW XII Ledug Village, Kembaran, Banyumas The older a person is, the more they will experience various changes and setbacks due to the aging process. The aging process that occurs often causes several complaints which are part of the chronic diseases experienced such as gout, diabetes mellitus, rheumatism, cholesterol and other diseases. Self-detection is necessary to prevent further complications. The purpose of this activity is to monitor and identify health problems in the elderly registered at Posyandu RW XII, Ledug Village, Kembaran, Banyumas. The method used adopted the PAR approach method for 5 cadres and 30 elderly people. The results of activities for 3 months found health problems in the elderly, and some elderly who are at risk of experiencing health problems. The conclusion from this activity is that identifying and monitoring health problems that occur in the elderly are very effective in preventing further complications and getting immediate treatment in order to improve health status and life expectancy.
Optimalisasi Peran Ibu dalam pencegahan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Anggota Keluarga di Musim Hujan Ade Tika Herawati; Sri Wulan Megawati; Vina Juliana Anggraeni; Supriyatni Kartadarma; Amelia Kandanisa; Ni Luh Budi Astuti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1015

Abstract

ISPA merupakan penyakit saluran pernafsan akut dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Kejadian Ispa sering muncul pada musim hujan karena adanya perubahan cuaca yang ekstrim. Kejadian Ispa di kelurahan Sukabungah juga mengalami peningkatan dan ini banyak dialami oleh anak Balita. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu yang mempunyai anak Balita, anak-anak banyak yang mengalami Ispa dan ibu-ibu warga Rw.12 masih banyak yang belum tahu tentang ISPA, pencegahan dan penatalaksanaan pada anak dengan Ispa. Ibu sebagai salah satu anggota mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kesehatan dalam keluarga. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Deskriptif kuantitatif yakni menjelaskan tentang fenomena yang ada di masyarakat. Intervensi yang dilakukan adalah memberian pendidikan kesehatan kepada ibu yang mempunyai Balita tentang Ispa, pencegahan dan penatalaksanaan Ispa. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi tentang penatalaksanaan pada pasien Ispa, ibu-ibu warga Rw.12 mempunyai pengetahuan yang lebih baik dan mengerti tentang Ispa, pencegahan dan penetalaksanaannya. Optimizing the Role of Mothers in preventing ARI (Acute Respiratory Infection) of Family Members in the Rainy Season ARI is an acute respiratory tract disease with a high incidence rate. ISPA events often occur during the rainy season due to extreme weather changes. The incidence of ARI in the Sukabungah sub-district has also increased and this has been experienced by many children under five. Based on the results of interviews with mothers who have children under five, many children experience ARI and the mothers of residents of Rw.12 still do not know about ARI, prevention and management of children with ARI. Mother as a member has an important role in maintaining health in the family. The method used in this community service is descriptive quantitative, namely explaining the phenomena that exist in society. The interventions carried out are providing health education to mothers who have toddlers about ISPA, prevention and management of ISPA. After being given health education and demonstrations about management of ISPA patients, residents of Rw.12 have better knowledge and understanding of ISPA, its prevention and management.
Pemberdayaan Masyarakat Mengatasi Masalah Stunting Melalui Penyuluhan Dan Pelatihan Pengukuran Status Gizi Sayyidun Nisa Asy-Syifa; Iskandar Arfan; Marlenywati Marlenywati; Ayu Rizky
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1020

Abstract

Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar tertinggi kasus sangat pendek dan pendek dari 34 provinsi di Indonesia. Di kota Pontianak proporsi balita pendek (TB/U) sebesar 18.1% dengan target yakni turun 17% pada tahun 2022 dan 14% di 2024. Kelurahan Parit Mayor merupakan puskesmas dengan salah satu penyumbang kasus stunting di Kota Pontianak dengan 457 pengukuran terdapat 9,2% Balita Pendek. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang tentang stunting dan pentingnya pemantauan status gizi, serta pelatihan pemantauan status gizi. Sasaran Pengabdian ini adalah 24 orang (kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan Parit Mayor Pontianak Provinsi Kalbar. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah yang didukung media booklet, serta demontrasi pengukuran status gizi. Hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan pasca penyuluhan dari rata-rata nilai pengetahuan 9,3 menjadi 13,6. Setelah kegiatan pengabdian ini masyarakat lebih siap dan memiliki kesadaran lebih untuk mencegah kasus stunting di lingkungannya.  Bagi pihak terkait agar memanfaatkan pemberian informasi stunting melalui media booklet ini untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap stunting serta pembinaan lanjutan terhadap pelatihan pengukuran status gizi pada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memonitor pertumbuhan bayi dan balita secara mandiri untuk skrining awal pada tingkatan keluarga. Community Empowerment Overcoming Stunting Problems Through counseling and Training on Nutritional Status Measurement West Kalimantan is included in the top 10 highest cases of very short and short of 34 provinces in Indonesia. In Pontianak city the proportion of short toddlers (TB/U) is 18.1% with a target of decreasing by 17% in 2022 and 14% in 2024. Parit Mayor Village is a health center with one of the contributors to stunting cases in Pontianak City with 457 measurements there are 9.2 % Toddler Short. The purpose of this community service activity is to provide counseling about stunting and the importance of monitoring nutritional status, as well as training in monitoring nutritional status. The target of this Community Service is 24 people (health cadres and mothers with toddlers). This service activity was carried out in the Parit Mayor Pontianak sub-district, West Kalimantan Province. Community service activities use the lecture method supported by booklet media, as well as demonstrations of measuring nutritional status. The results of the evaluation showed an increase in post-counseling knowledge from an average knowledge value of 9.3 to 13.6. After this community service activity, the community is better prepared and has more awareness to prevent stunting cases in their environment. For related parties to take advantage of providing stunting information through this booklet media to increase public knowledge and awareness of stunting as well as further guidance on training in measuring nutritional status in the community so that they have the ability to monitor the growth of infants and toddlers independently for initial screening at the family level., and the results of scientific findings obtained and conclusions. Abstract for still
Literasi Informasi Kesehatan: Penyuluhan Informasi dalam Pencegahan Isu Hoaks Vaksinasi Covid-19 di Sosial Media bagi Pelajar SMK di Jawa Barat Nadia Ushfuri Amini; Ade Tika Herawati; Madinatul Munawwaroh; Agung Sutriyawan; Asep Aep Indarna; Sephia Indah Lutpiah; Bilqis Annisa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1029

Abstract

Literasi informasi Kesehatan dilakukan untuk memberi solusi dari persoalan yang dihadapi oleh siswa dan siswi SMK di Jawa Barat yang mengakses internet dengan tujuan untuk mendapatkan informasi, agar tidak terpapar informasi hoaks vaksinasi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan  metode  workshop melalui penyuluhan informasi dalam pencegahan isu hoaks vaksinasi Covid-19 di sosial media. Kegiatan  ini dilaksanakan  secara  luring. Ada 42 (empat puluh dua) siswa SMK  yang mengikuti  secara  penuh  kegiatan  ini. Berdasarkan  rangkaian kegiatan  yang  telah  dilakukan, siswa dan siswi SMK Rancaekek merasa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan, terutama dengan pemberian penyuluhan terkait literasi informasi kesehatan.  Pengabdi  menemukan,  selama ini  banyak terdapat  siswa dan siswi yang masih kesulitan menyaring informasi fakta dan hoaks terkait vaksinasi Covid-19 dikarenakan  kurangnya  literasi informasi Kesehatan. Setelah  dilakukan  workshop literasi informasi Kesehatan dalam pencegahan isu hoaks vaksin Covid-19, siswa dan siswi dapat memilah informasi fakta dan hoaks, selain itu siswa dan siswi SMK Pasundan Rancaekek dapat mengetahui cara mencegah adan menanggulangi isu hoaks vaksinasi Covid-19. Health Information Literacy: Information Counseling in Preventing the Issue of Covid-19 Vaccination Hoaxes on Social Media for Vocational High School Students in West Java Health information literacy is carried out to provide solutions to problems faced by SMK students in West Java who access the internet with the aim of obtaining information, so as not to be exposed to hoax information about the Covid-19 vaccination. This service is carried out using the workshop method through information counseling in preventing the issue of Covid-19 vaccination hoaxes on social media. This activity is carried out offline. There were 40 (forty two) SMK students who fully participated in this activity. Based on the series of activities that have been carried out, students at SMK Rancaekek feel very helped by the activities carried out, especially by providing counseling related to health information literacy. The servant found that so far there have been many students who still have difficulty sifting through factual and hoax information related to the Covid-19 vaccination due to a lack of health information literacy. After holding a health information literacy workshop in preventing the issue of Covid-19 vaccine hoaxes, students can sort out factual and hoax information. In addition, students at Pasundan Rancaekek Vocational School can find out how to prevent and deal with the issue of Covid-19 vaccination hoaxes.
Peningkatan Kompetensi Diri untuk Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Di Era Society 5.0 bagi Pelajar Nahdlatul Ulama Di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Mochammad Eric Suryakencana Wibowo; Miftachul Mujib; Pradana Jati Kusuma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1030

Abstract

Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini berdampak pada hilangnya jutaan pekerjaan lama dan munculnya pekerjaan-pekerjaan baru. Kondisi ini menyebabkan banyak calon tenaga kerja tidak memiliki kesiapan dalam persaingan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru tersebut. Ditambah lagi dengan munculnya konsep Society 5.0 yang menuntut calon tenaga kerja menguasai kecakapan creativity, critical thinking, communication dan collaboration. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah organisasi pelajar IPNU IPPNU di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Rendahnya kesiapan para pelajar yang tergabung dalam IPNU IPPNU dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan, ditambah dengan kurangnya pemahaman manajemen organisasi para pengurusnya, menjadi alasan Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan workshop bagi anggota organisasi mitra. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai persiapan yang harus dilakukan bagi anggota mitra dalam menghadapi persasingan kerja di Era Society 5.0 serta memberikan pemahaman tentang manajemen organisasi yang efektif. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode workshop yang berisi penyampaian materi yang terbagi dalam 2 sesi, yaitu materi Manajemen Organisasi (Sesi 1) dan Personal Branding  untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja di Era Society 5.0 (Sesi 2). Pemberian program ini secara umum dapat memberikan manfaat bagi organisasi mitra dengan membantu mengurangi permasalahan yang dihadapi yaitu dengan bertambahnya pemahaman para pengurus organisasi mengenai manajemen organisasi yang baik serta semakin menguatnya kesiapan para peserta dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era Society 5.0. Improving Self Competence for Readiness to Enter the World of Work in the Era of Society 5.0 for Nahdlatul Ulama Students The Industrial Revolution 4.0 affects the loss of millions of old jobs and the emergence of new jobs. This condition causes many prospective workers to be unprepared for the competition for these new jobs. It's coupled with the emergence of Society 5.0 that requires probable workers who are experts in creativity, critical thinking, communication and collaboration. Partner in this community service activity is the student organization, IPNU IPPNU, based in Sawangan District, Magelang Regency. The reason for the Community Service Team to provide workshops for members of the partner is that students who are members of IPNU IPPNU have low readiness to face job competition in the future, coupled with low understanding of the managerial knowledge of the organization. The purpose of this activity are to provide an understanding of managerial knowledge of the organization effectively. It also shared insight into the preparations made to enter the world of work in the Society 5.0 era. The implementation of Community Service was carried out using the workshop method that contains materials, divided into two sessions, i.e Modern Organizational Management (Session 1) and Personal Branding to increase readiness to enter the world of work in Era Society 5.0 (Session 2). This program provide benefits to partner organizations to reduce the problems faced, i.e. by increasing the understanding of managerial knowledge regarding good organizational management and strengthening the readiness of participants in preparing to enter the world of work in the era of Society 5.0
Pelatihan Batik Ecoprint Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Wirausaha Kreatif Pada Siswa Luar Biasa Fatimatuz Zahro; Sekar Putri Mahardika; Dhea Sari Nurjanah; Ainus Salsabila; Sevina Rizky Octavia; Hikmah Cahya Utami; Anisa Kartika Wicaksiwi; Wilda Mardhatillah; Zulfani Nurdiana Agustin
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i1.1033

Abstract

Era disrupsi membawa perkembangan yang cukup pesat dalam seluruh bidang. Pergerakan manusia dalam berfikir dan bergerak turut mengalami perubahan dan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan sumber daya manusia. Tidak meratanya akses kerja dan adanya formalitas pekerjaan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat normal menjadi penghambat bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha secara kreatif dan mandiri kepada para siswa SLBN Gedangan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Kegiatan dilakukan melalui bebrapa tahap dan diikuti oleh para siswa SLBN Gedangan dengan antusias dan motivasi yang baik. Pelatihan batik ecoprint dapat melatih kreativitas peserta didik dan menumbuhkan  sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ecoprint Batik Training As An Effort To Realize The Generation Of Creative Entrepreneurs In Extraordinary Students The era of disruption brought quite rapid development in all fields. The movement of manusai in thinking and moving has also changed and has an impact on the availability of human resource jobs. Unequal access to work and the formality of work between persons with disabilities and normal society are obstacles for persons with disabilities to get opportunities. The purpose of this study is to determine the potential in cultivating an entrepreneurial spirit creatively and independently to the students of SLBN Gedangan. This research method uses a qualitative type of research. The activity was carried out through several stages and was attended by the students of SLBN Gedangan with enthusiasm and good motivation. Ecoprint batik training can train the creativity of students and grow in accordance with their competencies