cover
Contact Name
Mursyidin
Contact Email
mursyidin.pte@gmail.com
Phone
+6285260007582
Journal Mail Official
jka.bansigom@gmail.com
Editorial Address
Tgk Meurah Street No.122C Tibang Village Syiah Kuala Sub-district Banda Aceh 23124
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kolaborasi Akademika
Published by Bansigom Na Publisher
ISSN : -     EISSN : 30466210     DOI : https://doi.org/10.26811/cxy12138
Jurnal Kolaborasi Akademika(JKA) adalah media komunikasi dan forum tanggapan untuk tulisan ilmiah, terutama terkait Education, Sains, Piskologi, Kesehatan,Ekonomi, Mitigasi. Artikel yang disajikan di Jurnal Kolaborasi Akademika adalah dari kolaborasi anatar akademisi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): JKA" : 15 Documents clear
Bridging Cultures through English: A Curriculum for Sustainable Agro-Ecotourism in Higher Education Chamisah; Aisyah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/qrsxdt77

Abstract

The integration of English language education with sustainability-oriented tourism has become increasingly important within higher education, particularly in response to global environmental challenges and the growing demand for sustainable tourism practices. Agro-ecotourism, which combines agricultural activities, ecological conservation, and tourism development, requires graduates who possess not only technical and disciplinary knowledge but also strong intercultural communication and language competencies. In this context, English plays a strategic role as a medium for cross-cultural interaction, knowledge exchange, and sustainability advocacy. This study aims to propose a curriculum framework that bridges cultures through English by integrating sustainable agro-ecotourism principles into higher education learning. Adopting a conceptual and literature-based approach, the article synthesizes key studies on English for Specific Purposes (ESP), intercultural competence, and sustainability-oriented tourism education to inform curriculum design. The proposed framework emphasizes communicative English skills, sustainability literacy, and local cultural engagement as core learning outcomes. The findings indicate that an integrated English-based agro-ecotourism curriculum has the potential to enhance students’ global communication abilities, cultural awareness, and preparedness to contribute meaningfully to sustainable tourism development. This study contributes to curriculum development discourse by offering a theoretically grounded and contextually relevant model suitable for higher education institutions, particularly in developing country contexts.
From Home To The Environment: The Family’s Role In Optimizing Early Childhood Naturalistic Intelligence Faridy, Faizatul
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/wggxkm80

Abstract

This study aims to analyze the family's role in optimizing early childhood naturalistic intelligence through home-based to neighborhood ecological experiences. While the importance of the family in early environmental exposure is recognized, a gap exists in understanding how informal daily practices can be systematically leveraged to foster deeper ecological awareness. Employing a descriptive qualitative method, this research was conducted with 9 farming families in Peunalom II Village, Tangse-Pidie (Aceh), selected through purposive sampling. Data were gathered via semi-structured interviews, observation, and documentation, and analyzed through reduction, presentation, and verification. The key findings reveal that while families naturally serve as the primary center for stimulating naturalistic intelligence through spontaneous activities (e.g., interacting with animals, gardening, maintaining cleanliness), this stimulation remains predominantly practical. It lacks deliberate guidance toward conceptual understanding of the cause-effect relationship between human behavior and its environmental impact, thus limiting the optimal development of children's ecological consciousness. The study's main contribution lies in identifying this critical gap and, consequently, explicitly proposing a novel, structured family mentoring model based on the "From Home to the Environment" approach. This model is posited as a strategic framework to systematically connect domestic nature experiences with the formation of early ecological awareness. Therefore, this research underscores that optimizing naturalistic intelligence requires moving beyond incidental exposure, advocating for intentional pedagogical integration within the family context to cultivate not only cognitive skills but also a foundational ecological identity from an early age. 
Pengaruh Mindfulness terhadap Resiliensi pada Mahasiswa yang Mengalami Stres Akademik Khaira, Wanty; Miftahul Jannah; Siti Nurafifah Qarimah; Yusnaini
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/xvnkry07

Abstract

Stres akademik telah menjadi fenomena yang mengakar di kalangan mahasiswa, berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis dan pencapaian akademik. Dalam konteks ini, resiliensi berperan sebagai faktor protektif yang memungkinkan individu untuk beradaptasi dan bangkit dari tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mindfulness (kesadaran penuh) terhadap tingkat resiliensi pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian kuantitatif eksplanatif ini melibatkan 250 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang teridentifikasi mengalami tingkat stres akademik sedang hingga tinggi berdasarkan skala *Perceived Stress Scale-10 (PSS-10)*. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen utama: Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) untuk mengukur mindfulness dan *Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25)* untuk mengukur resiliensi. Analisis data menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi (β = 0.673, p < 0.001), menjelaskan 45.3% varians dalam skor resiliensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik mindfulness, seperti kemampuan untuk mengamati pengalaman internal tanpa menghakimi dan tidak bereaksi berlebihan, dapat menjadi fondasi dalam membangun ketahanan psikologis. Implikasi dari penelitian ini menyarankan perlunya integrasi pelatihan mindfulness ke dalam layanan bimbingan dan konseling kampus sebagai intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik yang penuh tekanan.
Inovasi Pendidikan Pascabencana Melalui Kepemimpinan Digital Amna Emda; Hayatuz Zakiyah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/9x1zrw34

Abstract

Bencana alam yang kerap melanda wilayah Indonesia memiliki dampak devastatif yang tidak hanya pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada sektor pendidikan. Pascabencana, lembaga pendidikan menghadapi tantangan kompleks berupa kerusakan fasilitas, trauma psikologis peserta didik dan pendidik, serta terputusnya proses pembelajaran. Dalam konteks ini, kepemimpinan tradisional dirasakan tidak lagi cukup untuk mengatasi krisis secara cepat dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis peran kepemimpinan digital sebagai katalisator inovasi pendidikan dalam situasi pascabencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada sekolah-sekolah di wilayah terdampak bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang memiliki kompetensi digital mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun komunikasi yang cepat, mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara fleksibel, dan menciptakan ekosistem pembelajaran yang tangguh (resilient). Inovasi yang muncul meliputi penggunaan platform Learning Management System (LMS) darurat, koordinasi sumber daya melalui media sosial, dan pemetaan kebutuhan siswa secara digital. Temuan ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan digital bukan sekadar penguasaan teknologi, melainkan kemampuan visioner untuk memanfaatkan teknologi dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah krisis. Artikel ini merekomendasikan pentingnya integrasi pelatihan kepemimpinan digital dalam manajemen berbasis sekolah sebagai strategi mitigasi risiko pendidikan.
EFL Writing as a Lens for Exploring Sustainability Awareness and Community Resilience Syahabuddin, Khairiah
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/4y2v4x83

Abstract

Academic stress is a common challenge among university students and may negatively affect psychological well-being and academic performance. Resilience plays a crucial protective role in helping students adapt and recover from academic pressure. This study aimed to examine the effect of mindfulness on resilience among students experiencing moderate to high levels of academic stress. A quantitative approach with a correlational–predictive design was employed, involving 250 university students from several universities in Indonesia, selected using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Data were collected using the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25), and analyzed using simple linear regression. The results indicated that mindfulness had a positive and significant effect on resilience (β = 0.673, p < 0.001), accounting for 45.3% of the variance in resilience. The novelty of this study lies in its focus on students with moderate to high academic stress and in positioning mindfulness as a key psychological predictor of resilience rather than merely a stress-reduction strategy. These findings provide practical implications for the development of mindfulness-based counseling and intervention programs in higher education settings.
Implementasi ISO 9241-11 dalam Mengukur Efektivitas dan Efisiensi Smart IoT Drying System untuk Pengolahan Ikan di Banda Aceh Eliana; Mursyidin, Mursyidin; Fathiah, Fathiah; Gunawan, Endra
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/er2fkx76

Abstract

Pemanfaatan teknologi pengeringan ikan tradisional di wilayah pesisir Banda Aceh, khususnya di Gampong Deah Raya, masih menghadapi kendala ketergantungan pada cuaca dan risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi Smart IoT Drying System, sebuah sistem pengering terkontrol yang memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan secara real-time untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi ikan kayu (Keumamah). Evaluasi sistem dilakukan berdasarkan standar ISO 9241-11 untuk mengukur aspek efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui usability testing terhadap 10 pengolah ikan di Gampong Deah Raya. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi tugas dan kuesioner System Usability Scale (SUS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mencapai tingkat efektivitas keseluruhan sebesar 91,25%. Skor rata-rata SUS yang diperoleh adalah 80,25, yang menempatkan sistem dalam kategori "Excellent" dengan Grade B. Analisis skala Likert menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 95,0%, mengindikasikan bahwa aplikasi sangat layak digunakan. Meskipun terdapat variasi kemampuan adopsi pada responden senior karena faktor literasi digital, secara keseluruhan sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk ikan olahan..
Inklusif di Kancah Sorotan Dunia Pendidikan Socienty 5.0 Sari, Siti Mayang; Mhd Syafii; Zahraini; Mutia Notha
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/y14ajs60

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi perhatian utama dalam menghadapi era society 5.0 yang menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai – nilai kemanusiaan. Transformasi digital melalui kecerdasaan buatan, big data, dan internet of things membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjamin keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik. Artikel ini memiliki tujuan  untuk mengkaji peran pendidikan inklusif dalam sorotan dunia pendidikan global pada era society 5.0 serta mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan praktik pendidikan inklusif dari berbagai negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di era Society 5.0 tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga menekankan penguatan nilai empati, kolaborasi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran yang adaptif dan personal, sementara pendidik berperan penting sebagai fasilitator dan penggerak nilai kemanusiaan. Dengan demikian, sinergi antara kebijakan pendidikan, kesiapan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi yang beretika menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di era Society 5.0.
Penanaman dan Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa) untuk Meningkatkan Kesehatan dan Menumbuhkan Perekonomian Masyarakat Muhammad Ridha Ramli; Dewi Yana; Zulfahmi; Vivi Pretty Lumbantoruan
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/0z6k2377

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi dan berpotensi sebagai bahan pangan fungsional maupun komoditas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penanaman dan pemanfaatan daun kelor serta kontribusinya terhadap peningkatan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan, wawancara dengan kelompok masyarakat, serta telaah literatur terkait kandungan nutrisi dan peluang pengembangan produk turunan kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya kelor relatif mudah dilakukan dengan kebutuhan lahan dan perawatan yang minimal, sementara pemanfaatannya dapat berbentuk konsumsi langsung, serbuk, kapsul herbal, hingga produk industri rumahan. Produk turunan kelor terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan potensi pendapatan. Dengan demikian, pengembangan kelor berpeluang menjadi strategi pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Sekolah Hijau: Gerakan Siswa SD Menjaga Lingkungan dan Ketahanan Pangan Putri Rahmi
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/mx5rth30

Abstract

Program “Sekolah Hijau” merupakan inisiatif pendidikan lingkungan yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD) dalam kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan penanaman tanaman pangan sebagai upaya peningkatan kesadaran lingkungan serta ketahanan pangan skala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Sekolah Hijau dan dampaknya terhadap pengetahuan, sikap, serta keterampilan siswa dalam pengelolaan lingkungan. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan siswa pada empat sekolah dasar selama kurun waktu enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sekolah Hijau meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep lingkungan, konservasi air, pengolahan sampah organik, dan budidaya tanaman pangan. Siswa mampu mempraktikkan aktivitas bercocok tanam seperti penanaman sayuran cepat panen (kangkung, sawi, dan bayam) serta perawatan kebun sekolah berbasis hidroponik sederhana. Selain itu, program ini berhasil menumbuhkan perilaku positif seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan kebiasaan memilah sampah, serta partisipasi siswa dalam kerja sama kelompok. Dampak program juga terlihat pada terwujudnya mini kebun sekolah yang mampu menyediakan sebagian kebutuhan sayur untuk kantin sekolah, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dalam konteks lingkungan sekolah.
Pendekatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Air Irigasi pada Musim Kemarau Yulia; Effendi Nurzal; Manovri Yeni; Ira Damayanti
Jurnal Kolaborasi Akademika Vol. 3 No. 1 (2026): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/cgcsst16

Abstract

Keterbatasan pasokan air irigasi pada musim kemarau menuntut penerapan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan efisien guna menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian. Salah satu pendekatan yang dinilai strategis adalah penguatan peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai lembaga lokal yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemanfaatan air irigasi. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pendekatan P3A dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi selama musim kemarau. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-konseptual dengan menitikberatkan pada praktik pengelolaan air yang diterapkan oleh P3A, meliputi pengaturan distribusi air, penerapan sistem pengairan bergilir, serta pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi secara partisipatif. Uraian ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anggota P3A dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengelolaan irigasi berperan penting dalam menekan kehilangan air, meningkatkan pemerataan distribusi, serta mengurangi potensi konflik antarpetani. Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kesadaran petani terhadap prinsip keadilan dan efisiensi penggunaan air menjadi faktor pendukung keberhasilan pendekatan ini. Namun demikian, keterbatasan sarana prasarana dan dukungan teknis masih menjadi tantangan dalam penerapan pendekatan P3A secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara P3A dan pemerintah untuk mendukung efektivitas pengelolaan air irigasi, khususnya pada kondisi kekurangan air di musim kemarau.

Page 1 of 2 | Total Record : 15