cover
Contact Name
Muhammad Naoval Haris
Contact Email
cantingunikal@gmail.com
Phone
+62816776328
Journal Mail Official
cantingunikal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman No 163 Kota Pekalongan
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Canting : Jurnal Batik Indonesia
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : -     EISSN : 3063539X     DOI : https://doi.org/10.31941/canting.v2i1
Canting Jurnal Batik Indonesia is an open access national journal with the frequency of 2 (two) times a year (February & August), published by Universitas Pekalongan (Pekalongan University). Submitted manuscripts should be original Research Articles and Literature Reviews that aims for contribution and continuous dissemination of updates in relation to batik. Canting editors welcome manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals. Journal articles published in the CANTING Jurnal Batik Indonesia are articles that are free of plagiarism and have never been published by other journals. The focus and scope of this journal are as follows: Culture and batik philosophy Fine art Raw materials for batik technology engineering Batik production process Prevention and treatment of batik waste Craft and batik designs Batik fashion Smart textile and batik
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Perbandingan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, air PDAM pada proses nglorod batik Mizwar, Afifah Al Insyiroh; Maghfiroh, Maghfiroh; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.337

Abstract

Proses nglorod merupakan tahap penting dalam pembuatan batik karena menentukan keberhasilan pelepasan malam dari kain, yang berpengaruh pada ketahanan warna dan kualitas akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, dan air PDAM dalam proses nglorod. Metode yang digunakan meliputi observasi, eksperimen, studi literatur, dan wawancara. Sampel batik dicelup menggunakan zat warna naftol, lalu dilakukan proses nglorod dengan empat jenis air berbeda: air laut, air sumur, air PDAM, dan air sumur yang terkontaminasi air rob. Efektivitas diukur berdasarkan persentase pelepasan malam pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air PDAM mencapai efektivitas tertinggi dengan 100% pelepasan malam, diikuti oleh air sumur sebesar 80%, air sumur terkontaminasi rob sebesar 40%, dan air laut sebesar 20%. Tingkat salinitas air terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelepasan malam; semakin tinggi salinitas, semakin sulit malam terlepas. Kesimpulannya, penggunaan air dengan salinitas rendah seperti air PDAM direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil batik. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perajin batik dalam memilih sumber air yang optimal untuk proses produksi.
Kontribusi pengrajin batik dalam pelestarian budaya Batik Cimahi pada UKM Batik Anggraeni Putri, Amalia Sandra; Falah, Asep Miftahul
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v2i1.375

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai filosofis dan identitas daerah. Namun, di tengah arus modernisasi, eksistensi batik tradisional seperti Batik Cimahi menghadapi tantangan, terutama dalam menarik minat generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi UKM Batik Anggraeni dalam pelestarian budaya Batik Cimahi serta strategi pemasaran yang digunakan untuk bertahan dan bersaing di era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik triangulasi, melibatkan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Anggraeni aktif melestarikan Batik Cimahi melalui produksi batik bermotif lokal, partisipasi dalam pameran budaya, serta promosi digital melalui media sosial. Dukungan dari pemerintah Kota Cimahi, seperti keterlibatan dalam kegiatan DEKRANASDA dan penghargaan yang diperoleh, turut memperkuat eksistensi UKM tersebut. Strategi pemasaran digital seperti sistem pre-order dan pemanfaatan media sosial terbukti efektif dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan demikian, Batik Anggraeni tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman melalui inovasi dan kolaborasi.
Peranan batik dalam pelestarian budaya melalui kostum tari kreasi : Studi Kasus SagaSara Costum Desriani, Salsa; Falah, Asep Miftahul
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.378

Abstract

Kostum tari khususnya kostum tari tradisional dan tari kreasi tidak hanya menjadi elemen pendukung dalam sebuah pertunjukan tari, seperti salah satu tempat penyewaan kostum di Bandung yaitu Sagasara costum yang menyatakan bahwa usaha mereka tidak hanya mendukung minat dan bakat masyarakat terhadap tari tradisional, tetapi memiliki peran besar dalam pelestarian budaya melalui kostum tari. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan objek yang diteliti berupa penggunaan batik pada koleksi kostum tari kreasi di SagaSara Costum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi dimana penulis berinteraksi langsung dengan pemilik SagaSara Costum untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan batik pada koleksi kostum tari SagaSara Costum secara tidak langsung memiliki peran yang besar dalam upaya pelestarian budaya. penggunaan motif batik yang dipadukan dengan elemen kostum tari lainnya memiliki peran yang cukup besar dalam mengenalkan budaya Indonesia yaitu batik. SagaSara Costum tidak hanya berupaya memperkenalkan keragaman tarian Indonesia, namun juga menekankan nilai-nilai budaya melalui penggunaan batik sebagai bagian dari kostum tari, upaya ini secara tidak langsung memiliki peran dalam pelestarian budaya generasi mendatang.
Penggunaan zat fosfor sebagai inovasi pada proses visual kain batik Asani, Riyan; Murty, Daru Anggara; Lestari, Rizki
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.384

Abstract

Batik prada merupakan cara menghias batik menggunakan warna keemasan dalam bentuk lapisan. Pada penelitian ini proses pengaplikasiannya menggunakan zat fosfor sebagai pengganti prada. Zat fosfor digunakan agar mendapatkan cahaya dalam permukaan kain saat kondisi sekitarnya gelap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kain batik dengan penambahan zat fosfor dan juga hasil dari visualisasi nya diatas kain. Penelitian ini terinspirasi dari proses pembuatan batik prada, akan tetapi penggunaan prada pada penelitian ini digantikan menggunakan zat fosfor. Proses pelekatan dilakukan pada tahap akhir, caranya adalah campur zat fosfor dengan lem kain dan proses pelekatan tersebut dilakukan menggunakan canting tulis keatas kain kain batik. Hasil dari penelitian ini yaitu menciptakan visualisasi unik dari batik yang akan menyala dikeadaan gelap pada motif yang sudah ditambahkan zat fosfor, dengan catatan pada hasil pelekatan zat fosfor tersebut diberi sumber cahaya terlebih dahulu.
Perancangan media edukasi untuk mengenal perbedaan batik tulis, cap, kombinasi, dan printing Adeline, Jessica Lorensia; Rismantojo, Sandy; Aryani, Dewi Isma
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.634

Abstract

Batik merupakan warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai historis, artistik, dan ekonomi tinggi. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum memahami perbedaan teknik pembuatannya seperti batik tulis, cap, kombinasi, dan printing, sehingga seringkali menimbulkan kesalahpahaman dalam menghargai nilai dan harga batik. Penelitian ini bertujuan merancang media edukasi berbasis media sosial yang komunikatif dan visual-interaktif untuk meningkatkan apresiasi terhadap teknik batik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan perolehan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak dapat membedakan jenis batik secara visual, meskipun mengaku mengetahui jenis-jenis batik. Media sosial dipilih sebagai media paling efektif karena mampu menyajikan informasi visual secara interaktif dan mudah diakses. Melalui konten edukatif yang menarik, edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian batik, terutama batik tulis sebagai simbol identitas budaya Indonesia. Edukasi ini juga berpotensi memperkenalkan nilai budaya batik ke ranah global serta diharapkan dapat menjadi langkah awal pelestarian batik melalui jalur edukasi kreatif dan kolaboratif.
Logo Merurdue sebagai penanda visual dan kultural: Analisis semiotika dengan sentuhan estetika tradisi Nugroho, Muhammad Faizal Agung
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.637

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna visual logo “Meurdue” dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Logo Meurdue memadukan logogram berbentuk atap rumah dengan logotype bertulisan “MEURDUE” menggunakan tipografi bebas. Secara denotatif, logogram merepresentasikan bentuk atap yang merujuk pada lokasi awal kedai berdiri. Secara konotatif, elemen ini memunculkan citra “rumah kedua” yang nyaman, akrab, dan memberikan perlindungan. Tipografi logotype yang ekspresif dan organik mencerminkan karakter merek yang kreatif, unik, serta dekat dengan komunitas muda. Pemilihan warna hitam memperkuat kesan tegas, autentik, dan mendalam, sekaligus mengasosiasikannya dengan karakter kopi itu sendiri. Ritme visual dari elemen garis dan bentuk dalam logo membentuk pola berulang yang secara implisit merefleksikan prinsip estetika tradisi visual Nusantara, sejenis dengan prinsip pengulangan motif pada batik yang sarat makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo Meurdue tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga sebagai media penyampai pesan emosional dan kultural yang konsisten melalui integrasi bentuk, warna, dan gaya visual yang digunakan.
Solusi Batik Zero Waste dalam Manajemen Operasional UMKM Batik di Era Industri 5.0 Mursidah, Mursidah; Cahyo, Andri Nur; Mulyapradana, Aria; Anjarini, Ary Dwi
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.649

Abstract

Industri batik, khususnya pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghadapi tantangan serius terkait limbah produksi yang berdampak pada lingkungan dan efisiensi operasional. Prinsip zero waste menawarkan solusi strategis melalui pengurangan limbah sejak tahap perancangan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan prinsip zero waste dalam manajemen operasional batik di era Industri 5.0. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif di beberapa UMKM batik Pekalongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan zero waste dapat dilakukan melalui integrasi desain pola efisien (misalnya draping dan modular), pemanfaatan aplikasi digital untuk perancangan motif, penggunaan teknologi sederhana dan pengelolaan limbah kolektif. Namun, implementasi menyeluruh masih terhambat oleh keterbatasan modal, minimnya pelatihan desain berkelanjutan, serta belum meratanya dukungan infrastruktur. Kesimpulannya, prinsip zero waste berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat daya saing UMKM batik Pekalongan, terutama jika didukung oleh kebijakan, kolaborasi, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Branding Kota Pekalongan: Integrasi budaya dan teknologi dalam meningkatkan wisata dan investasi Widadi, Zahir; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Haris, Muhammad Naoval
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 2 No 2 (2025): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v2i2.662

Abstract

Penelitian ini membahas strategi branding Kota Pekalongan berbasis budaya dan teknologi untuk meningkatkan daya tarik wisata dan investasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada posisi Pekalongan sebagai The World’s City of Batik, dengan tantangan globalisasi dan kebutuhan pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan kota. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui analisis literatur, dokumen, dan prosiding akademik terkait branding, budaya, dan smart city. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik sebagai identitas budaya memiliki peran sentral dalam memperkuat citra kota. Integrasi teknologi smart city (Artificial Intelligence, Geographic Information System, Internet of Things, serta media digital) mendukung promosi, memperluas pasar batik, dan memperkaya pengalaman wisatawan. Branding berbasis budaya–teknologi juga menciptakan peluang investasi pada sektor pariwisata, industri kreatif, dan pendidikan batik. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur TIK, literasi digital yang rendah, dan risiko komodifikasi budaya, yang dapat diatasi melalui kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat. Kesimpulannya, branding berbasis budaya dan teknologi merupakan strategi efektif untuk memperkuat identitas Pekalongan, meningkatkan daya saing wisata, menarik investasi, serta membangun ekosistem kota yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Peran warna dan komposisi dalam meningkatkan keterlibatan pengguna pada desain grafis batik kontemporer Kurniawan, Wahyu; Angga Reza, Yolandita; Kristianto, Harys; Yulianti, Elis
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 3 No 1 (2026): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v3i1.648

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran warna dan komposisi dalam meningkatkan keterlibatan pengguna pada desain grafis digital melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan menerapkan metodologi fenomenologi dan studi kasus, penelitian berfokus pada pengalaman subjektif praktisi desain grafis profesional serta analisis implementasi praktis dari prinsip-prinsip desain. Proses analisis data mengungkapkan bahwa prinsip warna dan komposisi memiliki pengaruh dominan dalam membentuk reaksi emosional, preferensi visual, dan pola atensi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna primer efektif dalam menarik perhatian awal, sementara komposisi berbasis grid memfasilitasi navigasi dan pemahaman struktur informasi. Selain itu, pemilihan kontras warna yang tepat dapat memperkuat hierarki visual dan meningkatkan keterbacaan elemen desain. Penelitian ini menghasilkan pembaruan berupa pedoman strategi desain berbasis pengalaman yang mencakup penggunaan palet warna dinamis dan panduan komposisi fleksibel yang adaptif terhadap konteks pengguna. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan fenomenologis sangat efektif dalam mengungkap insight desain yang berakar pada pengalaman subjektif, memberikan pemahaman lebih dalam tentang proses kreatif yang autentik dalam desain grafis digital.
Batik fraktal digital: transformasi motif tenun sulawesi tenggara melalui pemodelan geometri dan kecerdasan buatan (AI) Zulfaidil, Zulfaidil; Brahmana, Deni Yehezkiel Fredrick Sembiring; Sutoyo, Poppy Azahra; Wahyuni, Srih
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 3 No 1 (2026): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/cjbi.v3i1.742

Abstract

Batik dan tekstil tenun merupakan dua medium ekspresi budaya yang berkembang dari akar tradisi yang berbeda di wilayah Nusantara. Batik tumbuh pesat di Jawa, Bali, dan kawasan pesisir, sementara Sulawesi Tenggara secara historis membangun identitas visualnya melalui tradisi tenun. Ketiadaan tradisi batik di wilayah ini menyebabkan motif tenun kurang terekspos dan jarang diadaptasi dalam media visual kontemporer. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya transmediasi budaya yang mampu menjaga nilai tradisional sekaligus responsif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan motif batik digital berbasis geometri fraktal yang terinspirasi dari motif tenun tradisional Sulawesi Tenggara sebagai upaya pelestarian budaya melalui inovasi teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan pemodelan fraktal, transformasi geometri, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan variasi desain adaptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dengan perajin tenun, analisis geometris, serta validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraktal Koch Curve, Barnsley Fern, dan Sierpinski Triangle mampu merepresentasikan struktur repetitif dan simetri motif tenun Sulawesi Tenggara. Integrasi AI memperkaya komposisi warna dan eksplorasi visual tanpa menghilangkan filosofi budaya. Validasi ahli menghasilkan skor rata-rata 3,61 (kategori sangat layak), sehingga desain yang dihasilkan memenuhi aspek estetika, ilmiah, dan budaya.

Page 2 of 2 | Total Record : 20