cover
Contact Name
Nurdin Rahman
Contact Email
nurdinrahman.untad@gmail.com
Phone
+6285253587076
Journal Mail Official
jurnaldedikatifkesmas@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako. Jln. Soekarno Hatta Km. 9 Kota Palu, Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 2746699X     DOI : -
Core Subject : Health,
Focus & Scope: fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Scope Gizi dan Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Pertanian, Sosial dan Ekonomi, Kependidikan.
Articles 46 Documents
Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Pada Ibu Balita Di Kelurahan Lambara Ummu Aiman; Nurulfuadi Nurulfuadi; Ariani Ariani; Aulia Rakhman; Devi Nadila; St Ika Fitrasyah; Linda Ayu Rizka Putri
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.522

Abstract

Praktek pemberian gizi yang tidak benar merupakan penyebab utama awal terjadinya stunting, sehingga pemenuhan dan pemberian gizi yang benar pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) akan menentukan kualitas hidup seorang manusia. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu dalam praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang benar mulai dari frekuensi, porsi dan tekstur yang sesuai dengan usia dan budaya pemberian makan di daerah setempat. Lokasi pengabdian yaitu di kelurahan Lambara Kota Palu, dimana pesertanya adalah ibu bayi dan anak. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan ini ada 3 yaitu ceramah, praktek dan Pre-post test. Hasil dari kegiatan pelatihan PMBA ini adalah pengetahuan peserta mengalami peningkatan sebesar 18% tentang PMBA setelah diberikan edukasi serta praktek langsung.
Sosialisasi Cookies Tepung Kedelai (Glicine Max L.), Tepung Bayam (Amaranthus Tricolor L.) Dan Sari Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia S.) Sebagai Makanan Alternatif Penderita Anemia Di Madrasah Aliyah Negeri (Man) 2 Kota Palu Ariani Ariani; Siti Ika Fitrasyah; Aulia Rakhman; Saskia Wulandari; Nur Alfiah Wulandari
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.547

Abstract

Anemia (Defisiensi Zat Besi) merupakan masalah kesehatan yang serius tanpa adanya pembatasan usia. Tingginya angka kejadian anemia dikarenakan asupan gizi yang tidak optimal dan aktivitas fisik yang kurang. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi akan zat besi yaitu dengan modifikasi makanan berupa cookies yang menyehatkan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti tepung kedelai, tepung bayam dan sari jeruk nipis yang mengandung nilai gizi. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai kadar zat besi dan Vit C dalam cookies tepung kedelai (Glicine Max L.), tepung bayam (Amaranthus Tricolor L.) dan sari jeruk nipis (Citrus Aurantifolia S.), sebagai makanan alternatif penderita anemia pada remaja putri, memberikan pengetahuan dalam pembuatan cookies yang menarik dan bervariatif yang diharapkan dapat mengurangi terjadinya anemia pada remaja putri. Mitra dalam kegiatan ini adalah Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah. Metode ceramah : Digunakan untuk menjelaskan Manfaat dan kandungan gizi serta cara pembuatan cookies tepung kedelai (Glicine Max L.), tepung bayam (Amaranthus Tricolor L.) dan sari jeruk nipis (Citrus Aurantifolia S.) sebagai makanan alternatif penderita anemia pada remaja putri. Metode pembagian produk adalah dengan membagikan dan mensosialisasikan cookies. Kemudian diskusi dilakukan setelah sosialisasi selesai untuk mengetahui respon peserta. Peserta dalam kegiatan sosialisasi ini adalah siswa Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu. Hasil kegiatan semua peserta mendapatkan informasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai sumber makanan alternatif untuk pencegahan anemia.
Penyuluhan Bahaya Penyakit Diare di SDN Inpres 1 Desa Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi hasanah hasanah; Pitriani Pitriani; Riri Suwahyuni Wahid
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.552

Abstract

Salah satu daerah yang hampir setiap tahun terdampak banjir dan mengakibatkan kekurangan air bersih adalah Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Puskesmas Baluase yang terdapat pada Kecamatan Dolo Selatan memasukkan penyakit diare dalam 10 penyakit tertinggi selama tahun 2021 dengan jumlah 179 Kasus, sehingga mendasari kecurigaan bahwa sumber air di Desa Rogo tercemar bakteri Coliform dan Escherichia coly yang merupakan organisme lazim di temukan pada sumber air yang tercemar dan terkontaminasi dengan pathogen. Diare akan menyebabkankehilangan nutrisi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh. Untuk itu, dilakukanlah penyuluhan tentang edukasi terkait bahayadiare pasca bencana atau saat mereka berada di pengungsian. Sasaran penyuluhan di fokuskan kepada siswa-siswi di SDN Inpres 01 Desa, kelas 4 dan 5 sebanyak 68 orang. Metode yang akan dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini meliputi Predan post test utuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta terkait penyakit Diare pasca bencana. Penyuluhan Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media PPT dan video. Berdasarkan hasil analisis pre dan post test, didapatkan masih rendahnyapengetahuan tentang bahaya Diare, begitupun terkait pengimplementasian pencegahan terutama dalam hygine perorangan. Penyuluhan dengan menggunakan media audio visual dapat membantu meningkatkan pengetahuan siswa-siswi terkait materiyang disampaikan.
Sosialisasi Bolu Kukus Berbasis Tepung Kulit Pisang Ambon dan Buah Kurma sebagai Makanan Selingan Alternatif di Kelurahan Lambara, Kota Palu Siti Ika Fitrasyah; Ariani Ariani; Kurniawati Mappiratu; Oktaviami Tarabu; Saskia Wulandari; Nur Alfiah Wulandari
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.556

Abstract

Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat setiap tahun baik dari jumlah kasus maupun prevalensi. Faktor risiko DMT2 termasuk kombinasi kompleks dari faktor genetik, metabolisme dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain berkontribusi terhadap prevalensinya. Peningkatan glukosa dalam darah dapat dikendalikan dengan pemilihan pangan yang tepat untuk dikonsumsi yaitu pangan dengan indeks glikemik rendah. Pangan dengan indeks glikemik rendah dapat menghasilkan kadar glukosa darah yang lebih terkendali. Beberapa efek menguntungkan dari diet rendah IG dan tinggi serat telah ditunjukkan, termasuk glukosa postprandial yang lebih rendah dan respons insulin, profil lipid yang lebih baik, dan, mungkin, penurunan resistensi insulin. Salah satu upaya untuk menciptakan menu selingan alternatif yang cocok dengan penderita DMT2 adalah dengan memformulasi menu selingan berupa bolu kukus berbasis tepung kulit pisang ambon dan buah kurma. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah masyarakat dapat mengetahui nilai gizi dalam produk,memiliki pengetahuan membuat bolu kukus yang lebih menarik dan bervariatif, serta konsumsi produk diharapkan dapat mencegah penyakit degeneratif khususnya bagi masyarakat di Kelurahan Lambara, Kota Palu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain metode ceramah, metode pembagian produk, dan metode diskusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah selesai dilaksanakan. Tim pengabdi juga telah selesai membagikan dan mensosialisasikan produk kepada masyarakat. Semua peserta mendapatkan informasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai makanan alternatif untuk pencegahan penyakit DMT2.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Dan Covid 19 Melalui Penyuluhan Kesehatan dan Pemasangan X Banner, Dan Poster Di Kelurahan Talise Kota Palu Mohammad Fikri; Herman Herman
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.557

Abstract

Akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan mewabahnya salah satu virus baru yaitu Corona jenis baru (SARS-CoV-2) atau Corona Virus Disease (COvid-19). Virus ini pertama kali muncul di Wuhan salah satu kota di Tiongkok. Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemic. Hingga saat ini, hamper seluruh negara di dunia telah terjangkit virus ini. Awal Desember 2020 kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan sekitar 558 ribu terkonfirmasi positif dengan jumlah meninggal mencapai 17.000 lebih orang menjadikan Indoensia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara yang terbesar jumlah penederitanya (AAI, 2020). Di beberapa provinsi ditetapkan sebagai provinsi yang menerapkan PPKM level 3 salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Tengah. Prevalensi kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah menunjukkan adanya peningkatan kasus hingga saat ini. Bedasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi per Tanggal 25 Februari 2022 terjadi penambahan kasus sebanyak 529 kasus dengan jumlah postif aktif 423 kasus. Penambahan kasus harian yang cukup signifikan ini menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah masih menjadi salah satu provinsi yang memiliki angka kasus Covid-19 yang tinggi.Metode Pelaksanaan kegiatan itu melakukan penyuluhan, pemasangan X banner dan poster terkait dengan pencegahan Covid-19. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan warga di Kelurahan Talise dalam upaya pencegahan Covid-19. Luaran dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan Covid-19 yang terangkum dalam sebuah video pendek.
Sosialisasi Posyandu Remaja Pada Remaja di Wilayah Terdampak Bencana Kota Palu Dilla Srikandi Syahadat; Herawanto Herawanto; Nur Fadhilah Sari
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.558

Abstract

Pada masa remaja, hormon cenderung diproduksi dalam jumlah relatif besar, bahkan terkadang berlebihan yang mempengaruhi perilaku dan emosi remaja secara berlebihan. Mereka juga sangat tertarik untuk mempelajari perubahan fisik yang terjadi pada tubuh mereka (Hurlock, 1980). Pada remaja berkebutuhan khusus (diffable) juga mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti yang terjadi pada remaja pada umumnya (Kharisnatika, 2006), namun mereka memiliki keterbatasan intelektual bahkan terkadang fisik dan emosi juga memiiliki keterbatasan, maka perlunya bimbingan dan dukungan dari lingkungan sekitar terkait kondisi kesehatan mereka khususnya kesehatan reproduksi (Maunder, 2006; Saadah, 2009). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan Posyandu Remaja pada seluruh lapisan masyarakat remaja termasuk remaja disabilitas di daerah bencana Kota Palu. Manfaat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta menjadi mengetahui dan memahami Posyandu Remaja serta manfaatnya dan dapat memanfaatkan Posyandu Remaja demi meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh lapisan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu 1) metode ceramah , 2) metode visual dan 3) metode games. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah remaja termasuk remaja disabilitas di wilayah terdampak bencana Kota Palu yang berjumlah 15 orang. Berdasarkan hasil sosialisasi, remaja memahami dan merasa ingin datang kembali saat pelaksanaan Posyandu Remaja akan dilaksanakan. Timbulnya minat remaja untuk mendatangi Posyandu Remaja dapat membantu remaja memahami masalah terkait kesehatan reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesehatan pada generasi muda.
Sosialisasi Kesehatan Mental Ibu Hamil Masa Pandemi C-19 di UPTD Puskesmas Mabelopura Kota Palu Nurhaya S Patui; Sitti Radhiah; Elvaria Mantao
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i1.559

Abstract

Pada masa remaja, hormon cenderung diproduksi dalam jumlah relatif besar, bahkan terkadang berlebihan yang mempengaruhi perilaku dan emosi remaja secara berlebihan. Mereka juga sangat tertarik untuk mempelajari perubahan fisik yang terjadi pada tubuh mereka (Hurlock, 1980). Pada remaja berkebutuhan khusus (diffable) juga mengalami perubahan fisik dan hormonal seperti yang terjadi pada remaja pada umumnya (Kharisnatika, 2006), namun mereka memiliki keterbatasan intelektual bahkan terkadang fisik dan emosi juga memiiliki keterbatasan, maka perlunya bimbingan dan dukungan dari lingkungan sekitar terkait kondisi kesehatan mereka khususnya kesehatan reproduksi (Maunder, 2006; Saadah, 2009). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan Posyandu Remaja pada seluruh lapisan masyarakat remaja termasuk remaja disabilitas di daerah bencana Kota Palu. Manfaat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta menjadi mengetahui dan memahami Posyandu Remaja serta manfaatnya dan dapat memanfaatkan Posyandu Remaja demi meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh lapisan masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu 1) metode ceramah , 2) metode visual dan 3) metode games. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah remaja termasuk remaja disabilitas di wilayah terdampak bencana Kota Palu yang berjumlah 15 orang. Berdasarkan hasil sosialisasi, remaja memahami dan merasa ingin datang kembali saat pelaksanaan Posyandu Remaja akan dilaksanakan. Timbulnya minat remaja untuk mendatangi Posyandu Remaja dapat membantu remaja memahami masalah terkait kesehatan reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesehatan pada generasi muda.
Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Baduta Stunting di Kelurahan Pengawu Kota Palu Sitti Radhiah; Nurhaya S Patui; Elvaria Mantao
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.560

Abstract

Anak yang memiliki awal tumbuh kembang yang baik akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang lebih sehat, hal ini dipengaruhi oleh hasil interaksi faktor genetik dan faktor lingkungan. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Pengawu salah satu lokus stunting Kota Palu dengan jumlah anak Baduta pada tahun 2022 berjumlah 331 orang dan 54 orang (16,6%) diantaranya stunting. Status stunting saat ini hanya menggunakan indikator fisik yakni panjang badan per umur (PB/U) dan tinggi badan per umur (TB/U) padahal jika kita meneliti definisi stunting menurut WHO adalah gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Tujuannya adalah membantu petugas kesehatan melaksanakan screening komprehensif sebelum anak ditetapkan berstatus stunting hanya karena anak tersebut memiliki indikator fisik berupa PB/U dan TB/U dibawah -2 SD tanpa meneliti lebih jauh riwayat penyakit infeksi serta perkembangan psikososial anak.. Hasil pemantauan tumbuh kembang ditemukan bahwa dari 12 orang anak Baduta stunting yang memiliki indikator tumbuh kembang yang tidak optimal berdasarkan nilai Z score, sebagian besar anak tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (72,3%), serta 66,67% masih memiliki perkembangan psikososial yang baik. Hal ini berarti petugas kesehatan belum melaksanakan sepenuhnya pemantauan tumbuh kembang anak sebelum menetapkan status stunting pada anak tersebut, dengan pemantauan yang komprehensif petugas kesehatan dapat memetakan masalah yang ada dan menentukan terapi yang tepat bagi setiap anak agar dapat membantu anak tumbuh kembang secara optimal.
Penyuluhan untuk Pengurangan Kejadian ISPA pada Pekerja Kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Lusia Salmawati; Marselina Marselina; Pertiwi Pertiwi
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.562

Abstract

ISPA yaitu salah satu penyebab kematian terbesar di negara berkembang. ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan atas atau bawah yang biasanya menular dapat menimbulkan penyakit yang berkisar penyakit tanmpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung dari faktor lingkungan, factor penjamu. Namun demikian sering juga ISPA di artikan sebagai penyakit saluran penyakit akut yang disebabkan oleh agent infeksius yang ditularkan dari manusia kemanusia. Berdasarkan laporan dari Kemenkes RI (2017) kasus ISPA mencapai 28% dengan 533,187 kasus yang di temukan pada tahun 2016 di 18 provinsi diantaranya mempunyai prevalensi di atas nasional. Selain itu ISPA juga sering berada pada daftar 10 penyakit terbanyak” di rumah sakit dan puskesmas. Target pengabdian ini yaitu pekerja kapuk di Desa Dalaka Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi/penyuluhan kesehatan pada masyarakat yang merupakan pekerja kapuk, diharapkan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan saat bekerja serta terjadinya penurunan jumlah penderita ISPA pada pekerja di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di Desa Dalaka.
Pemeriksaan Status Gizi Dan Hemoglobin Untuk Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Ummu Aiman; Nurulfuadi nurulfuadi; Devi Nadila; Hijra Hijra; aulia rakhman; Nurdin Rahman; I Made Tangkas; Siti Ika Fitrasyah; Linda Ayu Rizka Putri; Ariani Ariani; Kurniawati Mappiratu; Aldiza Intan Randani; Diah Ayu Hartini
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v3i2.590

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Remaja putri memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan remaja putra, hal ini dikarenakan remaja putri setiap bulannya mengalami haid (menstruasi). Remaja di indonesia terutama remaja putri sebagian besar mengalami anemia, hal ini dikarenakan kurangnya konsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi yang mudah diserap oleh tubuh. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai status gizi yang diukur menggunakan pengukuran antropometri dan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk pencegahan anemia. Peserta dalam kegiatan pemeriksaan ini adalah siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Khairat Kota Palu. Alamat JL. SIS Al-Jufri, No. 36, Siranindi, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pemeriksaan ini adalah metode ceramah. Hasil dari kegiatan pemeriksaan status gizi dan hemoglobin sebagian besar siswi memiliki gizi normal (72%) dan lainnya memiliki gizi tidak normal, yakni gizi kurang (12%), gizi lebih (12%) dan obesitas (4%). Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin didapatkan bahwa ada 48% siswi yang tidak anemia, sehingga 52% siswi mengalami anemia. Hasil ini menunjukkan bahwa memang remaja putri rentan untuk menderita anemia.