cover
Contact Name
Abdul Wahid
Contact Email
aufklarungetdc22@gmail.com
Phone
+6285395517466
Journal Mail Official
aufklarungetdc22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bumi 18 Blok A 15 No. 1 Bumi Permata Hijau RT. 006/RW. 003 Kel. Gunung Sari Kecamatan Rappocini, Kota Makassar SULAWESI SELATAN, INDONESIA
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : 28087674     EISSN : 28087100     DOI : -
Core Subject : Education,
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published by Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published 6 (six) times a year in November (October-November edition), January (December-January edition), March (february-march edition), May (april-may edition), July (June-Juli edition), and September (Agustus-September edition) , contains articles/articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners, and reviewers/reviewers on research results, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 179 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI TEKS BERITA SISWA KELAS XI SMAN 19 BONE : THE EFFECT OF THE APPLICATION OF THE PROJECT BASED LEARNING (PJBL) MODEL ON THE OUTCOMES OF LEARNING INDONESIAN LANGUAGE IN NEWS TEXT MATERIALS OF GRADE XI STUDENTS OF SMAN 19 BONE Atikah Nurul Asdah; Nurul Alizah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5205

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi Teks Berita yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan keaktifan siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI SMAN 19 Bone. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 19 Bone. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas XI MIPA 1 sebanyak 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebanyak 32 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) menggunakan instrumen tes yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 28,72 (setara nilai 84,4) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 23,44 (setara nilai 68,9). Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai t-hitung = 8,45 > t-tabel = 1,99 pada taraf signifikansi 5%. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model PjBL terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia materi Teks Berita siswa kelas XI SMAN 19 Bone.
ANALISIS TINGKAT KETERLIBATAN SISWA (STUDENT ENGAGEMENT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 DUA BOCCOE : ANALYSIS OF THE LEVEL OF STUDENT ENGAGEMENT IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT SMP NEGERI 1 DUA BOCCOE Atikah Nurul Asdah; Revalina Febrianti
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5208

Abstract

Keterlibatan siswa (student engagement) merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran. Tingkat keterlibatan siswa dapat memengaruhi kualitas partisipasi, ketertarikan, serta usaha yang diberikan selama mengikuti kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterlibatan siswa (student engagement) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Dua Boccoe berdasarkan dimensi behavioral engagement, emotional engagement, dan cognitive engagement. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang terdiri atas 20 butir pernyataan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan siswa secara keseluruhan berada pada kategori cukup dengan persentase rata-rata sebesar 41%. Berdasarkan dimensi keterlibatan, cognitive engagementmemperoleh persentase tertinggi sebesar 46% dan berada pada kategori cukup, diikuti behavioral engagement sebesar 42% dengan kategori cukup. Sementara itu, emotional engagement memperoleh persentase terendah sebesar 36% dan termasuk dalam kategori lemah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia belum berkembang secara seimbang pada seluruh dimensi keterlibatan. Aspek kognitif dan perilaku telah menunjukkan kondisi yang cukup baik, sedangkan aspek emosional masih memerlukan perhatian. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara lebih optimal.
ANALISIS PERSEPSI SISWA KELAS X TERHADAP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DI SMAN 8 PANGKEP: ANALYSIS OF STUDENTS' PERCEPTION OF GRADE X TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF THE PROJECT BASED LEARNING (PJBL) LEARNING MODEL AT SMAN 8 PANGKEP Atikah Nurul Asdah; Suryanita
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penerapan Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 8 Pangkep. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif survei. Populasi penelitian berjumlah 21 siswa kelas X yang telah mengikuti pembelajaran berbasis proyek, dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket persepsi yang terdiri atas 24 butir pernyataan dengan skala Likert empat tingkat. Instrumen mengukur lima aspek persepsi, yaitu kesesuaian model terhadap materi pembelajaran, kreativitas belajar, hasil belajar dan pemahaman konsep, kolaborasi dan kerja tim, serta motivasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase capaian pada setiap aspek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap penerapan PjBL berada pada kategori positif dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,08 atau setara dengan 77,0% dari skor maksimum. Aspek kesesuaian model terhadap materi memperoleh skor tertinggi (M = 3,17), diikuti kolaborasi dan kerja tim (M = 3,09), hasil belajar dan pemahaman konsep (M = 3,06), kreativitas belajar (M = 3,05), serta motivasi belajar (M = 3,01). Temuan penelitian menunjukkan bahwa PjBL dipersepsikan mampu mendukung pembelajaran yang kontekstual, meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mengembangkan kemampuan kolaboratif. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa aspek kreativitas dan motivasi belajar masih memerlukan penguatan dalam implementasinya. Hasil penelitian memberikan kontribusi empiris mengenai persepsi siswa terhadap PjBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia serta dapat menjadi dasar evaluasi dalam optimalisasi penerapan pembelajaran berbasis proyek pada era Kurikulum Merdeka.
PEMEROLEHAN BAHASA ISYARAT SEBAGAI BAHASA PERTAMA PADA ANAK TUNARUNGU: ACQUISITION OF SIGN LANGUAGE AS A FIRST LANGUAGE IN DEAF CHILDREN Nurrahma
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5225

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pemerolehan bahasa isyarat sebagai bahasa pertama pada anak tunarungu, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, hambatan, dan strategi pembelajaran yang paling efektif dalam mendukung pemerolehan bahasa tersebut. Latar belakang penelitian didasarkan pada data World Health Organization (2023) yang mencatat lebih dari 430 juta orang di dunia hidup dengan gangguan pendengaran signifikan, dengan lebih dari 800.000 di antaranya berada di Indonesia (BPS, 2020). Kondisi ini menempatkan isu pemerolehan bahasa isyarat sejak dini sebagai persoalan yang mendesak secara pendidikan dan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan narrative literature review dengan kerangka thematic analysis (Braun & Clarke, 2006). Sumber data diperoleh melalui penelusuran pada enam basis data akademik—Google Scholar, ERIC, DOAJ, Garuda, SINTA, dan repositori institusional—dengan kriteria inklusi yang eksplisit. Dari 78 artikel yang ditemukan, sebanyak 22 sumber akhirnya dikaji secara mendalam. Hasil kajian menghasilkan lima tema utama: (1) proses pemerolehan, (2) faktor pendukung, (3) kendala dan tantangan, (4) strategi pembelajaran efektif, dan (5) implikasi perkembangan. Temuan menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa isyarat berlangsung secara alami jika paparan terjadi sejak usia dini secara konsisten, dengan sinergi antara keterlibatan keluarga dan dukungan institusi sekolah sebagai faktor penentu. Hambatan terbesar meliputi keterlambatan paparan di atas periode kritis, keterbatasan tenaga pendidik, dan stigma sosial. Strategi pembelajaran multimodal yang melibatkan keluarga terbukti paling efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi bahasa isyarat sejak dini adalah kebutuhan mendesak yang memerlukan regulasi dan dukungan sistemik, bukan sekadar pilihan pedagogis.
EMOJI SEBAGAI PENGGANTI UNSUR SINTAKSIS DALAM KOMUNIKASI DIGITAL: KAJIAN STRUKTUR DAN FUNGSI PADA MEDIA SOSIAL: EMOJI AS A SUBSTITUTE FOR SYNTAXIC ELEMENTS IN DIGITAL COMMUNICATION: A STUDY OF STRUCTURE AND FUNCTION ON SOCIAL MEDIA Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Abdul Haliq
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5236

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong penggunaan emoji tidak hanya sebagai penanda emosi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan makna dalam interaksi media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan emoji sebagai pengganti unsur sintaksis dalam komunikasi digital berbahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis unsur sintaksis yang dapat digantikan oleh emoji, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam membangun makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan analisis isi. Data berupa komentar, unggahan, dan tuturan digital yang mengandung emoji pada platform Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode simak-catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penanda emosi. Emoji ditemukan berfungsi sebagai pengganti tuturan verbal utuh, pengganti nomina, pengganti predikat, serta pengganti frasa atau klausa. Selain itu, emoji juga berfungsi sebagai penanda nada ujaran yang membantu pembaca memahami sikap, maksud, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa emoji telah mengalami perluasan fungsi dari simbol visual dan afektif menjadi sumber daya semiotik yang memiliki peran sintaktis dan pragmatis dalam komunikasi digital. Penelitian ini memperlihatkan bahwa batas antara bahasa verbal dan simbol visual semakin kabur seiring berkembangnya praktik komunikasi multimodal di media sosial. Dengan demikian, emoji dapat dipahami sebagai bagian dari sistem komunikasi digital yang berkontribusi dalam pembentukan struktur dan makna bahasa kontemporer.
SUBSTITUSI FONEM DALAM PEMEROLEHAN FONOLOGI ANAK USIA 2 TAHUN: STUDI KASUS SUBJEK TUNGGAL: Phoneme Substitution in the Acquisition of Phonology in 2-Year-Old Children: A Single-Subject Case Study Nur Anita Syamsi Safitri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk substitusi fonem dalam tuturan anak usia 2 tahun 1 bulan dalam konteks komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus subjek tunggal. Data berupa tuturan lisan anak yang dikumpulkan melalui observasi naturalistik, teknik simak-catat, dan rekam dalam interaksi sehari-hari di lingkungan keluarga yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk substitusi fonem yang bersifat sistematis, meliputi: (1) substitusi fonem bilabial (/m/ dan /b/) yang bersifat dua arah, (2) substitusi fonem velar nasal (/ŋ/) menjadi /h/, serta (3) substitusi fonem alveolar ke velar (/t/ menjadi /k/) yang disertai penguatan bunyi. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem fonologi anak belum stabil dan ditandai oleh penggunaan berbagai strategi dalam produksi bunyi. Secara keseluruhan, substitusi fonem dalam tuturan anak merupakan bagian dari proses normal dalam pemerolehan bahasa yang dipengaruhi oleh kemudahan artikulasi, perkembangan kemampuan motorik bicara, serta lingkungan kebahasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pola substitusi fonem pada anak usia dini dalam konteks bilingual.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH JANGKALI: IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LEARNING METHODS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING: A CASE STUDY AT JANGKALI TSANAWIYAH MADRASAH Nur Anita Syamsi Safitri; Fidya Ramadani; Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5280

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Jangkali, Kabupaten Bone. Fokus penelitian mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hambatan yang dihadapi guru, serta strategi yang digunakan untuk mengatasi berbagai kendala selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai informan utama. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran komunikatif dilakukan dengan mengembangkan materi Bahasa Indonesia menjadi berbagai aktivitas yang memungkinkan siswa menggunakan bahasa dalam konteks yang bermakna dan dekat dengan kehidupan mereka. Pelaksanaan pembelajaran diwujudkan melalui kegiatan diskusi kelompok, simulasi, wawancara, dan presentasi yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses komunikasi. Penelitian juga menemukan beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan berbahasa siswa, pengelolaan kelas, dan keterbatasan sarana pendukung. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi berupa perencanaan kegiatan yang terstruktur, pembelajaran bertahap sesuai karakteristik siswa, penguatan aturan pembelajaran, serta pemanfaatan lingkungan madrasah sebagai sumber belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran komunikatif pada konteks madrasah berkembang melalui integrasi aktivitas berbahasa, pendidikan karakter, dan pemanfaatan lingkungan sosial-keagamaan sebagai sumber belajar yang mendukung proses komunikasi siswa.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII DI SMPN 2 TELLU SIATTINGE: INDONESIAN LANGUAGE LEARNING BASED ON PROBLEM BASED LEARNING IN DEVELOPING CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE VII STUDENTS AT SMPN 2 TELLU SIATTINGE Nur Anita Syamsi Safitri; Firna Firana; Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Problem Based Learning (PBL) serta menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tellu Siattinge. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII dan seorang guru Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi dan refleksi. Penerapan metode tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat pada kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, menyusun kesimpulan, serta memecahkan masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap belajar berupa meningkatnya keaktifan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa sehingga relevan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
PRESUPOSISI DALAM VIDEO PODCAST DENY SUMARGO BERJUDUL TIKTOK DI BANNED HARI INI JADI PEMBUNUH UMKM: THE PRESUPPOSITION IN DENY SUMARGO'S VIDEO PODCAST TITLED TiKTOK DI BANNED HARI INI JADI PEMBUNUH UMKM Tuti Wijayanti
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai jenis presuposisi yang terdapat dalam tuturan Denny Sumargo dan narasumbernya (Raymond Chin) pada tayangan podcast berjudul “TikTok di Banned Hari Ini Jadi Pembunuh UMKM”. Dalam kajian pragmatik, presuposisi digunakan penutur untuk menyampaikan informasi yang dianggap sebagai kebenaran bersama tanpa diucapkan secara eksplisit sehingga penting untuk mengeksplorasi bagaimana pemilihan kata yang digunakan oleh Denny Sumargo dengan narasumbernya menciptakan asumsi-asumsi tertentu tentang peran TikTok dalam ekonomi digital dan keberlangsungan UMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat pada transkip video podcast Denny Sumargo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis presuposisi dalam video podcast Denny Sumargo berjudul "TikTok di Banned Hari Ini Jadi Pembunuh UMKM" diantaranya presuposisi eksistensial, presuposisi leksikal, preuposisi faktif, preuposisi nonaktif, preuposisi struktural, dan preuposisi konterfaktual.