cover
Contact Name
Abdul Wahid
Contact Email
aufklarungetdc22@gmail.com
Phone
+6285395517466
Journal Mail Official
aufklarungetdc22@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bumi 18 Blok A 15 No. 1 Bumi Permata Hijau RT. 006/RW. 003 Kel. Gunung Sari Kecamatan Rappocini, Kota Makassar SULAWESI SELATAN, INDONESIA
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
ISSN : 28087674     EISSN : 28087100     DOI : -
Core Subject : Education,
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published by Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya is published 6 (six) times a year in November (October-November edition), January (December-January edition), March (february-march edition), May (april-may edition), July (June-Juli edition), and September (Agustus-September edition) , contains articles/articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners, and reviewers/reviewers on research results, conceptual ideas, study and application of theory, literature review, and book reviews.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 179 Documents
VARIASI BAHASA, CAMPUR KODE, DAN FUNGSI SOSIAL TUTURAN DALAM CERPEN ANAK PEREMPUAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: LANGUAGE VARIATION, CODE MIXING, AND SOCIAL FUNCTION OF SPEECH IN THE SHORT STORY OF GIRLS: A SOCIOLINGUISTIC STUDY Devi Apyunita; Nur Anita Syamsi Safitri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa, fenomena campur kode, serta fungsi sosial tuturan dalam cerpen Anak Perempuan karya Fitria Astuti Lestari melalui pendekatan sosiolinguistik. Kajian ini dilandasi oleh pandangan bahwa bahasa dalam karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi antartokoh, tetapi juga sebagai media representasi realitas sosial dan budaya yang melatarbelakangi kehidupan penuturnya. Dengan demikian, analisis bahasa dalam cerpen menjadi penting untuk memahami hubungan antara bahasa dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis) menurut Klaus Krippendorff: 2018, yang memungkinkan peneliti mengkaji makna tuturan secara mendalam, sistematis, dan kontekstual. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam cerpen yang dianalisis berdasarkan teori variasi bahasa, campur kode, dan fungsi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variasi bahasa yang ditemukan meliputi ragam informal, formal, serta penggunaan leksikon kultural yang mencerminkan latar sosial dan identitas tokoh; (2) campur kode terjadi antara bahasa Indonesia dan unsur bahasa Jawa yang digunakan secara alami dalam interaksi antartokoh; serta (3) fungsi tuturan mencakup fungsi direktif, representatif, dan ekspresif yang memperlihatkan dinamika relasi sosial dalam lingkup keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa dalam cerpen tidak bersifat netral, melainkan sarat makna sosial dan budaya yang merefleksikan kehidupan masyarakat secara kontekstual dan autentik
INTERSEKSIONAL DAN KEKERASAN PEREMPUAN DALAM CERPEN PENGAKUAN SUAMI PARINEM: INTERSECTIONALITY AND VIOLENCE AGAINST WOMEN IN THE SHORT STORY OF PARINEM'S HUSBAND'S CONFESSION Devi Apyunita; Nur Hasbi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan terhadap perempuan dalam cerpen Pengakuan Suami Parinem melalui pendekatan feminisme interseksional dan poskolonial. Sastra dipahami sebagai ruang representasi sosial yang merefleksikan relasi kuasa, termasuk ketimpangan gender yang bersifat struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik analisis teks melalui close reading. Data berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan pengalaman perempuan, seperti kekerasan seksual, stigma sosial, penghapusan identitas, dan resistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan mengalami kekerasan berlapis akibat persilangan antara sistem patriarki dan kolonial. Kekerasan tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga simbolik melalui stigma, pengabaian sosial, serta dominasi narasi laki-laki. Selain itu, tubuh perempuan berfungsi sebagai arsip trauma, sementara ingatan menjadi bentuk resistensi terhadap penghapusan sejarah. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan dalam teks sastra merupakan subjek historis yang aktif dalam menegosiasikan posisinya dalam struktur kekuasaan.
DIMENSI SOSIAL DALAM CERPEN CEMARA KARYA HAMSAD RANGKUTI: TEORI IAN WATT: SOCIAL DIMENSION IN THE SHORT STORY CEMARA BY HAMSAD RANGKUTI: IAN WATT THEORY Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi sosial dalam cerpen Cemara menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Fokus kajian meliputi konteks sosial pengarang, karya sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data berupa kutipan narasi dan dialog per adegan dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Cemara merepresentasikan realitas sosial berupa kemiskinan, solidaritas keluarga, serta konflik sosial yang dialami masyarakat. Analisis tokoh memperlihatkan bahwa setiap karakter memiliki fungsi sosial yang mencerminkan struktur masyarakat. Selain itu, cerpen ini memiliki fungsi sosial yang kompleks, yaitu sebagai media edukasi, kritik sosial, refleksi, dan kontrol sosial. Dengan demikian, pendekatan sosiologi sastra Ian Watt efektif dalam mengungkap keterkaitan antara karya sastra dan realitas sosial.
ANALISIS KESULITAN MENYIMAK KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KETERAMPILAN MENYIMAK: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF: ANALYSIS OF STUDENTS' CRITICAL LISTENING DIFFICULTIES IN THE LISTENING SKILLS COURSE: A QUALITATIVE DESCRIPTIVE STUDY Fadilah Neyarasmi; Dedi Rrisaldi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan menyimak kritis mahasiswa pada mata kuliah Keterampilan Menyimak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 65 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar semester III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam kegiatan menyimak kritis, meliputi kesulitan memahami isi simakan, menganalisis isi simakan, membedakan fakta dan opini, mengevaluasi isi simakan, serta menarik kesimpulan dari materi yang disimak. Kesulitan yang paling dominan dialami mahasiswa adalah memahami isi simakan akibat kecepatan ujaran penutur, penggunaan kosakata yang tidak familiar, dan kualitas audio yang kurang jelas. Selain itu, faktor psikologis, lingkungan pembelajaran, dan kurangnya strategi menyimak juga memengaruhi kemampuan menyimak kritis mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Keterampilan Menyimak perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
INTERNALISASI KODE ETIK GURU PADA MAHASISWA CALON PENDIDIK PBSI: INTERNALIZATION OF TEACHER CODE OF ETHICS AMONG PROSPECTIVE PBSI STUDENT EDUCATORS Fadilah Neyarasmi; Dedi Risaldi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi kode etik guru pada mahasiswa PBSI sebagai calon pendidik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi terhadap mahasiswa semester 6 dan 8 yang telah menempuh mata kuliah Profesi Kependidikan dan mengikuti PPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang kode etik guru tergolong baik secara kognitif, tetapi belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku akademik maupun praktik lapangan. Internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahap, tetapi tahap transinternalisasi belum tercapai secara merata. Faktor pendukung meliputi pengalaman PPL, keteladanan dosen dan guru pamong, serta diskusi reflektif. Adapun faktor penghambat mencakup budaya akademik yang kurang konsisten dan pembelajaran yang terlalu teoretis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengalaman autentik dan pembelajaran kontekstual dalam menguatkan etika profesional calon guru.
SPIRITUALITAS DAN RESISTENSI TERHADAP HEDONISME DALAM PUISI SAJAK SEDERHANA UNTUKMU KARYA EMHA AINUN NADJIB: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA: SPIRITUALITY AND RESISTANCE TO HEDONISM IN THE POEM SAJAK SEDERHANA UNTUKMU BY EMHA AINUN NADJIB: A SOCIOLOGY OF LITERATURE STUDY Nur Hasbi; Fadilah Neyarasmi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai spiritualitas dan bentuk resistensi terhadap hedonisme dalam puisi Sajak Sedderhana Untukmu karya Emha Ainun Nadjib melalui kajian sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya konsumtif dan materialistik dalam masyarakat modern yang menyebabkan terjadinya pergeseran nilai spiritual dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi tersebut merepresentasikan nilai kesederhanaan sebagai prinsip hidup yang menolak budaya materialisme dan kemewahan duniawi. Spiritualitas dalam puisi ditampilkan melalui hubungan manusia dengan Tuhan sebagai pusat makna kehidupan dan kekuatan moral dalam menghadapi kesia-siaan dunia modern, yaitu kritik terhadap budaya gemerlap, gaya hidup hedonistik, dan orientasi hidup yang berpusat pada materi. Bentuk resistensi terhadap budaya konsumtif ditunjukkan melalui pengagungan nilai kesederhanaan dalam kehidupan maupun kematian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial dan spiritual masyarakat di tengah arus modernitas dan budaya konsumtif. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sastra berbasis nilai karakter, spiritualitas, dan kritik sosial dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK MELALUI AKTIVITAS BERMAIN DI LINGKUNGAN TAMAN KANAK-KANAK: CHILDREN'S FIRST LANGUAGE ACQUISITION THROUGH PLAY ACTIVITIES IN THE KINDERGARTEN ENVIRONMENT Dedi Risaldi; Fadilah Neyarasmi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5173

Abstract

Abstrak Penelitian berjudul Analisis Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 6 Tahun melalui Aktivitas Bermain di Taman Kanak-Kanak, ini bertujuan untuk menganalisis proses pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 6 tahun melalui kegiatan bermain peran serta mendeskripsikan pengaruh interaksi dengan guru, teman, dan orang tua terhadap perkembangan kemampuan berbicara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memahami fenomena perkembangan bahasa secara alami tanpa perlakuan khusus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan melibatkan anak, guru, dan orang tua sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak berada pada kategori baik hingga sangat baik pada aspek fonologi, sintaksis, semantik, dan interaksi sosial. Anak mampu mengucapkan kata dengan jelas, menyusun kalimat sederhana hingga kompleks, memahami makna secara kontekstual, serta aktif dalam berkomunikasi. Meskipun terdapat pengaruh bahasa daerah, hal tersebut merupakan bagian dari proses bilingual yang alami. Kegiatan bermain peran terbukti meningkatkan kepercayaan diri, kosakata, dan kemampuan ekspresi anak. Dengan demikian, pembelajaran berbasis bermain efektif dalam mendukung pemerolehan bahasa pertama anak usia dini.  
MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI ASSONGKABALA MASYARAKAT MAKASSAR DI BANGGAE TAKALAR DALAM PERSPEKTIF CLIFFORD GEERTZ: SYMBOLIC MEANING IN THE ASSONGKABALA TRADITION OF THE MAKASSAR COMMUNITY IN BANGGAE TAKALAR FROM CLIFFORD GEERTZ'S PERSPECTIVE Mustika; Syamsudduha; Aswati Asri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala masyarakat Makassar di Banggae Takalar dengan menggunakan teori antropologi interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data diperoleh dari proses triangulasi dengan teknik triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: proses pelaksanaan tradisi Assongkabala terdiri atas tiga tahapan yaitu, (1) tahapan pra pelaksanaan meliputi penetapan waktu pelaksanaan, persiapan perlengkapan dan sesajen, (2) tahapan pelaksanaan meliputi pembacaan doa dan Akratek, dan (3) tahapan pasca pelaksanaan meliputi pengambilan wadah Kakdok Massingkuluk. Makna simbolik benda dalam tradisi Assongkabala diperoleh melalui berbagai jenis benda atau simbol yang digunakan yang meliputi, Kakdok massingkuluk, Tompok kanre, Kakdok minyak, Umba-umba, Lekok Pakrappo, Pakleok, Bente, Kanjoli taibani, Kalongkong, Unti Bainang, Tumpi-tumpi, Jeknek inung, Kembokang, Paddupang, Bau-bauang, Kanre kebok, Mie goreng, Acarak bontek, Sambalak tiboang, Sikuyu, Doang, siagang Jukuk
POTRET DESPOTISME DALAM NOVEL HAJI MURAT KARYA LEO TOLSTOY: A PORTRAIT OF DESPOTISM IN THE NOVEL HAJI MURAT BY LEO TOLSTOY Nur Hasbi
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan despotisme yang tercermin dalam novel Haji Murat karya Leo Tolstoy, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi teori dan ketekunan pengamatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa despotisme dalam novel tersebut direpresentasikan oleh kekuasaan absolut Tsar Rusia, serta militerisme dan imperialisme terhadap masyarakat Kaukasus, ditambah dengan tindak kekerasan negara terhadap warga sipil. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media refleksi historis terhadap praktik kekuasaan represif, sekaligus memperkuat kajian sosiologi sastra dalam memahami relasi antara sastra, sejarah, dan struktur sosial masyarakat.
PRAKTIK CAMPUR KODE DAN BAHASA SLANG PADA KOLOM KOMENTAR TIKTOK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DIGITAL GENERASI Z: CODE MIXING AND SLANG PRACTICES IN TIKTOK COMMENT COLUMN: A DIGITAL SOCIOLINGUISTIC STUDY OF GENERATION Z Atikah Nurul Asdah; Shafariana
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5204

Abstract

Perkembangan media sosial digital memengaruhi pola komunikasi masyarakat, khususnya Generasi Z dalam penggunaan bahasa pada ruang virtual. TikTok menjadi salah satu platform yang memperlihatkan dinamika penggunaan campur kode dan bahasa slang melalui interaksi pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk praktik campur kode dan bahasa slang serta menganalisis fungsi sosial penggunaan bahasa dalam komunikasi digital Generasi Z pada kolom komentar TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berasal dari kolom komentar TikTok yang memiliki tingkat interaksi tinggi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung campur kode dan bahasa slang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik campur kode pada komentar TikTok didominasi penggunaan unsur bahasa Inggris seperti if he want he would, work life balance, dan success. Sementara itu, bahasa slang tampak pada penggunaan bentuk informal seperti lo, jir, gimana, dan yah. Penggunaan campur kode dan bahasa slang memiliki fungsi sebagai sarana ekspresi emosional, solidaritas sosial, humor digital, serta representasi identitas Generasi Z dalam ruang media sosial. Penelitian ini juga menemukan adanya transformasi fungsi beberapa kosakata formal menjadi bahasa populer digital dalam komunikasi virtual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok menjadi ruang berkembangnya variasi bahasa digital yang dipengaruhi budaya internet, tren media sosial, dan globalisasi bahasa.