cover
Contact Name
Ari Septian
Contact Email
imeysci@gmail.com
Phone
+628121428312
Journal Mail Official
imeysci@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gunung Gede Number 23, RT 002 RW 003 Sawahgede Village, Cianjur District, West Java, Indonesia
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Intellectual Mathematics Education
ISSN : 30249325     EISSN : 30218012     DOI : https://doi.org/10.59108/ime.v3i1
Core Subject : Education, Social,
This journal focuses on mathematics education and disciplined inquiry into the teaching and learning of mathematics. The scope of the journal are: Mathematics Learning Model, Media Learning Mathematics, The curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Mathematics Teaching, Ethnomatics in Mathematics Learning, Design Didactical in Mathematics Learning and Lesson Study in Mathematics Learning.
Articles 25 Documents
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Self Efficacy Pada Materi Perbandingan Aliyah Aziz; Wulan Puspita; Sarah Inayah
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 1 No. 2 (2023): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v1i2.50

Abstract

Untuk berbagai tingkatan self efficacy, kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh peserta didik di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VIII ditinjau dari self efficacy menggunakan materi perbadingan senilai dan berbalik nilai. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 27 orang peserta didik yang berasal dari kelas VIII-A SMPN 1 Cipanas. Dengan fokus utama 3 orang yaitu subjek self efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket self efficacy, tes Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM) serta wawancara. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: (1) Peserta didik dengan self efficacy tinggi memiliki KBKM yang sangat baik; (2) Peserta didik dengan self efficacy sedang memiliki KBKM yang sedang; dan (3) Peserta didik dengan self efficacy rendah memiliki KBKM yang kurang baik. Dari hasil ini, guru disarankan memperhatikan aspek self efficacy peserta didik dalam upaya melatih kemampuan berpikir kritis matematis
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert – Introvert Eka Rahmawati Caesara; Erma Monariska; Nia Jusniani
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 1 No. 2 (2023): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v1i2.51

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memiliki kepribadian ekstrovert; (2) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memiliki kepribadian introvert; (3) Tipe kepribadian yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis paling baik dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Cianjur kelas X IPA 4 semester genap yang berkepribadian ekstrovert atau introvert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga langkah, diantaranya adalah: (1) Reduksi data; (2) Penyajian data; (3) Penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert kurang bisa memahami masalah dengan lengkap, tidak melakukan identifikasi masalah, kurang bisa membuat rencana penyelesaian, secara substansial prosedur yang dilakukan benar, tetapi relatif tidak melakukan pemeriksaan kembali terhadap kebenaran hasil dan proses; (2) Siswa dengan tipe kepribadian introvert dapat memahami masalah dengan cukup lengkap, mengidentifikasi permasalahan secara tepat, membuat rencana penyelesaian yang mengarah pada jawaban yang benar, menjalankan rencana dengan baik, dan relatif melakukan pemeriksaan kembali terhadap kebenaran hasil dan proses; (3) Siswa dengan tipe kepribadian introvert memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis paling baik dalam pembelajaran matematika dibandingkan siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Kemampuan Pemahaman Matematis pada Materi Operasi Bentuk Aljabar Nia Jusniani; Erma Monariska; Asep Aldi Hidayat
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 2 No. 1 (2024): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v2i1.66

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemahaman matematis pada materi operasi aljabar. Subjek penelitian diambil dengan purposive sampling sebanyak 2 orang siswa. Pemeriksaan validitas data dilakukan dengan triangulasi metode. Analisa data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) Subjek pada kategori nilai rendah mengalami kesulitan pada indikator menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, mengklasifikasikan objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut, menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematika, mengaitkan berbagai konsep. Subjek pada kategori nilai rendah hanya mengetahui pengertian variabel. Subjek sudah mampu membuat model matematika berbentuk aljabar dari permasalahan dan menyajikannya serta mampu memberikan contoh soal berbentuk aljabar. Subjek tidak mampu menyederhanakan soal pecahan bentuk aljabar dan juga kesulitan mengerjakan soal tentang perpangkatan (perkalian berulang); (2) Subjek pada kategori nilai tinggi hanya mengalami kesulitan pada indikator mengaitkan berbagai konsep pada konsep bilangan pecahan. Subjek pada kategori nilai tinggi mampu menjelaskan dengan lengkap pengertian variabel, koefisien, konstanta dan suku. Subjek dapat menyusun pemodelan matematika berbentuk aljabar dari permasalahan dan menyajikannya serta memberikan contoh soal bentuk aljabar. Subjek juga memahami materi perpangkatan (perkalian berulang) dan operasi hitung aljabar, dapat menyatakan operasi bentuk aljabar ke bentuk operasi lainnya, dapat menyelesaikan persoalan berkaitan dengan operasi hitung bentuk aljabar yang melibatkan berbagai konsep kecuali pada konsep bilangan pecahan, dan subjek sudah mengetahui cara menentukan koefisien dan konstanta secara mendasar namun masih mengalami kesulitan menentukan koefisien pada bentuk aljabar apabila level kesukaran soal bentuk aljabar meningkat.
Pengembangan Aplikasi Kelas Pintar sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Android untuk Siswa Ari Septian; Erma Monariska; Ahmad Ibnu Fatuha; Ayu Lestari
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 2 No. 1 (2024): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v2i1.67

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang sederhana tidak cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar matematika. Dengan demikian, adanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan keefektifan aplikasi Kelas Pintar sebagai media pembelajaran matematika berbasis android yang akan digunakan pada kegiatan pembelajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Research and Development (R&D) yang ditunjang dengan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation dan evaluation). 5 pakar dan tenaga ahli yang berprofesi sebagai dosen dan guru memberikan nilai tentang validasi media pembelajaran dengan instrumen penelitian meliputi lembar validasi media pembelajaran berbasis android. Serta sebagai responden, 40 Siswa kelas XI SMK Pasundan 1 Cianjur memberikan nilai tentang keefektifan media pembelajaran dengan instrumen penelitian meliputi form tanggapan keefektifan media pembelajaran berbasis android. Hasil pengembangan aplikasi Kelas Pintar sebagai media pembelajaran matematika berbasis android mendapatkan persentase nilai rata-rata validasi sebesar 92,60% yang menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat valid atau dapat digunakan tanpa perlu revisi dan persentase nilai rata-rata tanggapan responden mendapatkan nilai sebesar 94,08% yang menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi Kelas Pintar sebagai media pembelajaran matematika berbasis android termasuk pada kriteria valid dan efektif sehingga dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Missouri Mathematics Project terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pinrang Humaerah Syam; Sitti Inaya Masrura; Sartika Arifin
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 2 No. 1 (2024): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v2i1.68

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pinrang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control grup design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan kelas XI.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakam uji t (independent sample t-test) diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya H0 ditolak atau H1 diterima. Selain itu, berdasarkan uji n-gain pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 0,73 yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 0,60. Jadi, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Missouri Mathematics Project (MMP) berpengaruh  terhadap kemampuan pemecahan matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pinrang.
Analisis Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Senilai Alya Sa'diyah Azzahra Putri Tito; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 3 No. 1 (2025): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v3i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang bermula dari kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai. Empat orang peserta didik dijadikan sebagai sampel teoretis dari 34 orang peserta didik kelas VII di SMP Negeri di Tasikmalaya, dengan tingkat kesalahan yang paling kompleks, mencakup: kesalahan dalam prosedur, penyelesaian yang tidak lengkap, dan kesalahan dari menentukan rumus matematika. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara: tes tertulis, wawancara mendalam, dan observasi kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian, meliputi: seperangkat soal tes matematika, kisi-kisi wawancara, serta lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait kesulitan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah perbandingan senilai, meliputi: (1) kesulitan memahami bahasa matematis, (2) kesulitan memahami soal cerita, (3) pengaruh kecemasan matematika, dan (4) perbedaan gaya belajar. Wawancara dan observasi kelas mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti metode pengajaran yang kurang variatif, kurangnya latihan yang kontekstual, dan motivasi belajar yang rendah turut berkontribusi terhadap kesulitan yang dialami peserta didik. Diskusi hasil penelitian menekankan pentingnya pendekatan pengajaran yang lebih interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep perbandingan senilai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan materi ajar yang lebih inovatif dan penggunaan teknologi pendidikan untuk membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan tersebut.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Numerasi Siswa kelas VIII di MTsN 6 Tanah Datar Rahmadhani Wassalam; Isra Nurmai Yenti
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 2 No. 2 (2024): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v2i2.82

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya kemampuan numerasi siswa kelas VIII di MTsN 6 Tanah Datar. Siswa kurang berinteraksi dalam belajar dan menyelesaikan soal, siswa mengalami kesulitan dalam menerima dan mengerjakan soal-soal, dan metode pembelajaran yang digunakan dominan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa dengan penerapan model discovery learning lebih baik daripada kemampuan numerasi siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada Kelas VIII di MTsN 6 Tanah Datar Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar tes berbentuk uraian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa dengan penerapan model discovery learning lebih baik daripada kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada Kelas Kelas VIII MTsN 6 Tanah Datar.
Pengaruh Kemampuan Numerik dan Konsentrasi Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas VIII SMP Negeri 2 Majene Nur Rahma K; Sitti Inaya Masrura; Ana Muliana M
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 3 No. 1 (2025): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v3i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan numerik dan konsentrasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Populasi penelitian dengan teknik Cluster Sampling adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Majene yang berjumlah 143 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 42 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII A dan kelas VIII F. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan tes. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dan tes yang diujikan kepada siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan numerik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Majene, terdapat pengaruh yang signifikan antara konsentrasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Majene dan terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan numerik dan konsentrasi belajar secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Majene.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pisa Konten Quantity Ditinjau dari Gaya Kognitif Pada Kelas VIII SMP Negeri 7 Polewali Pitri Pitri; Nenny Indrawati; Ana Muliana M
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 3 No. 1 (2025): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v3i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 7 Polewali dalam menyelesaikan soal PISA konten Quantity. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi tes PISA dan tes GEFT serta wawancara. Subyek penelitian adalah 2 orang peserta didik dengan gaya kognitif field-dependent dan field-independent. Berdasarkan kategori keslahan Watson, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pesreta didik dengan gaya kognitif field-independent cenderung mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, karena peserta didik dengan gaya kognitif field-independent hanya melakukan satu kesalahan yaitu tidak menyatakan data. (2) Peserta didik dengan gaya kognitif field-dependent cenderung kurang mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, karena peserta didik dengan gaya kognitif ini melakukan tiga kesalahan yaitu tidak menyatakan data, konflik level respon, dan tidak menyatakan kesimpulan. (3) Alasan mengapa peserta didik dengan gaya kognitif field-dependent dan field-independent melakukan kesalahan adalah peserta didik keliru dengan pertanyaan soal, peserta didik kurang teliti dalam mengoperasikan bilangan, sering terburu-buru dalam menyelesaikan soal, peserta didik beranggapan bahwa menulis apa yang diketahui pada soal tidak terlalu penting bahkan mengurangi waktu perhitungan dan peserta didik juga beranggapan bahwa kesimpulan akhir tidak penting dalam menyelesaikan soal.
Efektifitas Penggunaan Modul Pembelajaran dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Barisan dan Deret Siti Qoriah; Adelia Zahrani; Tina Sri Sumartini
Intellectual Mathematics Education (IME) Vol. 2 No. 2 (2024): IME
Publisher : https://jurnal.ysci.or.id/IME

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59108/ime.v2i2.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul pembelajaran berbasis media teknologi informasi dalam materi Barisan dan Deret untuk siswa kelas X di SMA YASTIC Karangtengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan melibatkan seluruh siswa kelas X sebanyak 30 orang sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman sebelum dan setelah penggunaan modul, serta kuesioner motivasi belajar. Analisis data dilakukan secara statistik dengan membandingkan rata-rata nilai pre-test yang sebesar 65 meningkat menjadi 85 pada post-test, serta menganalisis skor motivasi siswa yang mengalami peningkatan rata-rata sebesar 35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media IT membuat proses belajar lebih menarik dan menyenangkan, serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi secara signifikan. Sebanyak 80% siswa mengalami peningkatan nilai yang cukup significan, dan 90% merasa lebih termotivasi dan percaya diri saat menggunakan media interaktif tersebut. Kesimpulannya, modul berbasis media IT ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Barisan dan Deret.

Page 2 of 3 | Total Record : 25