cover
Contact Name
Roni Pasla
Contact Email
ronipasla20@gmail.com
Phone
+6285278228125
Journal Mail Official
ronipasla20@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 65 Bangkinang Kota, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi
ISSN : -     EISSN : 30904366     DOI : -
Jurnal ini memuat kajian ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang terintegrasi, mendorong kolaborasi akademik lintas bidang untuk menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Fokus utamanya pengembangan pengetahuan melalui pendekatan multidisipliner yang menyatukan teori dan praktik dalam riset akademik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 109 Documents
REAKTUALISASI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DALAM MEMBENTUK KETAHANAN MENTAL GENERASI Z TERHADAP POLARISASI DIGITAL Sahalatua Simbolon; Muhammad Alif Razan; Ananda Ferdinan Mahrus; Arfa Rafif Naufalsyah; Anindito Widodo
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.232

Abstract

Pancasila sebagai ideologi bangsa menghadapi tantangan serius berupa polarisasi sosial yang diperburuk oleh algoritma media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Pancasila diinterpretasikan dan diimplementasikan oleh Generasi Z sebagai upaya menjaga integrasi nasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan observasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap Pancasila dari doktrin formal menuju nilai praktis yang cair namun tetap substansial, meskipun kerentanan terhadap hoaks masih tinggi. Kesimpulannya, penguatan ideologi memerlukan pendekatan digital yang lebih interaktif dan relevan dengan etika ruang siber untuk memastikan Pancasila tetap menjadi kompas bangsa di era disrupsi.
KOLABORASI GURU DAN ORANG TUA DALAM KEBERHASILAN PROGRAM TAHFIDZ DAN TASMI' DI SDIT HAJJAH AL-KHAIRIAH DOLOK MASIHUL Uswatun Hasanah
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.233

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat keberhasilan program tahfidz dan tasmi' di SDIT Hajjah Al-Khairiah Dolok Masihul. Program tahfidz dan tasmi' merupakan pilar utama pendidikan Islam yang tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru tahfidz, siswa, dan orang tua murid. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua diwujudkan melalui komunikasi rutin via WhatsApp dan buku kontrol hafalan, pendampingan muraja'ah harian di rumah, serta kehadiran orang tua dalam kegiatan tasmi' berkala. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi komitmen guru, dukungan aktif orang tua, program tahfidz yang terstruktur, dan lingkungan sekolah yang religius. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu orang tua, pengaruh penggunaan gadget yang berlebihan, perbedaan kemampuan menghafal antar siswa, dan kurangnya konsistensi muraja'ah di rumah. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi yang kuat antara guru dan orang tua merupakan determinan utama keberhasilan program tahfidz dan tasmi', yang berdampak tidak hanya pada kualitas hafalan tetapi juga pada pembentukan karakter religius peserta didik. Kata Kunci: kolaborasi guru dan orang tua; tahfidz Al-Qur'an; tasmi'; pendidikan Islam; SDIT ABSTRACT This study aims to examine the forms of collaboration between teachers and parents and to identify supporting and inhibiting factors affecting the success of tahfidz and tasmi' programs at SDIT Hajjah Al-Khairiah Dolok Masihul. Using a descriptive qualitative approach with field research design, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the school principal, tahfidz teachers, students, and parents. Data analysis followed Miles and Huberman's model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings reveal that teacher-parent collaboration manifests through routine communication via WhatsApp and memorization control books, daily muraja'ah mentoring at home, and parental attendance at periodic tasmi' sessions. Supporting factors include teacher commitment, active parental support, structured tahfidz programs, and a religious school environment. Inhibiting factors include limited parental time, excessive gadget use, differences in students' memorization abilities, and inconsistent home muraja'ah practice. The study concludes that strong synergy between teachers and parents is the primary determinant of tahfidz and tasmi' program success, with impacts extending beyond memorization quality to the formation of students' religious character. Keywords: teacher-parent collaboration; Qur'an memorization; tasmi'; Islamic education; SDIT
IMPLEMENTASI METODE MUROJAAH DALAM EKSTRAKURIKULER TAHFIDZ DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SERDANG BEDAGAI Uswatun Hasanah
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi metode murojaah dalam kegiatan ekstrakurikuler tahfidz di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Serdang Bedagai serta dampaknya terhadap kualitas hafalan Al-Qur'an siswa. Metode murojaah—pengulangan hafalan secara sistematis dan berkesinambungan—merupakan strategi utama yang digunakan lembaga pendidikan Islam untuk menjaga dan memperkuat hafalan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pembina tahfidz, kepala madrasah, dan siswa peserta ekstrakurikuler. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri atas kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program murojaah di MTsN Serdang Bedagai terlaksana melalui dua pola komplementer: murojaah ma'a al-syaikh setiap hari Jumat bersama pembina Dra. Nurhayati, dan murojaah fardiyah pada hari Selasa dan Kamis melalui hafalan di depan kelas. Kombinasi kedua pola ini mengaplikasikan prinsip spaced repetition dan retrieval practice yang terbukti efektif meningkatkan kualitas bacaan dan retensi hafalan. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan frekuensi pembinaan, heterogenitas kemampuan siswa, minimnya murojaah mandiri di rumah, dan absennya sistem monitoring individual yang terstandar. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi jadwal dan kompetensi pembina merupakan faktor penentu efektivitas program, sementara sinergi antara sekolah dan lingkungan keluarga menjadi celah yang mendesak untuk diintervensi. Kata Kunci: murojaah; tahfidz Al-Qur'an; ekstrakurikuler; madrasah; kualitas hafalan ABSTRACT This study aims to examine the implementation of the murojaah method in the tahfidz extracurricular activity at MTsN Serdang Bedagai and its impact on students' Qur'anic memorization quality. Murojaah—the systematic and continuous repetition of memorized material—constitutes the primary strategy employed by Islamic educational institutions to maintain and reinforce students' memorization. This study adopts a descriptive qualitative approach with field research design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving the tahfidz instructor, school principal, and student participants. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014), comprising data condensation, data display, and conclusion drawing. Findings reveal that the murojaah program at MTsN Serdang Bedagai operates through two complementary patterns: supervised group murojaah (ma'a al-syaikh) every Friday under instructor Dra. Nurhayati, and individual murojaah (fardiyah) on Tuesdays and Thursdays through classroom recitation. This combination applies spaced repetition and retrieval practice principles that have been shown to enhance recitation quality and memorization retention. Key barriers include limited supervision frequency, student ability heterogeneity, insufficient home-based murojaah, and the absence of standardized individual monitoring. The study affirms that schedule consistency and instructor competence are critical determinants of program effectiveness, while school-family synergy represents the most pressing gap requiring intervention. Keywords: murojaah; Qur'anic memorization; extracurricular; madrasah; memorization quality
IMPLEMENTASI BANTUAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA Fany Dyva Luisa Napitupulu; Damaris Oida Sinaga; Rahma Dwi Mutia; Zahwa Aulia Putri; Ismaidar Ismaidar
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.235

Abstract

Bantuan hukum merupakan salah satu bentuk perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) yang ditujukan terutama bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh akses terhadap keadilan. Negara berkewajiban menjamin setiap warga negara mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum tanpa adanya diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bantuan hukum dalam perspektif HAM serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan hukum telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan sebagai wujud perlindungan hak warga negara. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai hak atas bantuan hukum, serta terbatasnya jumlah lembaga bantuan hukum yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan bantuan hukum guna menjamin perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia.
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK MINUMAN PROBIOTIK KULIT NENAS (Ananas comosus) SEBAGAI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL Rizki Amelia Nasution; Fitria Az Zahra; Linda Mayanti Hasibuan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.237

Abstract

Kulit nenas merupakan limbah pertanian yang masih mengandung karbohidrat, serat, vitamin, dan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik minuman probiotik kulit nenas berdasarkan karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan konsentrasi gula merah yaitu P1 (200 g), P2 (400 g), dan P3 (600 g). Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, pH, total bakteri asam laktat (BAL), dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki nilai pH sebesar 3. Jumlah BAL tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 194 CFU/mL. Berdasarkan uji organoleptik, perlakuan P3 menjadi formulasi yang paling disukai panelis karena memiliki warna, aroma, dan rasa yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit nenas berpotensi dikembangkan sebagai minuman probiotik fungsional.
TELAAH HUKUM PENITENSIER MELALUI SISTEM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI INDONESIA Amanda Devina; Fajar Suryadana; M. Nuzrul Ilham; Arsyad Laksmana Pulungan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.238

Abstract

Sistem pemidanaan modern tidak lagi hanya berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku tindak pidana, tetapi juga menekankan aspek pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep hukum penitensier serta penerapannya melalui sistem pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (normative legal research) dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku hukum, jurnal ilmiah, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan hukum penitensier dan sistem pemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum penitensier memiliki peran penting dalam mengatur pelaksanaan pidana yang berorientasi pada perubahan perilaku narapidana melalui proses pembinaan. Sistem pemasyarakatan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan menempatkan narapidana sebagai manusia yang tetap memiliki hak dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kelebihan kapasitas lembaga pemasyarakatan, keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, serta stigma sosial terhadap mantan narapidana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pembinaan yang lebih efektif, humanis, dan berorientasi pada rehabilitasi serta reintegrasi sosial guna mencapai tujuan pemidanaan modern.
PERAN ADVOKAT DALAM PENEGAKAN HUKUM DAN BANTUAN HUKUM DI INDONESIA Ismaidar Ismaidar; Taufik Pandaroni Simamora; Angga Prayoga; Deansyah Hakiki Lumban Gaol; Erwin Daniel Febrianto Manurung
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.240

Abstract

Advokat memiliki posisi strategis dalam penegakan hukum karena menjalankan fungsi pembelaan, pendampingan, konsultasi, penyelesaian sengketa, dan pengawasan terhadap pemenuhan hak pencari keadilan. Artikel ini menganalisis kedudukan advokat sebagai penegak hukum, pelaksanaan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu, hambatan yang muncul, serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer mencakup peraturan mengenai profesi advokat, hukum acara pidana, bantuan hukum, dan standar layanan bantuan hukum. Bahan hukum sekunder berasal dari jurnal, buku, dan laporan penelitian Indonesia yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status advokat sebagai penegak hukum yang bebas dan mandiri menempatkannya sebagai unsur penting dalam menjaga due process of law, keseimbangan para pihak, dan perlindungan hak asasi manusia. Namun, pemberian bantuan hukum belum sepenuhnya merata karena keterbatasan informasi, biaya tidak langsung, persebaran pemberi bantuan hukum, kapasitas kelembagaan, dan lemahnya pelaporan layanan pro bono. Fragmentasi organisasi advokat juga memengaruhi standardisasi pendidikan, pengawasan, dan penegakan kode etik. Penguatan peran advokat memerlukan integrasi layanan bantuan hukum negara dan pro bono, standardisasi profesi, pengawasan etik yang transparan, dukungan anggaran, perluasan layanan digital, dan pengukuran kualitas layanan berbasis kebutuhan penerima bantuan hukum. Pendekatan ini penting untuk membangun penegakan hukum yang inklusif, profesional, dan berkeadilan.
PERANAN ADVOKAT TERHADAP PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM SISTEM PERADILAN Flora Br Sembiring; Anggy Angraini Manik; Ismaidar Ismaidar
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.241

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peranan advokat terhadap pemberian bantuan hukum dalam sistem peradilan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan dan fungsi advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat tidak mampu serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai kontribusi advokat dalam mewujudkan prinsip access to justice dan sistem peradilan yang adil. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokat memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pembela di pengadilan, tetapi juga sebagai pemberi bantuan hukum pro bono, edukator hukum, serta bagian dari mekanisme checks and balances dalam sistem peradilan. Namun demikian, pelaksanaan bantuan hukum masih menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan belum meratanya distribusi layanan bantuan hukum. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan regulasi, peningkatan peran negara, serta optimalisasi peran advokat dalam memberikan bantuan hukum agar tercipta sistem peradilan yang lebih adil, efektif, dan menjamin perlindungan hak asasi manusia.
PENERAPAN VIRTUAL REALITY EXPOSURE THERAPY (VRET) DALAM PENELITIAN TINDAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK REDUKSI KATSARIDAPHOBIA As’ad As’ad
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.264

Abstract

Fobia kecoa (katsaridaphobia) merupakan gangguan kecemasan spesifik yang mengganggu fungsional harian konseli. Pendekatan konvensional melalui eksposur nyata (in vivo) sering kali memicu penolakan dan kecemasan ekstrem di awal sesi. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi katsaridaphobia melalui intervensi Virtual Reality Exposure Therapy (VRET) yang diintegrasikan dalam format Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan yang melibatkan subjek seorang konseli (aspek klinis terbatas) dengan tingkat fobia tinggi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kognitif fobia, lembar observasi perilaku, dan Subjective Units of Distress Scale (SUDS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan subjek yang signifikan. Pada pra-siklus, skor rata-rata SUDS berada pada angka 88,3 (kecemasan ekstrem). Setelah pelaksanaan Siklus I, tingkat distress menurun menjadi 54,2 (kecemasan sedang), dan pada akhir Siklus II, skor SUDS mencapai 21,6 (kecemasan ringan/minimal). Konseli juga menunjukkan penurunan perilaku menghindar (avoidance) secara drastis di dunia nyata. Kesimpulannya, penerapan VRET efektif digunakan sebagai media inovatif dalam PTBK untuk mengatasi fobia spesifik hewan pada konseli

Page 11 of 11 | Total Record : 109