cover
Contact Name
Murtiyana Sari
Contact Email
murtiyana.sari@universitasmulia.ac.id
Phone
+6285247539679
Journal Mail Official
farmasi@universitasmulia.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Universitas Mulia Jl. Letjend Z.A. Maulani No. 9 Kel. Damai Bahagia Kota Balikpapan
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pharmacia
Published by Universitas Mulia
ISSN : 30896142     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacia Jurnal merupakan Jurnal farmasi yang berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi bidang-bidang: farmasi klinis, manajemen farmasi, teknologi farmasi, dan bahan alam, serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut. Terbit dua kali dalam setahun bulan Maret dan September. Pharmacia Jurnal pertama kali publikasi untuk Volume 1 No 1 Tahun 2023 oleh Program Studi Farmasi Universitas Mulia. Jurnal PHARMACIA adalah jurnal Program Studi Farmasi yang berfokus pada: Analisis Farmasi Farmakologi dan Toksikologi Farmasi Klinik Farmakognosi Fitokimia Bioteknologi Farmasi Formulasi dan Teknologi sediaan Manajemen Farmasi Undang - Undang dan Etika Kefarmasian
Articles 22 Documents
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) DARI FERMENTASI STATER (Lactobacillus casei) PADA CUKA MANDAI CEMPEDEK (Artocarpus champeden) Rezia Elok Canrika; Utami, Indah Woro; Retno, Eka Kumala
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mandai merupakan salah satu olahan makanan fermentasi dari kulit cempedak (Artocarpus champeden). Namun bagian dari mandai yang belum dimanfaatkan yakni cuka mandai yang dapat dibuat menjadi bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan isolat dan mengetahui karakteristik dari bakteri asam laktat dari hasil fermentasi stater (Lactobacillus casei) pada cuka mandai cempedak. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan analisis data berupa analisis data dekskriptif. Fermentasi mandai ditambahkan stater 4% kemudian diambil sampel cuka pada hari ke-14 untuk di isolasi dengan Media MRS Agar dan dikarakterisasi. Dari hasil isolasi diperoleh empat koloni yang dapat dikatakan sebagai isolat dari bakteri asam laktat cuka mandai cempedak atau BAL CM dengan kode BAL CM1, BAL CM2, BAL CM3 dan BAL CM4. Keempat isolat tersebut memiliki karakteristik morfologi yang sama yakni berwarna putih dan tepi utuh dengan bentuk isolat yakni dua isolat bulat dan dua isolat tidak beraturan. Pada empat isolat tersebut menunjukan hasil berupa gram positif, berbetuk batang, uji katalase negatif tidak terbentuknya gelembung atau gas dan uji indol negatif tidak terbentuknya warna merah atau cincin merah. Keempat isolat tersebut diduga sebagai bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK SERUM EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN syahrul fatul hikmah
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit bawang merah banyak mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, antara lain seperti flavonoid, antosianin, saponin, tanin, glikosida dan steroida atau teriterpenoid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formula sediaan serum ekstrak kulit bawang merah yang memenuhi stabilitas fisik serum dan untuk mengetahui aktivitas antioskidannya. Metode yang digunakan berupa eksperimental dengan memformulasikan serum dengan variasi konsentrasi ekstrak kulit bawang merah yaitu 100 x IC50, 500 x IC50, 1000 x IC50. Kemudian dilakukan evaluasi stabilitas fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, dan viskositas serta aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan dengan metode analisis kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan stabilitas fisik serum. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa formulasi I memiliki IC50 sebesar 2,288 ppm, formulasi II sebesar 1,441 ppm, dan formulasi III sebesar 0,738 ppm. Ketiga formula menunjukkan IC50< 50 ppm yang artinya ketiga formula serum memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut,makadisimpulkan bahwa ketiga formula serum kulit bawang merah memenuhi syarat mutu fisik sediaan dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
STANDARDISASI SIMPLISIA DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN EKSTRAK DAUN Miconia crenata Deby, Deby Sandri Febriyanti
PHARMACIA Vol. 1 No. 2 (2023): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An invasive plant that has the potential to develop into a medicinal raw material is Miconia crenata. Standardization parameter values are by defining specific and non-specific parameters on simplicia and extracts. The study uses an experimental method, which is an experiment conducted to find out the results of a particular treatment or experiment by studying the standardization of simplicia and extracts as well as the determination of the level of saponins extracted from the Miconia crenata leaf. The macroscopic test results of simplisia leaves Miconia crenata are fine powdered and thick extracts, with a characteristic aromatic scent, a color simplisia brown green and black brown extract with a bitter taste. The microscopic results obtained covered hair, carrier files, oxalate crystals, upper epidermis, sclerenchyma, and lower epiderms with stomata. Phytochemical screening results contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins and steroids. Specific and non-specific parameters on simplicia and Miconia crenata leaf extract have been tested in accordance with MMI and FHI standardization which can potentially be used as standard herbal medicine raw materials. (FHI). For the determination of the saponin levels of Miconia crenata leaf extract using the gravimetric method, the average value of saponins was 17.38%±0.025.
FORMULASI SEDIAAN ODOL KOMBUCHA BUNGA TELANG SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI DAN ANTIMIKROBA (Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan, Candida albicans).Telang flower kombucha has been widely studied as a probiotic drink that can boost the immune s Rezaldi, Firman; Yuliana Kolo; Ratna Fitry Yenny; Vevi Maritha; Novi Ayuwardani; Andri Tri Cahyono; Fitria Eka Resti Wijayanti; Rifkarosita Putri Ginaris; Reni Purbanova
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telang flower kombucha has been widely studied as a probiotic drink that can boost the immune system which in recent research has various pharmacological activities as a source of antimicrobials, especially in health problems related to dental disease. Previous studies and this is still a renewable research has found that mouthwash formulations and preparations made from an active ingredient of seagrass kombucha fermented solution have been shown to be able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Candida albicans, and Streptococcus mutans. This study aims to make toothpaste formulations and preparations with an active ingredient of telang flower kombucha fermented solution as a pharmaceutical biotechnology product designed to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and mutant Streptococcus bacteria as well as pathogenic fungi in the form of Candida albicans species. This type of research is a laboratory experiment in which we make a toothpaste base without the active substance as a negative control. Provide toothpaste that is sold in the market as a positive control. Make formulations and preparations of toothpaste with active ingredients from the fermented butterfly pea flower kombucha solution which includes concentrations of 20%, 30% and 40%. Data analysis was used through one way ANOVA where in the results of the study each preparation had a P value <0.05, so that further tests could be carried out through post hoc analysis. eggplant at a concentration of 40% was significantly different from 20% and 30% as a pharmaceutical biotechnology product in inhibiting the growth of the three test microbes and the results of this study it can be concluded that the formulation and preparation of toothpaste made from the active ingredient of butterfly pea flower kombucha fermentation solution is the best treatment as an antimicrobial and pharmaceutical biotechnology products.
FORMULASI EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN KOMBINASI HPMC (Hidroxypropyl methylcellulosa) DAN KARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Rizqa, Rizqa Fadhila Suchita Putri; Sapri; Murtiyana, Sari
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kulit bawang merah banyak mengandung senyawa antioksidan diantaranya flavonoid dan antosianin. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sediaan Emulgel diformulasikan dengan variasi kombinasi gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi optimum HPMC dan karbopol dalam sediaan emulgel kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 formula emulgel dibuat dengan variasi perbandingan konsentrasi basis HPMC dan karbopol, yaitu F1 (5:1,5); F2 (4,5:1); F3 (5:0,25); F4 (3,5:1,5); F5 (3,5:0,25); F6 (5:0); F7 (0:1,5). Kemudian dilakukan 2 tahap yang pertama pembuatan basis gel dan sediaan emulsi serta tahap terakhir, yaitu inkorporasi gel ke dalam emulsi untuk membuat sediaan emulgel. Tahap kedua dilakukan pengujian stabilitas fisik sediaan, yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Hasil dari penelitian didapatkan stabilitas fisik F4 emulgel ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) menunjukkan hasil uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas yang memenuhi syarat selama 3 siklus. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F4 dengan konsentrasi HPMC dan karbopol sebesar 3,5 gr dan 1,5 gr menghasilkan formula yang optimum.
FORMULASI NANOEMULSI EKSTRAK PROPOLIS TRIGONA SP. ASAL BALIKPAPAN DENGAN KOMBINASI MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI FASE MINYAK Nela Trianita, Trianita; Sapri; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 1 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propolis Trigona sp. diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan, antivirus, dan antibiotik, namun keterbatasan kelarutan dan bioavailabilitasnya menghambat aplikasinya. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan formulasi nanoemulsi propolis menggunakan kombinasi Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak zaitun sebagai fase minyak, dengan tujuan meningkatkan stabilitas dan karakteristik fisik nanoemulsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium Farmasi Universitas Mulia Balikpapan, dengan proses ekstraksi propolis secara maserasi menggunakan etanol 95% dan formulasi nanoemulsi melalui metode emulsifikasi panas. Evaluasi dilakukan terhadap organoleptis, homogenitas, stabilitas, pH, viskositas, dan persen transmitan. Hasil penelitian menunjukkan semua formula menghasilkan nanoemulsi homogen, stabil secara fisik, dengan nilai pH dalam rentang 5–7 yang aman untuk penggunaan oral, serta nilai transmitan di atas 90% yang menunjukkan kejernihan dan ukuran droplet kecil. Kesimpulannya, ekstrak propolis Trigona sp. berhasil diformulasikan menjadi nanoemulsi yang memenuhi parameter karakteristik fisik nanoemulsi, serta berpotensi meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT AKAR RAMBUSA (Passiflora foetida L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DISENTRI Shigella dysenteriae ari, as_ari; Nishia Waya Meray; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disentri merupakan suatu penyakit infeksi yang terjadi di kolon yang disebabkan oleh bakteri genus Shigella salah satunya oleh bakteri Shigella dysenteriae . Disentri yang disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae dapat diatasi dengan antibiotik. Antibiotik merupakan obat untuk mengatasi atau mencegah infeksi bakteri. Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri yaitu akar rambusa ( Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat akar rambusa terhadap bakteri Shigella dysenteriae . Pengujian aktivitas antibakteri pada penelitian ini dilakukan dengan metode sumuran. Uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat akar rambut menggunakan konsentrasi 1%, 5% dan 10%. Diameter zona hambat yang dihasilkan yaitu fraksi etil asetat 1% (11,27 mm), fraksi etil asetat 5% (11,92 mm), fraksi etil asetat 10% (12,96 mm). Hasil analisa data menggunakan uji one way anova diperoleh nilai sig 0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat akar rambusa yang memiliki aktivitas paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae adalah konsentrasi 10%.
PENETAPAN KADAR STEROID TOTAL EKSTRAK N-HEKSAN AKAR RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Detaviani, Anita; Nishia Waya Meray; Rofidah Nur Umar
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar steroid total pada ekstrak n-heksan akar rambusa (Passiflora foetida L.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-heksan sebagai pelarut, dan sampel yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan kadar steroid totalnya. Penetapan kadar steroid dilakukan pada panjang gelombang maksimum 423 nm menggunakan larutan kolesterol sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan akar rambusa mengandung steroid dengan konsentrasi sebesar 2940 ppm, yang tergolong tinggi dan menunjukkan potensi aktivitas farmakologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbukti efektif dalam menentukan kadar steroid dalam ekstrak n-heksan akar rambusa, yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan obat berbasis tanaman.
STUDI KASUS METODE FIFO (First In First Out) DAN FEFO (First Expired First Out) PENGELOLAAN OBAT GENERIK TABLET DAN KAPSUL DALAM PENGGUNAAN BPJS KLINIK X BALIKPAPAN Hasanah, Nur; Retno, Eka Kumala; Erwina, Wiwi; Wardhana, Mada Aditia
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan stok obat di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan aspek krusial dalam menjamin keberlangsungan terapi pasien serta efisiensi penggunaan anggaran obat. Penggunaan metode FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out) merupakan strategi umum dalam manajemen persediaan obat. FIFO menekankan penggunaan stok yang pertama kali masuk, sementara FEFO memprioritaskan penggunaan obat yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kedua metode tersebut terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat generik tablet dan kapsul di Klinik X Balikpapan dengan studi khusus pada dua jenis obat, yaitu cetirizine dan ranitidine. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas batch berada pada kategori rata-rata dalam hal perputaran stok dan lama masa kedaluwarsa, meskipun ditemukan beberapa batch yang memiliki performa distribusi di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan sistem monitoring dan digitalisasi manajemen stok guna mendukung penerapan metode FIFO dan FEFO secara optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% AKAR SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi rapiah, rapiah juanda nur10; Rofidah Nur Umar; Eka Kumala Retno
PHARMACIA Vol. 3 No. 1 (2025): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi di Indonesia dan disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Terapi utama yang umum digunakan adalah pemberian antibiotik, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Akar senggani (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% akar senggani terhadap Salmonella typhi serta menentukan konsentrasi efektifnya. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 25%, 50%, dan 75%, serta menggunakan amoksisilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar senggani mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi, dengan zona hambat terbesar tercatat pada konsentrasi 75% (11,26 mm). Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi(p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol 96% akar senggani memiliki potensi sebagai agen antibakteri alternatif terhadap infeksi Salmonella typhi.

Page 2 of 3 | Total Record : 22