cover
Contact Name
Roni Pasla
Contact Email
ronipasla20@gmail.com
Phone
+6285278228125
Journal Mail Official
ronipasla20@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sudirman No. 65 Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31092357     DOI : -
Jurnal ini memuat kajian ilmiah dan pengabdian masyarakat dari berbagai disiplin ilmu, mendorong kolaborasi akademik lintas bidang untuk menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan. Fokus utamanya pengembangan pengetahuan melalui pendekatan multidisipliner yang menyatukan teori dan praktik dalam riset akademik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 71 Documents
Integration of Islamic Values and Science-Technology Ethics in the Formation of Islamic Behavior Fatima Zulfa; Sinta Sinta; Anggun Desta Maharani; Alihan Satra
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.222

Abstract

The study purpose was to examine how Islamic values can be integrated with the ethics of science and technology to foster Islamic behavioral attitudes in daily life. Materials and methods. This study uses a library research method. Data were collected from various scientific sources including journals, books, and articles related to the integration of Islamic values in the fields of science and technology. Data analysis was conducted using a descriptive-qualitative approach by elaborating, describing, and synthesizing information from various literature sources. Results. Islamic values—such as tawhid as the foundation of knowledge, honesty, responsibility, and the principle of maslahah—provide a comprehensive moral framework for guiding the development and use of technology. Integration of these values in education and daily life can shape responsible, ethical, and spiritually grounded individuals. Conclusions. The integration of Islamic values with scientific and technological ethics is not merely an academic concern but a necessity for forming a generation that is intellectually capable and morally sound in facing the challenges of the digital era.
Menuntut Ilmu dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Analisis terhadap Prinsip-Prinsip Dasar Devina Devina; Nazuwa Putri Khairunissa; Syamsi Ramadhan; Alihan Satra
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.223

Abstract

This article discusses the fundamental principles of seeking knowledge from an Islamic perspective and their application in daily life. In Islam, seeking knowledge is understood not merely as an intellectual activity, but also as a form of worship that encompasses spiritual, moral, and social dimensions. This study employs a library research method with a descriptive-qualitative approach through the analysis of primary and secondary sources, including the Qur’an, hadiths, books, and relevant scientific journals. The findings reveal that the main principles of seeking knowledge include sincere intention, proper manners toward teachers, patience, humility, academic honesty, and the implementation of knowledge in real life. The Qur’an and hadith emphasize that people of knowledge hold a high status in the sight of Allah SWT. Furthermore, Islamic scholars play a strategic role as the heirs of the prophets in preserving the purity of Islamic teachings and guiding the Muslim community. This study also finds that maintaining consistency in seeking knowledge in the modern era faces challenges such as digital distractions, declining motivation, burnout, and weak learning systems. Therefore, an integration of knowledge, morality, and spirituality is necessary so that the knowledge acquired may bring blessings and benefits to individuals and society.
INTERNALISASI NILAI DISIPLIN MELALUI VIDEO MOTIVASI ISLAMI DI YOUTUBE Elisa Zahra; Jihan Maharani; Alfina Sobarini; Maghda Khoirunisa; Hari Kurniawan; Ibnu Rozali
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.224

Abstract

Seiring dengan perkembangan media digital, YouTube kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media yang efektif untuk menyebarkan berbagai nilai positif yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Salah satu nilai yang sering disampaikan melalui konten motivasi adalah disiplin. Penelitian ini menganalisis proses internalisasi nilai disiplin yang terdapat dalam empat video motivasi di YouTube, yaitu “Disiplin Kunci Sukses”, “Kunci Mental Disiplin: Kunci Sukses yang Jarang Dibahas”, “Kunci Hidup Disiplin: Saat Kamu Konsisten, Hidup Mulai Berubah”, dan “Tips Disiplin Membangun Kebiasaan”. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) untuk mengkaji pesan-pesan yang disampaikan dalam setiap video terkait penerapan dan pembentukan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai disiplin yang disampaikan dalam keempat video mencakup kemampuan mengatur waktu dengan baik, membangun kebiasaan positif, mengendalikan rasa malas, serta menjaga komitmen dalam mencapai tujuan hidup. Internalisasi nilai tersebut berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu memahami makna disiplin, menghayati pentingnya disiplin dalam kehidupan, dan menerapkannya dalam tindakan sehari-hari. Proses ini diperkuat oleh penyampaian pesan yang bersifat persuasif serta penggunaan contoh-contoh yang dekat dengan pengalaman kehidupan masyarakat. Dengan demikian, YouTube memiliki potensi yang besar sebagai media edukatif yang dapat membantu menanamkan nilai disiplin sekaligus mendukung pembentukan karakter individu yang lebih baik.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA KEPENDIDIKAN DI SD 160 PALEMBANG Rahman Ruki; Ade Akhmad Saputra
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan di SD Negeri 160 Palembang melalui pendidikan (education), pelatihan (training), dan pengembangan (development), serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Kepala Sekolah, Kepala Tenaga Administrasi, dan tenaga kependidikan SD Negeri 160 Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tenaga kependidikan dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan berupa sosialisasi, seminar, dan pembinaan, pelatihan berupa bimbingan teknis, workshop, dan pelatihan administrasi sekolah, serta pengembangan melalui pembinaan, evaluasi kinerja, dan peningkatan kompetensi. Pelaksanaan program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan kerja, serta profesionalisme tenaga kependidikan. Dengan demikian, pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan penyelenggaraan pendidikan di SD Negeri 160 Palembang.
STRATEGI PENDIDIKAN NILAI ISLAM BERBASIS KETELADANAN DIGITAL PADA ERA MEDIA SOSIAL Agusman Agusman; Nursikin Nursikin
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.226

Abstract

Transformasi lanskap digital berpotensi memicu krisis moral di kalangan remaja, yang ditandai dengan fenomena perundungan siber (cyberbullying), gaya hidup konsumtif, dan distorsi informasi di media sosial (’Izzah et al., 2026; Romadloni & Muqit, 2025). Penelitian ini memiliki tujuan perumusan strategi internalisasi nilai-nilai Islam melalui konsep "Keteladanan Digital" sebagai respons adaptif terhadap dinamika era media sosial (Eryandi, 2023; Habibulloh & Ali, 2024). Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan dalam studi ini, melibatkan observasi partisipatif terhadap aktivitas daring pendidik, wawancara mendalam, serta, analisis dokumen perangkat ajar digital (Alfiyansyah et al., 2025; Nasution & Maulana, 2025; Riansyah et al., 2025). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa guru Pendidikan Agama Islam mungkin telah berhasil mengintegrasikan keteladanan digital, salah satunya melalui perwujudan perilaku daring yang bijak, konsistensi antara interaksi luring dan daring, serta internalisasi prinsip-prinsip Qur'ani dalam pemanfaatan media (Al-Fatih et al., 2025; Sarim et al., 2025). Habituasi aktivitas religius yang dipadukan dengan penguatan literasi digital dapat memiliki efektivitas sebagai filter etis dan langkah preventif dalam mitigasi pengaruh negatif teknologi (Haryono et al., 2025; Ikhwanudin & Iskandar, 2026; Zubaidillah et al., 2025). Penelitian ini mengindikasikan bahwa keteladanan digital dapat menjadi strategi fundamental dalam pembentukan karakter dan memerlukan sinergi kuat antara pendidik, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk menciptakan ekosistem moral yang konsisten di era digital (Mutmainnah, 2024; Rahman, 2025).
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMP Persatuan Pedamaran Hayattul Puspa; Ade Akhmad Saputra
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Persatuan Pedamaran. Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, motivator, supervisor, Inovator dan Manajer dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah sebagai informan utama dan wakil kesiswaan sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru melalui pemberian motivasi, pembinaan guru, supervisi akademik, serta pelaksanaan evaluasi kerja guru secara berkala. Selain itu, kepala sekolah juga mendorong guru untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan pengembangan kompetensi guna meningkatkan profesionalisme dalam proses pembelajaran. Wakil kesiswaan juga berperan dalam mendukung terciptanya kerja sama dan komunikasi yang baik antara guru dan pihak sekolah.
STRATEGI KOMUNIKASI ISLAM UNTUK MENGATASI FEAR OF MISSING OUT DIGITAL PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Nazma Dwi Cahyo; Reva Riani; Marselah Marselah; Abdur razzaq
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah memengaruhi pola komunikasi dan perilaku individu, salah satunya melalui fenomena Fear of Missing Out (Fomo) digital. Fomo merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa cemas dan takut tertinggal informasi, tren, atau aktivitas yang sedang populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi Islam dalam mengatasi Fomo digital pada pengguna TikTok. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang mengkaji konsep komunikasi Islam serta fenomena Fomo di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai komunikasi Islam seperti tabayyun (klarifikasi informasi), qana’ah (merasa cukup), tawazun (keseimbangan), serta pengendalian diri dapat membantu mengurangi kecenderungan Fomo. Selain itu, penerapan etika komunikasi Islam dalam penggunaan media sosial, seperti tidak berlebihan, menjaga lisan (komentar), dan menggunakan waktu secara bijak, mampu membentuk perilaku digital yang lebih sehat. Dengan demikian, komunikasi Islam berperan penting dalam membangun kesadaran dan kontrol diri pengguna TikTok agar terhindar dari dampak negatif Fomo.
Penanaman Nilai Empati melalui Ceramah Ustadz Salim A. Fillah di Youtube Ibnu Rozali; Amalia Marfuah; Juliyanti Wilia Putri; Desi Nuniati; Meisa Syamsinar
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.231

Abstract

Perkembangan media digital menjadikan YouTube sebagai salah satu sarana dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman, termasuk nilai empati dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman nilai empati melalui ceramah Salim A Fillah di YouTube serta pengaruhnya terhadap pemahaman dan perilaku audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten ceramah di YouTube, dokumentasi, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah Salim A Fillah mengandung nilai-nilai empati seperti kepedulian terhadap sesama, sikap tolong-menolong, kasih sayang, serta kemampuan memahami perasaan orang lain. Penyampaian materi yang komunikatif, menyentuh emosional, dan disertai kisah inspiratif membuat pesan dakwah lebih mudah diterima oleh penonton, khususnya generasi muda. Media YouTube juga memberikan kemudahan akses sehingga nilai-nilai empati dapat tersebar secara luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, ceramah di YouTube dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati dan membentuk karakter sosial yang positif dalam kehidupan masyarakat.
MODEL KONSEPTUAL PENGEMBANGAN BRANDING PRODUK UMKM MELALUI DIGITAL MARKETING: RANCANGAN PROGRAM PENGABDIAN BERBASIS PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN Mukhtar Galib; Guntur Suryo Putro; Arfiany Arfiany; Yohanis Yohanis; Yasni Yasni
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.254

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan dalam membangun daya saing di era digital, terutama terkait pengembangan branding produk dan optimalisasi digital marketing. Keterbatasan kapasitas dalam membangun identitas merek, menghasilkan konten digital, dan memanfaatkan platform pemasaran menyebabkan banyak UMKM belum mampu meningkatkan nilai tambah produknya secara optimal. Artikel ini bertujuan menyusun model konseptual pengabdian kepada masyarakat sebagai acuan dalam penguatan branding produk UMKM melalui digital marketing. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual dengan melakukan sintesis literatur yang relevan mengenai branding, digital marketing, pemberdayaan UMKM, dan model pengabdian kepada masyarakat. Hasil kajian menghasilkan model pengabdian yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, penguatan kapasitas branding, penguatan kompetensi digital marketing, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Model tersebut dirancang sebagai kerangka sistematis yang mengintegrasikan penguatan identitas merek dengan pemanfaatan media digital untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM secara berkelanjutan. Model konseptual yang diusulkan diharapkan menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pemerintah daerah, maupun lembaga pendamping dalam merancang program pengabdian yang lebih terarah, adaptif, mudah direplikasi, dan berorientasi pada peningkatan daya saing UMKM di era transformasi digital.
PENGEMBANGAN MODEL EDUKASI PENCEGAHAN HOAKS MELALUI MEDIA SOSIAL Aden Gunawan; Nurhidayanti. S; Fadel Fadel; Mukhtar Galib; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni-Juli 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v2i1.255

Abstract

Penyebaran hoaks melalui media sosial menjadi salah satu tantangan utama dalam kehidupan masyarakat digital karena berpotensi menimbulkan disinformasi, konflik sosial, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar. Rendahnya literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi menyebabkan hoaks semakin mudah diterima dan disebarluaskan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model edukasi pencegahan hoaks melalui media sosial sebagai rancangan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi digital. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan konseptual melalui analisis dan sintesis berbagai literatur yang berkaitan dengan literasi digital, media sosial, penyebaran hoaks, fact-checking, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menghasilkan model edukasi yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan edukasi, praktik verifikasi informasi (fact-checking), serta evaluasi dan tindak lanjut. Model tersebut dirancang sebagai kerangka sistematis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab melalui media sosial. Model konseptual yang diusulkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pengabdian yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan guna memperkuat literasi digital serta mengurangi penyebaran hoaks di masyarakat.