cover
Contact Name
Indah Aprianti
Contact Email
indahaprianti@pharm.untan.ac.id
Phone
+6282250636452
Journal Mail Official
jpop@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal Pharmacy of Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : 30895723     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Pharmacy of Tanjungpura (JPOP) merupakan media publikasi penelitian yang mencakup seluruh aspek ilmu farmasi yang orisinal, inovatif, dan berbasis ilmiah. JPOP menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diutamakan) dalam beberapa jenis artikel, yaitu: Naskah penelitian original Tinjauan literatur Tinjauan sistematis Jurnal ini memberikan wadah bagi Peneliti, Apoteker, Akademisi, dan Praktisi yang ingin berkontribusi pada bidang Farmasi dan Ilmu Farmasi dengan menerima berbagai bidang multidisplin, seperti: Teknologi Farmasi dan Farmasetika Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Farmakologi dan Toksikologi Biologi Farmasi Farmasi Klinis dan Komunitas
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2024): APRIL" : 10 Documents clear
ANALISIS VITAMIN C MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DENGAN VARIASI VARIABEL PERBANDINGAN TERHADAP SIRUP MULTIVITAMIN Kurniawan, Hadi; Kirom, Ikhwanul; Sianjung, Mayesa Helena Nangdara; Rahim, Mutia; Saputra, Rico; Stevia, Tessa; Apsanita, Wulan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C atau dengan nama lain asam askorbat merupakan nutrisi esensial bagi manusia. Vitamin C tidak dapat disintesis oleh manusia sebab terjadi mutasi yang menyebabkan adanya enzim yang hilang dalam jalur biosintesisnya, sehingga manusia mendapatkan asupan vitamin C melalui makanan yang dikonsumsi maupun melalui suplemen, salah satunya sirup multivitamin. Penelitian ini menganalisis kadar vitamin C dalam sirup multivitamin dengan metode KCKT. Penelitian dilakukan menggunakan tiga jenis perlakuan yang berbeda dari segi fase gerak dan variabel lainnya untuk membandingkan hasil dari setiap perlakuan. Perlakuan I didapatkan waktu retensi 5,08433 menit, percobaan II didapatkan waktu retensi 4,99567 menit, dan perlakuan III didapatkan waktu retensi 4,15733 menit. Sampel yang digunakan adalah sirup multivitamin merek "X" dan "Y". Hasil menunjukkan bahwa pemilihan pelarut dan fase gerak dalam KCKT dapat mempengaruhi waktu retensi, yang berpotensi mempengaruhi hasil analisis vitamin C pada sirup multivitamin.Kata kunci:Vitamin C, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, KCKT, Sirup Multivitamin, Variasi Fase Gerak dan Pelarut, Waktu Retensi
ANTIBACTERIAL AND ANTIFUNGAL ACTIVITY OF SOLID SOAP ESSENTIAL OIL OF NUTMEG SEEDS (Myristica fragrans H.) ON Propionibacterium acnes AND Candida albicans. -, Herlyana; Riyanti, Tiara; Rahman, Ika Ristia; Kurnianto, Erwan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutmeg is most often used as a spice and essential oil. Nutmeg seed essential oil is widely geared towards diseases caused by bacteria or fungi. The essential oil content of nutmeg seeds consists of myristic acid, trimyristin, and glycerides from lauric, stearic, and palmitic acids, which have activities as anti-oxidants, anticonvulsants, analgesics, anti-inflammation, anti-diabetes, antifungal and antibacterial. Propionibacterium acnes is a bacterium that plays an important role in the development of acne, and Candida albicans is the fungus that most often causes skin infections. The purpose of this study was to determine whether solid soap from the essential oil of nutmeg seeds as antibacterial and antifungal activity against the growth of Propionibacterium acnes and Candida albicans and what is the diameter of the inhibitory zone. This test uses the disc disc method with variations in the concentration of NaOH in solid soap. The concentration of NaOH in F1 is 45.21 g, F2 is 40.45 g, F3 is 35.7 g. The results of the inhibitory zone of Propionibacterium acnes at F1 of 16.67 mm, F2 of 13.421 mm, F3 of 17.91 mm, and in Candida albicans at F1 of 24.608 mm, F2 of 24.476 mm, F3 of 25.394 mm. This indicates that each formulation has antibacterial and antimicrobial activity.
GAMBARAN VISUAL ANALOG SCALE (VAS) PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIANTAN TENGAH PONTIANAK Putra, Berlian Rizky; Yuswar, Muhammad Akib; Rizkifani, Shoma
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien hipertensi. Pengukuran rasa sakit merupakan faktor yang penting agar tercapainya keberhasilan terapi dan kualitas kesehatan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Visual Analog Scale (VAS) pada pasien hipertensi di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional kohort. Data didapat dari pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan Juni-Juli 2021 secara purposive sampling bersifat prospektif dan dikumpulkan dari rekam medis, kuesioner VAS. Hasil yang diperoleh terhadap 50 pasien yaitu pasien didominasi oleh wanita berusia lansia dengan tekanan darah 160 mmHg (Hipertensi Stage II). Selain itu, didapat nilai VAS paling banyak dalam kategori baik sebanyak 43 pasien (86 %) dengan nilai median 70. Kesimpulan mayoritas nilai VAS pasien hipertensi di Puskesmas Siantan Tengah Kota Pontianak adalah kategori baik.
PENGGUNAAN MEDIA SELEKTIF CHROMAGAR UNTUK DETEKSI BAKTERI PENGHASIL ESBL PADA SAMPEL URIN PASIEN ISK DI RUMAH SAKIT KARTIKA HUSADA Putri, Selvi Wahyuni; Iswahyudi, Iswahyudi; Kusharyanti, Indri
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antimikroba merupakan tantangan global yang semakin meningkat. Penekanan khusus telah diberikan pada bakteri gram negatif yang memproduksi enzim yang memberikan resistensi terhadap antibiotik β-Lactam, seperti sefalosporin generasi ketiga monobaktam dan karbapenem. Bakteri penghasil ESBL yang paling umum dan sering dianggap sebagai penyebab utama dari Infeksi Saluran Kemih (ISK), sehingga ESBL dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi, peningkatan biaya perawatan kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai media skrining ESBL telah tersedia secara komersial, beberapa di antaranya menggunakan teknologi kromogenik untuk mendeteksi ESBL. Media skrining ESBL ini dirancang untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri penghasil ESBL di antara seluruh famili Enterobacteriaceae. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK yang dirawat di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya. Sampel urin diinokulasikan pada media ChromAgar, kemudian sampel diinkubasi pada kondisi aerob pada suhu 32oC selama 24 jam. Setelah diinkubasi 24 jam, maka pada media pertumbuhan terlihat pertumbuhan koloni bakteri, terutama berupa bakteri penghasil ESBL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada sampel urin pasien ISK. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat bakteri penghasil ESBL pada pasien ISK yang dirawat inap di RS Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya.Kata kunci: ISK, Bakteri penghasil ESBL, ChromAgar ESBL
In Silico Study of Cephalosporin against Penicillin binding Protein Zikri, Tan Muhamad; Wijianto, Bambang; Sari, Rafika
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Antibiotic resistance is increasing in almost all classes of antibiotics, including cephalosporins. The purpose of research is to find the QSAR equation of cephalosporin against penicillin binding protein and obtain the modified compound which is predicted to have better activity than other cephalosporin drugs through the QSAR equation and docking study. The research was started by analyzing QSAR using the BUILDQSAR program, then the QSAR equation was obtained which was used to design new compounds from the cephalosporin group that were more potent. The results of the new design cephalosporin are docked using the Autodock Vina program to determine the antibacterial potential and binding to receptors. Receptor validation was using the pymol program. The best formula of QSAR is -LOG 1/IC50 = - 0.0419 ( ± 0.0109) HYDRATION ENERGY - 6.2516 ( ± 3.0111) qN10 + 0.0523 ( ± 0.0159) POLARIZABILITY - 5.2468 ( ± 1.3254) qC2 + 0.6014 ( ± 0.9884) qC3 + 0.0020 ( ± 0.0010) HEAT OF FORMATION - 5.5042 ( ± 1.6295) qN7 + 2.1201 ( ± 0.7903). Three cephalosporin-modified ligands from QSAR equation and study of literature is named TBS 1, TBS 2, TBS 3. The Ligands is modified by the subtitution of electron withdrawing group in C3 and subtitution of structure that increase the antibacterial activity in C9 and C11. Log1/IC50 score of TBS 1, TBS 2 and TBS 3 are 8.4, 7.9 and 6.4 which is higher than another cephalosporin's derrivates Log1/IC50 score. four ligands including cefmetazole as control positive are docked with PBP2a as receptor. The score docking (afinity) of the TBS 1, TBS 2, TBS 3 and cefmetazole are -7.5, -7.4 -7.5 and 6.8. It Shows the cephalosporin-modified ligand have better activity than cefmetazole against PBP2a receptor. The conclusion of the research is the QSAR equation's is found and three cephalosporin-modified is predicted to have better antibacterial activity.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI INFLUENZA PADA SISWA KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 01 SANGGAU LEDO Kurniawati, Tri Oktawinata
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mengobati diri sendiri untukmengatasi keluhan yang sedang dideritanya sebelum melakukan konsultasi kepada tenagakesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan pada penyakit ringan seperti influenza.Pengetahuan sangat berpengaruh terhadap perilaku dalam melakukan swamedikasi influenza,apabila pengetahuan dalam melakukan swamedikasi baik, maka dalam berperilakuswamedikasi akan menjadi baik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi influenza pada siswa kelas X dan XI diSMA Negeri 01 Sanggau Ledo. Penelitian ini menggunakan metode observasional denganrancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik, dan pengumpulandata dengan cara menyebarkan kuesioner kepada siswa/i yang masih tercatat aktif sebagaisiswa SMA Negeri 01 Sanggau Ledo. Sampel yang diperoleh sebanyak 90 responden yangmemenuhi kriteria inklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 63% respondenmemiliki tingkat pengetahuan yang baik, 33% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 3%memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil dari perilaku swamedikasi influenzamenunjukkan bahwa 33% berperilaku baik, 56% berperilaku cukup, dan 1% berperilakukurang. Hasil hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi influenzayaitu memiliki taraf signifikansi sebesar 0,03 0,05. Hasil kesimpulan dari penelitian inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan denganperilaku swamedikasi influenza.
FORMULATION OF FACE PACK POWDER USING SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Fitri, Aulia Kemala; Pratiwi, Liza; Nurbaeti, Siti Nani
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face pack powder is a cosmetic preparation that has been developed in the pharmaceutical industry. In powder dosage formulations, the important components used are binders. This study aimed to obtain an optimal formulation of face pack powder with a combination of binders. The binders combined in this study were carbopol, hydroxypropyl methylcellulose (HPMC), and sodium carboxymethyl cellulose (CMC-Na). The binder combination in the formula was predicted with simplex lattice design (SLD) mehod of Design-Expert ® software. The applied method for making the face pack powder was wet granulation based on 13 runs of software with responses in the form of pH and moisture content. The results showed that the pH of the preparations was in the range of 5.2-6.3 and that the water content was 1.54-2.87%. The pH and water content data were then entered into the software to obtain the optimum composition with a carbopol : HPMC : CMC-Na ratio of 3:1:1. The optimum formulation of the face pack powder is with white color, smooth texture, vanilla scent, pH 5.4, and 1.64% moisture content. The optimum formula data was then analyzed using one-sample t-test to verify that the predicted formula and the experimental results do not differ significantly (p0.05) so that it could be used to design the optimum formula
ANALYSIS OF THE INTERACTION OF ALICIN BINDINGS ON PPARG USING MOLECULAR DYNAMICS SIMULATION Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Nurbaeti, Siti Nani; IH, Hariyanto; Fajriaty, Inarah; Riza, Hafrizal
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allicin is one of the compounds contained in garlic which previous research predicted could be obtained using PPARG (Peroxisome Proliferatr Activated Receptor Gamma). However, short research requires further analysis, namely molecular dynamics. This research aims to analyze the interaction of allicin binding to PPARG used molecular dynamics. The dynamic molecular method used Gromac 2023 software with the chemical structure of allicin obtained from Pubchem data, while PPARG data was obtained from RCSB website. The results obtained from this study indicate that allicin interacts with similar amino acids as pioglitazone. However, its energy affinity is not as great as pioglitazoe. Based on the results of this research, it shows that allicin is predicted to be able to interact with PPARG in a molecular dynamic mannerKeywords: Allicin, PPARG, Molecular dynamics.
EKSPLORASI MIKROBA PENGHASIL PROTEASE PADA AREA LAHAN GAMBUT DI SEKITAR KOTA PONTIANAK Iswahyudi, Iswahyudi
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Protease merupakan enzim yang banyak diperlukan oleh industri, diantaranya adalah industri makanan, farmasi, detergent dan pengolahan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroba penghasil protease dari area lahan gambut di sekitar Pontianak. Sampel tanah gambut dari beberapa lokasi lahan gambut akan diinokulasikan pada media SM agar untuk mendeteksi adanya potensi aktivitas proteolitik. Dari lima sampel tanah dari lima lokasi lahan gambut yang berbeda di area pinggiran kota Pontianak, didapatkan satu sampel yang menunjukkan adanya aktivitas proteolitik. Ini ditandai dengan adanya perubahan warna pada media yang mengandung protein. Sampel yang positif mengandung aktivitas enzim proteolitik selanjutnya dikultivasi pada media cair dan disimpan pada suhu minus 200 celsius untuk penelitian lebih lanjut.Kata Kunci: Protease, gambut.
MINUMAN PROBIOTIK TEPACHE DARI FERMENTASI KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L.) MENGGUNAKAN VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI GULA Najini, Robby; Purwanti, Nera Umilia; Mufida, Amanda Rosidatul; Kurniawan, Ardi; Alghifary, M Husain Haekal; Syalsabila, Regitha Rianda; Nuraini, Risa; Safitri, Wulan
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman  tepache  tidak terdapat resep baku dalam pembuatannya dan penggunaan gula  dapat meningkatkan tingkat kesukaan pada minuman tersebut. Oleh karena itu, dilakukanlah percobaan  ini  untuk menentukan formula yang paling disukai dengan digunakannya variasi jenis dan konsentrasi gula yang digunakan..  Pembuatan  tepachedilakukan dengan cara fermentasi selama 3 hari (72 jam) dengan menggunakan dua jenis gula, yaitu gula merah dan gula pasir dengan konsentrasi  pada masing-masing jenis gula, yaitu  100, 200, serta 300 gram.  Setelah dilakukan fermentasi selama 3 hari (72 jam), didapatkanlah minuman  tepachedengan karakteristik rasa, aroma, dan warna yang berbeda-beda  berdasarkan hasil rekapitulasi uji hedonik yang dilakukan.  Formula P2 merupakan formula yang paling disukai karena memiliki rasa asam dan manis yang seimbang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10