cover
Contact Name
Ahlal Kamal
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalsinergi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.40 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 31090559     DOI : -
Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ini mencakup berbagai bidang ilmu, meliputi pendidikan, teknologi, ekonomi, kesehatan, manajemen, keagamaan, ilmu sosial dan humaniora, serta bidang-bidang terapan lainnya.Sebagai wadah akademik yang mengedepankan kualitas dan keberagaman perspektif, Sinergi menerbitkan artikel penelitian asli, tinjauan pustaka, studi kasus, serta pemikiran konseptual yang didasarkan pada metodologi ilmiah yang kuat dan analisis mendalam. Dengan berfokus pada penerapan teori dan riset dalam konteks praktis, jurnal ini tidak hanya menyasar akademisi dan peneliti, tetapi juga para praktisi, pengambil kebijakan, dan pihak-pihak terkait yang dapat memanfaatkan temuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan di berbagai sektor. Diterbitkan dua kali setahun, Jurnal Sinergi berkomitmen untuk menjadi platform terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif dari seluruh penjuru dunia. Jurnal ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin, memfasilitasi integrasi pengetahuan dalam rangka menghasilkan solusi inovatif, serta mendorong pemecahan masalah kontemporer di tingkat lokal, nasional, dan global. Melalui sinergi antara berbagai ilmu, jurnal ini memberikan ruang bagi ide-ide baru yang dapat memperkaya wacana akademik, memperluas cakupan penelitian, serta mendukung keberlanjutan pembangunan dalam konteks sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi juga menekankan pentingnya keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai elemen penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan beradab.
Articles 157 Documents
Manajemen Peserta Didik Sebagai Strategi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar : Kajian Literatur Jihan Seprina Azzahara; Afriyani Dela Puspita; Griseldis Zalva Vernanda; Linardo Pratama
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of student management as a strategy to enhance student learning motivation. The study employs a qualitative descriptive approach through literature review of previous research on student management, learning motivation, student achievement, and school quality. The analysis reveals that structured student management—including planning, organizing, supervising, and evaluating—can create a conducive learning environment, improve discipline, and encourage student engagement in both academic and non-academic activities. The findings also emphasize that teacher supervision, communication with parents, counseling services, and classroom management significantly enhance learning motivation, reduce student transfers and dropouts, and strengthen the achievement of educational goals. This review provides evidence that effective student management serves as a comprehensive strategy to support holistic educational quality. Keywords: student management; learning motivation; student achievement; learning environment; school quality Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen peserta didik sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai penelitian terdahulu mengenai manajemen peserta didik, motivasi belajar, prestasi siswa, dan kualitas sekolah. Analisis menunjukkan bahwa penerapan manajemen peserta didik yang terstruktur, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi, mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan kedisiplinan, dan mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Temuan kajian juga menegaskan bahwa pengawasan guru, komunikasi dengan orang tua, layanan bimbingan, dan pengelolaan lingkungan belajar dapat meningkatkan motivasi belajar, menurunkan angka mutasi dan putus sekolah, serta memperkuat pencapaian tujuan pendidikan. Hasil kajian ini memberikan bukti bahwa manajemen peserta didik merupakan strategi efektif untuk mendukung kualitas pendidikan secara holistik. Kata kunci: manajemen peserta didik; motivasi belajar; prestasi siswa; lingkungan belajar; kualitas sekolah
Systemstic Literatur Review: Analisis Kelayakan Investasi Usaha Pada Komoditas Kelapa Sawit Putri Muhriyanti Nai
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the investment feasibility of oil palm commodity enterprises using a Systematic Literature Review (SLR) approach. By analyzing 20 relevant national and international journals, the study identifies trends, key factors, and major indicators influencing investment decisions in the oil palm sector. The findings indicate that the majority of the literature agrees that oil palm investment is considered feasible from financial, social, environmental, and institutional perspectives. The commodity not only offers high returns on investment (ROI) but also plays a vital role in rural development, employment creation, and the advancement of bioenergy and value-added derivative products. Furthermore, partnership models, supportive policies, and waste processing technologies are pivotal in ensuring sustainability and profitability. These findings reinforce the argument that oil palm is a strategic sector worth developing through an integrated upstream to downstream approach.   Keywords: investment feasibility, oil palm, strategic commodity, partnership model, waste processing   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan investasi usaha pada komoditas kelapa sawit melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan menelaah 20 jurnal nasional dan internasional yang relevan, studi ini mengidentifikasi tren, faktor kunci, dan indikator utama yang memengaruhi keputusan investasi di sektor kelapa sawit. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar literatur sepakat bahwa investasi pada kelapa sawit dinilai layak dari aspek finansial, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Komoditas ini tidak hanya memberikan return on investment (ROI) yang tinggi, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan wilayah perdesaan, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan bioenergi dan produk turunan bernilai tambah tinggi. Selain itu, model kemitraan, dukungan kebijakan, dan penerapan teknologi pengolahan limbah menjadi faktor penguat dalam menjamin keberlanjutan dan profitabilitas investasi. Temuan ini memperkuat argumen bahwa kelapa sawit merupakan sektor strategis yang layak dikembangkan dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.   Kata Kunci: kelayakan investasi, kelapa sawit, komoditas strategis, model kemitraan, pengolahan limbah
Pengembangan Aplikasi Mobile Gis Berbasis Android Dengan Integrasi Google Maps Dan Studi Perbandingan Pemrograman Dart/Flutter Ahmad Pajar Bahri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in community mobility has triggered a need for accurate and easily accessible digital map information. This research aims to develop a Mobile GIS application based on Android integrated with Google Maps to facilitate users in determining travel routes. This application utilizes GPS, LBS (Location Based Service), and Google Maps API technologies to provide real-time location and route information. Furthermore, a comparative study with modern programming using Dart/Flutter as an alternative for mobile application development was also conducted. The results show that the built application can run well on Android devices with a minimum specification of the Gingerbread OS. Keywords: Mobile GIS, Google Maps, Android, Dart/Flutter. Abstrak Meningkatnya mobilitas masyarakat memicu kebutuhan akan informasi peta digital yang akurat dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Mobile GIS berbasis Android yang terintegrasi dengan Google Maps untuk memudahkan pengguna dalam menentukan rute perjalanan. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi GPS, LBS (Location Based Service), dan Google Maps API untuk memberikan informasi lokasi dan rute secara real-time. Selain itu, dilakukan pula studi perbandingan dengan pemrograman modern menggunakan Dart/Flutter sebagai alternatif pengembangan aplikasi mobile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun dapat berjalan dengan baik pada perangkat Android dengan spesifikasi minimal OS Gingerbread. Kata Kunci: Mobile GIS, Google Maps, Dart/Flutter.
Faktor Penyebab Perilaku Mengemis Dan Memulung Sebagai Bentuk Patologi Sosial Di Jalan William Iskandar, Kec. Medan Tembung, Kab. Deli Serdang Sani Susanti; Fredy Adrian Saragih S; Herman Jaya Waruwu; Ribkah Panjaitan; Jesika Anastasya Sihotang; Desy Verayanti Br Saragih
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that cause begging and scavenging activities as forms of social pathology in the area of Jalan William Iskandar, Medan Tembung District, Deli Serdang Regency. This research employs a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation involving four informants who work as beggars and scavengers. The findings indicate that begging and scavenging do not arise from free choice, but rather from survival strategies driven by economic pressure, low educational attainment, lack of civil identification documents, limited access to employment, and weak social support. The extremely low and unstable income (ranging from Rp5,000 to Rp40,000 per day) reflects conditions of extreme poverty that intensify the informants’ social vulnerability. All informants expressed a desire to stop these activities if stable and decent employment became available. The study concludes that begging and scavenging represent forms of social pathology influenced by structural poverty, social inequality, and limited access to decent living opportunities, highlighting the need for more responsive public policies and empowerment programs for marginal communities. Keywords: social pathology, begging, scavenging, structural poverty, marginal communities. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab munculnya perilaku mengemis dan memulung sebagai bentuk patologi sosial di kawasan Jalan William Iskandar, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap empat informan yang beraktivitas sebagai pengemis dan pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mengemis dan memulung tidak muncul sebagai pilihan bebas, melainkan sebagai strategi bertahan hidup akibat tekanan ekonomi, rendahnya pendidikan, ketiadaan identitas kependudukan, minimnya akses pekerjaan, serta lemahnya dukungan sosial. Pendapatan yang sangat rendah dan tidak stabil (berkisar Rp5.000 hingga Rp40.000 per hari) mencerminkan kondisi kemiskinan ekstrem yang memperkuat kerentanan sosial para informan. Keempat informan menyatakan keinginan untuk berhenti dari aktivitas tersebut apabila tersedia pekerjaan tetap yang layak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengemis dan memulung merupakan bentuk patologi sosial yang dipengaruhi kemiskinan struktural, ketimpangan sosial, dan terbatasnya kesempatan hidup layak, sehingga diperlukan intervensi kebijakan dan program pemberdayaan yang lebih responsif bagi masyarakat marginal. Kata Kunci: patologi sosial, mengemis, memulung, kemiskinan struktural, masyarakat marginal.
Analisis Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Mahasiswa Gen Z Unimed Natalia Dela Br Simamora; Sani Susanti; Christiana Junita Panjaitan; Febry Yanti Br Ginting; Mas Iren Niat Anjelina Zebua
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of social media use on the mental health and social relationships of Generation Z students at Universitas Negeri Medan. The frequent use of social media among this demographic is assumed to influence their psychological wellbeing, interaction patterns, and academic productivity. This research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews, observation, and documentation involving three active university students as informants. The findings reveal that the students spend a significant amount of time accessing social media daily, predominantly using applications such as Instagram, TikTok, YouTube, and WhatsApp. Social media provides various benefits, including ease of communication, access to information, entertainment, and educational content that supports learning activities. However, uncontrolled use results in negative consequences, such as increased stress, anxiety, insecurity, difficulties in maintaining focus, and a tendency to procrastinate academic tasks. Moreover, face-to-face social interactions decline because students are more inclined to engage with digital platforms even when physically present with others. The study concludes that social media plays an essential role in students’ daily lives, yet its excessive use can disrupt mental well-being and interpersonal connections. Therefore, it is recommended that students regulate their digital habits, limit screen time, and enhance digital literacy to ensure that social media use remains balanced, healthy, and academically supportive. Keywords: social media, mental health, social relationships, Generation Z students, digital use, academic productivity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial mahasiswa Generasi Z di Universitas Negeri Medan. Penggunaan media sosial yang intens pada kelompok usia ini diperkirakan mempengaruhi aspek psikologis, interaksi sosial, dan produktivitas akademik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa aktif sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan media sosial dalam durasi tinggi setiap hari, dengan aplikasi yang paling sering diakses adalah Instagram, TikTok, YouTube, dan WhatsApp. Media sosial memberikan manfaat berupa kemudahan mendapatkan informasi, hiburan, serta akses terhadap konten edukatif yang membantu proses pembelajaran. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol menimbulkan dampak negatif berupa stres, kecemasan, perasaan tidak aman, gangguan konsentrasi, serta kecenderungan menunda tugas akademik. Selain itu, hubungan sosial tatap muka menurun karena perhatian mahasiswa lebih sering teralihkan pada perangkat digital saat berinteraksi langsung dengan orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan mahasiswa, tetapi penggunaannya perlu diatur secara bijak. Disarankan agar mahasiswa membatasi waktu penggunaan dan meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan media sosial secara sehat, seimbang, dan produktif. Kata Kunci: media sosial, kesehatan mental, hubungan sosial, mahasiswa Generasi Z, penggunaan digital, produktivitas akademik.
Peran Literasi Digital Terhadap Kesiapan Mahasiswa Dalam Pendidikan Abad 21 Tria Febriana; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments in the era of the Fourth Industrial Revolution (Industry 4.0) require university students to possess adequate digital literacy as part of 21st-century educational competencies. Digital literacy is not only related to the ability to operate devices, but also includes critical thinking, digital communication, creativity, collaboration, and information security. This study aims to analyze students’ readiness to face the challenges of 21st-century education through strengthening digital literacy. The analysis was conducted by reviewing various studies that discuss students’ digital literacy abilities, infrastructure barriers, the effectiveness of digital literacy training, and its relationship with soft skills and work readiness. The results indicate that students’ digital literacy falls within the sufficient to good category; however, gaps remain in technical skills and higher-order thinking abilities. Digital infrastructure, technology-based learning methods, and hands-on training have a significant influence on improving digital literacy. In addition, strong digital literacy must be balanced with soft skills such as communication, teamwork, and self-management so that students are prepared to face the dynamics of the VUCA era and competition in the job market. Therefore, higher education institutions need to strengthen learning strategies, digital facilities, and structured training programs to develop students’ digital literacy competencies comprehensively. Keywords: Digital literacy, student readiness, 21st-century education, technology-based learning, soft skills. Abstrak Perkembangan teknologi pada era Revolusi Industri 4.0 menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai sebagai bagian dari kompetensi pendidikan abad 21. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, komunikasi digital, kreativitas, kolaborasi, serta keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21 melalui penguatan literasi digital. Analisis dilakukan dengan mengkaji berbagai penelitian yang membahas kemampuan literasi digital mahasiswa, hambatan infrastruktur, efektivitas pelatihan literasi digital, serta keterkaitannya dengan soft skill dan kesiapan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa berada pada kategori cukup hingga baik, namun masih terdapat kesenjangan pada keterampilan teknis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Faktor infrastruktur digital, metode pembelajaran berbasis teknologi, dan pelatihan praktik memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan literasi digital. Selain itu, literasi digital yang kuat harus diimbangi dengan soft skill seperti komunikasi, kerja sama, dan manajemen diri agar mahasiswa siap menghadapi dinamika era VUCA dan persaingan dunia kerja. Dengan demikian, perguruan tinggi perlu memperkuat strategi pembelajaran, fasilitas digital, serta program pelatihan terstruktur untuk mengembangkan kompetensi literasi digital mahasiswa secara komprehensif. Kata Kunci: Literasi digital, Kesiapan mahasiswa, Pendidikan abad 21, Pembelajaran berbasis teknologi, Soft skill.
Pendidikan Perdamaian Berbasis Nilai Agama: Strategi Pencegahan Kekerasan di Kalangan Pemuda Chaterine Agata; Gislayne Mahesa; Nada Rizfani Lubis; Inggriet Hucelin; Dr. Aryusmar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of violence and intolerance among Indonesian youth, such as bullying, street brawls, and hate speech on social media, indicates a weakness in the internalization of peace values and social empathy. This study aims to examine the role of faith-based peace education as a strategy to prevent violence among youth. Using a qualitative approach, the research employs Focus Group Discussions (FGD) and interviews with interfaith youth and religious leaders to explore their understanding of peace and the role of religious values in social life. The findings indicate that the universal values of each religion, such as love, justice, tolerance, and compassion, have significant potential in shaping peaceful character and preventing radicalism. The FGDs reveal that interfaith activities, joint social work, and peace campaigns on digital media are effective strategies for fostering empathy and solidarity. Faith-based peace education not only strengthens the cognitive dimension but also shapes the affective domain and concrete actions of youth in resolving conflicts non-violently. This study emphasizes that integrating spiritual values into education and social activities can support the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 16, which aims to create peaceful, inclusive, and just societies. Keywords: religion, peace education, youth, violence prevention, tolerance.   Abstrak Fenomena kekerasan dan intoleransi di kalangan pemuda Indonesia, seperti perundungan, tawuran, dan ujaran kebencian di media sosial, menunjukkan lemahnya internalisasi nilai-nilai perdamaian dan empati sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan perdamaian berbasis nilai agama sebagai strategi pencegahan kekerasan di kalangan pemuda. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara terhadap pemuda lintas agama serta tokoh keagamaan untuk menggali pemahaman mereka tentang perdamaian dan peran nilai agama dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai universal dari setiap agama seperti kasih sayang, keadilan, toleransi, dan welas asih memiliki potensi besar dalam membentuk karakter damai dan mencegah radikalisme. FGD mengungkap bahwa kegiatan lintas iman, kerja sosial bersama, dan kampanye perdamaian di media digital menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan empati dan solidaritas. Pendidikan perdamaian berbasis nilai agama tidak hanya memperkuat dimensi kognitif, tetapi juga membentuk ranah afektif dan tindakan nyata pemuda dalam menyelesaikan konflik secara non-kekerasan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam pendidikan dan kegiatan sosial mampu mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-16, yaitu menciptakan masyarakat damai, inklusif, dan berkeadilan. Kata kunci: agama, pendidikan perdamaian, pemuda, pencegahan kekerasan, toleransi.
Analisis Faktor Penyebab Kecanduan Gadget pada Anak dan Dampaknya terhadap Perilaku Sehari-Hari di Jalan Rela Sani Susanti; Salsa Billah Sumah; Nabila Simamora; Sisca Margaretha Tambunan; Yossy Meliyani Br Ginting; Bonario Laurensius Sihaloho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly increased gadget usage among children, making digital devices a dominant part of their daily activities. While gadgets provide positive benefits as tools for learning and entertainment, uncontrolled usage can lead to digital addiction that affects children’s psychological, social, and behavioral development. Children, whose self-regulation abilities are still maturing and who are easily influenced by external stimuli, represent the group most vulnerable to this form of dependence. Gadget addiction is shaped by multiple factors, including internal motivations such as the need for entertainment or escape from boredom, and external forces such as permissive parenting, insufficient supervision, and social environments that increasingly normalize heavy engagement with digital devices. Furthermore, technological features such as notifications, autoplay mechanisms, and digital reward systems reinforce repetitive usage patterns that are difficult for children to disengage from. The impact of gadget addiction extends beyond emotional disruption and manifests in children’s everyday behaviors. These impacts include reduced face to face interaction, increased passivity, heightened irritability when gadget access is restricted, and decreased awareness of their surroundings. This condition is particularly evident in the context of children living in Jalan Rela a densely populated urban area where excessive gadget use leads to reduced alertness and increased risk when navigating public spaces, including roadways. Such observations highlight the link between uncontrolled gadget use and shifts in children’s adaptive behavior in daily life. Therefore, this study aims to comprehensively analyze the factors contributing to gadget addiction among children and examine its behavioral impacts within the specific context of Jalan Rela. The findings are expected to provide meaningful insights for strengthening preventive efforts, educational strategies, and healthier digital practices within families and communities. Keywords: gadget addiction, child behavior, causal factors. Abstrak Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat telah mendorong meningkatnya penggunaan gadget pada anak, sehingga perangkat digital kini menjadi bagian dominan dalam aktivitas keseharian mereka. Meskipun gadget memiliki potensi positif sebagai sarana pembelajaran dan hiburan, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan kecanduan digital yang berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan perilaku anak. Anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan regulasi diri serta mudah dipengaruhi oleh stimulus eksternal menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kecanduan ini. Fenomena kecanduan gadget dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dorongan internal seperti kebutuhan hiburan dan pelarian dari kebosanan, hingga faktor eksternal seperti pola asuh keluarga yang permisif, lemahnya pengawasan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial yang semakin menormalisasi penggunaan perangkat digital. Kecanduan gadget tidak hanya menyebabkan perubahan pada aspek emosional, tetapi juga berdampak pada perilaku sehari-hari anak. Dampak tersebut terlihat dari berkurangnya interaksi sosial langsung, munculnya perilaku pasif, meningkatnya kecenderungan mudah marah atau gelisah ketika akses gadget dibatasi, serta menurunnya kewaspadaan anak terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi ini semakin terlihat dalam konteks kehidupan anak di Jalan Rela, di mana penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan anak kurang memperhatikan keselamatan diri ketika berada di ruang publik, termasuk area jalan raya. Fenomena ini menunjukkan adanya hubungan antara pola penggunaan gadget yang tidak terkontrol dengan perubahan perilaku adaptif anak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara menyeluruh faktor-faktor penyebab kecanduan gadget pada anak dan mengkaji dampaknya terhadap perilaku mereka di Jalan Rela sebagai representasi lingkungan urban padat penduduk. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting terhadap upaya pencegahan, edukasi, dan pendampingan penggunaan gadget yang lebih sehat bagi anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kata Kunci: kecanduan gadget, perilaku anak, faktor penyebab      
Membangun Kesatuan dalam Keberagaman: Edukasi Toleransi dan Keadilan dalam Beragama Aditya Rionaldy Danarghani; Muhammad Rafli Adi Nugroho; Nathan Herliawan; Nicholas Gareth Adikusumo; Vicky Winata Phan; Aryusmar; Heru Widoyo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a multicultural nation whose extensive diversity must be managed wisely to preserve national unity and prevent the rise of intolerance among young generations. This project aims to strengthen unity in diversity by promoting tolerance, justice, and inclusive religious education through Character Building activities aligned with SDG 16, which emphasizes peace, justice, and strong institutions. Using a qualitative research method involving field observations, semi-structured interviews, and educational socialization sessions, the study reveals that interreligious relations within the local community are generally harmonious, upheld by mutual respect, collaborative activities, and conflict resolution based on dialogue. Nevertheless, minor tensions still emerge among students, typically triggered by insensitive jokes or misunderstandings related to religious identity. The educational program successfully enhanced students’ awareness of the importance of tolerant behavior, fairness in social interactions, and appreciation of cultural and religious diversity. The findings underscore that inclusive religious education plays a crucial role in shaping young people as peace agents who uphold unity, resist intolerance, and contribute to the creation of a just, peaceful, and harmonious society. Keywords: Unity, Diversity, Education, Tolerance, Justice Abstrak Indonesia merupakan negara multikultural dengan keberagaman agama, budaya, dan etnis yang perlu dikelola secara bijak untuk menjaga kesatuan bangsa serta mencegah munculnya sikap intoleransi, terutama di kalangan generasi muda. Proyek ini bertujuan memperkuat kesatuan dalam keberagaman melalui edukasi toleransi, keadilan, dan nilai-nilai inklusif dalam kegiatan Character Building yang sejalan dengan SDGs poin 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat. Menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta kegiatan sosialisasi edukatif, penelitian menemukan bahwa hubungan antarumat beragama di masyarakat pada umumnya harmonis berkat sikap saling menghargai, kerja sama lintas agama, serta penyelesaian konflik yang mengutamakan dialog. Namun demikian, konflik kecil masih terjadi di kalangan siswa, biasanya dipicu oleh candaan sensitif atau kesalahpahaman terkait identitas agama. Program edukasi yang dilaksanakan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya bersikap toleran, berperilaku adil dalam kehidupan sehari-hari, serta menghargai keberagaman sebagai kekuatan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama yang inklusif berperan penting dalam membentuk generasi muda sebagai agen perdamaian yang menjunjung kesatuan dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang adil, damai, dan harmonis. Kata kunci: Kesatuan, Keberagaman, Edukasi, Toleransi, Keadilan
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Diva Putri Suharbiani; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand how family socio-economic conditions affect students' academic achievement through a literature review. The analysis was conducted by reviewing various scientific sources, such as national and international journals, academic articles, proceedings, and books published between 2015 and 2025, which are relevant to this topic. The findings show that socio-economic status, as seen from parents' income, education level, and occupation, has a strong relationship with students' academic achievement. Parents with adequate income can generally provide better learning facilities and financial support, which motivates children to study more. Additionally, parents' education plays a role in providing academic guidance at home and creating a family interaction pattern that supports children's cognitive development. This study also found that students' motivation and self-confidence are important factors that bridge the relationship between socio-economic conditions and academic outcomes. However, achievement gaps between students from different socio-economic backgrounds are still often found, especially in educational environments with high social stratification. Overall, this study emphasizes that family socio-economic conditions play an important role in shaping students' learning outcomes, both directly and through psychological factors and supportive learning environments. Keywords: Socio-economic status; parents' income; parents' education; academic achievement; learning motivation; literature review.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kondisi sosial ekonomi keluarga memengaruhi prestasi belajar siswa melalui studi literatur. Analisis dilakukan dengan meninjau berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal nasional dan internasional, artikel akademik, prosiding, serta buku yang diterbitkan antara tahun 2015–2025 dan relevan dengan topik ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi yang dilihat dari pendapatan, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan orang tua memiliki hubungan yang kuat dengan prestasi belajar siswa. Orang tua dengan pendapatan yang memadai umumnya dapat menyediakan fasilitas belajar yang lebih baik dan dukungan finansial yang membuat anak lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu, pendidikan orang tua juga berperan dalam memberikan bimbingan akademik di rumah serta menciptakan pola interaksi keluarga yang mendukung perkembangan kognitif anak. Kajian ini juga menemukan bahwa motivasi dan kepercayaan diri siswa menjadi faktor penting yang menjembatani hubungan antara kondisi sosial ekonomi dan capaian akademik. Meski begitu, kesenjangan prestasi antara siswa dari berbagai lapisan sosial ekonomi masih sering dijumpai, terutama di lingkungan pendidikan dengan tingkat stratifikasi sosial yang tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga memegang peran penting dalam membentuk hasil belajar siswa, baik secara langsung maupun melalui faktor psikologis dan lingkungan belajar yang mendukung. Kata Kunci: Status sosial ekonomi; pendapatan orang tua; pendidikan orang tua; prestasi belajar; motivasi belajar; literatur review.

Page 10 of 16 | Total Record : 157