cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Uji Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Turi Merah (Sesbania grandiflora L.) dan Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) secara In Vitro Anggaraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu; Murti, Nurul Retno
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3776

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit comorbid yang dapat memperparah kondisi pasien Covid-19. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang dapat membantu dalam penurunan dan pengontrol kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan bunga turi merah (Sesbania grandiflora L.) serta mengetahui nilai aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan bunga turi merah (Sesbania grandiflora L.) dibanding ekstrak tunggal. Penelitian dimulai dengan ekstraksi, uji kualitatif, dan uji aktivitas antidiabetes menggunakan metode Nelson-Somogyi dengan spektrofotometer UV-Vis. Penelitian menggunakan empat kombinasi konsentrasi ekstrak etanol bunga telang dan bunga turi merah dengan perbandingan 1:0; 1:2; 2:1; 0:1. Hasil menunjukkan kombinasi konsentrasi ekstrak etanol  bunga telang dan bunga turi merah perbandingan 2:1 dengan EC50 sebesar 13,5436 ppm memiliki aktivitas antidiabetes paling optimal dan lebih efektif daripada ekstrak tunggal bunga turi merah dengan nilai EC50 sebesar 13,7350 ppm dan ekstrak tunggal bunga telang dengan nilai EC50 sebesar 13,6929 ppm
Skrining senyawa Combretum Indicum sebagai inhibitor Caspase 3 secara In Silico Hadi, Samsul; Salma, Salma; khairunnisa, Amalia; Kamelia, Suci
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3999

Abstract

Osteoarthritis ialah gangguan sendi degeneratif yang ditandai dengan erosi cartilage artikular. Salah satu protein yang mempunyai peran besar dalam penyakit ini adalah caspase sub type 3. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah skrining senyawa belanda yang berpotensi sebagai inhibitor caspase 3. Metode dari penelitian ini menggunakan seanyawa yang terkandung dalam Combretum indicum, data ini kemudian dilakukan docking menggunakan software PLANTS. Hasil dari penelitian ini adalah scor docking dari masing masing senyawa yaitu Isatin Sulfonamide -90,8975; Casuariin -92,4942; asquisqualic acid -90,8911; 1-desgalloyleugeniin -100,988; arachidonic acid -63,4613; Punicalin -88,2142; linoleic acid - 97,4111; gallic acid -59,1281; Rutin-95,3717; ellagic acid -63,6793; methyl ursolate -77,5611; flavogallonic acid -80,8221; Quisqualic acid -63,1281; brevifolin carboxylic acid -71,5203; Trigonelline-59,8987; Quercetin -74,4091; quinoline-4-carbonitrile -61,5971; β-sitosterol -87,3881; Pedunculagin-86,843 Lupeol -76,4221; Punicalagin -82,1754; linalool -67,8673; Eugeniin -100,7541.Oleh karena itu senyawa yang berpotensi sebagai inhibitor caspase 3 adalah Rutin, linoleic acid, asquisqualic acid, Eugenin, Casuariin, 1-desgalloyleugeniin.
Studi Perbandingan Sifat Struktur dan Dinamika Bentuk Apo dan Holo dari FKBP12 dan Mip dengan Menggunakan Simulasi Dinamika Molekul Widjajakusuma, Elisabeth Catherine; Frederica, Monica; Kaweono, Kornelius; Shea, Arkenjela; Jawa, Gracia De Sales Lodhu; Kelan, Yohanes Aliandra; Indah, Ajeng; An’nisavia, Firli; Simatupang, Margaretha Yuliani Br; Fildzahdina, Fildzahdina; Setiyoningsih, Dwi Vita
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i1.4059

Abstract

Interaksi protein danligan pada sisi pengikatan merupakan topik penting dalam desain obat dan proses prediksi fungsi protein. FKBP12 dan Mip(macrophage infectivity potentiator)termasuk dalam keluarga protein FKBP dengan sisi pengikatan yang kemiripannya sangat tinggi. Oleh karena itu untuk mendapatkan ligan yang selektif tidaklah mudah. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan sifat struktur dan dinamis dari FKBP12 dan Mip dalam bentuk holo (membentuk kompleks dengan suatu ligan) dan bentuk apo (tidak terikat dengan ligan) dengan menggunakan simulasi dinamika molekul selama 40 ns dengan penambahan energi potensial selama 10 ns. Penggantian ligan rapamycin dengan ligan yang lebih kecil, yaitu turunan asam pipecolat, menyebabkan perubahan strukturpada FKBP12 dibandingkan Mip terutama pada asam amino Q81/E54, V82/F55, I83/I56, W86/W59, Y109/Y82, P117/H87, dan I118/I90.Hal ini memberikan informasi untuk pengembangan ligan yang selektif.
Deteksi populasi Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+ T-regulator pada Limpa Mencit Galur Balb/c dan Swiss-webster yang Mudah dan Cepat dengan Metode Flow Cytometry Tjahjono, Yudy; Wijaya, Hendy; Esar, Senny Yesery; Caroline, Caroline; Jafet, Nico; Kusuma, I Made Andika Bara; Chrisantia, Oryza; Bhendy, Maria Theresia Primadewy; Palpialy, Sindi Siska; Soehadi, Shellin; Wilianto, Yufita Ratnasari
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4079

Abstract

Sel T-regulator (Treg) memainkan peran kunci dalam mengendalikan autoimunitas, respon alergi, peradangan, dan respons terhadap infeksi. Sel T Cd4+ yang secara konstitutif mengekspresikan Cd25 dan protein forkhead 3 (Foxp3; yaitu, Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+) atau disebut juga sebagai Treg fungsional, telah terbukti memainkan peran utama dalam pemeliharaan toleransi dan homeostasis imun, sehingga deteksi Treg fungsional sangat penting dilakukan sebagai salah satu parameter imunomodulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi populasi sel Treg (Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+) pada organ limpa mencit galur Balb/c dan Swiss-webster dengan menggunakan metode yang mudah, cepat, serta terjangkau. Metode deteksi sel Treg dilakukan dengan cara isolasi organ limpa mencit Balb/c dan Swiss-webster kemudian dilakukan preparasi dan deteksi sel menggunakan instrumen flow cytometry. Hasil populasi sel Treg yang didapatkan berturut-turut pada mencit Balb/c dan Swiss-webster adalah 2,02 ± 0,36% dan 3,14 ± 1,64% dari total populasi yang dideteksi dengan hanya membutuhkan waktu 145 menit sejak pembedahan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan populasi sel Treg pada splenosit mencit galur Balb/c dan Swiss-webster dengan flow cytometry dapat dilakukan dengan mudah dan praktis dengan pewarnaan kombinasi antibodi yang tertera pada manuskrip ini. Selain itu, metode pewarnaan yang tertera dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk mendeteksi imunomodulator pada berbagai model hewan coba yang menggunakan mencit galur Balb/c dan Swiss-webster, khususnya yang berhubungan dengan populasi sel Treg.
Efektivitas Khasiat Penyembuhan Luka Sayat Gel Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin Sani K, Fathnur; Samudra, Agung Giri; Rahman, Havizur; Rahman, Ave Olivia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4084

Abstract

Ekstrak daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) merupakan ekstrak yang telah teruji dari penelitian sebelumnya memiliki efek sebagai penyembuh luka sayat, luka bakar dan inflamasi. Efek ini didukung dengan adanya kandungan metabolit skeunder alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Efek gel sebagai penyembuh luka sayat juga telah di publish. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hidroksiproline kulit yang mengalami luka sayat setelah pemberian gel ekstrak daun ekor naga selama 14 hari. Metode penelitian yang digunakan merupakan experimental design. Hewan uji yang digunakan masing-masing perlakuan sebanyak 5 ekor hewan uji. Kontrol Positif (Bioplacenton®), Formula 0 (Basis Gel), Formula 1 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 10%), Formula 2 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 15%), dan Formula 3 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 20%). Pengamatan yang dilakukan adalah skrining fitokimia, dan kadar hidroksiproline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 2 merupakan formula yang memiliki efektivitas terbaik dalam pembentukan kolagen yaitu sebesar 35,251±4,16 µg/mL. Dimana secara statistik memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan. Kesimpulan bahwa gel ekstrak daun ekor naga memiliki pengaruh terhadap kadar hidroksiprolin pada kasus luka sayat hewan uji.
Kajian Pustaka Efektivitas dan Efek Samping Terapi Kombinasi Budesonide - Formoterol Fumarate pada Pasien Asma Oqviani, Riri Nur; Kasih, Elisabeth; Ratnasari Wilianto, Yufita
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4111

Abstract

Asma merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya inflamasi kronis pada saluran pernapasan, ditandai dengan adanya gejala seperti mengi, sesak napas, sesak pada bagian dada, batuk yang terjadi secara berulang karena adanya penyumbatan dan keterbatasan aliran udara pada saluran pernapasan. Faktor penyakit asma seperti adanya paparan alergen, akibat dari kegiatan olahraga, perubahan pola makan, perubahan cuaca, serta karena infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran napas. Budesonide merupakan golongan obat kortikosteroid yang dapat memberikan efek pengobatan pada asma ketikadiberikan dalam bentuk inhalasi. Formoterol fumarate merupakan golongan obat agonis beta-2 long actingyang bersifat bronkodilator setelah diberikan melalui inhalasi. Glukokortikoid (kostikosteroid) bekerja dengan menghambat respon pada jaringan yang mengalami proses inflamasi, dikombinasikan dengan Long-Acting β2-Agonist yang merangsang reseptor adrenergi pada paru-paru sehingga dapat merelaksasikan otot polos bronkus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pustaka mengenai efektivitas terapi dan efek samping dari pemberianterapi kombinasi budesonide-formoterol fumarate pada pasien asma. Proses pencarian artikel dilakukan menggunakan database PubMed dan didapatkan 9 artikel yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi penelitian.Hasil penelitian dari 9 artikel tersebut menunjukkan bahwa kombinasi budesonide200 μg dan formoterol fumarate6 μg yang digunakan 1 inhalasi 1-2 kali sehari efektif dalam mengurangi risiko eksaserbasiparah, inflamasi, serta baik untuk mengontrol gejala pada pasien dewasa dengan asma ringan sampai sedang yang dapat dilihat melalui skor ACQ-5 dan FEV1sertaaman digunakan dalam pengobatan asma kecuali dalam penggunaan jangka panjang (>48 minggu) efeksamping yang dapat muncul seperti nasofaringitis (35%)daninfeksi saluran pernapasan atas (32%).
Cosmetovigilance: “Beautiful Is Pain” Zainudin, Mochamad Yusuf; Chabib, Luthfi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4132

Abstract

Cosmetics are defined as preparations used on the skin, mouth, nails, hair and eyes with the aim of increasing attractiveness, providing fragrance or protection of body odor, cleaning. The difference between drugs and cosmetics is sometimes not clear. Regulations covering cosmetic products that discuss the products used are safe and can be used by healthy people, product safety, and efficacious from cosmetic products approved by national authorities before being sold to consumers. Monitoring the safety of cosmetic products, and is a very important component of public health activities. After sales supervision of cosmetic products must be widely spread in the community, and problems related to these products can be solved, and identified in order to achieve a safe product. In August 2022, a search for the term cosmetovigilance in the Google search database returned 38 articles Family physicians and expert care practitioners, have a very useful role in providing an understanding of Adverse Drug Reactions (ADRs) caused by cosmetic products, and with such occurrences they can encourage patients to report Adverse Drug Reactions (ADRs) to the appropriate officials. authorized. Raise awareness of the new concept and become valuable commentary on public health at large.
Uji Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jamu Gendong Di Pasar Tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Hasanah, Saniati; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4195

Abstract

Latar Belakang: Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional yang sangat diminati oleh masyarakat dikarenakan manfaatnya yang dapat menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. Jamu gendong tidak memerlukan izin edar, tetapi kualitas jamu harus tetap diperhatikan sehingga sediaan jamu aman dikonsumsi. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual di pasar tradisional Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode: Sampel jamu diambil dari empat penjual yaitu penjual A, B, C dan D. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, homogenisasi sampel, uji angka lempeng total (ALT) dan uji angka kapang khamir (AKK). Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistic One Way ANOVA.  Hasil: Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual oleh penjual A, B, C dan D diperoleh nilai ALT yang memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih dari >105 koloni/ml. Sedangkan jamu beras kencur yang dijual oleh penjual D diperoleh nilai ALT >105 koloni/ml sehingga tidak memenuhi persyaratan. Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan diperoleh nilai AKK tidak lebih dari 103 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada nilai ALT dan AKK dari semua jenis sampel jamu gendong yang berasal dari keempat penjual. Kesimpulan: Semua jamu memenuhi persyaratan mutu dilihat dari nilai AKK dan ALT, namun 1 sampel jamu beras kencur yang tidak memenuhi syarat ALT.
A review: Utilization of Herbal Medicines in Alzheimer's Disease from Three Plants in Indonesia Reubun, Yonathan Tri Atmodjo
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4197

Abstract

Alzheimer's disease is a disease in which brain damage is characterized by a decrease in attention, memory, and personality. Personality changes often occur when sufferers become less spontaneous, more apathetic, and withdrawn from their environment. The use of chemical drugs derived from the synthesis of natural drugs is approved for clinical use for Alzheimer's patients. Synthesis from natural materials is carried out because of the many chemical compounds contained in plants which have various biological and pharmacological effects. As for the use of natural medicines that are efficacious as antioxidants, anticoagulants, and anti-inflammatories, they are targets in the prevention of Alzheimer's disease where from these effects they can inhibit the acetylcholinesterase enzyme that plays a role in neurotransmitter damage. This journal review aims to maximize the use of natural medicines that have antioxidant effects from plants such as turmeric (Curcuma longa L.), gotu kola (Centella asiatica L.) and Kelor leaves (Moringa oleifera Lam.) so that these three plants are expected to have an effect. potential in the prevention of Alzheimer's disease which will be discussed extensively.
Aktivitas Antibakteri Gel Hand SanitizerMinyak Biji Pala (MyristicafragransHoutt) Terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif Agustin, Rachmawati Dwi; Taihuttu, Yuniasih Mulyani Jubeliene
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 2 (2024): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i2.4285

Abstract

One of the media for spreading the bacteria the fastest in hand, so an antibacterial substance is needed. Hand sanitizers, which are more effective in killing bacteria, by quickly processing hands with airflow. However, most of the hand sanitizers' content is alcohol, which can repeatedly irritate the skin, so natural ingredients are needed to make hand sanitizers. Nutmeg is a tropical plant that is commonly found in Indonesia. Nutmeg contains active compounds as antibacterial agents. Research on the antibacterial activity test of the hand sanitizer gel formulation of nutmeg oil has been carried out. This study aimed to determine the antibacterial activity in the optimum formulation of the nutmeg oil hand sanitizer gel. Antibacterial activity test using the disc diffusion method showed that the nutmeg oil hand sanitizer gel had antibacterial activity against several pathogenic bacteria, including Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne, and Pseudomonas aeruginosa, which were optimum concentration in nutmeg oil by 15% (F1), obtained the inhibition power of 1.42 mm; 1.35 mm; 0.56 mm; and 1.67 mm, respectively.