cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Hubungan Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hardyanti, Rizqi Irma; Utami, Primanitha Riana; Susanti, Irma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4879

Abstract

Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun dan merupakan suatu kelompok metabolisme terjadi karena kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Diabetes melitus dengan hipertensi menyebabkan Drug Related Problems (DRPs). Faktor risiko untuk Drug Related Problems usia, jenis kelamin, polifarmasi, jumlah diagnosa dan penyakit penyerta. Diabetes melitus dengan hipertensi menambah keberagaman obat (polifarmasi) menyebabkan Drug Related Problems. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi, macam-macam Drug Related Problems, dan hubungan faktor risiko pasien diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian Drug Related Problems. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif non-eksperimental dengan  desain penelitian cross-sectional. Populasi pada penelitian 112 pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dari rekam medis pasien dan pengolahan data uji statistik Chi-Square. Dari 88 pasien didapatkan hasil faktor risiko yang menimbulkan penyakit diabetes melitus dengan hipertensi adalah jenis kelamin, usia, indeks masa tubuh, penyakit penyerta, dan polifarmasi. Uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian DRP, didapatkan nilai p=0,019; p=0,000; serta p=0,033. Berdasarkan nilai p tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor risiko indeks usia dengan interaksi obat, polifarmasi dengan interaksi obat, dan polifarmasi dengan obat tidak tepat. Polifarmasi menyebabkan interaksi obat yang merugikan, mempengaruhi keaadaan klinis, dan meningkatkan toksisitas pengobatan.
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Kombinasi Infusa Daun Salam dan Daun Kemangi pada Mencit Putih Jantan (Mus Muscullus) yang Diinduksi Potassium Oksonat Aprilianti, Rakhmadani Gadis
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4886

Abstract

Hiperurisemia merupakan suatu kondisi meningkatnya kadar asam urat atau uric acid pada darah. Hiperurisemia terjadi karena faktor penurunan ekskresi asam urat dari ginjal dan pembentukan asam urat yang berlebih. Kadar asam urat yang berlebih dapat dikurangi dengan mengkonsumsi antioksidan. Manusia tidak mempunyai banyak cadangan antioksidan dalam tubuhnya, sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen apabila terpapar radikal bebas berlebih. Antioksidan eksogen dapat berupa antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami yaitu Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Walp dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kombinasi ekstrak infusa daun kemangi dan daun salam dapat menurunkan kadar asam urat. Hasil penapisan fitokimia adanya senyawa flavonoid yang terdapat didalam kedua tanaman ini yang berpotensi sebagai antihiperurisemia karena flavonoid berperan sebagai inhibitor xantin oksidasi. Pada penelitian ini kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 3, 5, dan 7g/kgBB terbukti memiliki efek yang sama dengan kontrol positif allopurinol 100mg/kgBB yaitu dapat menurunkan kadar asam urat, namun dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat paling besar terdapat pada kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 5g/kgBB. 
Penentuan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Kandungan Fenol Total dalam Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau Christiani, Grace Joy; Rawar, Ellsya Angeline; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4893

Abstract

Sirih hijau telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menginang. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih hijau beranekaragam, salah satunya adalah minyak atsiri sebesar 0,8-1,8 %. Fenol adalah salah satu jenis senyawa dalam minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total dalam minyak atsiri daun sirih hijau. Distilasi uap-air digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau. Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, sedangkan metode kolorimetri dengan reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kandungan fenol total. Rendemen dari hasil isolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau dengan distilasi uap-air adalah 0,1% dengan kandungan fenol total sebesar 595,4 mg GAE/100 gram dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,67 µg/mL. Minyak atsiri daun sirih hijau berpotensi sebagai sumber antioksidan.
Formulasi Serbuk Effervescent Buah Mangga Manalagi (Mangifera indica L.var manalagi) Sebagai Antibakteri Escherichia coli Yuliana, Anna; Nurdianti, Lusi; Farid, Rifa Agnia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4912

Abstract

Buah Mangga Manalagi merupakan salah satu buah-buahan yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya yaitu penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pada penelitian ini buah mangga manalagi diformulasikan menjadi sediaan serbuk effervescent antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan buah mangga manalagi menjadi sediaan serbuk effervescent dan untuk mengetahui aktivitas sediaan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Standarisasi yang dilakukan pada simplisia buah mangga ini meliputi kadar air, kadar abu total, kadar sari larut etanol dan kadar sari larut air. Adapun untuk evaluasi yang dilakukan untuk menguji sediaan effervescent ini meliputi uji organoleptik, uji waktu alir, sudut istirahat, uji kelembapan, tinggi buih, waktu larut, uji pH dan juga uji hedonik. Kemudian dilakukan uji aktifitas bakteri untuk mengetahui formula yang memiliki zona hambat paling baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula sediaan yang paling baik terdapat pada formula III. Sedangkan untuk hasil dari uji hedonik, formula yang paling banyak disukai yaitu pada formula II dari segi aspek warna, bentuk, rasa dan aroma.
Karakterisasi Sediaan Gel Face Scrub Yang Mengandung Variasi Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Exfoliating Nofriyaldi, Ali; Endah, Srie Rezeki Nur; Aida, Yopi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4926

Abstract

Ampas Kelapa (Cocos  nucifera L.) merupakan sumber protein rendah lemak bebas gluten yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ampas kelapa kedalam bentuk sediaan gel face scrub dan mengetahui stabilitas sediaan gel face scrub ampas kelapa. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan membuat sediaan gel face scrub dengan variasi konsentrasi dari ampas kelapa (Cocos  nucifera L.) sebagai exfoliating. Hasil pengujian sediaan gel face scrub ampas kelapa variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9% pada pengujian organoleptis sediaan berbentuk gel, bau ampas kelapa dan berwarna putih, dan putih kecoklatan, sediaan homogen, nilai pH memenuhi syarat yang ditentukan 4,5-6,5, daya sebar berkisar antara 5-7 cm, daya lekat berkisar lebih dari 1 detik, dan untuk viskositas masuk kedalam rentang standar yaitu antara 2000-4000 Cp.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) Amalia, Angelina Divanny; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4931

Abstract

Kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebih memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan sehingga perlu dikontrol untuk menghindari resiko yang membahayakan tubuh. Alternatif pengobatan kolesterol selain dengan obat-obat sintetis dapat juga dengan memanfaatkan kandungan senyawa dalam tumbuhan seperti sayuran, buah, dan lain sebagainya. Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) merupakan salah satu sayuran mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin dan fenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kale dalam menurunkan kadar kolesterol. Analisis kualitatif ekstrak kale menunjukkan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Analisis kuantitatif aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard dengan seri konsentrasi ekstrak 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kale memiliki aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 sebesar 32,350 ppm.
Uji Mutu Fisik dan Analisis Nilai Sun Protection Factor (SPF) Krim Tabir Surya Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Damayanti, Windy Aulia; Cahyani, Erlien Dwi; Nurcahyani, Diah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 2 (2024): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i2.5007

Abstract

Solar radiation can cause negative effects on human skin such as skin pigmentation, skin cancer, sunburn and aging, so protection is needed, one of which is sunscreen use. Moringa leaves (Moringa oleifera L.) contain flavonoid, secondary metabolite which is effective as photoprotectors because of their ability to absorb UV light and can be formulated into cream preparations. The aim of this research was to evaluate the physical quality and SPF value of 3 Moringa leaf extract cream formulas. The results of the physical quality evaluation for homogeneity, pH and organoleptics have met the requirements. Spreadibility test shows that formula I has a spreading power per load of between 5-6.23cm. The viscosity test showed that all formulas had good average viscosity results, namely formula I 23111 cPs, formula II 22670 cPs, and formula III 20170 cPs. The largest SPF test result was formula III which contained 5% extract which had a value of 4.8653 with medium SPF potential.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ikut Lutung (Acalypha hispida Burm.f.) untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik Secara In Vivo Liyani, Kadek Yunita; Dewi, Ni Pande Kadek Sinta; Damayanti, Dewa Ayu Trisna; Siwananda, I Dewa Made; Aryani, Kadek Indra; Astuti, Ketut Widyani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5073

Abstract

Ulkus diabetik adalah luka dengan ketebalan penuh yang merusak jaringan akibat komplikasi diabetes. Penggunaan topikal menjadi salah satu bahan perawatan ulkus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol daun lutung untuk penyembuhan ulkus diabetik pada tikus diabetes. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tikus diabetes membuat luka dengan panjang 5 mm dan kedalaman 1 mm menggunakan pump biopsy pada bagian punggung. Hewan uji dibagi ke dalam kelompok gel 10%, gel 20%, gel 30%, povidon iodin, dan plasebo. Pengolesan gel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari. Parameter penyembuhan luka diukur dengan mengukur diameter dan eritema luka. Analisis data menggunakan program SPSS uji Saphiro Wilk (p>0,05), uji Levene (p>0,05), uji Kruskall Wallis (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Man-Whitney (p<0,05). Hasil pengamatan menunjukkan diameter kelompok gel 20% dan 30% memberikan penurunan nilai diameter yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kontrol negatif dengan nilai diameter yang paling kecil pada kelompok 30%. Hasil juga menunjukkan kelompok gel 30% memberikan pengurangan tanda eritema yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kelompok negatif. Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun lutung konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan efektivitas terhadap proses penyembuhan ulkus diabetes dengan hasil optimal pada konsentrasi gel 30%.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Hijau (Coffea canephora var Robusta) dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis (L.)) Lamsari, Lamsari; Taurhesia, Shelly; Djamil, Ratna
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.5082

Abstract

Kopi robusta mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kafein dan fenol, sedangkan daun teh hijau mengandung senyawa katekin. Senyawa fenol pada kopi dan katekin pada daun teh hijau memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi krim dari kombinasi ekstrak biji kopi hijau dan daun teh hijau, yang memiliki aktivitas antioksidan. Biji kopi hijau diekstraksi secara maserasi kinetik menggunakan pelarut kombinasi Isopropanol : air (60:40) sedangkan daun teh hijau diekstraksi dengan pelarut Etanol 70%. Setelah diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan uji mutu ekstrak serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak biji kopi hijau (EBKH) adalah 22.37 ppm, ekstrak daun teh hijau (EDTH) adalah 7.02 ppm, sedangkan kombinasi EBKH : EDTH (1:1) adalah 11.59 ppm. Kemudian dikembangkan formula krim mengandung kombinasi kedua ekstrak dengan variasi perbandingan EBKH : EDTH = 1:2 (F1) ; 1:1 (F2) dan 2:1 (F3). Diperoleh Krim tipe M/A, berwarna putih kekuningan, berbau khas, tekstur lembut, homogen, rentang pH 7.3 – 7.5, viskositas 190.000 – 205.000 cPs, diameter daya sebar 5.9 – 6.3 cm, dan nilai aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari F1 sebesar 25.62 ppm. Ketiga formula stabil pada suhu 40 °C selama 4 minggu penyimpanan, dan hasil uji iritasi menunjukkan F2 memberikan respon iritasi sangat ringan.  
Evaluation of Virgin Coconut Oil (VCO) Soap Formulation on The Growth Inhibitory Test of Staphylococcus Aureus Cahyanti, Naomi Dwi; Tumangkeng, Decky Dekres
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 1 (2024): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5240

Abstract

Soap is a product of the saponification reaction consisting of bases and fatty acids, which functions to clean, remove dirt and reduce bacteria on the skin. Virgin coconut oil (VCO) is pure coconut oil which contains lauric acid with antibacterial activity, another function of VCO is also useful in moisturizing the skin. Staphylococcus aureus bacteria are normal flora on the surface of the skin, which can also cause health problems if their numbers and presence are not controlled. The aim of this research was to evaluate soap formulation containing VCO which has antibacterial activity. The research was carried out experimentally with descriptive-quantitative data analysis. The results of this experiment after soap has been storage during 7 days was a solid form of soap, green in color with an apple aroma. The water content value after 7 days of storage according to SNI requirements, that is ≤ 15%. The pH value of soap during storage showed a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.042 (<0.05). The antibacterial activity of VCO soap has been confirmed by comparing the inhibition zone of the sample and the positive control of commercial antibacterial soap which was formed after incubation at 370C for 24 hours. The activity of the inhibition zone of Staphylococcus aureus bacteria from samples during 7 days of storage had a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.028 (<0.05). Based on research, it has been found that the soap formula contains VCO with antibacterial activity against Staphylococcus aureus.