cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
Review : Aktivitas Farmakologi Rumput Laut Genus Gracilaria (Rhodopyceae) Nurazizah, Siska; Rustamsyah, Ardi; Perdana, Farid; Sujana, Dani; Kusmiyati, Mimin
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4318

Abstract

Penyebaran rumput laut di Indonesia berada hampir diseluruh penjuru tanah air, namun produksi dan perdagangan rumput laut Indonesia sampai saat ini didominasi oleh genus Gracilaria dari kelas Rhodopyceae sebagai penghasil agar. Beberapa penelitian telah dilakukan dan menunjukan aktivitas dari Gracilaria. Tujuan review artikel ini adalah memberikan informasi tentang aktivitas farmakologi genus Gracilaria, dengan menggunakan metode studi literatur dari beberapa penelitian mengenai aktivitas dari Gracilaria. Beberapa spesies dari genus ini, berpotensi untuk aktivitas antioksidan, antibakteri, terapi adjuvans pada penyakit peridontal, antidiabetes, antiobesitas, antikolesterol, antiosteoklas, hepatoprotektor, antikanker, homeostatis, antikoagulan, antiulcer, dan imunostimulan.
Penghambatan Proliferasi Sel Kanker Payudara T47D oleh Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Doxorubicin dengan Metode MTT Assay Muna, Laili Nailul; Maulidina, Fradhika
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4361

Abstract

Kanker merupakan jenis penyakit dengan prevalensi tertinggi yang dapat menyebabkan kematian, salah satunya kanker payudara. Pengobatan kemoterapi saat ini yang dilakukan banyak menimbulkan resiko terhadap penderitanya, misalnya menimbulkan resistensi, efek samping, daya efikasi yang semakin menurun. Model pengobatan yang efektif yakni mengkombinasikan agen kemoterapi dengan agen kemopreventif sebagai komplementer, sehingga dapat meminimalkan efek samping. Tujuan pada penelitian ini yakni mengetahui ativitas sitotoksik ekstrak air daun kelor dengan control positif doxorubicin terhadap sel kanker payudara T47D. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan MTT assay dengan hasil data berupa IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan IC50 lebih dari 1000 µg/ml, sedangkan doxorubicin memberikan nilai IC50 sebesar 8,17 µg/ml. Berdasarkan nilai IC50 tersebut ekstrak air daun kelor kurang poten dalam memberikan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D, namun memberikan perubahan morfologi sel.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Wortel (Daucus carotaL.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Tabir Surya secara In Vitro Hidayati, Rakhmi; Sari, Dessy Erliani Mugita; Noor, Nailissa’adah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4467

Abstract

Wortel memiliki kandungan β-karoten yang berpotensi sebagai tabir surya. Krim merupakan sediaan yang memberi rasa nyaman pada penggunaan kulit, sehingga dilakukan pengembangan formula sediaan krim ekstrak wortel (Daucus carota L.) sebagai krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak wortel dengan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span 60 dan Tween 80. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi tiga formula yaitu formula I, formula II, formula III berturut-turut 11,395; 9,335; dan 10,365. Penentuan formula terbaik didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji SPF.Analisis data menggunakan uji One Way Anova hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan emulgator kombinasi span 60 dan tween 80 dapat menghasilkan sediaan krim yang memenuhi mutu fisik yang baik. Uji SPF diuji menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney hasilnya formula 1 memiliki serapan SPF yang paling tinggi artinya optimasi emulgator span 60 dan tween 80 dapat mempengaruhi aktivitas kadar tabir surya pada krim. Hasil penelitian ini krim variasi nilai HLB kombinasi emulgator span 60 dan tween 80 dengan nilai HLB 11,365 lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak wortel karena memiliki serapan SPF tertinggi.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Bau Kaki Vernanda, Renna Yulia; Ariyanti, Agnes Dwi; Oktaviana, Claudia; Gunawan, Firman Sandi; Prastica, Yohana Maria Vianney; Mauryn, Flora Raliana; Rati, Angelica Krisensiani; Hasfayo, Fridolin Putri; Ribeiro, Margareta Vita
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4486

Abstract

Foot odour is caused by combination of sweat and bacteria. Smelly feet can lead to lack of confidence and discomfort. In this study, conducted on 21 probands to isolate the microbes with the following criteria: male, aged 18-25 years, wore shoes for 8 hours without taking them off, moist, and smelly feet. Isolating microbes from the feet using a cotton swab. The result of the study found 7 isolates. Several bacteria isolates, namely: Staphylococcus sp, Bacillus sp, Enterobacter sp. In addition, isolates from fungi Aspergillus sp, Penicillium sp, Syncephalastrum sp, and Candida krusei yeast were isolate 
Analisa Vitamin B1, B6 dan B12 Secara Simultan Dengan Metode Kromatografi Pasangan Ion Diana, Diana
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 9 No. 2 (2022): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4557

Abstract

Kromatografi pasangan ion dapat digunakan untuk meretensi senyawa yang memiliki muatan, bersifat polar dan memisahkan analit yang bervariasi kepolaran dan hidrofobisitasnya. Hal yang tidak dapat dilakukan dengan mudah pada metode kromatografi fase balik biasa. Pemisahan senyawa pada kolom menggunakan kromatografi pasangan ion dilakukan untuk menganalisa kadar Thiamine Mononitrat (Vitamin B1), Pyridoxine HCl (Vitamin B6) dan Cyanocobalamin (Vitamin B12) secara simultan. Validasi juga dilakukan untuk membuktikan performa metode analisa yang diusulkan. Dari penelitian ini dibuktikan bahwa kromatografi pasangan ion dapat menjadi metode alternatif yang lebih efisien untuk menganalisa sediaan tablet oral dengan kandungan B1, B6 dan B12.
Pengaruh Garam Krayan terhadap Bakteri Cairan Sulkus Gingiva Anak dengan Gingivitis Ringan (Kajian pada Streptococcus alpha) Prathiwi, Caecilia Dewi Ratna; Utomo, Rinaldi Budi; Wardhani, Putri Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4566

Abstract

Latar belakang: gingivitis adalah Penyakit periodontal paling sering terjadi pada anak-anak. Streptococcus alpha (S. alpha) adalah bakteri yang paling sering ditemukan pada gingivitis anak. Pertumbuhan bakteri patogen dalam rongga mulut dapat dicegah dengan Antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan garam Krayan pada bakteri yang ditemukan pada cairan sulkus gingiva terutama S.alpha.Metode: penelitian ini adalah ekperimental laboratorium. Streptococcus alpha diperoleh dari isolasi dari cairan sulkus gingiva anak dengan gingivitis ringan. Garam Krayan diperoleh dari pegunungan Krayan di Kalimantan Utara. Konsentrasi larutan yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%, 35% dan 40%. Hambatan pertumbuhan garam Krayan terhadap S. alpha dihitung dengan menggunakan zona hambatan pada agar Mueller Hinton yang ditambahkan agar darah domba. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji One Way Anova.Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan garam Krayan 20% memiliki diameter zona hambat 12.380 ± .22550mm, konsentrasi 25% 13,568 ± .11122, konsentrasi 30% 14,578 ± .12337, konsentrasi 35% 19,400 ± .12550 dan konsentrasi 40% 21,130 ± .04743mm. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan di seluruh kelompok perlakuan.Kesimpulan: garam Krayan memiliki pengaruh daya hambat terhadap pertumbuhan S. alpha. Semakin besar konsentrasi larutan garam semakin besar pula hambatan yang dihasilkan.
Uji Aktivitas Antikolesterol Variasi Ekstrak Etanol Sawi Pakcoy (Brassica chinensis) Secara In Vitro Andriani, Siska; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4574

Abstract

Masyarakat sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)  yang mengandung  asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi  sehingga mengakibatkan pada peningkatan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya hiperkolesterol dan jika berlangsung lama mengakibatkan hipertensi, stroke, jantung koroner, dan obesitas. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang  membantu dalam penurunan kadar kolesterol. Sawi pakcoy (Brassica chinensis) mempunyai kandungan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak sawi pakcoy  dan pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstraksi terhadap penurunan kolesterol secara in vitro. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan menggunakan metode Lieberman burchard yang diukur dengan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang maksimal 667,5 nm. Konsentrasi ekstrak etanol 70% sawi pakcoy yang digunakan berturut turut pada konsentrasi 5, 10, 15, 10, 25 ppm sedangan ekstrak etanol 96% menggunakan konsentrasi 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% sawi pakcoy memiliki aktivitas antikolesterol lebih baik yang ditunjukkan dengan nilai EC50 sebesar 20,76 ppm dibandingkan ekstrak etanol 96% sawi pakcoy memiliki EC50 sebesar 29,10 ppm.
Efektivitas Metode Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi di Dusun Wonorejo Purwadi, Faizal Akbar; Rissa, Mexsi Mutia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4578

Abstract

World Health Organization mendefinisikan swamedikasi merupakan suatu proses pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang mulai dari penanganan keluhan hingga pemilihan atau penggunaan obat. Swamedikasi upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat sebelum mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di dusun Wonorejo. Metode penelitian menggunakan Pre-eksperimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test, dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang memenuhi kriteria iklusi. Analisis data menggunakan SPSS 23 dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi sebelum dilakukan penyuluhan kategori baik sebanyak 39 responden (46,42%), pengetahuan cukup 34 responden (40,47%), pengetahuan kurang 11 responden (13,09%), kemudian hasil setelah dilakukan penyuluhan diperoleh pengetahuan baik sebanyak 71 responden (84,53%). Hasil nilai uji statistik diperoleh Asymp. Sig 0,00 kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di Dusu Wonorejo.
Penetapan Kadar Saponin dalam Gambas (Luffa acutangula L.) Hasil Pengeringan Matahari dan Pengeringan Oven Menggunakan Metode Gravimetri Fitrianingsih, Natasya Hanindita; Lindawati, Novena Yety
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4648

Abstract

Gambas fruit or oyong or often called ceme (Luffa acutangula L) or ridged gourd is a plant that belongs to the Cucurbitaceae family. Gambas fruit contains several important nutrients and also contains several chemical compounds, one of which is saponin which can be useful as an experctorant, antitussive, antidiabetic, anticholesterol, anticancer, antibacterial and antifungal. This research was conducted with the aim of knowing the differences in saponin levels and differences in yield in sun-dried and oven-dried squash fruits. Differences in temperature and drying method may allow for differences in the yield and saponin levels in the squash. Determination of saponin levels was carried out using the gravimetric method which was the advantage of not requiring a comparator (standard saponins). The result showed that the sun drying yield was 8,24% with ±SD 0,00021 and the oven drying yield was 7,21% with ±SD 0,02821 while the saponin content in sun drying was 0,39% with a coefficient of variation of 0,001% and oven drying saponin content of 11,96% with a coefficient of variation of 0,002%.
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 2 (2023): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.