cover
Contact Name
Sastrawan
Contact Email
lppm.uniqhba@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.uniqhba@gmail.com
Editorial Address
Jln. H. Badaruddin – Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 83562
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda
ISSN : 23549777     EISSN : 26148420     DOI : https://doi.org/10.37824/jkqh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health, including health administration, public health, nursing, obstetrics, pharmacy, medicine, and other related field. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025" : 20 Documents clear
Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia sinensis) pada Perokok Terhadap Jumlah Leukosit Yulia Lisnur Hidayati, Yulia; Novilla, Arina; Khristian, Erick
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.542

Abstract

Teh merupakan minuman dengan urutan kedua yang banyak dikonsumsi di dunia. Salah satu jenis teh yang tumbuh subur di Indonesia adalah jenis teh hijau (Camellia sinensis). Teh hijau memiliki senyawa yang disinyalir mampu menjaga sistem imun seperti flavonoid, polipenol, saponin, tanin, alkaloid, dan glikosida. Flavonoid merupakan suatu senyawa yang dapat mencegah zat asing masuk ke dalam tubuh dengan mekanisme antioksidan. Leukosit merupakan suatu bagian sistem imun yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi zat asing. Jumlah leukosit dapat meningkat karena beberapa faktor seperti aktivitas fisik dengan intensitas berat, kandungan dalam rokok. Nikotin merupakan bagian di dalam rokok yang dapat melepaskan katekolamin, sekresi epinefrin, dan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormon kortikosteroid sehingga menyebabkan neutrofilia, limfopenia, dan eosinofilia. Asap rokok mengandung radikal bebas sehingga untuk itu diperlukan antioksidan agar radikal bebas tidak tinggi dalam tubuh salah satunya adalah sumber antioksidan dari alam yaitu teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau (camellia sinensis) pada perokok terhadap jumlah leukosit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analitik dengan sampel yang digunakan sebanyak 28 orang dan diukur jumlah leukosit sebelum dan setelah mengkonsumsi teh hijau. Pemeriksaan jumlah leukosit menggunakan alat Hematology analyzer Mindray BC 1800. Hasil penelitian  menunjukan nilai uji-t sebesar p-value > 0,05 yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap jumlah leukosit. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan tidak ada pengaruh pemberian teh hijau (Camellia sinensis) terhadap jumlah leukosit pada perokok.
Analisis Deskriptif Performa Sistem Pengolahan Air Limbah di Rumah Sakit Umum Daerah Dompu Muhamad Yamin; Giatma Dwijuna Ahadi
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.762

Abstract

Rumah Sakit Umum Dompu sebagai salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Dompu harus mampu mengolah air limbah dengan baik. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rumah sakit perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kinerjanya efektif dan efisien dalam mengolah air limbah. Penelitian yang digunakan adalah eksperimen uji laboratorium dan pendekatan deskriptif untuk kinerja sistem IPAL Biofilter Anaerob Aerob di RSUD Dompu. Kinerja sistem IPAL Biofilter Anaerob Aerob RSUD Kabupaten Dompu sudah optimal, ini didasarkan pada hasil pengujian kualitas outlet air limbah IPAL Biofilter Anaerob Aerob dari parameter Total Suspended Solid (TSS), Biologycal Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Minyak dan Air serta pH, menunjukkan angka didalam standar baku mutu air limbah rumah sakit. Hasil uji laboratorium ke-5 parameter tersebut sebagai berikut: TSS dengan standar baku 30 mg/L  diperoleh hasil pengolahan 18,0 mg/L. BOD dengan standar baku 50 mg/L, setelah dilakukan proses pengolahan maka hasil adalah 1,47 mg/L. COD dengan standar baku 80 mg/L, diperoleh  28,9 mg/L. Minyak & lemak dengan standar baku 10 mg/L, setelah dilakukan proses pengolahan hasilnya < 1,00 mg/l. Derajat keasaman (pH), setelah dilakukan proses pengolahan diperoleh 7,72. Hasil perhitungan proses inlet dan outlet sampel, diperoleh tingkat efektifitas IPAL Biofilter Anaerob Aerob di RSUD Kabupaten Dompu berkisar antara 91% - 95%. Tingkat efektifitas ini cukup baik untuk kinerja optimal IPAL.
Efektifitas Program Calf Raises Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Dan Keseimbangan Pada Lansia Penderita Sarcopenia Dalam Mendukung Kebiasaan Masyarakat Berperilaku Sehat Tandipajung, Tinneke; Mongdong, Jetty; Rumagit, Selvie Serly; Tungka, Kartini; Halimatunnisa, Maulin
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1067

Abstract

Sarkopenia adalah istilah untuk menggambarkan penurunan massa dan kekuatan otot akibat proses penuaan. Latihan Calf Raises merupakan salah satu latihan yang ditujukan khusus untuk melatih otot betis dan berperan penting dalam menunjang aktivitas harian seperti berjalan dan berdiri. Mengetahui dan membandingkan efektivitas latihan Calf Raises dan aktivitas jalan pagi dalam meningkatkan kekuatan otot lansia dengan sarkopenia. Penelitian ini menggunakan Two Group Pre-Post Test Design dengan teknik total sampling, melibatkan 30 lansia yang dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi (Calf Raises) dan kelompok kontrol (jalan pagi). Instrumen menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Kedua kelompok, baik Calf Raises maupun jalan pagi, menunjukkan peningkatan kekuatan otot yang signifikan dengan nilai masing-masing 0,020 dan 0,046. Hasil uji Mann-Whitney U didapatkan nilai 0,658, dimana berarti tidak terdapat perbedaan antara efektivitas kedua program latihan tersebut. Tidak terdapat perbedaan antara Calf Raises dan jalan pagi terhadap peningkatan kekuatan otot dan keseimbangan lansia dengan sarkopenia. Latihan ini dapat diterapkan secara luas karena bersifat sederhana, mudah diakses, dan dapat dilakukan secara mandiri, terutama jika dikombinasikan untuk hasil yang lebih optimal.
Analisis Faktor Predisposing, Enabling Dan Reinforcing  Dengan Keikutsertaan WUS Melaksanakan Pemeriksaan IVA Harnita; Minata, Fika; Hartati, Yuli
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1079

Abstract

Deteksi dini kanker serviks melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah strategi krusial untuk menekan angka kejadian penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor-faktor Predisposing, Enabling, dan Reinforcing terhadap pelaksanaan pemeriksaan IVA. Penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025. Sampel berjumlah 108 wanita usia reproduktif dipilih dari populasi 4.248 menggunakan purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui angket. Variabel independen yang diuji meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, sikap, akses informasi/layanan, dan dukungan tenaga kesehatan/keluarga. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara semua variabel independen dengan pelaksanaan IVA. Temuan kunci dari analisis multivariat menyimpulkan bahwa sikap merupakan faktor yang paling dominan dan prediktor terkuat. Sikap positif meningkatkan peluang melaksanakan pemeriksaan IVA hingga 3.4 kali (p= 0.011 , OR 3.408) dibandingkan sikap negatif. Sikap adalah prediktor terkuat keikutsertaan WUS dalam pemeriksaan IVA. Direkomendasikan kepada Puskesmas untuk mengintensifkan program promosi kesehatan, khususnya melalui penyuluhan berkala, guna memperbaiki dan membentuk sikap positif masyarakat untuk mengoptimalkan skrining IVA
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur lisnawati; Wathan, FIka Minata; Hartati, Yuli
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1082

Abstract

Secara konseptual, program KB diposisikan sebagai bentuk intervensi promotif serta preventif yang dirancang secara terintegrasi, menyeluruh, serta berkesinambungan. Layanan dalam program ini mencakup konseling serta penyediaan berbagai jenis kontrasepsi, baik yang termasuk dalam kategori Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) ataupun non-MKJP. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan pengetahuan, sikap, umur, pekerjaan, pendidikan, paritas, dukungan suami serta peran kader secara simultan terhadap pemilihan jenis kontrasepsi pada wanita usia subur Tahun 2025. Penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli tahun 2025. Populasi adalah wanita usia subur dengan jumlah sampel sebanyak 109 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa presentase tiap variabel dependen maupun independent sudah baik. Hasil uji statistik Chi-square pada analisis bivariat menunjukkan pemilihan alat kontrasepsi dimana dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, umur, pekerjaan, pendidikan, paritas, dukungan suami serta peran kader. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling berperan terhadap pemilihan kontrasepsi adalah variabel pengetahuan. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa faktor yang menonjol memengaruhi pemilihan kontrasepsi ialah tingkat pengetahuan. Dianjurkan agar petugas kesehatan secara intensif melaksanakan kegiatan penyuluhan serta sosialisasi terkait kontrasepsi jangka panjang (MKJP), khususnya bagi wanita usia subur, untuk mendorong peningkatan penggunaan MKJP di wilayah kerja Puskesmas.
Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Untuk Mendapatkan Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Desy Ardillah; Wathan, Irzanita; Maksuk
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1083

Abstract

Rendahnya cakupan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada ibu hamil di Indonesia, yang baru mencapai 72.7% pada tahun 2022 (Profil Kesehatan Indonesia 2023), mendasari urgensi studi ini yang bertujuan menganalisis faktor-faktor penentu kepatuhan imunisasi TT yang dipengaruhi oleh spektrum variabel bio-psiko-sosial. Studi deskriptif analitik berdesain Cross-Sectional ini, yang dilaksanakan pada Mei-Juli 2025 terhadap 92 ibu hamil yang dipilih melalui purposive sampling, mengeksplorasi hubungan antara karakteristik individu (pengetahuan, sikap, usia, pendidikan, pekerjaan, jarak kehamilan) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, motivasi, dan peran kader). Analisis univariat menunjukkan profil responden yang mayoritas mendukung kepatuhan, dan analisis bivariat (X2) mengonfirmasi adanya hubungan signifikan (p<0.05) antara kepatuhan TT dengan pengetahuan, sikap, pendidikan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, motivasi, dan peran kader, meskipun variabel usia, pekerjaan, dan jarak kehamilan tidak signifikan. Secara definitif, analisis multivariat mengidentifikasi sikap sebagai prediktor paling dominan terhadap kepatuhan. Disimpulkan bahwa sikap merupakan faktor krusial dalam kepatuhan imunisasi TT, sehingga direkomendasikan untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kesehatan yang terfokus pada penguatan pemahaman dan pembentukan sikap positif ibu hamil terhadap urgensi imunisasi Tetanus Toxoid.
Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) Dan Dukungan Suami Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Jannati, Sri Hawari; Afrida, Baiq Ricca; Idyawati, Susilia; Aryani, Ni Putu
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1094

Abstract

Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan hormonal yang dapat memicu kecemasan dan depresi, terutama pada trimester ketiga ketika ibu mendekati persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik ibu (usia, kesetaraan, pendidikan) dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik melalui studi desain cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 86 ibu hamil trimester ketiga yang diambil dengan teknik pengambilan sampel total. Instrumen ini menggunakan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale) untuk mengukur tingkat kecemasan.  Data dianalisis menggunakan uji chi kuadrat untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah ibu primigravida 69%, pada usia tidak berisiko 78%, memiliki pendidikan SD-SMP 73%, mendapatkan dukungan suami 90,7% dan tidak mengalami kecemasan 68,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan, paritas dan dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III (p-value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan, kesetaraan, dan dukungan suami terkait dengan kecemasan ibu hamil trimester ketiga
Usia dan Lokasi Fraktur berhubungan dengan Lama Rawat Pasca Bedah Open Reduction And Internal Fixation (ORIF) Ekstremitas Bawah Agustian, Irwan; Batubara, Khairunnisa; Bitcar; Julianto
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1098

Abstract

Fraktur adalah istilah yang mengacu pada hilangnya sebagian atau seluruh struktural korteks tulang. Fraktur ekstremitas bawah dapat terjadi pada femur, tibia-fibula dan ankle-foot. Tatalaksana fraktur ekstremitas bawah yaitu tindakan operatif seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). ORIF dapat mempengaruhi lama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usia dan lokasi fraktur dengan lama rawat pasca bedah ORF ekstremitas bawah. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kerja balik. Pengolahan data yang dilakukan dimulai tahap editing, coding, tabulating, entry dan data processing. Analisa uji yang dipilih yaitu uji chisquare. Hasil Penelitian didapatkan bahwa usia pasien yaitu 12-25 tahun, Lokasi Fraktur Pasien di femur dan lama rawat pasien yaitu pendek (<4 hari) . Berdasarkan hasil uji chisquare didapatkan bahwa usia nilai p=0,031<a=0,05 dan lokasi fraktur p=0,001<a=0,05. Sehingga disimpulkan bahwa usia dan lokasi fraktur berhubungan dengan lama rawat pasca bedah ORF ekstremitas bawah Di Rumah Sakit Setia Budi Medan Tahun 2025.
Dampak Pola Asuh Keluarga Terhadap Kecanduan Gadget dan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah Utari, Hafsah Ira; Lestari, Mustika Ayu; Wiguna, Reza Indra; Apriani, Lia Arian
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1100

Abstract

Tanpa pendampingan keluarga, penggunaan gadget oleh anak prasekolah dapat berdampak buruk pada perkembangan mereka. Menurut data WHO, 5–25% anak usia dini dikatakan memiliki masalah perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh keluarga dengan kecanduan gadget dan perkembangan emosional anak prasekolah. Desain penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan analisis korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 orang yakni keluarga yang mempunyai anak usia prasekolah di PAUD Lestari Bintang 9 Desa Bagu. Instrumen dalam pengambilan data berupa kuesioner PSDQ, Smartphone Addiction Test (SAT), dan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga berhubungan signifikan dengan kecanduan gadget (p value = 0,041) serta perkembangan emosional anak (p value = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh keluarga yang tepat berperan penting dalam menurunkan risiko kecanduan gadget dan masalah emosional pada anak prasekolah. Oleh karena itu, orang tua perlu memperkuat pengawasan digital dan menerapkan pola asuh yang lebih responsif terhadap anak, sementara institusi PAUD dapat menyusun edukasi keluarga untuk mengurangi paparan gadget dan mendukung perkembangan emosional anak.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Marlyn, Dwi Tantri; Utami, Sri; Nurdin, Nugi; Hartati, Yuli
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v13i2.2025.1103

Abstract

Secara global, diperkirakan 1 dari 8 orang, ataupun sekitar 970 juta penduduk dunia, hidup dengan gangguan kesehatan jiwa, di mana gangguan kecemasan serta depresi termasuk kondisi yang paling banyak dijumpai. Gangguan jiwa termasuk kondisi kompleks yang bisa dipicu oleh beragam faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang Tahun 2025. Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Gandus Palembang. Populasi seluruh keluarga pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Puskesmas Gandus Kota Palembang sebanyak 144 orang dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner.Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa presentase tiap variabel dependen maupun independent sudah baik. Hasil uji statistik Chi-square pada analisis bivariat menunjukkan ada hubungan variabel pengetahuan keluarga, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan, penghasilan keluarga keluarga, dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan ODGJ diperoleh nilai p<0.05. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor paling dominan kepatuhan pengobatan ODGJ ialah pengetahuan. Variabel yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepatuhan pengobatan ODGJ ialah tingkat pengetahuan. Diharapkan Pihak Puskesmas diharapkan untuk meningkatkan jumlah kader serta menyusun jadwal kunjungan rumah secara lebih terstruktur bagi pasien ODGJ yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Gandus Palembang.

Page 1 of 2 | Total Record : 20