cover
Contact Name
Ahmad Khoiri
Contact Email
ahmadkhoiri2290@gmail.com
Phone
+6281257382028
Journal Mail Official
jppsdstkipmelawi@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSUD Melawi Km 4 Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30263859     DOI : 10.46368/jppsd.v3i3
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR (JPPSD) ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak tiga kali dalam setahun yaitu bulan Januari, Mei dan September.
Articles 78 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas I SDN 19 Tanjung Tengang Radiah; Aprima Tirsa; Mukhlisin
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5084

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran scramble terhadap kemampuan menulis permulaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I SDN 19 Tanjung Tengang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada tanggal 14–15 Januari 2025, diketahui bahwa kemampuan menulis permulaan siswa masih tergolong rendah. Dari 27 siswa, hanya 8 siswa yang mampu menulis dengan baik dan benar, 5 siswa mampu mengikuti, dan 14 siswa masih memerlukan bimbingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dengan teknik sampling jenuh, sehingga sampel berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essai sebanyak 10 soal pretest dan 10 soal posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 41,48 dan meningkat menjadi 77,03 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 35,55. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (pretest 0,123 > 0,05 dan posttest 0,428 > 0,05). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (9,30 > 1,70), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran scramble berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis permulaan siswa. Kata kunci: Model Scramble, Menulis Permulaan, Bahasa Indonesia. Abstract This study aims to determine the effect of the Scramble learning model on the beginning writing skills in Indonesian language subjects for first-grade students at SDN 19 Tanjung Tengang. Based on observations and interviews conducted on January 14–15, 2025, students’ initial writing abilities were still relatively low. Out of 27 students, only 8 students were able to write correctly, 5 students were able to follow with assistance, and 14 students still required guidance. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One Group Pretest-Posttest design. The population consisted of all first-grade students, and a saturated sampling technique was applied, resulting in a total sample of 27 students. Data were collected using essay tests consisting of 10 pretest and 10 posttest questions. The results showed that the average pretest score was 41.48, while the posttest average increased to 77.03, with a mean difference of 35.55. The normality test indicated that the data were normally distributed (pretest sig. = 0.123 > 0.05; posttest sig. = 0.428 > 0.05). Hypothesis testing using the t-test revealed that tcount > ttable (9.30 > 1.70), indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Therefore, it can be concluded that the Scramble learning model has a significant effect on improving students’ beginning writing skills in Indonesian language subjects. Keywords: Scramble Learning Model, Beginning Writing, Indonesian Language.
Pengaruh Penggunaan Media Pohon Literasi Terhadap Penguasaan Kosakata Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN 11 Nanga Pinoh Pirdayana Adha; Aprima Tirsa; Joni Albar
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5053

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah penggunaan media pohon literasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan kosakata siswa dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IISDN 11 Nanga Pinoh. Metode penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah desain pre-eksperimental, yang diimplementasikan melalui skema one-group pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 11 Nanga Pinoh. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas II di SDN 11 Nanga Pinoh, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 29 individu, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Hasil analisis validitas mengindikasikan bahwa baik 15 butir soal pretest maupun 15 butir soal posttest telah memenuhi kriteria validitas yang ditetapkan. Sementara itu, hasil pengukuran reliabilitas menunjukkan nilai sebesar 0,933 untuk pretest dan 0,911 untuk posttest, yang mengindikasikan bahwa instrumen tersebut sangat reliabel. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata peserta, di mana skor pretest meningkat dari 46,65 menjadi 69,48 pada posttest. Hasil analisis hipotesis menunjukkan nilai rank negatif sebesar 0,000 dan rank positif sebesar 15,00. dengan nilai signifikan (p) yang mencapai 0,001 (p). Kata Kunci: Media Pohon Literasi, Penguasaan Kosakata, Pembelajaran Bahasa Indonesia Abstract This study aims to investigate whether the use of the literacy tree media has a significant influence on students' vocabulary mastery in the context of Indonesian language learning in class IISDN 11 Nanga Pinoh. The research method applied in this study is a pre- experimental design, which was implemented thru a one-group pretest-posttest scheme. This research was conducted at SDN 11 Nanga Pinoh. The population in this study included all second-grade students at SDN 11 Nanga Pinoh, with a sample size of 29 individuals, consisting of 15 male students and 14 female students. The results of the validity analysis indicate that both the 15 pretest items and the 15 posttest items have met the established validity criteria. Meanwhile, the reliability measurement results showed values of 0.933 for the pretest and 0.911 for the posttest, indicating that the instrument is highly reliable. The findings of this study indicate a significant increase in participants' average scores, with pretest scores rising from 46.65 to 69.48 on the posttest. The results of the hypothesis analysis show a negative rank value of 0.000 and a positive rank value of 15.00, with a significance level (p) reaching 0.001 (p). Keywords: Literacy Tree Media, Vocabulary Mastery, Indonesian Language Learning
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas IV SDN 15 Emang Raya Ega Silvia; Septian Peterianus; Eko Fery Haryadi Saputro
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5095

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kemajuan sumber daya manusia pada suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan kurikulum pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 15 Emang Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru, sedangkan subjek pendukungnya adalah 10 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia di SDN 15 Emang Raya masih berada pada tahap penyesuaian. Guru telah menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi terbuka. Namun, ketercapaian kompetensi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia belum sepenuhnya terlihat jelas, serta prestasi siswa belum dapat diukur secara signifikan. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Hasil Belajar, Bahasa Indonesia.   Abstract Education is one of the determining factors in the development of human resources in a nation, including Indonesia. Therefore, efforts to improve the quality of education continue to be carried out. One of these efforts is through the development of the educational curriculum. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum on Indonesian language learning outcomes in Grade IV at SDN 15 Emang Raya. This research employed a qualitative method with a descriptive qualitative approach. The main subject of the study was the teacher, while the supporting subjects were 10 students. The research instruments included interview sheets, observation sheets, and documentation. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesian language learning at SDN 15 Emang Raya is still in the adjustment stage. Teachers have begun to apply project-based learning and open discussion methods. However, the achievement of students’ competencies in Indonesian language subjects has not yet been fully evident, and student achievement cannot yet be measured significantly. Keywords: Merdeka Curriculum, Learning Outcomes, Indonesian Language
Analisis Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Seni Budaya Dan Prakarya (SBdP) Marniwanti; Mastiah; Nurul Apsari
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5099

Abstract

Abstract: This study aims to describe the creativity of third-grade students at SD Negeri 21 Nanga Nuak in Cultural Arts and Crafts (SBdP) learning activities, particularly in drawing. This research employed a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of 19 students, including 10 male students and 9 female students, along with one classroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the elaboration indicator obtained the highest percentage (84.2%), followed by fluency (78.9%), flexibility (73.7%), and originality (68.4%). Overall, students’ creativity was categorized as good. Supporting factors included a conducive classroom atmosphere and freedom of expression, while inhibiting factors were lack of self-confidence and the tendency to imitate the teacher’s examples. Keywords: creativity, SBdP, elementary school, drawing Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas siswa kelas III SD Negeri 21 Nanga Nuak dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa yang terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan serta satu guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator elaboration memperoleh persentase tertinggi (84,2%), diikuti fluency (78,9%), flexibility (73,7%), dan originality (68,4%). Secara keseluruhan, kreativitas siswa berada pada kategori baik. Faktor pendukung kreativitas meliputi suasana kelas yang kondusif dan kebebasan berekspresi, sedangkan faktor penghambat berupa rasa kurang percaya diri dan kebiasaan meniru contoh guru.Kata Kunci: kreativitas, SBdP, sekolah dasar, menggambar
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SD Negeri 14 Kelakik Tuti Elviyanti; Mastiah; M Akip
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5108

Abstract

Abstract This study aimed to analyze the beginning reading difficulties of second-grade students at SD Negeri 14 Kelakik using the Early Grade Reading Assessment (EGRA) instrument. The study employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, documentation, and reading tests. The subjects were 23 second-grade students, of whom 8 students experienced beginning reading difficulties. The findings showed that students experienced difficulties in recognizing letters, reading meaningful words, reading non-meaningful words, reading fluently and comprehending texts, as well as listening comprehension. The most dominant difficulty was reading non-meaningful words with an average score of 10%. Students also had difficulty distinguishing similar letters such as “b” and “d” or “f” and “v”, reading fluently, combining letters into words, and understanding reading content. The study concludes that beginning reading skills need continuous practice and guidance to improve students’ reading abilities optimally. Keywords: Beginning Reading Difficulties, Elementary School Students, EGRA, Reading Comprehension. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri 14 Kelakik menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes membaca. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas II, dengan 8 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan pada aspek mengenal huruf, membaca kata bermakna, membaca kata tidak bermakna, kelancaran membaca nyaring dan pemahaman bacaan, serta menyimak. Kesulitan yang paling dominan terdapat pada aspek membaca kata tidak bermakna dengan rata-rata skor 10%. Siswa juga mengalami kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama seperti “b” dan “d” atau “f” dan “v”, membaca dengan lancar, merangkai huruf menjadi kata, serta memahami isi bacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan perlu ditingkatkan melalui latihan dan pendampingan secara berkelanjutan agar kemampuan membaca siswa berkembang secara optimal. Kata kunci: Kesulitan Membaca Permulaan, Siswa Sekolah Dasar, EGRA.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas IV Dalam Pelajaran Seni Budaya di SDN 16 Landau Siling Nurfadila; Asep Eka Nugraha; Kurnia Dyah Anggorowati
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5111

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN 16 Landau Siling. Subjek penelitian guru seni budaya dan siswa kelas IV SDN 16 Landau Siling. Objek penelitian faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dalam pelajaran seni budaya. Jenis penelitian kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan lembar dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada pelajaran seni budaya yaitu pertama faktor internal terdapat pada aspek jasmaniah berkaitan dengan kondisi fisik siswa dan aspek psikologis berkaitan dengan perhatian siswa. Kedua faktor eksternal berkaitan dengan metode mengajar, kurikulum, sumber belajar, media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru dan staf. Kesimpulan penelitian yaitu dua faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas IV SDN 16 Landau Siling. Pertama, faktor internal terdiri dari aspek jasmaniah dan psikologis, dimana kondisi fisik siswa yang sehat dan perhatian mereka terhadap tugas sangat berpengaruh. Kedua, faktor eksternal meliputi metode mengajar, kurikulum, sumber belajar, media pembelajaran, serta hubungan sosial dengan teman, guru, dan staf. Faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor internal. Hal ini menunjukkan pentingnya lingkungan belajar dan metode yang digunakan dalam meningkatkan minat siswa. Kata Kunci: Faktor-faktor mempengaruhi, Minat Belajar, Seni Budaya, Siswa. Abstract This study aims to determine the factors that affect students' interest in learning. The study was conducted in Class IV SDN 16 Landau Siling. Research subjects teacher of Arts and culture and fourth grade students SDN 16 Landau Siling. Object of study factors that affect students ' learning interest in the subject of Arts and culture. Types of qualitative research. Research instruments using observation sheets, interview sheets and documentation sheets. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusions. Test the validity of data using triangulation techniques and triangulation sources. The results showed that the factors that affect students ' interest in learning the arts and culture is the first internal factor contained in the physical aspects related to the physical condition of students and psychological aspects related to student attention. Both external factors are related to teaching methods, curriculum, learning resources, learning media, student relationships with friends, teachers and staff. The conclusion of this study are two factors that affect the interest in learning fourth grade students SDN 16 Landau Siling. First, the internal factors consist of physical and psychological aspects, where the student's healthy physical condition and attention to tasks are very influential. Second, external factors include teaching methods, curriculum, learning resources, learning media, and social relationships with friends, teachers, and staff. External factors have a greater influence than internal factors. This shows the importance of the learning environment and the methods used in increasing student interest. Keywords: Influencing Factors, Interest in Learning, Arts and Culture, Students
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Gasing Pada Siswa Kelas III SD Negeri 1 Sokan Desy Chandrawati; Mardiana; Mukhlisin
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5131

Abstract

Abstract: The study aims to determine the application of the top method in improving the learning outcomes of mathematics students Grade III SD Negeri 1 Sokan and see the extent to which the improvement of learning outcomes after this method is applied. The study used a classroom Action Research (PTK) approach which was carried out in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Subjects were students of Class III, which amounted to 25 students. Data was collected through observation, tests and documentation. The research instrument used learning implementation observation sheet and multiple choice test sheet. Criteria for success of the study 70 KKM for individual grades and 70 for the classical grades of students. The results showed that the application of the top method can improve the implementation of learning and student learning outcomes. In the first cycle, percentage of classical completeness of learning outcomes of 48%. After improvements in the second cycle, the percentage of classical completeness of student learning outcomes increased to 80%. Thus, there was an increase in the implementation of learning by 14% and an increase in the completeness of learning outcomes by 32%. The conclusion of the study is the application of the top method proved effective in improving the learning outcomes of mathematics students Grade III SD Negeri 1 Sokan.   Keywords: Top Method, Learning Outcomes, Mathematics, Elementary School   Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Gasing dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Sokan serta melihat sejauh mana peningkatan hasil belajar setelah metode ini diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar tes pilihan ganda. Kriteria keberhasilan penelitian 70 KKM untuk nilai individu dan 70 untuk nilai klasikal siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Gasing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, ketuntasan klasikal hasil belajar sebesar 48%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa meningkat menjadi 80%. Dengan demikian, terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran sebesar 14% dan peningkatan ketuntasan hasil belajar sebesar 32%. Kesimpulan penelitian adalah penerapan metode Gasing terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Sokan.   Kata Kunci: Metode GASING, Hasil Belajar, Matematika, Sekolah Dasar
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Membentuk Sikap Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 06 Emang Bemban Eldi Saputra; Ahmad Khoiri; Nurul Apsari
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v4i2.5276

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru dalam membentuk sikap belajar siswa kelas IV SD Negeri 06 Emang Bemban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV sebagai informan utama, siswa kelas IV sebagai informan pendukung, dan kepala sekolah sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memiliki kompetensi pedagogik yang cukup baik, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik, merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, serta memberikan motivasi dan pembiasaan positif kepada siswa. Kompetensi pedagogik guru berperan dalam membentuk sikap belajar siswa yang meliputi kedisiplinan, tanggung jawab, perhatian, dan motivasi belajar. Namun demikian, penggunaan metode dan media pembelajaran masih kurang bervariasi sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi pedagogik terutama dalam pemanfaatan metode dan media pembelajaran yang lebih inovatif agar pembentukan sikap belajar siswa dapat berlangsung secara lebih efektif. Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Sikap Belajar, Siswa Sekolah Dasar. Abstract: This study aims to analyze teachers' pedagogical competence in shaping the learning attitudes of fourth-grade students at SD Negeri 06 Emang Bemban. The research employed a qualitative descriptive approach. The participants consisted of the fourth-grade teacher as the main informant, fourth-grade students as supporting informants, and the principal as an additional informant. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation, while data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the teacher demonstrated adequate pedagogical competence, particularly in understanding students’ characteristics, planning and implementing learning activities, and providing motivation and positive habituation to students. The teacher’s pedagogical competence contributed to shaping students’ learning attitudes, including discipline, responsibility, attentiveness, and learning motivation. However, the use of teaching methods and learning media was still limited and less varied, resulting in suboptimal student participation during learning activities. Therefore, efforts are needed to enhance teachers’ pedagogical competence, especially in utilizing innovative teaching methods and learning media to support the effective development of students’ learning attitudes. Keywords: Pedagogical Competence, Learning Attitude, Elementary Students.