cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jcmp@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jcmp@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 30250455     DOI : https://doi.org/10.38048/jcmp
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan mengkaji tentang hasil hasil penelitian dan kajian literatur dalam bidang: 1. Program Magang Kampus Merdeka dan Magang Mandiri 2. Kampus Mengajar 3. Pengenalan Lapangan Persekolah (PLP) 4. Praktik Mengajar 5. Simulasi Pembelajaran 6. Pembelajaran Mikro 7. Guru Penggerak dan Praktik Baik Pembelajaran
Articles 132 Documents
PERAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KESEHATAN DAN KENYAMANAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Maria Serlinda Meo; Ngurah Mehendra Dinatha; Oktafiana Astitin Dobe; Zania Taong; Klaudia Senda; Melania Mamo Reo; Meldiana Jaiman
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i2.6828

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kebersihan lingkungan sekolah dalam menciptakan proses pembelajaran yang sehat, nyaman, dan kondusif bagi siswa sekolah dasar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan peran kebersihan lingkungan sekolah dalam mendukung kesehatan dan kenyamanan belajar siswa di SDK Tanawolo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan ruang kelas, perilaku hidup bersih siswa, program kebersihan diri, dan peran aktif guru berkontribusi positif terhadap kenyamanan, konsentrasi, dan kesiapan belajar siswa. Namun, keterbatasan air bersih, minimnya tempat sampah, dan kondisi halaman yang berlumpur masih menjadi kendala utama. Disimpulkan bahwa kebersihan lingkungan sekolah berperan penting dalam mendukung kesehatan dan kenyamanan belajar, tetapi perlu diperkuat melalui penyediaan sarana yang memadai dan pembiasaan berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah secara konsisten, partisipatif, dan berkesinambungan.
PENGUATAN SUASANA BELAJAR MENGAJAR YANG KONDUSIF UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT DI SD Ngurah Mahendra Dinatha; Ni Putu Juni Artini; Antonius Poma Aso
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i2.6862

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya suasana belajar mengajar yang kondusif sebagai dasar dalam mewujudkan sekolah sehat di sekolah dasar. Lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, dan didukung interaksi sosial yang positif berperan penting terhadap efektivitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran SDK Wolopogo dalam penguatan suasana belajar mengajar yang kondusif demi mewujudkan sekolah sehat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDK Wolopogo berperan aktif melalui penyediaan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, penerapan pembelajaran interaktif, penanaman nilai kebersihan, serta kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Disimpulkan bahwa penguatan suasana belajar yang kondusif mendukung terwujudnya sekolah sehat secara berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PANCASILA INTERAKTIF UNTUK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Andini Shafiratuz Zahra; Esti Untari; Dimas Adii Yusuf
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.5720

Abstract

Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab sosial siswa sekolah dasar. Namun, pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan buku ajar membuat siswa kurang aktif serta kesulitan memahami hubungan antara simbol, makna sila, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Papan Pancasila Interaktif serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya bagi siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi sebesar 92%, validasi ahli media 90%, kepraktisan guru 94%, dan respons siswa 91%. Nilai rata-rata meningkat dari 62,50 pada pretest menjadi 86,00 pada posttest, dengan N-gain 0,63 kategori sedang. Media ini mendorong keterlibatan siswa melalui kegiatan mencocokkan, berdiskusi, dan mengelompokkan contoh perilaku. Dengan demikian, media ini sangat layak, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila.
PENDAMPINGAN EKSTRAKURIKULER FUTSAL DALAM MENDUKUNG KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP Yohanes Delvan Loda; Salvinus Wogo; Fandrianus Lobo; Barnabas Wani
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.6100

Abstract

Kebugaran jasmani penting bagi siswa sekolah menengah pertama karena mendukung kesehatan, kesiapan belajar, dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan ekstrakurikuler futsal serta perannya dalam mendukung kebugaran jasmani siswa SMPN 1 Golewa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Informan berjumlah 15 orang, terdiri atas 12 siswa, satu pelatih, satu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, serta kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan ekstrakurikuler futsal mendukung peningkatan daya tahan fisik, motivasi berlatih, kedisiplinan, dan keterlibatan siswa dalam aktivitas fisik. Keberhasilan program didukung oleh peran pelatih dalam memberikan arahan, motivasi, evaluasi, dan edukasi pola hidup sehat, serta fasilitas sekolah yang memadai. Pendampingan terstruktur dapat menjadi upaya sekolah dalam mendukung kebugaran jasmani siswa, meskipun peningkatannya belum diukur secara kuantitatif melalui tes kebugaran sebelum dan sesudah program.
STIMULASI MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI MELAUI PEMBELAJARAN SENI RUPA Imelda Beatriks Bedho; Maria Oktaviana Ngasi; Maria Theresia Wonga; Maria Anjelina Woga; Elisabeth Tantiana Ngura
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7165

Abstract

Kemampuan motorik halus perlu distimulasi sejak usia dini karena berkaitan dengan koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketepatan gerak, serta kesiapan anak mengikuti pembelajaran selanjutnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan stimulasi kemampuan motorik halus melalui pembelajaran seni rupa di TKK Bunga Bangsa Ende. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 22 anak serta informan kepala sekolah dan guru pamong. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar, mewarnai, meremas plastisin, merobek kertas, menggunting pola, menempel, menggosok warna, menulis di udara, dan menulis di atas pasir melatih koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, konsentrasi, kreativitas, dan kemandirian. Guru menggunakan demonstrasi, pemberian tugas, media bervariasi, dan pendampingan individual. Disimpulkan bahwa pembelajaran seni rupa menjadi sarana stimulasi motorik halus yang sesuai dengan perkembangan anak secara langsung dan bertahap.
PENERAPAN BUDAYA DISIPLIN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Yuliana Mesa; Ermelinda Yosefa Awe; Michael Baptista Rei; Natresia Gai Doa; Cresentia Nega; Maria Ketrina Sevina
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7182

Abstract

Pembentukan karakter disiplin perlu dilakukan sejak sekolah dasar melalui budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya disiplin dan perannya dalam membentuk karakter peserta didik pada lima sekolah dasar di Kecamatan Soa dan Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin waktu berada pada kategori baik hingga sangat baik, disiplin berpakaian memperoleh capaian tertinggi sebesar 94,19%–96,91%, sedangkan disiplin belajar menunjukkan variasi antarsekolah. Penerapan tata tertib, pembiasaan, keteladanan guru, sanksi edukatif, dan kerja sama dengan orang tua mendukung berkembangnya tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, kerja sama, kepedulian, dan kesopanan. Disimpulkan bahwa budaya disiplin berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik dan perlu diperkuat secara berkelanjutan melalui evaluasi serta kolaborasi sekolah dan keluarga, terutama untuk meningkatkan ketepatan waktu dan penyelesaian tugas.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PEMBUATAN MOBIL-MOBILAN DARI BARANG BEKAS Elisabeth Mbagha; Maria Anjelina Bupu; Marsiana Beku; Regina Goo Moa; Elisabeth Tantiana Ngura
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7185

Abstract

Pembelajaran anak usia dini memerlukan kegiatan konkret yang dapat menstimulasi kreativitas dan kemampuan motorik halus secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembuatan mobil-mobilan dari barang bekas sebagai media pengembangan kreativitas dan motorik halus anak Kelompok B di TK Dharma Wanita. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek sembilan anak berusia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak mampu menghasilkan ide dasar mobil-mobilan, enam anak mampu mengombinasikan bahan dan merakit komponen secara cukup mandiri, serta tujuh anak mampu memilih hiasan dan menggunakan alat maupun bahan secara tepat. Kegiatan juga menumbuhkan antusiasme, kepercayaan diri, kerja sama, dan pemahaman sederhana mengenai dorongan udara. Disimpulkan bahwa pembuatan mobil-mobilan dari barang bekas berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang mendukung kreativitas dan motorik halus, meskipun penerapannya perlu dilakukan secara berulang dan bertahap dengan pendampingan guru yang sesuai.
PENINGKATAN PENGENALAN KONSEP SAINS SEDERHANA MELALUI EKSPERIMEN GUNUNG MELETUS PADA ANAK PAUD Waldetrudis Redempta Reynewa; Yohana Greisantrila Tolo; Maria Katarina Wona; Elisabeth Tantiana Ngura
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7200

Abstract

Pembelajaran sains di PAUD masih sering bersifat verbal sehingga konsep sebab-akibat dan terbentuknya gas sulit dipahami anak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal konsep sains sederhana melalui eksperimen gunung meletus pada anak Kelompok B PAUD Terpadu Citra Bakti. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan meningkat dari 25% pada Siklus I menjadi 81,25% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan menyebutkan bahan, memprediksi hasil, dan menjelaskan proses eksperimen. Eksperimen langsung juga meningkatkan keaktifan, kerja sama, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir sebab-akibat. Disimpulkan bahwa eksperimen gunung meletus efektif meningkatkan pengenalan konsep sains sederhana pada anak usia dini dalam kegiatan kelas.
IMPLEMENTASI LAGU TRADISIONAL ISO SI ZELE WOLO DALAM PEMBELAJARAN SENI ANAK USIA DINI Maria Stefania Babo; Yuliana Zaza; Maria Euvania Masi; Maria Ananias Ego; Yustina Weti Moi; Yasinta Maria Fono
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7201

Abstract

Pembelajaran seni anak usia dini masih cenderung menggunakan lagu anak modern dan lagu nasional, sementara lagu tradisional daerah belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan lagu tradisional Iso Si Zele Wolo sebagai media pembelajaran seni, respons anak, serta kendala pelaksanaannya di TKN Linajawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu kepala sekolah, dua guru, dan delapan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan lagu, pemberian contoh, pengulangan lirik, tepukan irama, gerakan sederhana, dan bernyanyi bersama. Sebagian besar anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik, terutama pada indikator interaksi sosial. Kendala meliputi rasa malu, perbedaan kemampuan, serta keterbatasan media budaya lokal. Disimpulkan bahwa lagu ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran seni sekaligus pengenalan budaya Ngada secara sederhana, kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
MUSIK TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA ANAK USIA DINI MELALUI LAGU BERBAHASA DAERAH Floriana Stepfania Maria Sepe; Maria Magdalena De Pazi Tawa; Marselina Ninu; Maria Irmina Mite; Maria Yohana Melania Mi; Yovita Tawa; Yasinta Maria Fono
Jurnal Citra Magang dan Persekolahan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Citra Magang dan Persekolahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcmp.v4i3.7202

Abstract

Menurunnya penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini dapat melemahkan keterikatan mereka terhadap budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan musik tradisional melalui lagu berbahasa daerah Ngada sebagai media penguatan identitas budaya anak di PAUD Terpadu Citra Bakti. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 16 anak kelompok B serta guru kelas dan kepala sekolah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Ana Siu Sese, Bei Benga, dan O Uwi diintegrasikan melalui kegiatan menyimak, menirukan lirik, bernyanyi, bergerak, dan memainkan alat musik sederhana. Kegiatan tersebut meningkatkan antusiasme, keberanian, pengenalan kosakata daerah, serta pemahaman awal anak terhadap nilai dan tradisi Ngada. Disimpulkan bahwa lagu berbahasa daerah merupakan media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan untuk memperkuat identitas budaya anak usia dini serta mendukung pelestarian bahasa dan musik tradisional secara berkelanjutan.