cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
PROFIL SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) DAN FRAKSINYA TERHADAP SEL MCF-7 Khoerunisah, Marya Salfia; Angelina, Marissa Angelina; Prajoko, Yan Wisnu Prajoko; Ngatinem, Ngatinem; Subiantoro, Agus Himawan Subiantoro
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.12947

Abstract

Mahkota dewa merupakan tanaman asli Indonesia yang secara luas telah dikenal sebagai tanaman obat. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa buah tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti phalerin dan asam galat yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etanol buah Mahkota Dewa (CEPM) dan fraksinya terhadap sel kanker payudara MCF-7, serta mengidentifikasi senyawa bioaktif di dalamnya. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan fraksinasi bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode MTT Assay. Profil senyawa dianalisis menggunakan LC-HR/MS. Hasil menunjukkan bahwa fraksi n-heksana (HFPM) dari eksktrak etanol buah mahkota dewa (CEPM) memiliki aktivitas sitotoksik paling kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 118,96 ± 14,55 µg/mL. Tujuh dari total 18 senyawa yang teridentifikasi pada HFPM, telah dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Temuan ini menunjukkan bahwa HFPM memiliki potensi sebagai sumber senyawa antikanker alami. Penelitian lanjutan diperlukan untuk isolasi senyawa aktif, pengujian mekanisme molekuler, serta uji lanjut in vivo guna mendukung pemanfaatannya dalam pengembangan terapi kanker.
EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13391

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN HIJAU TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Syafriana, Vilya; Ningsih, Dwi Jayanti; Manalu, Rosario Trijuliamos; Ramadhani, Lidia Anggita
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13397

Abstract

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit akibat penyumbatan kelenjar minyak pada kulit dengan infeksi dan peradangan yang dipicu oleh bakteri. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, namun jika penggunaannya tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan terapi pengganti bahan alam seperti tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun hijau pucuk merah terhadap bakteri penyebab jerawat. Ekstrak diperoleh melalui maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram untuk penentuan Diameter Daya Hambat (DDH), serta metode dilusi cair dan padat untuk penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Uji dilakukan pada empat konsentrasi ekstrak, yaitu 2,5%, 5%, 10%, dan 20%. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2,5% diperoleh DDH sebesar 9,68±0,68 mm (kategori sedang), konsentrasi 5% nilai DDH sebesar11,4±0,43 mm (kategori kuat), konsentrasi 10% nilai DDH sebesar 12,4±0,22 mm (kategori kuat), dan pada konsentrasi 20% menunjukkan DDH sebesar 12,99±1,09 mm (kategori kuat). Hasil uji pada bakteri S. aureus menunjukkan bahwa tidak terdapat zona hambat pada konsentrasi 2,5%. Aktivitas mulai muncul pada konsentrasi 5% dengan nilai DDH sebesar 7,05±0,03 mm (kategori sedang), lalu meningkat menjadi 8,21±0,28 mm (kategori sedang) pada konsentrasi 10%, dan mencapai 12,07±0,59 mm (kategori kuat) pada konsentrasi 20%. Hasil pengujian terhadap S. epidermidis menunjukkan tidak adanya zona hambat pada konsentrasi 2,5% dan 5%. Aktivitas mulai tampak pada konsentrasi 10% dengan DDH sebesar 6,88±0,44 mm (kategori sedang) dan meningkat pada konsentrasi 20% menjadi 8,06±0,38 mm (kategori sedang). Untuk hasil nilai KHM terhadap P. acnes, S. aureus, dan S. epidermidis diperoleh pada konsnetrasi 2,5%, 5%, dan 9% secara berurut, namun tidak diperoleh hasil untuk KBM. Hasil tersebut menunjukkan bahwa daun hijau tanaman pucuk merah berpotensi sebagai agen antibakteri penghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
PROFIL FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA DARI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum spp.) Fauziah, Shaddiqah Munawaroh; Sutama, Daning Kinanti; Nisak, Yunita Khilyatun; Jannah, Fatmatul
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13439

Abstract

Krisan (Chrysanthemum spp.) selama ini dikenal sebagai tanaman hias, dan juga memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia dan mengukur aktivitas antioksidan ekstrak bunga dari beberapa varietas tanaman Krisan. Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi keberadaan senyawa fenolat, flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, dan alkaloid. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) menggunakan asam askorbat sebagai standar. Hasil skrining menunjukkan bahwa hampir ekstrak seluruh bunga tamana Krisan yang diamati  mengandung senyawa fenolat dan tanin, sedangkan flavonoid terdeteksi pada varietas tertentu seperti Purple Puma dan Dark Pink Fiji. Uji FRAP memperlihatkan adanya variasi kapasitas reduktif antar varietas dengan nilai IC₅₀ berkisar antara 54,55–64,90 ppm. Varietas Orange Tiger menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi, diikuti oleh varietas Dark Pink Fiji dan Rafael, sedangkan Cat Eye memiliki aktivitas terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa senyawa fenolik dan tanin berperan dalam kapasitas antioksidan bunga Krisan, sehingga Krisan berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami. Namun,  masih diperlukan analisis lanjutan secara kuantitatif dan metode pengujian tambahan untuk memperoleh gambaran aktivitas yang lebih komprehensif
POTENTIAL ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Sapindus rarak DC FRUIT AGAINST ESBL (EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE) PRODUCING Escherichia coli: IN SILICO AND IN VITRO STUDIES Nugraha, Fajar; Kurniawan, Hadi; IH, Hariyanto; Fajriaty, Inarah; Nurbaeti, Siti Nani
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13496

Abstract

The increasing Antimicrobial Resistance (AMR) drives the need of new antibacteria as drug candidate to eradicate resistant bacteria such as ESBL (Extended Spectrum Beta-Lactamase) producing Escherichia coli. Extract and fraction of Sapindus rarak fruit contains numerous saponin compounds, which exert potential antibacterial effect by binding to the bacterial cell membrane. The purpose of this research is to analyze and evaluate Sapindus rarak fruit extract and fraction antibacterial effects through in silico and in vitro approach. Molecular docking is conducted to identified compounds contained in Sapindus rarak fruit against Penicillin Binding Protein (PDB ID: 6NTZ) using Autodock Tools. Antibacterial testing of Sapindus rarak fruit extract and fraction is also conducted with disc diffusion and microdilution. In silico docking study resulted in potential activity from raraoside A and rarasaponin V, which showed affinity tinggi through their binding energy whilst interacting with the active site of the receptor protein. No inhibition zone was detected on extract and fraction, yet lowest minimum inhibition concentration (MIC) was detected at 2.5×104μg/mL on water and n-hexane fraction Sapindus rarak fruit ethanol extract. This weak antibacterial effect tends to happen to crude extract than to compound isolates. Hence, Sapindus rarak fruit fraction exhibits weak antibacterial effect on ESBL producing E. coli, but certain isolates might be potential to be further researched. Sapindus rarak fruit isolates such as raraoside A and rarasaponin V is potential to solve antimicrobial resistance by acting as a plant based antibiotic.
UJI KUALITAS EKSTRAK DAUN TUMBUHAN PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DENGAN KOMBINASI BIOMORDAN SIMPLOKOS Muzzazinah, Muzzazinah; Ihsan, Nabila Farrasnisa
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13524

Abstract

Mimosa pudica L. merupakan tumbuhan dari kelas Magnoliopsida mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi warna yang dihasilkan dari ekstrak daun M. pudica sebagai pewarna alami dengan menggunakan biomordan simplokos serta mengetahui ketahanan warna yang dihasilkan. Daun M. pudica mengandung klorofil yang memberikan warna hijau dan berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini mengeksplorasi potensi daun putri malu sebagai pewarna alami kain melalui perbedaan variasi konsentrasi ekstrak daunnya. Metode pewarnaan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pencucian kain, proses mordanting, ekstraksi pewarna, pewarnaan kain, dan fiksasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Mimosa pudica L. menghasilkan variasi warna pada kain katun primissima, seperti kuning kecoklatan, hijau, hingga kuning kehijauan, tergantung proporsi daun muda dan tua. Hasil uji ketahanan warna menunjukkan bahwa ekstrak ini cukup stabil terhadap pencucian, keringat asam, gosokan, dan panas, dengan nilai ketahanan warna pada kisaran 3-5. Dengan demikian, daun putri malu berpotensi sebagai pewarna alami yang memiliki ketahanan warna yang baik.  

Page 13 of 13 | Total Record : 126