cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
PROTEASE FROM Styrax paralleloneurum LEAVES AND ITS THROMBOLYTIC ACTIVITY ASSAY Sinaga, Ester Rosdiana; Martgrita, Merry Meryam; Kembaren, Roga Florida
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9145

Abstract

Thrombotic disease is one of the leading causes of death worldwide and enzymatic thrombolytic therapy remains the best way to achieve recanalization. Enzymatic thrombolytic agents used today have undesirable side effects, and some are expensive. Research for herbal protease enzymes was conducted because plant drugs are known to be safer. This study aimed to obtain protease enzymes from frankincense leaves and to test their thrombolytic activity. Enzyme concentration was determined by the Bradford method, and the results showed that the highest enzyme concentration was 1.6812 g/μL at 40% ammonium sulfate fraction. A quantitative assay of protease activity using Folin & Ciocalteu's phenol reagent and casein as substrate showed that 1.2609 mg of enzyme hydrolyzed 32.5 mg of casein and released 0.0980 mg of L-tyrosine. The fibrinogenolytic activity of protease against human fibrinogen tested by SDS-PAGE showed that the protease could hydrolyze fibrinogen γ-chain within 0 minutes and β-chain within 60 minutes, while α-chain could not be hydrolyzed until 720 minutes. The inhibitor effect assay showed that the protease was a serine protease. This study concluded that the protease enzyme from frankincense leaves has the potential to be used as a thrombolytic agent. 
STRUKTUR, KOMPOSISI, DAN MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN REHABILITASI SUNGAI KARANG MUMUS LEMPAKE, SAMARINDA Hendra, Medi; Jusmaldi; Rukmi, Dijan Sunar; Mukhlis; Subagiada, Kadek
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9469

Abstract

Komposisi dan struktur vegetasi merupakan parameter utama dalam rehabilitasi hutan, yang dipengaruhi oleh habitat, iklim, dan kondisi tanah. Pepohonan di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus memperlihatkan model arsitektur yang beragam, yang mewakili ciri morfologi pertumbuhan pohon, seperti perkembangan batang dan pola percabangan. Pemantauan karakteristik ini penting untuk mengevaluasi upaya restorasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi dan struktur vegetasi pada tiga fase pertumbuhan—pohon, permudaan, dan anakan—dan mengidentifikasi model arsitektur pepohonan di kawasan rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode petak, yaitu lahan seluas 500 meter persegi yang dibagi menjadi lima anak petak yang masing-masing berukuran 10 x 10 meter. Metode survei digunakan untuk mengeksplorasi dan mengamati secara langsung model arsitektur pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pohon, spesies Cerbera manghas memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu sebesar 94,773%. Pada fase pancang, Mitragyna speciosa mendominasi dengan INP sebesar 74,999%, sedangkan pada fase semai, Ficus fistulosa memimpin dengan INP sebesar 77,258%. Keberagaman model arsitektur pohon di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus, dengan 15 model arsitektur yang ditemukan dari 27 jenis pohon, mencerminkan adaptasi ekologis yang penting dalam stabilisasi tebing sungai dan pengurangan erosi. Pemilihan model arsitektur pohon yang sesuai di kawasan rehabilitasi sungai sangat penting dalam upaya rehabilitasi hutan. Model pohon seperti Aubreville dan Leeuwenberg, dengan percabangan yang baik dan kemampuan regenerasi cepat, memberikan manfaat tambahan dalam menahan erosi, memperkuat stabilitas tanah, dan mengurangi dampak aliran permukaan. Model-model ini tidak hanya membantu dalam pemulihan fungsi ekologis hutan tetapi juga mendukung stabilitas tanah serta menyediakan habitat yang mendukung keberlanjutan spesies lokal di kawasan hutan riparian.
POTENSI EKSTRAK KULIT ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee) TERHADAP BERAT BADAN: SKRINING FITOKIMIA DAN STUDI IN VIVO Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9564

Abstract

Sebanyak 51,7% penduduk Indonesia mengonsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan sebanyak 1-6 kali per minggu. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi beberapa obat sintetik untuk mengatasi masalah berat badan dengan efek samping yang sangat mungkin terjadi. Dalam upaya mengatasi hal tersebut, penelitian mengenai potensi bahan alami sebagai agen penurun berat badan menjadi sangat relevan. Salah satu bahan alami yang menarik perhatian adalah kulit anggur Bali (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi ekstrak kulit anggur Bali dalam menurunkan berat badan melalui skrining fitokimia dan studi in vivo dengan memanfaatkan sumber daya lokal dalam pengembangan strategi penanganan penurunan berat badan yang efektif. Design penelitian yang digunakan adalah true experimental study dengan posttest only control group design. Kelompok yang digunakan yaitu kontrol negative, kontrol positif, P1 (100 mg/kgBB), P2 (250 mg/kgBB), dan P3 (500 mg/kgBB). Skrining fitokimia ekstrak kulit anggur Bali menunjukkan bahwa kulit anggur Bali mengandung senyawa flavonoid, fenol, alkaloid, tanin dan terpenoid. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit anggur Bali (Vitis vinifera L. Var. Alphonso Lavallee) memiliki potensi signifikan dalam menurunkan berat badan mencit yang diberikan pakan tinggi lemak. Kelompok P3 menunjukkan total penurunan paling tinggi sebesar 2,4% dari hari ke-0 hingga hari ke-21dibandingkan P1 dan P2.  
POTENSI KULIT JERUK SIAM KINTAMANI (Citrus nobilis) SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK: ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, TOTAL YEAST, DAN AKTIVITAS ANTIMIKROORGANISME TERHADAP BAKTERI PENYEBAB FOODBORNE DISEASE Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Sintyadewi, Putu Rima
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.10023

Abstract

Pemanfaatan BAL banyak dikembangkan dalam produksi pangan fungsional seperti minuman probiotik. Jeruk siam (Citrus nobilis) adalah salah satu varietas jeruk yang umum dibudidayakan, memiliki rasa dan manfaat yang baik untuk tubuh. Kulit jeruk siam merupakan limbah yang memiliki peluang untuk diolah sebagai bahan baku industri pertanian, karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang menjadikan kulit jeruk siam sebagai salah satu bahan potensial untuk minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total BAL, yeast, dan aktivitas antimikroorganisme terhadap bakteri penyebab foodborne disease seperti Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. Desain eksperimen penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari, serta 4 kali ulangan. Analisis penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa total BAL dan yeast tertinggi masing-masing sebesar 1,13 x 106 CFU/ml dan 1,09 x 106 CFU/ml. Daya hambat terhadap bakteri Stapylococcus aureus dan Salmonella sp. tertinggi masing-masing sebesar 12,49 ± 0,79 mm dan 11,99 ± 0,79 mm.
BIOACTIVITY OF ENDOPHYTIC FUNGI EXTRACTS RESIDING IN THE ROOTS OF MISTLETOE (Dendrophthoe pentandra) Oktiansyah, Rian; Habisukan, Ummi Hiras; Noviyanto, Noviyanto; Nasution, Sakinah Salman Ahmad; Febiantika, Imaniar; Octavia, Risky
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mistletoe (Dendrophthoe pentandra) is a parasitic plant that has traditional medicinal properties. This study examines the endophytic fungi found in mistletoe roots and their bioactivity. Endophytic fungal species are identified using their morphological traits. Potato Dextrose Broth (PDB) medium is utilized for both culture and extraction, with ethyl acetate as a solvent. The antioxidant test employed the DPPH method, whereas the antibacterial test used the paper disc diffusion method. Mistletoe roots yielded four endophytic fungus isolates (BR1–BR4). The findings of morphological study revealed that BR1 (Pythium sp.), BR2 (Trichoderma sp.), BR3 (Fusarium sp.), and BR4 (Mortierella sp.). The endophytic fungus BR4 (Mortierella sp.) had the highest potential antioxidant and antibacterial activities. This endophytic fungal extract has the potential to be a source of novel medications through additional investigation by isolating the pure component and in vivo studies.
POPULASI, KERAPATAN DAN POLA DISTRIBUSI Sarcotheca celebica Veldkamp (Oxalidaceae), TUMBUHAN ENDEMIK SULAWESI PADA TANAH ULTRAMAFIK, DI KABUPATEN TOJO UNA-UNA, SULAWESI TENGAH Pitopang, Ramadanil; Rahmatillah; Saleh, M. Fajri R.M.
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.10704

Abstract

Sarcotheca celebica Veldkamp merupakan tumbuhan endemik Sulawesi dan juga merupakan tumbuhan identik yang tumbuh pada tanah ultramafik yang kaya dengan mineral Nikel. Beberapa tahun terakhir  habitatnya mendapat tekanan yang serius oleh aktivitas tambang Nikel, oleh sebab itu perlu penelitian seperti  kajian karakteristik populasi, kerapatan, dan pola distribusi spesiesnya . Penelitian ini  dilakukan di desa Podi, kecamatan Tojo, kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Karakteristik ekologis ditentukan dengan metode jalur dengan titik plot diatur secara Purposive sampling. 5 transek berukuran 50 x 10 m, didalamnya dibuat subplot secara bersarang dengan ukuran 10 x 10 m untuk pengamatan tumbuhan ber DBH >10 cm, 5 x 5 m (untuk pancang, berDBH >2 dan < 10 cm), serta 2 x 2 m untuk mengamati tingkat semai (anakan). Untuk menentukan pola distribusi jenis digunakan rumus Indek Morista.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi S. celebica menyebar diseluruh plot pengamatan (total 5 plot) dengan jumlah individu sebanyak 25 individu terdiri atas perawakan pohon (10 individu), pancang (12 individu), dan anakan (3 individu). Kerapatan berada pada tingkat jarang dengan pola distribusi mengelompok.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DAN DAUN MINT (Mentha arvensis) TERHADAP JUMLAH SEL TESTIS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11234

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan fungsi sistem reproduksi jantan, terutama melalui kerusakan pada sel-sel germinal di testis. Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang banyak terkandung dalam tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan daun mint ((Mentha arvensis) terhadap jumlah sel testis dan berat testis mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar stres. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak kombinasi 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 300 mg/kgBB (P3). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint diuji menggunakan metode DPPH dengan hasil nilai IC50 tergolong kuat. Parameter yang diamati meliputi berat testis serta jumlah sel spermatogonium, spermatosit, dan spermatid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi secara signifikan meningkatkan (p < 0,05) berat testis dan jumlah sel testis pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok yang hanya dipapar stres (K+). Kelompok P3 memberikan hasil paling optimal dalam menjaga struktur dan fungsi yang dapat dilihat dari histologi testis. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22.0 menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji lanjutan Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa  ekstrak kombinasi daun pegagan dan mint berpotensi sebagai agen fitoterapi dalam mengurangi dampak stres oksidatif terhadap sistem reproduksi jantan.
KESAMBI (Schleichera oleosa (Lour) Oken) TREE BARK EXTRACT AND ITS FRACTIONS: PHYTOCHEMICAL SCREENING, DETERMINATION OF TOTAL PHENOLIC CONTENT, AND ANTIMICROBIAL ACTIVITY AGAINST Staphylococcus aureus, Escherichia coli, AND Candida albicans Masduqi, Ahmad Fuad; Purwaningsih, Yuliana; Salsabila, Karisma Putri; Ma’arif, Mohammad Naufal Syahrul
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11419

Abstract

Microorganisms are becoming increasingly resistant to antibiotics, creating a pressing need for new therapeutic agents to address this issue. One plant that shows promise as an antimicrobial is kesambi (Schleichera oleosa (Lour) OKEN). This plant is commonly used in traditional medicine to treat skin infections. This research set out to identify the secondary metabolites in ethanol extract and fractions of kesambi stem bark and their antimicrobial activity against S. aureus, E. coli, and Candida albicans. Bioactive compounds were extracted through maceration with 96% ethanol, resulting in a concentrated extract yielding 22.34 ± 1.44%. The concentrated extract was gradually separated using n-hexane and ethyl acetate, yielding n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and aqueous fraction of 1.84 ± 0.82%, 16.46 ± 4.90 %, and 40.74 ± 6.27%, respectively. Phytochemical screening of each fraction and extract was carried out using color reagents and ATR-FTIR spectrometry. According to the profiling, the extracts and fractions contain phenolic compounds, flavonoids, alkaloids, steroids, saponins, triterpenoids, glycosides, and tannins. The FTIR analysis provided valuable insights into the presence of different functional groups, including -OH, C=O, CH3, C=C, and C-O esters. Antimicrobial activity was tested using the well diffusion method. The extract displays a more significant inhibition zone against E. coli and Candida albicans when compared to both the ethyl acetate fraction and the aqueous fraction. However, the ethyl acetate fraction demonstrates a larger inhibition zone against S. aureus than both the extract and the aqueous fraction. This suggests a promising potential for these samples to combat these pathogens.
KADAR GLUKOSA DAN KETON DALAM URINE ORANGUTAN KALIMANTAN (Pongo pygmaeus wurmbii) DI STASIUN RISET CABANG PANTI, TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG Sandy, Gracia Ifri; Rousdy, Diah Wulandari; Riyandi, Riyandi
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.732

Abstract

Orangutan merupakan salah satu satwa arboreal pemakan buah-buahan atau frugivora. Ketiadaan buah-buahan pada musim tertentu menyebabkan perubahan metabolisme tubuh orangutan. Indikator perubahan metabolisme tubuh tersebut dapat dideterminasi melalui analisis urine. Pemeriksaan kadar glukosa, keton dan urinalisis lain dapat memberikan gambaran status kesehatan orangutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kadar glukosa, keton, berat jenis, sedimen, warna dan bau urine orangutan di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung, serta mempelajari hubungan antara kadar glukosa dengan total makan, jenis kelamin, dan usia orangutan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2022 dengan metode purposive sampling. Hasil pemeriksaan glukosa urine menggunakan metode Benedict pada 10 individu orangutan menunjukkan kadar glukosa berkisar antara 3,18–31,8 g/dl. Hasil positif keton pada individu Bibi, orangutan betina dewasa, mempunyai kadar keton 15 mg/dl (small). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kadar glukosa dengan total asupan makan, jenis kelamin, dan usia orangutan. Bagian yang paling dominan dimakan oleh orangutan yaitu daging buah (54%) dan umbut (15%). Hasil parameter lain seperti bau urine tidak menyengat dan warna urine jernih sampai kekuningan.
DIVERSITY AND DENSITY OF VECTOR FOR LYMPHATIC FILARIASIS IN BUTON DISTRICT, SOUTH EAST SULAWESI PROVINCE, INDONESIA Wigati, RA; Andiarsa, Dicky; Setyaningtyas, Dian Eka
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.3105

Abstract

A study was conducted in Buton District, Southeast Sulawesi, to ascertain the diversity and density of mosquito species and to determine the potential for transmission, prevention, and control of filariasis. The findings of this study serve as a baseline for the assessment and monitoring of the risk of filariasis disease, which may contribute to the prevention of future transmission. The collection methods employed involved the use of landing collection techniques, with several modifications to standard procedures. The identification of mosquitoes was conducted using a dissecting microscope and a mosquito identification key book. The collection yielded a total of 1,100 mosquitoes, classified into seven genera: Aedes, Anopheles, Armigeres, Coquilettidia, Culex, Mansonia, and Uranotaenia. The composition of the collection included 1,035 Culex, 27 Armigeres, 22 Anopheles, 11 Aedes, 2 Mansonia, 2 Uranotaenia, and 1 Coquilettidia. These numbers represented 94.09%, 2.45%, 2.00%, 1.00%, 0.18%, 0.18%, and 0.09%, respectively. The 23 distinct species of mosquito identified based on their morphological characteristics included nine species of Culex, six species of Anopheles, three species of Aedes, two species of Armigeres, and one species belonging to Coquilettidia, Mansonia, and Uranotaenia. Of particular note are the two species, Cx. quinquefasciatus and Cx. vishnui, which exhibited a high density. These species were found to be dominant in both outdoor and indoor human dwellings. Notably, Cx. quinquefasciatus and Cx. vishnui have been identified as potential risk factors for filariasis transmission, highlighting the need for continued surveillance and monitoring in filariasis-endemic regions.

Page 11 of 13 | Total Record : 126