cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS CACING LAUT POLIKET (ANNELIDA) DI TELUK NURI, KALIMANTAN BARAT Julaika, Weni; Gusti Zakaria Anshari; Joko Pamungkas
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8922

Abstract

Teluk Nuri merupakan perairan pesisir di Provinsi Kalimantan Barat yang diduga telah mengalami penurunan kualitas akibat berbagai aktivitas antropogenik di sekitar wilayah tersebut. Kesehatan ekosistem perairan pesisir, salah satunya, dapat dilihat dari struktur komunitas cacing laut poliket (filum Annelida). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji struktur komunitas cacing laut poliket kaitannya dengan kualitas perairan Teluk Nuri. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2023. Sampel poliket diambil menggunakan Petite Ponar Grab. Parameter lingkungan yang diukur pada substrat meliputi tipe substrat dan total karbon organik, sedangkan pada air meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen dan karbondioksida terlarut. Pada penelitian ini, sebanyak 125 individu poliket yang terdiri atas 24 jenis (24 marga, 18 suku) diperoleh. Suku dengan kelimpahan tertinggi adalah Oenonidae, Nephtyidae, dan Nereididae. Keanekaragaman jenis cacing laut poliket di perairan Teluk Nuri tergolong sedang hingga rendah. Hasil pengukuran parameter lingkungan memperlihatkan bahwa kadar oksigen terlarut di perairan Teluk Nuri berada di bawah standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Kondisi ini, secara umum, menggambarkan kondisi kualitas perairan yang telah mengalami penurunan yang disebabkan oleh tingginya materi organik yang masuk ke Teluk Nuri. Penelitian lanjutan dengan jangkauan lokasi dan waktu yang lebih luas serta pengukuran parameter lingkungan yang lebih banyak diperlukan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap. Penelitian taksonomi, khususnya, akan mengungkap jenis-jenis poliket yang menghuni perairan Teluk Nuri dan berpotensi menemukan kandidat jenis baru serta jenis yang dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran perairan Teluk Nuri.
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK KASAR BAKTERI ENDOFIT DARI BIJI DAN BUNGA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKONTROL TERHADAP Fusarium oxysporum Isolat TLPI Fallo, Gergonius; Manalu, Adelya I; Pardosi, Lukas
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8935

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lam) marupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua bagian tanaman kelor mengandung senyawa metabolit sekunder. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kandungan senyawa bioaktif dari ekstrak heksana bakteri endofit dari bunga dan biji kelor. Isolat bakteri endofit yang diperoleh dikarakterisasi morfologi koloni, mikroskopis, pengujian biokimia dan diidentifikasi molekuler. Kandungan kimia bakteri endofit dianalisis dengan metode standar untuk skrining senyawa kimia. Uji aktivitas biokontrol dilakukan terhadap penyebab penyakit layu Fusarium dengan difusi agar. Hasil isolasi menujukkan adanya 8 isolat, dan 2 isolat yaitu BiK.1 dan BiK.3 menghasilkan senyawa bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium sp. Dua isolat BiK.1 dan BiK.3 memiliki golongan senyawa alkaloid, terpenoid dan saponin. Ekstrak kasar BiK.1 mempunyai zona hambat 3.1% terhadap Fusarium oxisporum TLPI, sedangkan isolat BiK.1 sebesar 1,2%.   Identifikasi secara molekuler berdasarkan gen 16S rRNA diketahui bahwa isolat BiK.1 memiliki kemiripan genetik dengan Bacillus sp. dan BiK.3 dengan Bacillus cereus dengan nilai query cover mencapai 100%.
IDENTIFIKASI IKAN LEPU BATU GENUS Synanceia (Perciformes: Synanceiidae) KOLEKSI MUSEUM ZOOLOGICUM BOGORIENSE Fikri, Zulfatul; Ilham, Kurniadi; Sauri, Sopian; Priyatna, Yayat; Wibowo , Kunto
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8943

Abstract

Ikan lepu batu genus Synanceia adalah kelompok ikan berbisa yang umum dijumpai di perairan tropis Indo-Pasifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi berdasarkan karakter morfologi pada spesimen ikan lepu batu genus Synanceia koleksi Museum Zoologicum Bogoriense. Karakter morfologi yang meliputi karakter meristik dan morfometrik dari 22 spesimen diperiksa dengan teliti. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua spesies yang teridentifikasi, yaitu Synanceia horrida dan Synanceia verrucosa. Kedua spesies ini dapat dibedakan berdasarkan beberapa karakter, seperti jumlah jari-jari sirip dada, kondisi tulang di atas mata, kondisi membran di antara duri kedua dan ketiga sirip dorsal, panjang duri sirip dubur, dan diameter orbit. Informasi mengenai kandungan bisa dari ikan lepu batu dibahas dalam artikel ini.
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT OLEH ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG Linda, Riza; Fatma, An Nisa; Gusmalawati , Dwi
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8950

Abstract

Etnis Tionghoa terutama suku Hakka merupakan etnis mayoritas yang tinggal di Kota Singkawang. Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Singkawang Utara sampai sekarang masih memanfaatkan tumbuhan yang ada di alam sebagai obat dalam membantu memelihara kesehatan maupun pengobatan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pengolahan dan penggunaan, FS (frekuensi sitasi), UVs (nilai guna spesies), dan PPV (nilai guna bagian tumbuhan) yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Tionghoa di Kecamatan Singkawang Utara. Penelitian menggunakan metode Snowball sampling dengan responden berjumlah 11 orang yang merupakan masyarakat etnis Tionghoa suku Hakka yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang tumbuhan obat yang dimanfaatkan. Informasi berupa data dari responden diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung (Participant observation). Penelitian ini mendapatkan hasil sebanyak 41 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat yang termasuk ke dalam 26 famili. Famili yang paling banyak dimanfaatkan yaitu Asteraceae dan Lamiaceae masing-masing 4 jenis. Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak dilakukan yaitu dengan cara direbus (50%), sedangkan untuk cara penggunaan yang paling banyak digunakan yaitu dengan cara diminum (66,07%). FS dengan nilai tertinggi (90,91%) pada tumbuhan daun perilla/matcho (Perilla frutescens), UVs dengan nilai tertinggi 0,55 pada tumbuhan baru cina/thai nye (Artemisia vulgaris) dan daun perilla/matcho (Perilla frutescens), dan PPV dengan nilai tertinggi pada bagian daun (48,89%).  
PERSEBARAN, TINGKAT PARASITASI, DAN TINGKAT PARASITISME Telenomus remus Nixon TERHADAP TELUR Spodoptera frugiperda PADA TANAMAN JAGUNG DI KABUPATEN SLEMAN, D.I. YOGYAKARTA Putri, Aulia Ramanda; Putra, Ichsan Luqmana Indra
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8957

Abstract

Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan populasi Spodoptera frugiperda di lapangan adalah parasitoid. Parasitoid yang telah diketahui potensial dalam mengendalikan populasi S. frugiperda adalah Telenomus remus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis persebaran, tingkat parasitasi, dan tingkat parasitisme T. remus pada telur S. frugiperda di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lahan yang digunakan dalam pengambilan sampel telur ditentukan dengan metode stratified random, sedangkan pengambilan sampel pada lahan penelitian dilakukan dengan metode purposive. Sampel yang diambil berupa telur S. frugiperda dan dipelihara sampai telur menetas menjadi larva atau keluar parasitoidnya. Baik telur yang menetas ataupun tidak kemudian dihitung untuk menentukan tingkat parasitasi dan tingkat parasitisme T. remus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. remus tersebar pada 17 kecamatan di Sleman dengan persebaran tertinggi di Sleman dan Pakem, sedangkan persebaran terendah di daerah Tempel, Minggir, dan Ngaglik. Tingkat parasitasi T. remus terhadap telur S. frugiperda masuk kedalam kategori tinggi cenderung sangat tinggi, sedangkan untuk Tingkat parasitisme mencapai 86%. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa persebaran dan kemampuan parasitasi T. remus terhadap telur S. frugiperda di Sleman tergolong baik. Sehubungan dengan hal tersebut untuk mendukung efektivitas pengendalian hayati ini, perlu dilakukan upaya pengurangan penggunaan pestisida kimia, misalnya melalui penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida selektif yang ramah musuh alami, serta peningkatan pelatihan petani terkait konservasi agen hayati.
FREE RADICAL INHIBITORY ACTIVITY AND PHYTOCHEMICAL PROPERTIES ETHANOLIC EXTRACT OF Guazuma ulmifolia LEAVES AND Rheum officinale ROOTS To'bungan, Nelsiani; Patricius Kianto Atmodjo; Yulistiyanto, Anggoro Chandra
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8958

Abstract

Despite the unique characteristics, the investigation of the antioxidant activity of ethanol extract of Guazuma ulmifolia leaves and Rheum officinale roots extracted by sonication method and associated with phytochemical content, especially rutin compound content has never been conducted. Therefore, this study aimed to evaluate the antioxidant activity and content of phytochemical compounds in ethanol extracts of G. ulmifolia leaves and R. officinale roots. Extraction was conducted through the sonication method using absolute ethanol solvents, followed by qualitative phytochemical testing and rutin quantitative analysis with UV-Vis spectrophotometry. Free radical inhibitor activity (antioxidant activity) was measured through the DPPH method. The results showed that extract of G. ulmifolia leaves contained alkaloids, flavonoids, tannins, and steroids, while R. officinale roots had only flavonoids and tannins. The rutin concentration was higher in G. ulmifolia compared to R. officinale root. However, the antioxidant activity of R. officinale roots (IC50 = 21.14±2.17 μg/mL) was higher than extract of G. ulmifolia leaves (IC50 = 46.05±1.93 μg/mL). The synergistic or antagonistic interaction of phytochemical compounds in the crude extract caused this variation. Consequently, further studies were recommended to identify phytochemical compounds' synergy mechanisms or antagonisms contributing to biological activity.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBUCANG (KOMBUCHA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Sazali, Ahmad; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Nazila; Sormin, Veni Gustina; Pazira, Regita Para
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8963

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan terobosan dalam pengembangan terapi alternatif yang efektif dan terjangkau. Kayu secang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mungkin berkontribusi dalam mengelola kadar glukosa darah. Fermentasi kayu secang menjadi kombucha dapat memperbaiki cita rasa dan meningkatkan aktivitas biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kombucha kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada model mencit (Mus musculus, L.) diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan apapun), kontrol aloksan (diberikan induksi aloksan 200 mg/kgBB secara intraperitonial dalam 1 kali pemberian), kontrol glibenclamide (diberikan induksi aloksan dan obat glibenclamide 0,013 mg/20 gr BB), dan 3 perlakuan dosis kombucha (diberikan induksi aloksan dan dosis perlakuan masing-masing : 0,26 ml/20 gr BB, 0,52 ml/20 gr BB, dan 0,78 ml/20 gr BB). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan durasi perlakuan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi aloksan meningkatkan gula darah pada semua kelompok perlakuan hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan kadar gula darah awal. Kenaikan kadar gula darah tertinggi terjadi pada kelompok kontrol aloksan, yaitu dari 70,4 mg/dl menjadi 518,2 mg/dl. Setiap kelompok dosis perlakuan kombucha menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan dengan kontrol glibenclamide sebagai obat anti diabetes, hal ini menunjukkan potensi fitokimia kombucha kayu secang yang lebih unggul dibandingkan dengan obat anti diabetes. Setiap perlakuan dosis kombucha menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl terjadi setelah 7 hari perlakuan. Sementara kelompok kontrol glibenclamide baru menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl setelah 14 hari perlakuan. Dosis kombucha 0,78 ml/20 gr BB merupakan dosis yang paling efektif karena menunjukkan efek hipoglikemik yang signifikan setelah induksi aloksan, dengan penurunan kadar gula darah dari H+3 sampai mendekati normal pada H+14. Hal ini menunjukkan potensi kombucha kayu secang sebagai alternatif pengelolaan hiperglikemia.
EFFECT OF SOLVENT TYPE ON THE PHYTOCHEMICAL CONTENT AND THE SPECIFIC AND NON-SPECIFIC PARAMETERS OF JOMBANG (Taraxacum officinale) LEAF EXTRACTS Syafriana, Vilya; Azzahra, Hudia Akmalia; Vasya, Zahra Ifany; Subaryanti, Subaryanti; Muti, Annisa Farida
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8979

Abstract

Jombang (Taraxacum officinale) is a wild plant commonly used by the Javanese as a traditional medicine. This study aimed to perform phytochemical screening and analyze both specific and non-specific characteristics of Jombang leaf extracts obtained using four different solvents: ethyl acetate, 80% ethanol, 50% ethanol, and aqueous. Specific parameters included sample identity and organoleptic properties, while non-specific parameters covered drying loss, specific gravity, ash content, and water content. All tests refer to the Indonesian Materia Medika and the Indonesian Herbal Pharmacopeia as standards for medicinal plants. The phytochemical content of each extract varied, with tannins present in all four extracts. Flavonoids were not found in the 80% ethanol extract. Steroids were detected in both the ethyl acetate and aqueous extracts, while triterpenoids and alkaloids were present only in the ethanol extracts. Saponins were found in the 50% ethanol and aqueous extracts. Non-specific characteristics showed that the organic solvent extracts met the drying loss requirement of no more than 11%, whereas the aqueous extract exceeded this limit with a value of 13.72%. The specific gravity of the four extracts ranged between 0.04 and 0.10 g/mL, and the water content of all extracts met the standards, not exceeding 10%. Meanwhile, the ash content of the 80% ethanol extract did not meet the requirement as it exceeded 8.5%, while the other three extracts fulfilled the standards.
PENGEMBANGAN GALUR Pichia kudriavzevii TOLERAN CEKAMAN OSMOTIK GLUKOSA MELALUI EVOLUSI LABORATORIUM ADAPTIF Sidiq, Muhammad Raffel; Astuti, Rika Indri; Meryandini, Anja
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9025

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu komoditas energi terbarukan terbesar di dunia di samping biodiesel. Efisiensi proses fermentasi etanol dapat dilakukan melalui penggunaan khamir fermentatif yang toleran cekaman fermentasi di antaranya cekaman osmotik yang dapat terjadi akibat penggunaan konsentrasi glukosa tinggi sebagai substrat fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi khamir mutan Pichia kudriavzevii galur RWT yang toleran cekaman osmotik glukosa melalui teknik evolusi laboratorium adaptif. Khamir P. kudriavzevii toleran cekaman omostik glukosa 35% berhasil diperoleh dan diberi kode isolat P. kudriavzevii RM. Namun,  P. kudriavzevii RM tumbuh optimum pada kadar glukosa 20% dan tidak memiliki perbedaan morfologi dengan isolat tipe liarnya (RWT). Isolat khamir mutan memiliki fase log yang lebih lama dibandingkan isolat tipe liarnya (RWT) dan khamir etanologenik Saccharomyces cerevisiae. Hal ini mengindikasikan potensinya sebagai agen fermentasi bioetanol, karena bioetanol diproduksi pada fase pertumbuhan ini. Melalui pengamatan aktivitas mitokondria diketahui terjadi pergeseran sistem metabolisme dari respirasi aerobik menjadi fermentatif terlihat pada khamir P. kudriavzevii mutan ketika ditumbuhkan pada medium dengan kadar glukosa 20%. Penelitian lebih lanjut terkait produktivitas khamir mutan P. kudriavzevii mutan osmotoleran dalam memproduksi etanol perlu dilakukan untuk pemanfaatannya sebagai agen fermentasi.
THE ANATOMY OF STIPULES: CASE STUDIES IN DIFFERENT TYPES OF STIPULES Kamilah, Annida; Ermayanti, Ermayanti; Santri, Didi Jaya
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9089

Abstract

Stipule is an organs in plants that are small in size and usually located at the base of leaf. This research aims to determine the anatomical characteristics of stipules in seven plants with different types of stipules. The study was conducted using descriptive qualitative method. The anatomical preparations of stipules were made using two techniques: the free-hand section method to obtain paradermal sections and the paraffin method to obtain transverse sections. Based on the observation of anatomical structure, it is known that the types of constituent tissues in stipules resemble the types of constituent tissues in leaves, namely: cuticle, upper epidermis, palisade parenchyma, spongy parenchyma, vascular bundles, and lower epidermis Breadfruit (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg), Cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr.), and Rubber Plant (Ficus elastica Roxb. ex Hornem). The parenchyma is found in homogen arrangement in The Noni/Morinda citrifolia L.) and Roses (Rosa indica L.) plants, whereas in Coffee (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) and Sandbox Tree (Hura crepitans L.) plants no vascular bundles were found.  

Page 10 of 13 | Total Record : 126