cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
RT.03/RW.05, Kel. Bugis, Kec.Taliwang, Kab. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat kode pos 84455
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ar-Ruhul Ilmi
ISSN : 31103995     EISSN : 31104185     DOI : -
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam [E-ISSN: 3110-4185 | P-ISSN: 3110-3995 ] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang pendidikan Islam, studi keislaman, dan pemikiran Islam secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi di bidang pendidikan dan pemikiran Islam. Ar-Ruhul Ilmi menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring. Untuk panduan pengiriman naskah, kebijakan editorial, dan informasi penting lainnya, silakan kunjungi menu yang tersedia pada situs ini.
Articles 47 Documents
Model Pengembangan Penelitian Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Integrasi Nilai Islam dan Sains: Kajian Literatur Abdi Hariawan Akbar; Ikbar, Muhammad Hilal
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji model pengembangan kurikulum dan pembelajaran berbasis integrasi nilai Islam dan sains melalui pendekatan library research. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara wacana integrasi yang banyak dibahas dalam literatur pendidikan Islam dengan implementasinya yang masih terbatas, terutama karena sebagian besar penelitian sebelumnya bersifat konseptual dan tidak memberikan panduan kurikulum yang operasional. Melalui analisis kritis terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, penelitian ini memetakan problem epistemologis, pedagogis, dan praktis dalam upaya menghubungkan konsep-konsep sains modern dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru dan pengembang kurikulum masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan integrasi secara reflektif karena minimnya perangkat ajar integratif, keterbatasan kompetensi metodologis, serta belum adanya model pengembangan kurikulum yang sistematis. Penelitian ini kemudian menawarkan kerangka integrasi yang lebih komprehensif, mencakup pemetaan konsep sains yang memiliki irisan nilai spiritual, reinterpretasi nilai Islam melalui pendekatan tematik, serta desain pembelajaran yang memungkinkan dialog aktif antara temuan empiris dan prinsip tauhid. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Islam dan sains dapat menjadi strategi penting dalam membentuk peserta didik yang literat sains sekaligus berkarakter spiritual, selama didukung oleh model kurikulum yang operasional dan dukungan kelembagaan yang memadai. Temuan ini memberikan kontribusi bagi penguatan epistemologi pendidikan Islam sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang lebih aplikatif.
Integrasi Nilai-Nilai Qur’ani dan Nabawi dalam Pembentukan Pemikiran Pendidikan Islam Sulastri, Desy; Sarwadi Sulisno
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu disintegrasi nilai dalam pendidikan Islam kontemporer merupakan masalah krusial yang mendesak untuk dikaji. Meski banyak studi terdahulu membahas integrasi ilmu, pendekatannya seringkali masih filosofis dan kurang menyentuh tataran operasional, sehingga menciptakan gap antara wacana integrasi dengan model aplikatif di lapangan. Studi ini bertujuan untuk: (1) mengekstrak prinsip dasar pendidikan dari nilai Qur'ani dan Nabawi, (2) merumuskan model integrasi yang sistematis, dan (3) menguji relevansinya menjawab problem kontemporer. Penelitian kualitatif berbasis library research ini menggunakan pendekatan filosofis-analitis. Data primer dari Al-Qur'an dan Hadis dianalisis dengan analisis konten tematik dan interpretatif, kemudian didialogkan dengan data sekunder dari literatur pendidikan Islam. Temuan baru penelitian ini adalah perumusan Model Integrasi Berbasis Maqashid (IBM), sebuah kerangka hierarkis yang menyusun tujuan pendidikan berdasarkan level dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat. Model ini menawarkan solusi struktural yang dapat diterjemahkan ke dalam desain kurikulum dan kebijakan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan pengembangan modul pelatihan guru dan pilot project berbasis IBM, sekaligus mengkritisi keterbatasannya yang belum diuji secara empiris, sehingga membuka peluang bagi penelitian tindakan lanjutan.
Integrasi Ayat-Ayat Al-Qur'an Dalam Kurikulum Pai : Strategi Inovatif Untuk Membangun Karakter Islami Di Tengah Tantangan Pendidikan Modern Fathonah, Nurul; Sarwadi Sarwadi
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki keimanan dan akhlak yang baik. Perkembangan pendidikan modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, serta perubahan sosial menuntut adanya pembelajaran PAI yang lebih relevan dan kontekstual. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan ayat-ayat Al-Qur'an ke dalam kurikulum PAI secara terencana dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi ayat-ayat Al-Qur'an dalam kurikulum PAI sebagai strategi dalam membangun karakter Islami peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah buku, artikel jurnal, serta dokumen kurikulum yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ayat-ayat Al-Qur'an dalam pembelajaran PAI dapat membantu peserta didik memahami nilai-nilai Islam secara lebih mendalam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap religius, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial, sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan pendidikan modern tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Ulama Klasik Dan Kontemporer Sakha Yuliana Pano; Nur Aprianto
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konsep pendidikan Islam dalam perspektif dua tokoh utama, Imam Al-Ghazali sebagai representasi ulama klasik dan Syed Muhammad Naquib al-Attas sebagai ulama kontemporer, dengan fokus pada perbedaan dan kesinambungan pemikiran keduanya mengenai tujuan pendidikan, peran ilmu, dan pembentukan karakter manusia. Isu ini penting karena pendidikan Islam modern kerap terpisah antara dimensi spiritual dan rasional, sehingga diperlukan pemahaman integratif yang mampu memadukan keduanya secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari karya-karya utama kedua tokoh seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ayyuha al-Walad karya Al-Ghazali, serta The Concept of Education in Islam dan Islam and Secularism karya Al-Attas. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan hermeneutik dan filosofis untuk memahami makna konseptual dan konteks historis pemikiran kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan akhlak menuju kesempurnaan insan, sedangkan Al-Attas menekankan pendidikan sebagai proses penanaman adab (ta’dib) yang menempatkan manusia dan ilmu pada posisi yang benar dalam tatanan wujud. Keduanya sepakat bahwa integrasi antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas merupakan inti pendidikan Islam, meskipun berangkat dari landasan epistemologis yang berbeda Al-Ghazali bersifat sufistik, sementara Al-Attas filosofis dan sistematis. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam ideal adalah pendidikan yang mengintegrasikan aspek spiritual dan intelektual secara harmonis, menjadikan adab dan akhlak sebagai dasar pembentukan insan kamil, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan paradigma pendidikan Islam yang holistik, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai Islam klasik.
Aliran Perkamusan Suwandi Suwandi; Vivi Miftahul Jannah; Ainur Rasyidah; Ahmad Dardiri; Wati Susiawati
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu dalālah memiliki peran sentral dalam kajian kebahasaan Arab karena berkaitan langsung dengan pemahaman makna kata dan teks. Seiring perkembangan linguistik modern dan kebutuhan pengguna bahasa Arab yang semakin beragam, metode penyusunan kamus (perkamusan) turut mengalami perubahan paradigma. Perbedaan pendekatan antara kamus klasik dan modern menimbulkan kebutuhan untuk mengkaji kembali aliran-aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep aliran perkamusan dalam bahasa Arab, menguraikan perkembangan serta karakteristik masing-masing aliran, dan menganalisis relevansi ilmu dalālah terhadap pendekatan-pendekatan perkamusan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Data diperoleh dari kitab-kitab kamus Arab klasik dan modern, buku linguistik Arab, serta artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan sumber data sesuai fokus penelitian, kemudian dianalisis secara konseptual dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran perkamusan Arab berkembang dari pendekatan klasik seperti aliran akar dan fonetik menuju pendekatan yang lebih praktis dan kontekstual seperti aliran alfabetis, tematik, frekuensi, dan digital. Setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasan sesuai dengan tujuan, konteks penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa perkamusan tidak bersifat statis, melainkan dinamis mengikuti perkembangan teori semantik, teknologi, dan kebutuhan pembelajaran bahasa. Kesimpulannya, kajian aliran perkamusan dalam perspektif ilmu dalālah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relasi antara makna, metode penyusunan kamus, dan konteks penggunaan bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan perkamusan Arab yang lebih integratif serta mendorong penelitian lanjutan terkait inovasi kamus berbasis semantik dan teknologi digital.
Penilaian dalam Perspektif Islam: Menghidupkan Taqwim dan Muhasabah dalam Proses Pendidikan Adel Vieka Octamiana; Kana Safrina Rouzi
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem evaluasi pendidikan modern yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif menimbulkan kebutuhan akan pendekatan penilaian yang lebih holistik dan bernilai spiritual dalam pendidikan Islam. Dalam konteks ini, konsep taqwim (evaluasi) dan muhasabah (introspeksi diri) menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait konsep evaluasi dalam perspektif Islam, landasan filosofis dan teologis penilaian, serta aspek-aspek penilaian holistik dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taqwim dalam pendidikan Islam merupakan proses sistematis untuk menilai perkembangan peserta didik secara menyeluruh, sedangkan muhasabah memperkuat dimensi reflektif dan spiritual dalam proses evaluasi. Penilaian dalam perspektif Islam berlandaskan pada prinsip ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, sehingga menekankan tanggung jawab moral, keadilan, dan perbaikan diri. Selain itu, penilaian tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga meliputi dimensi afektif, psikomotorik, akhlak, dan spiritual melalui pendekatan holistik dan berkelanjutan. Dengan demikian, penilaian dalam perspektif Islam tidak sekadar berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pembentukan manusia beriman yang mampu melakukan perbaikan diri secara terus-menerus.
Pengembangan Mahārah Al-Qirā’ah Berbasis Literasi Kritis: Studi Pustaka Muhammad Syafii Tampubolon
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 2 No 01 (2026): AR RUHUL ILMI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mahārah al-qirā’ah dalam pendidikan bahasa Arab masih cenderung menekankan pemahaman literal teks, sehingga belum sepenuhnya mampu mengembangkan kemampuan literasi kritis peserta didik. Kondisi ini menyebabkan aktivitas membaca terbatas pada penguasaan makna leksikal dan struktural, tanpa mendorong pembaca untuk menafsirkan, mengevaluasi, dan merefleksikan teks secara kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan mahārah al-qirā’ah berbasis literasi kritis melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan analisis kritis terhadap literatur nasional dan internasional yang relevan dengan pembelajaran membaca bahasa Arab dan konsep literasi kritis. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan buku akademik yang dipilih secara selektif berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber. Hasil kajian menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembelajaran mahārah al-qirā’ah dari pendekatan struktural menuju pendekatan yang lebih kritis dan bermakna. Namun demikian, implementasi literasi kritis dalam praktik pedagogis masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis dalam desain pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan kerangka konseptual pengembangan mahārah al-qirā’ah berbasis literasi kritis sebagai fondasi pembelajaran bahasa Arab yang kontekstual, reflektif, dan transformatif, serta relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.