cover
Contact Name
Muhammad cahyoko
Contact Email
mcahyoko@gmail.com
Phone
+6281946755359
Journal Mail Official
mcahyoko@gmail.com
Editorial Address
Taman Pondok Indah Cc-14, Kelurahan Wiyung, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur, Kode Pos: 60228
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Community Development Diversity
ISSN : -     EISSN : 31096352     DOI : https://doi.org/10.64595/jcdd.1.1.2025
Core Subject : Social,
Journal of Community Development Diversity (JCDD) is an open-access, peer-reviewed journal dedicated to advancing knowledge and practice in the field of community development and diversity. We publish original research articles, reviews, case studies, and critical essays that explore the dynamic aspects of community building, social inclusion, and sustainable development across diverse populations and settings. Our aim is to foster a deeper understanding of community dynamics by encouraging contributions that highlight innovative strategies, policies, and programs that support inclusive, equitable, and resilient communities. By providing a platform for scholars, practitioners, and policymakers, JCDD strives to bridge the gap between research and practice and to promote dialogue that supports positive social change. Key Topics Covered: Community empowerment and capacity building Sustainable and resilient community practices Diversity and inclusion in community development Social equity and justice Community health and well-being Economic and social development Environmental sustainability and climate resilience
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Edukasi Pencegahan Penyakit Paru sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Individu dan Lingkungan Pondok Pesantren Titin Sholihah Agustina; Mulyadi; Adyan Donastin; Matin, Nur Sophia
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.395

Abstract

Penyakit paru seperti ISPA dan TBC masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dijumpai di lingkungan padat hunian seperti pondok pesantren. Kurangnya kesadaran tentang perilaku hidup bersih, ventilasi yang buruk, serta rendahnya kualitas udara memperbesar risiko penyebaran penyakit pernapasan di kalangan santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim, Bangil, melalui edukasi preventif penyakit paru dan intervensi lingkungan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, penanaman tanaman antipolutan, perbaikan sanitasi, serta pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku positif, seperti penggunaan masker dan keterlibatan dalam menjaga kebersihan lingkungan, meskipun secara statistik nilai posttest menunjukkan penurunan yang perlu ditinjau dari segi metode edukasi yang digunakan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pencegahan penyakit paru yang disertai dengan intervensi lingkungan dapat membangun kesadaran kolektif di kalangan santri untuk menjaga kesehatan pernapasan dan menciptakan lingkungan pondok pesantren yang lebih sehat. Pendekatan berbasis komunitas dan edukatif aplikatif direkomendasikan untuk pelaksanaan program sejenis di masa mendatang.
Pencegahan Kebutaan Akibat Kelainan Refraksi Sejak Usia Dini: Edukasi dan Skrining Mata pada Masyarakat Faradis, RA. Hani; Rini, Windi Indria; Lestari, Marselli Widya; Syafira, Syawa Aurora; Hidayatih, Nurul; Arafah, Firda Ayu Agustina; Billah, Nur Fajril Arjuna Arif; Kholil, Moh. Kholil
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.396

Abstract

Kelainan refraksi mata merupakan gangguan penglihatan dengan prevalensi yang meningkat, terutama pada anak usia dini dan remaja. Peningkatan ini dipicu oleh paparan gawai berlebihan, pencahayaan kurang, dan minimnya pemeriksaan mata rutin, yang berdampak negatif pada kualitas belajar dan produktivitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi serta mempromosikan pentingnya pemeriksaan mata berkala. Unsur keterbaruan PkM adalah integrasi edukasi kesehatan mata interaktif yang dikombinasikan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan (ceramah, diskusi, dan tanya jawab) yang melibatkan 23 peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji pretest dan posttest, dengan hasil utama berupa peningkatan skor pengetahuan dan capaian N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pretest 69,57 meningkat menjadi 94,78 pada posttest (selisih 25,21 poin). Analisis N-Gain mengindikasikan sebagian besar peserta berada pada kategori tinggi, dengan 12 peserta mencapai kategori tinggi (N-Gain=1,0) berdasarkan kriteria Hake (1999). Temuan ini membuktikan bahwa program edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat secara bermakna. PkM ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi mata.
Workshop Penerapan Perhitungan Unit Cost Sistem ABC dan Peningkatan Upaya Efisiensi Dengan Berbasis Kendali Mutu Dan Kendali Biaya di RS Islam Surabaya Setianto, Budhi; Akas Yekti Pulih Asih; Agus Aan Adriansyah; Satriya Wijaya; Yauwan Tobing Lukiyono; Nikmatus Sa'adah
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.400

Abstract

Latar Belakang Rumah sakit menghadapi tantangan dalam menyelaraskan kualitas pelayanan dengan efisiensi biaya operasional, khususnya dalam konteks ketidaksesuaian antara biaya riil dan tarif pelayanan yang dibayarkan BPJS Kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menghitung unit cost per tindakan pelayanan di RS Islam Surabaya menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Metode Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan workshop partisipatif yang melibatkan berbagai unit rumah sakit. Pelatihan mencakup pemahaman konsep ABC, pengumpulan data biaya langsung dan tidak langsung, serta simulasi perhitungan unit cost dengan pendampingan. Hasil penghitungan digunakan untuk menyusun unit cost normatif sebagai dasar penetapan tarif layanan yang efisien dan berbasis mutu. Kegiatan ini juga membentuk Tim Unit Cost dan meningkatkan kapasitas SDM dalam pengelolaan biaya. Hasil dan Pembahasan Kegiatan ini berhasil membentuk tim kerja terstruktur, mengumpulkan data biaya lengkap, dan menghitung unit cost aktual serta normatif. Hasilnya memperkuat pemahaman staf tentang efisiensi dan mutu layanan, serta menghasilkan strategi tarif dan kebijakan berbasis data untuk mendukung keberlanjutan pelayanan rumah sakit. Kesimpulan Kegiatan ini berhasil memperkuat sistem manajemen biaya melalui pembentukan tim unit cost, pelatihan, dan penghitungan biaya berbasis ABC. Hasilnya mendukung efisiensi, akurasi tarif layanan, dan peningkatan pemahaman staf terhadap pengendalian mutu serta biaya, sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan layanan rumah sakit.
Pemberdayaan Kader dalam Edukasi Masyarakat Terhadap Bahaya Minuman Kemasan Bagi Ginjal dan Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal di Pondok Pesantren   Iman Prilistyo, Dwimantoro; Widya Lestari, Marselli; Roudlotul Nafisah, Irma Binti; Aji Megantara, Drajat Purwa; Bariyah, Khadijah Khairul
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.401

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) terus menunjukkan peningkatan prevalensi di Indonesia, sementara konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di kalangan remaja, termasuk santri pesantren, menjadi faktor risiko yang mengkhawatirkan. Rendahnya kesadaran terhadap kandungan gula, natrium, dan aditif dalam MBDK memperparah risiko kerusakan ginjal pada usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai bahaya konsumsi MBDK serta memberdayakan kader santri sebagai agen promosi kesehatan dalam pencegahan penyakit ginjal berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2025 di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya, melalui tahapan survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan. Efektivitas edukasi diukur dengan pre-test dan post-test, serta pelaksanaan pemeriksaan medis meliputi antropometri, tekanan darah, kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan. Sebanyak 38 santri mengikuti penyuluhan, dengan hasil post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 11,3 poin dibandingkan pre-test. Pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 60 peserta (46 santri, 14 pengasuh) yang mendapatkan manfaat langsung melalui deteksi dini risiko hipertensi, diabetes, serta konsultasi medis. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi interaktif berbasis pesantren efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja, terutama terkait bahaya MBDK dan pencegahan CKD. Selain itu, pemberdayaan kader santri memperkuat keberlanjutan program melalui transfer pengetahuan di lingkungan pesantren. Kesimpulannya, model intervensi yang memadukan edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan kader santri terbukti meningkatkan kesadaran serta mendorong perilaku hidup sehat di pesantren. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di pesantren lain dan diintegrasikan dengan Poskestren guna mendukung pencegahan penyakit ginjal secara berkelanjutan.
Pencegahan Penyakit Pernapasan Melalui Peningkatan Kesadaran Santri dan Pemanfaatan Sansevieria (Lidah Mertua) sebagai Penyaring Udara Alami Dwiyanu, Paul Agus; Widya Lestari, Marselli; Audrina, Nadia Najwa; Djatikesuma, Rhevalen Phanji; Bariyah, Khadijah Khairul
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.402

Abstract

Kualitas udara yang buruk di wilayah Surabaya meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA, PPOK, dan pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti santri yang tinggal di lingkungan padat. Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya menghadapi tantangan sirkulasi udara yang kurang optimal di asrama, yang berpotensi memperburuk paparan polutan. Kegiatan pengmas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan pernapasan serta memperkenalkan Sansevieria sebagai penyaring udara alami yang efektif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) persiapan melalui survei lapangan dan FGD dengan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan edukasi; (2) pelaksanaan penyuluhan kesehatan kepada 32 santri remaja dan mahasiswa santri dengan evaluasi pre-post test, serta pemeriksaan kesehatan gratis kepada 34 santri yang mencakup antropometri, tekanan darah, kadar gula darah, konsultasi medis, dan pemberian obat; (3) evaluasi melalui analisis data sederhana hasil tes, catatan pemeriksaan dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan santri setelah penyuluhan, serta tingginya antusiasme peserta terhadap perawatan Sansevieria di lingkungan pesantren. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara praktis melalui keterlibatan langsung dalam perawatan tanaman. Kesimpulannya, penerapan edukasi kesehatan berbasis pemanfaatan Sansevieria efektif sebagai strategi promotif-preventif dalam mencegah penyakit pernapasan di lingkungan berasrama.

Page 2 of 2 | Total Record : 15