cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Bisphenol-a (BPA) Menurunkan Diameter Tubulus Seminiferus Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley Arina Muti Amaliah; Sutyarso Sutyarso; Soraya Rahmanisa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan bahan yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, perkantoran, pertanian/ perkebunan, perindustrian, dan sebagainya. Salah satu jenis plastik yang umum digunakan adalah plastik polikarbonat (polycarbonate/PC). Bahan utama pada pembuatan plastik polikarbonat adalah senyawa 2,2-bis (4-hidroksifenil) propan atau yang dikenal dengan nama bisphenol-a (BPA). Bisphenol-a dapat berpindah/bermigrasi ke dalam makanan atau minuman, jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Apabila terpapar, BPA dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya kesehatan reproduksi. Penelitian bersifat eksperimental selama 21hari. Sampel 24 tikus Rattus norvegicus jantan galur Sprague dawley dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu K1 yang tidak diberi perlakuan, P1, P2 danP3 diinduksi dengan BPA, dengan dosis 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 400 mg/kgBB (P3). Parameter yang diamati adalah histologi tubulus seminiferus. Data diuji dengan One Way Anova. Analisis menggunakan One Way ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh pemberian BPA, terhadap rerata jumlah spermatosit primer, rerata jumlah spermatid, dan diameter tubulus seminiferous (p<0,05). Pemberian dosis 100 mg/kgBB BPA, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel spermatosit primer dan diameter tubulus seminiferus, serta dosis 200 mg/kgBB BPA, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan jumlah sel spermatid.Kata kunci: bisphenol-a, kesehatan, reproduksi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kemandirian dalam Activity Daily Living pada Pasien Pasca Stroke di Poliklinik Syaraf RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Diana Mayasari; Mukhlis Imanto; TA Larasati; Intan Fajar Ningtyas
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stroke di Lampung berdasarkan yang terdiagnosis tenaga kesehatan dan gejala adalah 5,4% dari 57,9 % kasus stroke di Indonesia. Kejadian stroke dapat menimbulkan kelemahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari kelemahannya seperti ketidakmampuan perawatan diri akibat kelemahan pada ekstremitas dan penurunan fungsi mobilitasyang dapat menghambat pemenuhan activity daily living (ADL). Dengan adanya dukungan keluarga dapat membantu dalam kemandirian melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian dalam ADL pada pasien pasca stroke di poliklinik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Rancangan penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien pasca stroke yang datang ke poliklinik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Sampel berjumlah 43 responden dan diambil dengan teknik consecutive sampling. Variabel independen penelitian ini adalah dukungan keluarga dengan variabel dependen kemandirian dalam ADL. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai α=0,05. Pada 43 responden, yang mendapatkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 77% dan dari angka tersebut subjek penelitian paling banyak mengalami tingkat kemandirian dengan kategorimandiri yaitu 48,5%. Hasil Chi Square diperoleh nilai p=0,02, yang artinya dukungan keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat kemandirian dalam ADL pada pasien pasca stroke.Kata kunci: Activity daily living, dukungan keluarga, tingkat kemandirian
Hubungan Ko-infeksi Ascariasis dan Malaria Dengan Kadar Hemoglobin di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Periode Desember 2016 Khairul Anam; Jhons Fatriyadi Suwandi; Oktafany Oktafany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoglobin merupakan komponen penting dalam tubuh yang berperan dalam transpor oksigen. Kekurangan hemoglobin dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan yang disebut anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Anemia pada umumnya terjadi diseluruh dunia, terutama di negara berkembang dan pada kelompok sosio-ekonomi rendah. Banyak faktor yang menjadi penyebab anemia salah satunya infeksi parasit. Terdapat Hubungan antara infeksi malaria dan kejadian anemia. Selain malaria, kejadian anemia dapat juga disebabkan oleh infeksi ascaris. Pada daerah dengan tingkat endemisitas tinggi dapat terjadi infeksi bersamaan antara parasit yang disebut ko- infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ko-infeksi pada kadar Hb penderita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional, Sampel pada penelitian ini berjumlah 23 orang penderita malaria dan diambil dengan metode consecutive, sampel diperiksa feses dan darah untuk identifikasi infeksi ascaris dan kadar Hb. Data diolah dengan program analisi data dengan uji Unpaired T-test pada tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) Dari 23 totalsampel berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan 7 yang positif ko-infeksi malaria dan ascaris. Rerata kadar Hb dari 23 responden yang menderita malaria sebesar 12,40 g/dl dengan kadar Hb laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p value sebesar 0,35. Secara statistik Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ko-infeksi malaria ascariasis dengan kadar Hb.Kata kunci:, Infeksi Ascaris, Infeksi Malaria, Kadar Hb, Ko-infeksi.
Identifikasi Bakteri Salmonella typhi Pada Makanan Jajanan Gorengan yang Dijual di Depan Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri; Tri Umiana Soleha; Syazili Mustofa; Ety Apriliana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian tertinggi pada foodborne disease disebabkan oleh bakteri, salah satunya bakteri Salmonella typhi. Salmonella typhi adalah strain bakteri yang menyebabkan terjadinya demam tifoid. Demam tifoid merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang tinggi, dimana sebanyak 21 juta kasus demam tifoid mencapai angka kematian 216.000jiwa tiap tahunnya. Gejalanya yaitu demam tinggi, mual, muntah, pusing dan nyeri abdomen.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya bakteri Salmonella typhi pada makanan jajanan gorengan yang dijual di depan Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Sampel makanan jajanan gorengan diambil sebanyak 1 gram lalu dibawa ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Lampung untuk dilakukan uji Laboratorium. Uji laboratorium yang digunakan adalah pembiakan bakteri pada media Salmonella-Shigella Agar, lalu dilakukan pewarnaan gram, kemudian dilakukan uji biokimia. Hasil penelitian dari 44 sampel makanan jajanan gorengan yang diteliti, menunjukkan pertumbuhan koloni Salmonella typhi sebanyak 17 sampel (39%) dan 27 sampel lainnya (61%) tidak ditemukan pertumbuhan bakteri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat bakteri Salmonella typhi pada makanan jajanan gorengan yang dijual di depan Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kedaton Bandar Lampung.Kata kunci: Foodborne disease, Jajanan gorengan, Salmonella typhi
Hubungan Tingkat Preeklampsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Periode 1 Oktober 2015 - 1 Oktober 2016 Shafira Fauzia; Ratna Dewi Puspita Sari; Soraya Rahmanisa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi dan ibu masih merupakan suatu masalah yang serius, dimana penyebab terbesar kematian bayi perinatal dan neonatal di Provinsi Lampung tahun 2014, disebabkan oleh bayi berat lahir rendah (BBLR). Salah satu faktor penyebab terjadinya BBLR adalah faktor penyakit ibu, salah satunya adalah preeklampsia. Preeklampsia adalah suatu sindrom khas kehamilan, dengan kriteria minimum tekanan darah ≥ 140/90 mmHg yang terjadi setelah kehamilan 20 minggu dan proteinuria, dimana terdapat 300 mg atau lebih protein urin per 24 jam atau 30 mg/dL (1+ pada dipstick) dalam sampel urin acak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat preeklampsia dan BBLR. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional dalam periode 1 Oktober 2015 – 1 Oktober 2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan p=0,026 dan odds ratio sebesar 2,042. Hal ini menunjukkan bahwaterjadi peningkatan risiko untuk lahirnya BBLR pada ibu yang mengalami preeklampsia, terutama preeklampsia berat. Terdapat hubungan tingkat preeklampsia dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode 1 Oktober 2015 – 1 Oktober 2016.Kata kunci: bayi berat lahir rendah, proteinuria, tingkat preeklampsia.
Efek Protektif Thymoquinone Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Spraque dawley yang Diinduksi Rifampisin Victoria Hawarima; Susianti Susianti; Syazili Mustofa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepar merupakan organ terbesar pada tubuh, menyumbang sekitar 2% berat tubuh total. Kerusakan pada hepar dapat disebabkan oleh obat-obatan, salah satunya adalah rifampisin. Rifampisin merupakan salah satu obat utama untuk tuberkulosis (TB). Oleh karena itu, penggunaan obat ini tidak dapat dihindari dan digunakan dalam jangka panjang.Rifampisin memiliki efek hepatotoksik, efek toksiknya terkait stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Bahan aktif dari jintan hitam, yaitu thymoquinone memiliki efek hepatoprotektif, melalui mekanisme sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek protektif thymoquinone, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin dan untuk mengetahui adanya pengaruh peningkatan dosis thymoquinone pada efek protektif, terhadap gambaran histopatologi hepar tikus yang diinduksi rifampisin. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang dibagi ke dalam 5 kelompok dan diberi perlakuan selama 14 hari, yaitu K1 (kontrol negatif yang hanya diberi akuades), K2 (kontrol positif yang hanya diberi rifampisin 1 g/kgBB), P1 (perlakuan 1, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 5 mg/kgBB), P2 (perlakuan 2, yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 10 mg/kgBB), dan P3 (perlakuan 3 yang diberi rifampisin 1 g/kgBB dan thymoquinone 20 mg/kgBB). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat efek protektif thymoquinone yang dilihat dari derajat degenerasi bengkak keruh sel hepar. Selain itu, terdapat peningkatan efek hepatoprotektif dengan peningkatan dosis 5 mg/kgBB dan 10 mg/kgBB, namun tidak pada dosis 20 mg/kgBB.Kata kunci: hepar, rifampicin, thymoquinone
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Karyawan Salon di Kelurahan Pahoman Hanna Mutiara; Ety Apriliana; Fitria Saftarina; Viera Rininda Mauli Dinar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah suatu jenis dermatitis akibat kontak dengan bahan maupun alat yang biasa digunakan pada suatu jenis pekerjaan. Salah satunya pada seorang pekerja salon yang dalam pekerjaannya sering berkontak langsung dengan berbagai jenis bahan iritan atau alergen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian DKAK pada karyawan salon. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan subjek 46 orang karyawan salon dari 3 salon yang berada di Kelurahan Pahoman, Bandar Lampung. Teknik analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 58,7% karyawan salon mengalami dermatitis. Faktor risiko yang memiliki hubungan bermakna dalam penelitian adalah DKAK dengan lama kontak (p value = 0,001), masa kerja (p value = 0,001), riwayat penyakit kulit (p value = 0,035), penggunaan alat pelindung diri (APD) (p value = 0,001), dan personal hygiene (p value = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan terhadap kejadian DKAK pada karyawan salon adalah masa kerja (OR = 70,491). Disimpulkan bahwa pada penelitian ini, variabel yang dominan terhadap terjadinyaDKAK pada karyawan salon di kelurahan pohaman Bandar lampung adalah masa kerja.Kata kunci: dermatitis kontak, karyawan salon, penyakit akibat kerja.
Jumantuk (Juru Pemantau Batuk): Sistem “One Message for One Patient” dalam Kegiatan Aktif Penemuan Kemungkinan Penderita Tuberkulosis pada Program Pencegahan dan Pemberantasan Tuberkulosis Fuad Iqbal Elka Putra; Dara Marissa Widya Purnama; Andre Parmonangan Panjaitan; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru memiliki jumlah penderita tertinggi setelah asma di Puskesmas rawat inap Gedong Tataan tahun 2017. Hasil kegiatan program TB paru diketahui bahwa penemuan penderita TB paru dari tahun 2015 sampai 2017 cenderung menurun dengan angka penemuan penderita masih berada di bawah target, 80% dari perkiraan jumlah penderita baru TB paru BTA (+). Sementara itu, setiap bulannya selalu ada pasien yang datang dengan keluhan batuk lama. Sehingga perlu dilakukan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan dan pemberantasan tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Data berasal dari data primer yaitu wawancara dengan kader TB dan sekunder yaitu data tahunan puskesmas. Pengambilan data dimulai dari Januari sampai Desember 2017 di Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan. Berdasarkan hasil kegiatan pencegahan dan pemberantasan TB didapatkan masalah pada penemuan dan pencatatan pasien. Kegiatan yang telah berjalan hanya bersifat pasif, tidak terjun langsung secara aktif. Sehingga diperlukannya alternatif pemecahan masalah dengan membentuk kader Jumantuk (Juru pemantau batuk) yang tanggap dan mengaktifkan sistem “one message for one patient” dalam kegiatan aktif penemuan kemungkinan penderita TB. Pembentukan kader Jumantuk merupakan bagian dari kegiatan penemuan aktif pasien TB berbasis keluarga danmasyarakat dalam tahap penjaringan suspek TB, sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas. Kegiatan ini dianggap efektif karena memanfaatkan peran masyarakat. Kader Jumantuk melakukan skrining dan pengawasan batuk pada masyarakat lingkungan tempat tinggalnya dan mengajak penderita batuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas.Kata kunci: jumantuk, pencegahan, puskesmas, tuberkulosis
Efektivitas Penggunaan Ekstrak Kemuning (Murraya Paniculata (L.) Jack) sebagai Antimikroba Cantika Tara Sabilla; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat resistensi terhadap antibiotik akibat penggunaan obat tidak rasional meningkatkan minat penulis untuk mengetahui efek farmakologi pada beberapa bahan alam yang berkhasiat secara tradisional sebagai antimikroba untuk menjadi alternatif terapi baru dari senyawa antimikroba alami. Salah satu tanaman herbal yaitu Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) banyak digunakan sebagai pengobatan herbal tradisional oleh masyarakat untuk berbagai macam penyakit. Berdasarkan penelitian Sukohar et al. yang telah dilakukan dengan memfokuskan penggunaan Kemuning (Murraya Paniculata (L.) Jack)sebagai tanaman obat tradisional, maka perlu diketahui manfaat lain penggunaan Kemuning sebagai antimikroba.9-11 Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) kaya akan berbagai jenis komponen aktif. Beberapa zat yang telah diidentifikasi yaitu phenol, alkaloid, dan flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas biologi signifikan terhadap mikroba yaitu sebagai penghambatan transpor aktif sintesis asam nukleat, perubahan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan pemisahan fosforilasi oksidatif dan hilangnya pool metabolit karena kerusakan membran sitoplasma serta mengganggu metabolisme energi denganmembentuk ikatan hidrogen dengan enzim. Berdasarkan hal tersebut, Kemuning dapat menjadi kandidat potensial untuk pengembangan obat sebagai pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh patogen manusia.Kata kunci: antimikroba, kemuning, Murraya paniculata (L.) Jack, patogen
Pengaruh Pemberian Kombinasi Zinc dan Tomat (Solanum Lycopersicum L) terhadap Hepar Akibat Stres yang Terpapar Gelombang Elektromagnetik Ponsel Neza Ukhalima Hafia Sudrajat; Widya Pebryanti Manurung; Tarrinni Inastyarikusuma; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan radiasi gelombang elektromagnetik ponsel dapat mengakibatkan stres oksidatif karena terjadinya perubahan keseimbangan kadar radikal bebas dalam tubuh. Stres oksidatif akan meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) seperti Malondialdehyde (MDA) dan menurunkan aktivitas Superokside Dismutase (SOD), Catalase (CAT), dan Gluthathion Peroksidase (GPx). Stres oksidatif akan merusak sel dan komponennya sehingga terjadi gangguan fungsi sel atau kerusakan sel pada organ tubuh, salah satunya adalah sel hepar sehingga terjadi perubahan histologi hepar. Stres oksidatif dapat dicegah ataupun dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup. Antioksidan merupakan agen protektif yang menonaktifkan ROS sehingga secara signifikan dapat mencegah kerusakan oksidatif. Pemberian zinc dan tomat (Solanum lycopersicum L) sebagai antioksidan dapat mencegah ketidakseimbangan antara ROSdan Total Antioxidant Capacity (TAC). Zinc terbukti dapat mengganti logam transisi (Fe2+ atau Cu2+) dan menginduksi terbentuknya protein sehingga dapat menetralisir ROS. Zinc juga dapat menurunkan biomarker stres oksidatif dan sitokin inflamasi sehingga sangat efektif dalam menurunkan ROS. Likopen dalam tomat dapat meningkatkan kadar karotenoid dalam darah dan mencegah kerusakan DNA sehingga dapat memperbaiki gambaran histologi hepar.Kata kunci: gelombang elektromagnetik, hepar, tomat, zinc