cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Ulkus Kornea Cum Hipopion Berhubungan Trauma Tumbuhan pada Mata Nurul Purna Mahardika; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kornea merupakan jaringan transparan yang menutupi bola mata depan yang terdiri dari lima lapisan, yaitu epitel, membran Bowman, jaringan stroma, membran descemet dan endotel. Kerusakan pada lapisan epitel membuat agen luar dapat menginvasi lapisan kornea yang lebih dalam dan dapat mengakibatkan ulkus kornea. Ulkus kornea merupakan keadaan patologik yang ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel sampai stroma. Pada ulkus kornea terjadi kehilangan jaringan kornea, yang kemudian akan digantikan oleh jaringan parut yang menyebabkan penurunan penglihatan. Ulkus kornea sering disertai gambaran hipopion. Hipopion dapat terlihat sebagai lapisan putih yang mengendap di bagian bawah bilik mata depan karena adanya gravitasi. Hipopion merupakan reaksi inflamasi di bilik mata depan. Laporan kasus ini melaporkan seorang laki-laki 62 tahun dengan keluhan mata kiri merah dan penglihatan menurun sejak 2 minggu yang lalu, terdapat riwayat mata kiri terkena serpihan kayu pohon karet. Pada pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus oculi dextra (OD) 6/6, segmen anterior OD dalam batas normal, visus oculi sinistra (OS) 1/300, konjungtiva bulbi terdapat injeksi konjungtiva, hiperemis pada konjungtiva forniks dan konjungtiva palpebral, injeksi siliar (+) kornea keruh,kamera okuli anterior terdapat hipopion. Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien ini adalah tetes mata moxifloxacin 0,5% 1 tetes per jam okuli sinistra, ciprofloksasin tablet 500 mg/8 jam dan ketokonazol tablet 500 mg/12 jam.Kata kunci : hipopion, kornea, ulkus
Trauma Kimia Asam Okuli Dextra Serafina Subagio; Muhammad Yusran; Rani Himayani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trauma kimia pada mata merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan mata. Trauma kimia mata dapat disebabkan karena adanya kontak dengan bahan kimia yang bersifat asam atau basa. Trauma kimia pada mata dapat mengakibatkan kerusakan kornea dan segmen anterior yang cukup parah serta kerusakan visus permanen tergantung lamanya kontak bahan kimia dengan mata dan kedalaman penetrasi bahan kimia. Wanita usia 40 tahun datang dengan mata merah dan penurunan penglihatan mata kanan sejak setelah terkena semprotan cairan pembersih lantai sejak empat jam sebelum masuk rumah sakit. Seketika itu mata terasa perih, terasa panas seperti terbakar, menjadi merah, dan pandangan kabur. Pasien juga merasa ada yang mengganjal pada mata kanannya dan mata menjadi berair terus menerus. Pasien merasakannyeri kepala sebelah kanan berdenyut. Status oftalmologis okuli dekstra visus 1/60 (bed site). Bulbus oculi didapatkan epiphora (+), palpebra superior dan inferior didapatkan edema, konjungtiva kemosis (+), kornea didapatkan erosi dan iskemik pada sepertiga limbus temporal lateral. Diagnosis pasien trauma kimia asam ocului dextra grade II.Penatalaksanaan dengan irigasi mata dengan NaCl 0,9% 4-5 kolf sampai terapi pH netral diukur dengan kertas lakmus, moxifloxacin hydrochloride 0,5% 1 gtt per jam OD, chelating agent berupa EDTA (Etilen Diamin Tetra Asetat) tetes mata 5mg/ml 4x 1 tetes OD, vitamin C 2x100 mg tablet.Kata kunci: trauma asam mata, trauma kimia mata, trauma mata
Anemia Aplastik Berat dengan Komplikasi Febril Neutropenia dan Perdarahan pada Perempuan Usia 20 Tahun Marco Manza Adi Putra; Hery Aprijadi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia aplastik adalah anemia yang disertai oleh pansitopenia yang merupakan suatu keadaan yang ditandai oleh adanya anemia, leukopenia, dan trombositopenia pada darah tepi. Berdasarkan etiologinya, anemia aplastik dibagi menjadi acquired aplastic anemia dan congenital aplastic anemia. Berdasarkan derajat keparahan, anemia aplastik diklasifikasikan menjadi derajat sedang, berat dan sangat berat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University Teaching Hospitalselama tahun 2000-2014 di Brazil, komplikasi mortalitas terbanyak pada kasus anemia aplastik berat adalah perdarahan dan infeksi. Febril neutropenia merupakan komplikasi umum pada pasien yang menerima terapi imunosupresif untuk berbagai sebab, terutama pada kasus anemia aplastik. Menurut European Society for Medical Oncology (ESMO), febril neutropeni adalah keadaan dimana temperatur oral >38,5˚C atau dua pembacaan berturut-turut suhu >38,0˚C selama 2 jam dan Absolute Neutrophil Count (ANC) <0,5x109/L, atau diperkirakan turun <0,5x109 /L. Tatalaksana pada anemia aplastik terdiri dari tatalaksana umum dan tatalaksana spesifik. Tatalaksana umum dapat berupa pemasangan nasogastric tube, transfusi trombosit atau PRC tergantung kebutuhan, antifibrinolitik, antibiotik dan antipiretik. Tatalaksana spesifik dapat berupa pemberian immunosupresan (siklosporin/antithymocit atau antilimfosit globulin), kortikosteroid, granulosit colonystimulating factor, dan transplantasi sel punca.Kata kunci: anemia aplastik, febril neutropenia, perdarahan
Kelainan Koagulasi dan Sindrom Kompartemen Ekstremitas Inferior Akibat Gigitan Ular Iswandi Darwis
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigitan ular merupakan problem kesehatan di daerah perdesaan terutama pada petani. Gigitan ular merupakan penyebab sekurangnya 20.000 kematian setahunnya, membuatnya menjadi salah satu kasus penyakit yang harus diperhatikan dalam bidang kedokteran tropis. Seorang wanita, 45 tahun, seorang petani datang dengan keluhan digigit ular 20 jam sebelum masuk rumah sakit pada kaki kiri, jenis ular loreng putih kuning. Kaki terasa nyeri, tampak bekas gigitan dua lubang yangmengeluarkan darah, pusing, dan muntah darah 3 kali sebanyak kurang lebih setengah gelas. Kaki dikeluhkan membengkak hingga lutut kemudian bertambah hingga paha. Pada kulit kemudian dikeluhkan melepuh isi cairan. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis gigitan ular grade III dengan komplikasi kelainan koagulasi dan sindrom kompartemen. Pemberian serum anti bisa ular dan FFP memperbaiki kondisi klinis pasien. Kelainan koagulasi dan sindrom kompartemen merupakan komplikasi dari gigitan ular. Pemberian serum anti bisa ular dan FFP memperbaiki kondisi klinis pasien.Kata kunci. Gigitan ular, kelainan koagulasi, sindrom kompartemen
Penatalaksanaan Holistik dan Komprehensif Tuberkulosis Paru Kasus Baru pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 TA Larasati; Nida Nabilah Nur; Sutarto Sutarto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengendalian TB paru menjadi semakin sulit seiring dengan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus (DM). Hasil pengobatan TB pada penderita dengan DM lebih banyak mengalami kegagalan dibandingkan dengan yang tidak memiliki DM. Studi ini menerapkan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, diagnosis holistik, serta penatalaksanaan komprehensif pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, hingga akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Pasien laki-laki berusia 48 tahun dengan keluhan batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh sejak ±1 bulan yang lalu. Pasien sudah menderita DM sejak 7 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan dahak Sewaktu/Pagi/ Sewaktu (SPS) +/+/+ dan gula darah sewaktu (GDS) 355 mg/dL. Pasien didiagnosis TB paru pada penderita DM dan mendapat terapi obat anti tuberkulosis 4 fixed drug combination (OAT 4FDC) 4 tablet sehari, metformin 500 mg 3 tablet sehari, serta dilakukan 4 kali kunjungan rumah. Proses perbaikan dan perubahan perilaku pada pasien dan keluarga terlihat setelah dilakukan evaluasi dan intervensi.Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, holistik, komprehensif, tuberkulosis paru, tatalaksana
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Identifikasi Bakteri pada Bakso Bakar, Saos, dan Sambalnya di Kelurahan Perwata Kecamatan Teluk Betung Timur A. Rialdi Pranada; Efrida Warganegara; Tri Umiana Soleha; Ety Apriliana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso bakar, saos dan sambalnya merupakan salah satu produk makanan jajanan yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, dijual dengan harga relatif murah serta banyak dijual di tempat terbuka. Oleh sebab itu kontaminasi terhadap bakteri dapat terjadi sehingga bisa menjadi salah satu faktor timbulnya foodborne disease. Menurut beberapa penelitian angka wabah dan kematian tertinggi pada foodborne disease disebabkan oleh bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bakteri pada bakso bakar, saos, dan sambalnya di Kelurahan Perwata Kecamatan Teluk Betung Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan total sampel. Sampel bakso bakar, saos dan sambalnya diambil sebanyak 1 gram lalu dibawa ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Lampung untuk dilakukan uji Laboratorium. Uji laboratorium yang digunakan adalah pembiakan bakteri pada media Nutrient Agar, lalu dilakukan pewarnaan gram, kemudian dilakukan uji biokimia. Hasil penelitian dari 39 sampel yang diteliti, ditemukan bakteri pada bakso bakar sebanyak 10 sampel (71%) yaitu bakteri Escherichia coli 36%, bakteri Staphylococcus aureus 7% dan bakteriSalmonella typhi 28%. Pada saos ditemukan bakteri sebanyak 6 sampel (46%) yaitu Escherichia coli 8%, bakteri Staphylococcus aureus 23% dan bakteri Staphylococcus epidermidis 15%. Pada sambal ditemukan bakteri sebanyak 8 sampel (61%) yaitu bakteri Escherichia coli 23%, bakteri Staphylococcus aureus 23% dan bakteri Pseudomonas aeruginosa15%. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat cemaran bakteri pada bakso bakar, saos dan sambalnya di Kelurahan Perwata Teluk Betung Timur Bandar Lampung.Kata kunci: bakso bakar, foodborne disease.
Efektivitas Collaborative Learning dan Independent Learning terhadap Pengetahuan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Bisart Benedicto Ginting; Rika Lisiswanti; Efrida Warganegara; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Pembelajaran berarti suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan peserta didik secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi, serta berbagai strategi pembelajaran baik penyampaian, pengelolaan, maupun pengorganisasian pembelajaran. Seorang mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agarmereka dapat terbiasa dan dapat membaur dengan lingkungan yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Inti proses belajar adalah perubahan pada diri individu dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kebiasaan sebagai produk dan interaksinya dengan lingkungan. Strategi pembelajaran dibutuhkan pembelajar agar maksimal dalam proses belajar dan metode yang sering digunakan adalah collaborative learning dan independent learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas collaborative learning dan independent learning terhadap pengetahuan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel dilakukan penilaian pre-test terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi dan dilakukan post-test setelahnya. Hasil dari pre-test dan post-test akan dibandingkan untuk melihat apakah strategi belajar collaborative learning lebih baik dibanding independent learning. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa antara kelompok collaborative learning dan independent learning. Sehingga penting untuk meneliti tentang strategi belajar di lingkup mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan hasil belajar.Kata kunci: collaborative learning, independent learning, strategi pembelajaran
Hubungan Kesiapan Belajar Mahasiswa Tahun Kedua terhadap Nilai Ujian Praktikum Patologi Anatomi (PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rachel Junita Sitepu; Rika Lisiswanti; Susianti Susianti; Oktafany Oktafany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan kesiapan belajar mahasiswa terhadap lingkungan belajarnya dan kemandirian yang menuntut mahasiswa untuk belajar. Praktikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan teori yang telah diterima. Metode praktikum dapat dilakukan di laboratorium sehingga efektif untuk mencapaitiga keterampilan yaitu kognitif, efektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar mandiri mahasiswa tahun kedua terhadap nilai ujian praktikum Patologi Anatomi(PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Terdapat sebanyak 177 responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner Self-Directed Learning Readiness (SDLR) yang diadopsi dari Zulharman. Berdasarkan hasil analisis univariat skor SDLR yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu skor tinggi sebanyak 67,2% dan skor sedang sebanyak 32,8%. Tingkat kelulusan pada ujian praktikum PA sebanyak 53,4% dan tidak lulus sebanyak 46,6%. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara self-directed learning readiness dengan nilai ujian praktikum PA dengan nilai p= 0,192 (p>0,05).Kata kunci: laboratorium, praktikum, self-directed learning readiness (SDLR).
Perbandingan Efek Pemberian Asam Folat Selama Kehamilan Terhadap Kejadian Neural Tube Defect (NTD) pada Fetus Tikus Putih Rodiani Rodiani; Dwi Indria Anggraini; Analia Analia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neural Tube Defects (NTD) atau cacat tabung saraf merupakan malformasi pada sistem saraf pusat yang diakibatkan kegagalan penutupan tabung saraf selama embriogenesis. Suplementasi asam folat diperlukan untuk mencegah bayi lahir dengan NTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek asam folat pada berbagai periode pemberian terhadapkejadian NTD pada fetus tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih betina galur Sprague dawley dengan berat badan 200-250 gram yang dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu kontrol negatif (KN) yang tidak diberikan asam folat selama kehamilan, kontrol positif (KP) yang diberikan asam folat selamakehamilan, perlakuan 1 (P1) yang diberikan asam folat pada trimester satu, perlakuan 2 (P2) yang diberikan asam folat pada trimester dua, dan perlakuan 3 (P3) yang diberikan asam folat pada trimester tiga. Pada kelompok KN didapatkan tiga ekor fetus dengan NTD; pada KP semua fetus normal; pada P1 semua fetus normal; pada P2 semua fetus normal; pada P3 semua fetus normal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan didapatkan nilai signifikansi p=0,080. Tidak terdapat perbedaan efek asam folat pada berbagai periode pemberian terhadap kejadian NTD pada fetus tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley.Kata kunci: asam folat, kehamilan, neural tube defects, tikus putih.