cover
Contact Name
Mia Kusmiati
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6285641386859
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no.B30, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 30905729     EISSN : 30909473     DOI : https://doi.org/10.64365/muradik.v2i1
Core Subject : Education,
MURADIK : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Hummaniora, diterbitkan untuk mengembangkan dan memperkaya diskusi ilmiah bagi para sarjana dan penulis yang menaruh minat pada isu-isu sosial-budaya di Indonesia. Redaksi menerima artikel berbasis teori dan penelitian. Cakupan keilmuan Jurnal ini meliputi Pendidikan, Antropologi Sosial budaya, Sastra, Linguistik Terapan, Sejarah, Seni, Arsitektur dan Perencanaan Kota dan Wilayah, Agama dan Filsafat. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial Studi Agama
Articles 62 Documents
INTERFERENSI BAHASA GAUL DAN KESALAHAN BERBAHASA DALAM KOMENTAR TIKTOK DIKAJI DALAM BIDANG MORFOLOGI DAN SEMANTIK Elza Leyli Lisnora Saragih; Ratna Enjeli Sinaga; Delvina Yanti Siahaan; Elena Sihotang
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interferensi bahasa gaul serta kesalahan berbahasa dalam komentar pengguna TikTok dengan pendekatan morfologi dan semantik. Media sosial, khususnya TikTok, telah menjadi ruang interaksi linguistik yang dinamis, tetapi sering kali menunjukkan penyimpangan dari kaidah bahasa Indonesia baku. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa komentar pada video TikTok yang mengandung unsur bahasa gaul dan kesalahan linguistik. Analisis morfologis menyoroti penggunaan bentuk kata tidak baku seperti singkatan, pelesetan, serta afiksasi yang salah. Sementara itu, analisis semantik menemukan kesalahan seperti hiperkorek, pleonasme, ambiguitas, dan pemilihan diksi yang tidak tepat. Temuan menunjukkan bahwa interferensi bahasa gaul dalam komentar TikTok tidak hanya menyebabkan penurunan mutu bahasa, tetapi juga menimbulkan gangguan dalam pemaknaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting terhadap upaya pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia di ruang digital yang semakin terbuka terhadap ragam bahasa informal
Bahasa Asing Sebagai Simbol Status Dalam Realita Di Indonesia Modern Elza Leyli Lisnora Saragih purba; Nuryosianna Putri Purba; Diapita Br Sitepu; Wina Ayusari Tambun
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.25

Abstract

This study examines the role of foreign languages, particularly English, as a status symbol in the reality of modern Indonesian society through an analysis of the use of foreign languages in branding and advertising. A case study of the “Sweet Choco Macaron” advertisement shows that English is used predominantly in various elements of the advertisement, from the product name and description to promotional offers, which not only function as a communication tool but also as a marker of modernity and social status. The use of foreign terms such as “macaron,” “extraordinary taste,” and “special offer” strengthens the product’s image as a premium item that adheres to international standards, and targets urban consumers who associate the consumption of foreign-labeled products with a global lifestyle and a higher social class. Sociolinguistically, this phenomenon reflects a shift in values in urban Indonesian society, where foreign languages become symbolic capital to build brand image, increase product appeal, and differentiate consumers based on social status and lifestyle. Research on television advertisements shows that the majority of advertisements incorporate foreign languages as an effective marketing strategy to build product exclusivity and prestige. However, the dominance of foreign languages in advertisements also poses challenges to the preservation of Indonesian as a national identity. Therefore, proportional efforts are needed to integrate Indonesian and foreign languages in the commercial sphere in order to maintain the integrity of the national language and culture amidst the current of globalization.
KESALAHAN BERBAHASA PADA PODCAST DENNY SUMARGO: STUDI LAPSES, EROR, DAN MISTAKE DALAM TUTURAN HOST DAN NARASUMBER Elza Lelyli Lisnora Saragih; Desi Natalia br. Ginting novia; Susi Silalahi; Febri Monica Sari Damanik
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan berbahasa berupa lapses, error, dan mistake dalam tuturan host dan narasumber pada podcast Curhat Bang Denny Sumargo. Kesalahan berbahasa dalam komunikasi lisan, khususnya dalam media digital yang bersifat spontan dan informal seperti podcast, merupakan fenomena linguistik yang penting untuk dikaji. Data diambil dari satu episode podcast yang menampilkan Cellos dan Olivia Allan, dengan total 21 kesalahan yang berhasil diidentifikasi: 7 lapses, 8 error, dan 6 mistake. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut muncul dalam bentuk kekhilafan struktur kalimat, pemilihan diksi yang tidak tepat, serta kekeliruan dalam penyusunan ujaran. Meskipun bersifat alami dalam percakapan informal, kesalahan ini dapat memengaruhi kejelasan pesan dan persepsi audiens terhadap profesionalisme komunikasi. Temuan ini menunjukkan pentingnya kesadaran linguistik dalam produksi konten audio. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap kajian psikolinguistik dan komunikasi digital lisan.
Penggunaan Bahasa Gaul Pada Remaja Milenial Di Media Sosial  Twitter Elza Leyli Lisnora Saragih; Nomi Agustina Simorangkir; Cynthia Aritonang; Oktavia Dewita Marbun
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja milenial di Twitter. Fenomena ini penting untuk dikaji karena bahasa gaul memengaruhi pola komunikasi remaja, pembentukan identitas sosial, dan berdampak pada kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui teknik menyimak, mencatat, dan mengambil tangkapan layar pada tweet yang berisi kata-kata gaul populer, singkatan, dan akronim. Data tersebut kemudian direduksi, disajikan dalam tabel, dan dianalisis untuk menemukan pola, jenis, makna, dan kecenderungan penggunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja milenial di Twitter menggunakan banyak bentuk akronim seperti otw (on the way), dan lainnya sebagai ekspresi keakraban dan identitas kelompok. Namun, penggunaan bahasa gaul berdampak pada menurunnya kepekaan remaja terhadap kaidah bahasa Indonesia baku, sehingga memengaruhi kemampuan mereka untuk menyusun kalimat formal dengan tepat. Penelitian ini terbatas pada data di media sosial Twitter, sehingga tidak mencakup media sosial lain atau percakapan luring. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pendidik, orang tua, dan pemerintah dalam merumuskan strategi pengembangan bahasa Indonesia di era digital, sehingga remaja mampu menempatkan penggunaan bahasa gaul pada konteks yang tepat.
Analisis Penggunaan  Bahasa Inggris dalam Nama Produk UMKM terhadap Minat Konsumen dan tantangannya pada Pembinaan Bahasa Indonesia Elza Leyli Lisnora Saragih; Iren Rut Serlina Pakpahan; Rumada Siregar; Anita Septina Haloho; Boy Florentius Sinaga
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bahasa Inggris dalam penamaan produk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dampaknya terhadap minat beli konsumen dan upaya pembinaan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan bersifat deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara terhadap para pelaku UMKM serta konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemberian nama produk dengan bahasa Inggris menjadi strategi pemasaran yang cukup berhasil, karena dinilai lebih modern, eksklusif, dan menarik, khususnya bagi generasi muda. Kendati demikian, fenomena ini membawa tantangan bagi keberlangsungan bahasa Indonesia, seperti mulai tergesernya istilah lokal, meningkatnya gejala campur kode, serta menurunnya rasa bangga terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Di sisi lain, pemakaian bahasa asing juga berpotensi memperluas jangkauan pasar internasional dan menambah khazanah kosakata nasional. Dengan demikian, diperlukan pendekatan pembinaan bahasa yang responsif, mendidik, dan melibatkan berbagai pihak guna menjaga keseimbangan antara perkembangan industri dan pelestarian bahasa Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BAMBOOZLE  MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IX SMP NEGERI 4 PANTAI LABU Mindo . M.J Sinaga; Alexander Samosir
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan implementasi media bamboozle  meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah SMPN 4 Patai Labu   Kabupaten Deliserdang. Informan pada penelitian ini adalah guru sekolah SMPN 4 Patai Labu   yang terdiri dari kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa kelas IX. SMPN 4 Patai Labu Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.mInstrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri yang dimulai dari tahap awal penelitian sampai dengan pada tahap hasil penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi kesimpulan Hasil penelitian serta analisa data pada hasil observasi di sekolah dan hasil wawancara terhadap informan membuktikan pemanfaatan media bamboozle berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah SMPN 4 Patai Labu  Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi di termotivasi untuk belajar ketika media bamboozle diterapkan peningkatan motivasi belajar seperti, media yang variatif dan berbagai fitur menarik yang disediakan oleh bamboozle yang dikemas dalam bentuk games sehingga menyenangkan untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Disimpulkan pemanfaatan bamboozle telah berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 4 Patai Labu   Kabupaten Deliserdang
Peran Pembiasaan Ikrar Janji Pulang Terhadap Pembentukan Kedisiplinan Anak Usia 4-5 Tahun  Di Tk Pkk Kumpulrejo Kapas Bojonegoro Rika Nur Laili; Roudlotun Ni’mah; Siti Labiba Kusna
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.34

Abstract

Kedisiplinan pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter yang perlu dibentuk melalui pendekatan yang menyenangkan dan konsisten. Di TK PKK Kumpulrejo Kapas Bojonegoro, diterapkan pembiasaan ikrar janji pulang sekolah sebagai strategi membentuk rutinitas positif. Kegiatan ini melatih anak untuk menjalankan tanggung jawab sederhana setelah pulang sekolah, seperti mengganti pakaian, mencuci tangan, tidur siang, dan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan tersebut dalam membentuk perilaku disiplin anak usia 4–5 tahun, baik di sekolah maupun di rumah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 10 anak kelompok A TK PKK Kumpulrejo, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2025 dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pembiasaan ikrar janji pulang sekolah berkontribusi positif terhadap pembentukan kedisiplinan anak. Anak menjadi lebih tertib, mandiri, dan bertanggung jawab. Keberhasilan program didukung oleh peran aktif guru, kerja sama antar pendidik, dan keterlibatan orang tua, meskipun terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman anak dan minimnya pendampingan di rumah.
Pengaruh Media Wayang Kertas Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Nurul Ummah Tlogoagung Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Wafiq Nur Azizah; Ulfa Ulfa; Roudlotun Ni’mah
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.35

Abstract

Perkembangan teknologi digital berdampak besar terhadap kehidupan anak usia dini, salah satunya dalam penurunan interaksi verbal karena tingginya penggunaan gawai. Hal ini menyebabkan berkurangnya komunikasi langsung anak dengan lingkungannya, padahal interaksi lisan sangat penting dalam perkembangan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media wayang kertas terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun di TK Nurul Ummah Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 12 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis dengan uji normalitas, uji-t berpasangan (paired sample t-test), dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbicara anak setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan media wayang kertas. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan rata-rata N-Gain sebesar 0,2692 yang tergolong dalam kategori sedang. Dengan demikian, media wayang kertas efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini.
Hubungan Keterlibatan Anak Dalam Tugas Rumah Tangga Terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Di Ra Al-Ghozali Desa Bubulan Kecamatan Bubulan Bojonegoro Rizki Novita Khusmayazaenal; Roudlotun Ni’mah; M. Tsaqibul Fikri
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.36

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi menyebabkan anak usia dini lebih banyak menggunakan gadget dibanding melakukan aktivitas nyata seperti tugas rumah tangga yang seharusnya menumbuhkan karakter dan kemandirian. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak anak usia 5–6 tahun belum terbiasa melakukan tugas sederhana secara mandiri, masih bergantung pada orang tua, dan belum mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan anak dalam tugas rumah tangga dengan kemandirian anak usia 5–6 tahun di RA Al-Ghozali Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 16 anak menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 20, setelah sebelumnya dilakukan uji normalitas dan linearitas. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam tugas rumah tangga berada pada kategori rendah (56,25%) dan sedang (43,75%), sedangkan kemandirian anak juga terbagi rata dalam kategori rendah dan sedang (masing-masing 50%). Hasil korelasi menunjukkan nilai koefisien 0,884 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan dalam tugas rumah tangga dan kemandirian anak.  
Eksperimen Kegiatan Mencanting Untuk Meningkatkan Keterampilan Membatik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Ta Al-Hikmah Sidorejo Kedungadem Bojonegoro Alif Ilyasha Kurniawati; M.Tsaqibul Fikri; Roudlotun Ni’mah
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2025): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v1i3.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kegiatan mencanting dalam meningkatkan keterampilan membatik pada anak usia 5–6 tahun di TA Al-Hikmah Sidorejo, Kedungadem, Bojonegoro. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pelestarian budaya membatik sekaligus pengembangan motorik halus anak usia dini melalui media yang aman dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 14 siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan membatik yang mencakup indikator memegang canting, kontrol gerakan tangan, mengikuti pola, konsentrasi, dan kreativitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata anak dari 44,50 (pretest) menjadi 57,50 (posttest), dengan hasil uji statistik menunjukkan distribusi normal dan nilai signifikansi <0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan mencanting yang dimodifikasi dengan pewarna cair dapat menjadi media pembelajaran efektif untuk meningkatkan keterampilan membatik anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya integrasi kegiatan seni budaya lokal ke dalam kurikulum PAUD sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi anak secara holistik.