cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI DENPASAR Ni Luh Made Sintia Dewi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p10

Abstract

Kehamilan merupakan fase yang memberikan pengalaman baru terkait perubahan fisik bagi ibu primigravida. Perubahan ini menimbulkan pikiran positif dan negatif mengenai persepsi ibu tentang tubuhnya atau disebut dengan body image. Persepsi ibu mengenai tubuhnya dapat memengaruhi tingkat kecemasan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif menggunakan metode cross-sectional. Responden pada penelitian ini adalah ibu primigravida dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada empat puskesmas yaitu Puskesmas I Denpasar Timur, Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas III Denpasar Utara, dan Puskesmas IV Denpasar Selatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-16) dan Kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Hasil dari Uji Fisher Exact menunjukkan nilai p-value = 0,004 < α (0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Oleh karena itu, ibu primigravida diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai perubahan fisik yang normal selama kehamilan agar dapat membangun body image yang positif, sehingga kecemasan selama kehamilan dapat berkurang. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI KANKER SERVIKS DENGAN MOTIVASI VAKSIN HPV PADA MAHASISWI KEPERAWATAN I Gede Oka Pramana; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p12

Abstract

Kanker Serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang menyerang wanita, disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). HPV dapat dicegah dengan vaksinasi HPV. Cakupan vaksin HPV saat ini masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi vaksinasi HPV adalah motivasi dan motivasi seseorang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks dengan motivasi vaksin HPV pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner tingkat pengetahuan kanker serviks dan motivasi vaksin HPV, dengan responden terdiri dari mahasiswi keperawatan Universitas Udayana sebanyak 45 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi Spearman-rank untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi vaksinasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks dengan motivasi vaksin HPV dengan p-value 0,000. Nilai coefficient correlation (r) = 0,654 berarti hubungan kedua variabel kuat, dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks yang dimiliki responden, maka semakin baik motivasi responden untuk melakukan vaksin HPV. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan literasi untuk melakukan vaksin HPV dan dapat memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat luas mengenai kanker serviks dan upaya preventif dari kanker serviks.
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN ASUPAN ZAT GIZI PADA KELOMPOK VEGETARIAN DI ASHRAM SRI RADHA MADHAVA Ni Luh Christina Yanthi; Desak Made Widyanthari; Nyoman Agus Jagat Raya; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p14

Abstract

Vegetarian merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi makanan dan minuman dari produk nabati dan atau beberapa turunan produk hewani, yang berpotensi menyebabkan kekurangan beberapa asupan zat gizi. Kekurangan asupan zat gizi dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti malnutrisi, obesitas, diabetes melitus dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status IMT dan gambaran asupan zat gizi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling dari anggota ashram Sri Radha Madhava. Nilai IMT diperoleh melalui perhitungan tinggi badan dan berat badan sedangkan asupan zat gizi dievaluasi menggunakan lembar food recall 2x24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden (57,8%) memiliki status IMT normal. Pada asupan zat gizi ditemukan bahwa sebanyak 39,1% responden memiliki status defisit energi dan karbohidrat, 32,8% responden memiliki status defisit protein dan 43,8% responden memiliki status defisit lemak. Status IMT normal tidak diikuti dengan asupan zat gizi yang baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan food recall lebih dari 2x24 jam serta dapat melakukan uji lab asupan zat gizi.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK DENGAN SINDROM DOWN DI KOTA DENPASAR Ni Kadek Wahyu Adi Lia Putri; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p02

Abstract

Anak dengan sindrom down sering mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik akibat gangguan perkembangan motorik dan tonus otot yang rendah, sehingga lebih mudah mengalami kelelahan. Kelelahan yang berlebihan, baik secara fisik maupun saat melakukan aktivitas yang disukai, dapat mengganggu pola tidur dan menurunkan kualitas tidur anak. Penurunan kualitas tidur ini berdampak negatif pada fungsi kognitif, suasana hati, serta perkembangan fisik dan psikososial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 31 responden. Instrumen pada penelitian ini Pediatric Quality of Life Inventory Measurement Fatigue Scale Versi Indonesia (PedsQL Mfs-I) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil dari Uji Pearson Product Moment nilai p=0,004 dan nilai r=0,497, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna dengan arah positif antara kelelahan dengan kualitas tidur pada anak dengan sindrom down di Kota Denpasar artinya, semakin tinggi kelelahan, semakin buruk kualitas tidur. Berdasarkan hasil penelitian, maka orang tua diharapkan dapat mengatur rutinitas harian anak yang konsisten dan terstruktur agar tidak menimbulkan kelelahan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA LANSIA DI DESA PEMOGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN Baiq Elsa Astina Martiana; Kadek Eka Swedarma; Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Luh Putu Eva Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p08

Abstract

Kecemasan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi ide bunuh diri pada lansia cenderung masih diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan 97 responden yang didapatkan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 97 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Inventory (GAI) untuk mengukur kecemasan dan Geriatric Suicide Ideation Scale (GSIS) untuk mengukur ide bunuh diri pada lansia. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki kecemasan pada kategori ringan (57,7%) dan tidak memilki ide bunuh diri (55,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia (p=0,019) di Desa Pemogan Denpasar Selatan. Selain itu, pihak puskesmas diharapkan membuat program konseling yang berfokus pada manajemen cemas, konflik antar pasangan, serta edukasi terkait perkembangan lansia untuk mengatasi kecemasan dan mencegah ide bunuh diri pada lansia.
HUBUNGAN CULTURAL COMPETENCE DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DI RSUD BALI MANDARA Komang Chintya Trisna Devi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p12

Abstract

Komunikasi terapeutik perawat di wilayah medical tourism menjadi kompetensi yang wajib dimiliki. Adanya pasien yang berasal dari berbagai latar belakang budaya menyebabkan komunikasi terapeutik ini dapat dipengaruhi oleh cultural competence perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik pada perawat di RSUD Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari-Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 62 perawat yang diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Cultural competence dan komunikasi terapeutik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perawat berjenis kelamin perempuan, berpendidikan diploma keperawatan, beragama Hindu, bersuku Bali, berbahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, pernah merawat pasien dari berbagai budaya hampir setiap hari, dan memiliki cultural competence serta komunikasi terapeutik yang cukup baik. Rata-rata perawat berusia 30,71 tahun dan lama kerja 7,82 tahun. Nilai tengah dari lama mengikuti pelatihan/seminar perawatan kompeten secara budaya adalah 2 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik perawat (nilai p = 0,000; r = 0,592; α = 0,05). Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa semakin baik cultural competence perawat maka semakin baik pula kemampuan komunikasi terapeutiknya, begitu sebaliknya. Perawat yang memahami budaya pasien dapat memberikan perawatan yang lebih optimal dan mampu menghindari terjadinya kesalahpahaman komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Ida Ayu Putu Puspa Lestari; Meril Valentine Manangkot; Komang Menik Sri Krisnawati; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p05

Abstract

Efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dalam mengatasi masalah dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Perawat dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, dapat mengantisipasi kemungkinan burnout, menemukan solusi terbaik, melaksanakan tugas dengan efektif, dan mendukung orientasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Sebaliknya, perawat dengan tingkat efikasi diri rendah cenderung menghindari tugas dan masalah untuk mengurangi tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan burnout pada perawat di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Teknik yang digunakan yaitu total populasi, didapatkan 35 perawat di ruang perawatan intensif RSUD Bangli. Penelitian ini menggunakan uji uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan negatif yang sangat kuat antara efikasi diri dengan burnout perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli (p-value=0,000 ; r = -0,868). Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi perawat untuk meningkatkan efikasi diri melalui pelatihan pengembangan diri, menetapkan tujuan realistis, dan mencari dukungan sosial dari rekan kerja.  
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PENGASUHAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI I Gusti Ayu Srimas Cahyani P.A; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p11

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom down memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mengoptimalkan perawatan anak, namun kondisi ini juga membuat orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan akibat banyaknya tekanan dalam perawatan anak. Stres pengasuhan dapat berakibat negatif bagi psikologis orang tua dan berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Stress Scale (PSS) dan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI). Besar sampel adalah 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak sindrom down berusia 5-12 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson product moment dan didapatkan nilai p= 0,000 (α=<0,05) dengan skor koefisien korelasi r -0,609. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali yang dapat diartikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pengasuhan maka tingkat stres pengasuhan akan menurun, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua diharapkan dapat meminimalkan stres pengasuhan yang terjadi dengan meningkatkan efikasi diri pengasuhan dan mengikuti program-program yang memiliki support system pengasuhan yang baik.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PEMANTAUAN GULA MANDIRI (PGDM) PADA PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS 1 DENPASAR BARAT Ni Komang Ana Puspa Sari; Meril Valentine Manangkot; Putu Oka Yuli Nurhesti; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p13

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan seumur hidup untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi. Pengelolaan penyakit DM memerlukan pemahaman yang baik salah satunya adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan membantu pasien dalam menentukan keputusan untuk mengelola kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pengelolaan penyakit DM dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri (PGDM). Literasi kesehatan dikatakan mendukung pelaksanaan PGDM karena literasi kesehatan yang tinggi akan mendukung praktik PGDM yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional pada 71 pasien DM tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Barat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU 16 Q) dan Self Monitoring Blood Glucose Questionnaire (SMBG-Q). Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden memiliki literasi kesehatan sedang 31 orang (43,7%). Mayoritas responden memiliki PGDM cukup 36 orang (50,8%). Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hubungan positif yang sedang antara literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2 (p-value = 0,000 ; r = 0,463) yang artinya semakin baik literasi kesehatan maka semakin baik PGDM responden. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan PGDM pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas 1 Denpasar Barat.

Page 4 of 10 | Total Record : 96