cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT STRES ANTARA LANSIA YANG TINGGAL DI DAERAH WISATA PERKOTAAN DENGAN DAERAH WISATA PEDESAAN I Putu Artha Suwartika; Ni Komang Ari Sawitri; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p15

Abstract

Stres merupakan reaksi atau respon tubuh terhadap stressor psikososial meliputi tekanan mental atau beban kehidupan. Stres yang berkepanjangan pada lansia dapat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup lansia. Lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stres pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan tingkat stres antara lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 76 lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dan 72 lansiahyanggtinggaltdi daerah wisata pedesaan, yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Stress Assessment Questionnaire (SAQ). Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p = 0,032 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara nilai rata-rata tingkat stres lansia yang tinggal di daerah wisata perkotaan dengan daerah wisata pedesaan. Perbedaan tingkat stres pada lansia disebabkan oleh kurangnya dukungan dari anggota keluarga yang menyebabkan lansia menjadi kesepian dan perbedaan suasana atau kondisi lingkungan yang ada di tempat tinggal mereka. Keluarga diharapkan dapat lebih memperhatikan dan memberikan dukungan kepada lansia agar lansia tidak mengalami stres sehingga kualitas hidup lansia menjadi meningkat
PERBEDAAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA YANG MEMILIKI AKTIVITAS HALF DAY SCHOOL DENGAN FULL DAY SCHOOL DI KABUPATEN GIANYAR Desak Ayu Diana Diantari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p02

Abstract

Academic burnout dapat diartikan sebagai perasaan lelah dan jenuh karena waktu pembelajaran yang lama serta monoton. Academic burnout dapat dipengaruhi oleh aktivitas sistem pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan academic burnout pada siswa SMA yang memiliki aktivitas half day school dengan full day school di Kabupaten Gianyar. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Responden penelitian siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Sukawati 90 responden dan SMAN 1 Ubud 87 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada academic burnout antara sistem pendidikan half day school dengan full day school (nilai p = 0,016 (p <0,05). Meskipun terdapat perbedaan academic burnout pada kedua sistem pembelajaran ini, tidak menunjukkan bahwa salah satu sistem pembelajaran merupakan sistem yang terbaik. Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan tertentu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang academic burnout sehingga, dapat merancang sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik pada siswa.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN CANCER RELATED FATIGUE (CRF) PADA PASIEN CA MAMMAE PASCA KEMOTERAPI Putu Seprina; Kadek Cahya Utami; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p13

Abstract

Cancer Related Fatigue (CRF) merupakan salah satu dampak dari kemoterapi. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat memengaruhi kejadian CRF. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2024. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Fatigue Inventory (MFI-20). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa IMT pasien ca mammae pasca kemoterapi rata-rata 22,62 dengan rentang normal, sedangkan skor kuesioner CRF dengan hasil rata-rata yaitu 55 yang menunjukkan fatigue sedang. Hasil dari uji Spearman rank diperoleh nilai 0,953 (p ≥ 0,05) yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dengan CRF pada pasien ca mammae pasca kemoterapi. Pasien ca mammae pasca kemoterapi diharapkan dapat memantau indeks massa tubuhnya agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan berat badan sehingga mampu menjaga kestabilan kesehatannya.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RASA KESEPIAN PADA MAHASISWA YANG SEDANG MERANTAU DI UNIVERSITAS UDAYANA Ni Made Diah Pradnyani; Made Oka Ari Kamayani; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p05

Abstract

Mahasiswa perantau tinggal di tempat yang berbeda dari tempat tinggal sebelumnya. Hal ini menyebabkan mahasiswa perantau mengalami beberapa permasalahan, salah satunya kesepian. Hubungan interpersonal atau sosial yang baik dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar akan menimbulkan dukungan sosial atau support system bagi mahasiswa yang dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk mengatasi rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang merantau di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelatif dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional study. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini total sampling dengan jumlah sampel 95 orang mahasiswa rantau yang tinggal di Rusunawa dan Asrama Universitas Udayana. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan rasa kesepian pada mahasiswa yang sedang merantau di Universitas Udayana. Nilai koefisien korelasi dalam penelitian ini menunjukkan nilai negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa rantau, maka semakin rendah rasa kesepian yang dialami oleh mahasiswa tersebut.
ANALISIS BEBAN PENGASUHAN KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA Nyoman Anggun Anggraini Sukma; Putu Ayu Sani Utami; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p10

Abstract

Keluarga merupakan pengasuh utama yang memberikan perawatan pada lansia demensia di rumah. Merawat penderita demensia dipandang sebagai salah satu bentuk perawatan yang sulit dan menegangkan, karena anggota keluarga yang merawat lansia dengan demensia sering mengalami kesulitan saat menghadapi perubahan besar dalam kepribadian dan perilaku lansia, hal tersebut dapat menimbulkan beban psikologis dan ketegangan fisik atau disebut sebagai beban pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban pengasuhan pada keluarga yang merawat lansia dengan demensia di Desa Lebih, Gianyar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang merawat lansia demensia, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 96 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas beban pengasuhan yang dialami keluarga yang merawat lansia demensia berada pada kategori sedikit atau tidak ada sebanyak 53 orang (55,2%), ringan-sedang sebanyak 25 orang (26%), sedang-berat sebanyak 4 orang (4,2%) dan berat sebanyak 14 orang (14,6%). Lansia dengan kategori demensia berat, beban pengasuhan yang mayoritas dirasakan keluarga yaitu kategori berat (83,3%). Beban pengasuhan dapat dialami oleh keluarga, dimana demensia dengan kategori apapun dapat memberikan beban bagi keluarga. Skrining rutin perlu dilakukan bagi lansia untuk mendeteksi dini sebaran demensia, bagi keluarga dapat mencari kegiatan pengalihan peran dan mengoptimalkan dukungan anggota keluarga lain.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL MENGENAI BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN TENGGELAM DI DAERAH WISATA PESISIR PANTAI SANUR Ni Putu Arin Wirasantini; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p07

Abstract

Kejadian keterlambatan pemberian pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan seperti tenggelam, masih banyak dilaporkan diwisata pesisir pantai salah satunya pada Pantai Sanur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat lokal mengenai bantuan hidup dasar pada korban tenggelam di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observatif yang dilakukan di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan pada 27 April sampai 11 Mei 2023 dengan alat ukur berupa kuesioner pengetahuan bantuan hidup dasar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 44 orang (45,8%). Mayoritas berusia 46-55 tahun (36,5%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), bekerja sebagai pedagang (50%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (51%). Sebagian besar tidak memiliki pengalaman menolong korban tenggelam (72,9%) dan belum pernah mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (70,8%). Berdasarkan hasil analisis soal kuesioner, sub pertanyaan mengenai langkah-langkah dan pelaksanaan pemberian bantuan hidup dasar mayoritas dijawab keliru oleh responden. Peneliti merekomendasikan agar masyarakat dapat lebih aktif mencari informasi mengenai pemberian bantuan hidup dasar yang dapat diperoleh dari berbagai media sehingga dapat mengetahui dan dapat memberikan bantuan pada kondisi kegawatdaruratan.
PERBEDAAN SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PEDESAAN KAWASAN PARIWISATA DAN NON PARIWISATA Desak Made Novi Andayani; Ni Luh Putu Eva Yanti; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p09

Abstract

Indonesia memasuki periode aging population. Peningkatan pertumbuhan lansia secara kuantitas belum tentu diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. Successful aging merupakan tujuan dari perkembangan tahap akhir pada lansia. Perbedaan pencapaian successful aging salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif pada 86 lansia yang tinggal di kawasan pariwisata dan 82 lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang dipilih melalui proportionate random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner successful aging. Hasil penelitian yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p-value = 0,004 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Perbedaan successful aging lansia disebabkan oleh kondisi lingkungan tempat tinggal lansia. Lansia yang tinggal di kawasan pariwisata lebih bersifat individu dibandingkan lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang lebih berfokus pada aktivitas sosial bermasyarakat. Diharapkan lansia dapat meningkatkan hubungan sosialnya dan lingkungan tempat tinggal lansia dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi lansia sehingga lansia mudah dalam beradaptasi.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA KUSAMBA Komang Alit Try Saputra; Ni Ketut Guru Prapti; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p03

Abstract

Kasus keluhan muskuloskeletal menempati urutan kedua dengan prevalensi sebanyak 469.000 kasus atau 34,54% selama 3 tahun terakhir dari semua kasus penyakit akibat kerja yang ada. Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang memerlukan tenaga yang cukup besar. Aktivitas yang sering dilakukan nelayan seperti memikul, mendorong, mengangkat, menarik, dan memindahkan peralatan nelayan serta dilakukan dengan gerakan yang sama secara berulang kali. Kegiatan tersebut akan dapat menimbulkan terjadinya cidera atau keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Desa Kusamba. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 64 nelayan. Data dianalisis menggunakan uji univariat menunjukkan hasil bahwa mayoritas nelayan di Desa Kusamba berusia >35 tahun (64,1%), berdasarkan masa kerja paling banyak bekerja selama >10 tahun (70,3%) dan berdasarkan keluhan muskuloskeletal paling banyak mengalami keluhan pada tingkat risiko sedang (54,7%) terutama di bagian punggung, pinggang, lengan atas dan lengan bawah. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kusamba menemukan bahwa nelayan berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal pada tingkat risiko sedang sehingga diharapkan para pekerja nelayan melakukan peregangan atau pemanasan baik sebelum dan sesudah melakukan perkerjaan dan dapat memberikan edukasi mengenai pengetahuan nelayan terkait postur kerja yang ergonomis agar mengurangi ketegangan otot dan menghindari terjadinya cedera pada sistem muskuloskeletal.
GAMBARAN PENGETAHUAN PEMANDU WISATA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA ALL-TERRAIN VEHICLES (ATV) DI WILAYAH DESA SINGAPADU KALER Ni Kadek Alya Damayanti; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p04

Abstract

Ekowisata dengan menggunakan All-Terrain Vehicles (ATV) memiliki risiko kecelakaan bagi wisatawan seperti terguling, perdarahan, patah tulang, dan pingsan. Pemandu wisata ATV belum pernah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama kecelakaan saat berwisata ATV. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pemandu wisata tentang pertolongan pertama pada kecelakaan pada wisata ATV di wilayah Desa Singapadu Kaler. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif yang melibatkan 36 responden berdasarkan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan konsep teori yang ada. Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan wisata ATV berada pada ketegori baik 75%, kategori cukup 16,7%, dan kategori kurang 8,3%. Pengetahuan P3K pemandu wisata ATV ada beberapa aspek yang sudah baik dipahami seperti penanganan terjatuh, perdarahan, dan saat pingsan. Namun, ada pengetahuan pemandu wisata ATV yang masih kurang dalam menangani patah tulang. Seluruh pemandu wisata ATV menyatakan belum pernah mendapatkan pelatihan P3K dari petugas kesehatan. Peran perawat komunitas di puskemas diperlukan untuk membuat program promosi kesehatan bagi pelayanan upaya kesehatan kerja di wilayah Desa Singapadu Kaler.
GAMBARAN TINGKAT KEBAHAGIAAN LANSIA YANG TINGGAL PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DI PROVINSI BALI Octaviana Timorisa Aruan; Putu Ayu Sani Utami; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Asri Damayanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p06

Abstract

Panti Werdha “merupakan” bentuk usaha dari pemerintah dalam memerangi permasalahan sosial seperti lansia yang terlantar. PSTW memberikan pelayanan jaminan hidup, pemeliharaan kesehatan, bimbingan mental, dan spiritual kepada lansia. Lansia merupakan fase akhir dalam kehidupan manusia. Hal ini membuat lansia mengalami banyak kemunduran yang mengakibatkan keluarga harus memberikan perawatan yang optimal kepada lansia. Namun, tidak semua lansia memiliki keluarga ataupun orang yang dapat merawat lansia pada masa tuanya sehingga PSTW menjadi tempat pilihan lansia untuk tinggal. Berbagai kemunduran yang dialami lansia memengaruhi aspek-aspek kehidupannya salah satunya adalah tingkat kebahagiaannya. “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebahagiaan lansia yang tinggal” pada PSTW “di” Provinsi Bali. “Metode penelitian” menggunakan desain kuantitatif “deskriptif”, dengan “pendekatan cross-sectional”. Populasi “penelitian ini” “adalah lansia” yang tinggal “di PSTW Wana Seraya dan” PSTW “Jara Mara Pati” menggunakan teknik pengambilan “sampel” purposive sampling sejumlah 40 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Oxford Happiness Questionnaire. Sebagian besar lansia “merupakan lansia madya dengan rentang” usia “70-79 tahun” sebanyak 42,5%. “Lansia” paling banyak berjenis kelamin perempuan (62,5%). Sebagian besar lansia tidak bersekolah (45%), tidak memiliki penghasilan (65%), masih memiliki keluarga (52,5%), mayoritas beragama Hindu (75%), sehat (62,5%), serta merupakan janda/duda (67,5%). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia tidak bahagia (52,5%) dan paling banyak berada di PSTW Jara Mara Pati (40%). Peran perawat yang dapat dilakukan terhadap penemuan penelitian ini adalah pemberian advokasi hasil untuk dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan lansia secara keseluruhan di PSTW. Adapun juga rekomendasi peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah mencari tahu tingkat kebahagiaan lansia berdasarkan spesifikasi penyakit yang diderita lansia.

Page 5 of 10 | Total Record : 96