cover
Contact Name
MERIL VALENTINE MANANGKOT
Contact Email
merilvalentine@unud.ac.id
Phone
+6281237456666
Journal Mail Official
copingners.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jln. PB Sudirman, Denpasar-Bali 80113
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Coping : Community of Publishing in Nursing
Published by Universitas Udayana
ISSN : 27151980     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health,
Community of Publishing in Nursing (COPING) merupakan e-journal yang disunting oleh Dewan Redaksi Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jurnal ini merupakan salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Naskah yang diterima oleh redaksi merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan / tidak sedang dalam proses seleksi maupun editing pada jurnal lain. Naskah yang diterima berupa hasil penelitian pada berbagai bidang kajian keperawatan, meliputi pendidikan keperawatan, keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan jiwa, manajemen keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, keperawatan gawat darurat kritis, keperawatan pariwisata, dan penggunaan teknologi dalam keperawatan. Naskah akan disunting oleh dewan redaksi dan mitra bestari sebelum diterbitkan.
Articles 96 Documents
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Putu Rapita Dewi; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p12

Abstract

Perilaku caring merupakan hal yang diharapkan pasien untuk dapat diberikan oleh perawat dalam proses perawatan. Adanya aduan masyarakat melalui website resmi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli mengenai ketidakpuasan pada pelayanan perawat di ruang rawat inap mengindikasikan adanya perilaku yang kurang sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSUD Bangli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di empat ruangan rawat inap, ICU, dan ICCU selama dua minggu dengan jumlah sampel 75 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat pada kedua variabel menyatakan nilai tengah skor kecerdasan emosional responden adalah 56,00 dan sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu 52 orang (69,3%). Rata-rata skor perilaku caring responden adalah 74,39, sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 72 orang (96,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank diketahui nilai r = 0,536 dan nilai p = 0,000, artinya terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RSUD Bangli. Tingkat kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat yang sudah baik perlu dipertahankan dan untuk perawat dengan kategori kurang baik dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan agar kualitas pelayanan kesehatan juga meningkat.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PEMANTAUAN KESEHATAN JIWA (SIMANJA) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN BULLYING DI SMP NEGERI 2 SUKAWATI I Wayan Sukarya; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p07

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan pada remaja korban bullying memerlukan intervensi yang efektif melalui penggunaan teknologi informasi. Temuan ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) terhadap tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Penelitian diterapkan dengan metode kuantitatif melalui desain quasi eksperimen, melibatkan 42 responden di SMP Negeri 2 Sukawati yang terbagi dalam kelompok kontrol serta intervensi melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner tingkat kecemasan, dan memberikan instalasi aplikasi SIMANJA pada kelompok intervensi. Hasil temuan menjelaskan dalam kelompok intervensi sebanyak 18% tidak cemas, 71% cemas ringan, 9% cemas sedang, terjadi penurunan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 5 responden (23,80%), sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan 29% cemas ringan, 71% cemas sedang, terjadi peningkatan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 12 responden (57,14%). Aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) memiliki pengaruh signifikan (p = 0.025) dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Oleh karena itu dapat direplikasi dan dikembangkan dalam penanganan kesehatan jiwa remaja, khususnya yang mengalami bullying.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani; Made Oka Ari Kamayani; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Ni Putu Niken Setiya Dewi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p09

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 157 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (72,6%) dan kepatuhan tinggi (48,4%) dalam mengonsumsi TTD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,001) dengan nilai korelasi (r) = 0,252 yang menunjukkan hubungan positif lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang pencegahan anemia, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya dalam mengonsumsi TTD. Remaja putri diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pencegahan anemia yang dimiliki melalui tindakan nyata dan memilah informasi tentang pencegahan anemia dengan cara mengklarifikasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
GAMBARAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA BADUNG Ni Putu Ika Pertiwi; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p11

Abstract

Burnout syndrome merupakan kondisi stres kronis yang dialami oleh perawat akibat beban kerja yang tinggi, tekanan emosional, serta tuntutan pekerjaan yang berlebihan. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental perawat dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian burnout syndrome pada perawat di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 perawat rawat inap yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Service Survey (MBI-HSS). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami burnout pada kategori sedang. Berdasarkan karakteristik responden, burnout lebih banyak terjadi pada perempuan (55,1%), kelompok usia dewasa awal (56,3%), tingkat pendidikan S1/Ners (61,2%), dan masa kerja ≥3 tahun (47,8%). Simpulan dalam penelitian ini yaitu kejadian burnout syndrome pada perawat di RSD Mangusada Badung berada pada kategori sedang. Diperlukan upaya promotif dan preventif seperti edukasi manajemen stres, pengaturan beban kerja, dan pemberian dukungan psikologis untuk menurunkan risiko burnout syndrome.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti; Made Oka Ari Kamayani; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR UTARA Ni Luh Gede Pasek Puspayani; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Gusti Ayu Ary Antari; Nyoman Agus Jagat Raya
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p05

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan manajemen diri yang konsisten. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam perilaku manajemen diri adalah resiliensi, yakni kemampuan individu untuk beradaptasi dan bangkit dari tekanan atau kesulitan. Resiliensi yang tinggi dapat memperkuat kemampuan penderita hipertensi dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dan manajemen diri pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sebanyak 84 penderita hipertensi terlibat dalam penelitian yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Hasil penelitian menunjukan rata-rata responden berusia 61,63 tahun, rata-rata mengalami hipertensi selama 5,69 tahun, berjenis kelamin perempuan 52 orang (61,9%), pendidikan SMA 32 orang (38,7%), mayoritas memiliki resiliensi sedang 49 orang (58,3%) dan memiliki manajemen diri sedang 50 orang (59,3%). Hasil analisis enunjukkan ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan manajemen diri (p= 0,000; r=0,887). Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi resiliensi, maka semakin baik perilaku manajemen diri pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk terus mencari informasi mengenai penyakitnya, menjaga kesehatan mental, meningkatkan efikasi diri, mencari dukungan sosial yang positif, serta meningkatkan optimisme untuk meningkatkan resiliensi sehingga dapat mendukung perilaku manajemen diri secara optimal.  
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL SAFETY SKILL DENGAN MEDIA BUSY PAGE TERHADAP PENGETAHUAN MELINDUNGI DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Luh Putu Divayani; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Tindakan kekerasan ini dapat menimbulkan cedera atau dampak nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Di antara berbagai bentuk kekerasan, kekerasan seksual menjadi salah satu yang paling sering terjadi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak adalah dengan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan perlindungan diri. Pemberian pelatihan berupa personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi diyakini dapat membantu anak mengenali dan menghindari situasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi personal safety skill menggunakan media busy page terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar dalam melindungi diri dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 36 siswa sebagai responden. Seluruh responden dipilih melalui teknik total sampling, dan diminta untuk menjawab 30 pertanyaan dalam kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan mereka. Edukasi kesehatan diberikan satu kali selama satu hari, dengan durasi penyampaian materi selama 20 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hal tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadikan edukasi personal safety skill sebagai salah satu strategi edukatif dalam memberikan informasi dan perlindungan kepada siswa terkait kekerasan seksual.
GAMBARAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM PADA WISATA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA Ni Kadek Dewi Yani; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p14

Abstract

Safety culture sangat penting diterapkan di sektor pariwisata bahari, khususnya aktivitas melihat lumba-lumba di Pantai Lovina. Safety culture yang mencakup budaya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pramuwisata lumba-lumba diimplementasikan bervariasi antar organisasi pemandu wisata di pantai Lovina, salah satunya penerapan safety culture penanganan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan safety culture pramuwisata dalam pertolongan pertama tenggelam pada wisata lumba-lumba di Pantai Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observatif. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata lumba-lumba yang tergabung dalam organisasi pramuwisata di Pantai Lovina yang dipilih dengan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 121 responden. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Safety Culture Assessment Review Team (SCART). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan safety culture oleh pramuwisata lumba-lumba dalam pertolongan pertama tenggelam termasuk dalam kategori B dengan bobot total skor 748,63. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait keselamatan yang perlu ditingkatkan oleh pramuwisata ataupun organisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan organisasi untuk meningkatkan perilaku safety culture pada pramuwisata yaitu dengan memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pramuwisata dapat memperkuat komitmen pramuwisata dalam mengutamakan keselamatan saat bekerja, yang salah satunya diwujudkan melalui kepatuhan penuh terhadap SOP yang ada.

Page 3 of 10 | Total Record : 96