cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
bengkuluirsal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
ISSN : 25033794     EISSN : 2686536X     DOI : 10.29300/qys.v10i2
Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan pernah mengalami kerusakan servers jurnal secara total (di hack), yang mengakibatkan semua artikel yang sudah dipublish mulai Vol.1 No.1 2019 s-d Edisi tahun 2023 hilang semua. Maka untuk menghindari kekosongan artikel tim pengelola melakukan upload ulang artikel tersebut secara quicksubmite. Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan di tahun 2022 telah merubah institusi/lembaga penerbit dari IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021 tentang Perubahan status IAIN Bengkulu menjadi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
Komunikasi Efektif Persepektif Islam dalam Menciptakan Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah Mamad, Mamad; Suryani, Suryani; Fahimah, Iim
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5884

Abstract

Abstrak : The formulation of this research is: 1) How is communication effective in creating a sakinah mawaddah warohmah family with an Islamic perspective? 2) What are the implications of effective communication for the Islamic perspective of the sakinah mawaddah warohmah family? The aims of the research are 1) To find out how effective communication is in creating a Samawa family with an Islamic perspective! 2) To find out what the implications of effective communication are for a Sakinah Mawaddah Warohmah family with an Islamic perspective! This type of research is a type of library research. Data collection uses reading techniques, extracting information. This research concludes that: effective communication from an Islamic perspective towards the Sakinah Mawaddah Rahmah family has positive or good implications. Examples are as follows: 1) Making the husband and wife trust each other. 2) Make husband and wife open to each other. 3) Perpetuating the husband and wife relationship. 4) Create affection between husband and wife. 5) Grow the seeds of love between husband and wife. 6) Make the relationship between parents and children good. Keywords: effective Islamic communication, sakinah mawaddah rahmah family. Abstrak: Rumusan penelitian ini adalah: 1) Bagaimana komunikasi efektif dalam menciptakan keluarga sakinah mawaddah warohmah persefektif islam ? 2) Bagaimana implikasi komunikasi efektif terhadap keluarga sakinah mawaddah warohmah persefektif islam? Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana komunikasi efektif dalam menciptakan keluarga samawa persefektif islam !2) Untuk mengetahui bagaimana implikasi komunikasi efektif terhadap keluarga sakinah mawaddah warohmah persefektif islam!Jenis penelitian ini adalah merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data menggunakan tehnik membaca,mengutif informasi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa: komunikasi efektif persefektif islam terhadap keluaraga sakinah mawaddah rahmah ada implikasi yang positif atau baik contoh sebagai berikut: 1) Membuat sikap suami dan istri saling percaya. 2) Membuat suami dan istri saling terbuka. 3)Melanggengkan hubungan suami istri. 4)Menimbulkan kasih sayang di antara suami dan istri. 5) Menumbuhkan benih-benih cinta antara suami dan istri. 6) Membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi baik. Kata kunci: komunikasi efektif islam,keluarga sakinah mawaddah rahmah.
Peran Teknologi Metafisika Islam untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Unggul Ghazali, Amir; Syarifuddin, Syarifuddin
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5402

Abstract

Abstract : The development of this technology has greatly changed human habits until they reach a superior level, skilled in accordance with market demands. However, improving the quality of human resources can not only be done through the touch of technology created by humans, but there is an enormous potential that comes from Islamic metaphysical technology which contained in the teachings of monotheism and tariqat. The era of globalization demands superior quality, dynamic and militant people. while superior humans are those who have embedded in their hearts the Kalimatullahi Hiyal Ulya, so that they are always together with the Most Superior, namely Allah SWT, through Islamic Metaphysical Technology so that they are able to implement it in everyday life.Keyword: Islamic Metaphysical Technology, Superior Humans. Abstrak : Perkembangan teknologi ini sangat mengubah kebiasaan manusia hingga mencapai tingkat unggul, terampil sesuai dengan tuntutan pasar Namun dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dapat dilakukan melalui sentuhan teknologi yang diciptakan oleh manusia, tetapi ada sebuah potensi yang maha dahsyat yang bersumber dari teknologi metafisika islam yang tertuang dalam ajaran tauhid dan tariqat. Era globalisasi menuntut manusia  berkualitas unggul, dinamis dan militan. sedangkan manusia unggul adalah mereka yang telah tertanam dalam hati sanubarinya Kalimatullahi Hiyal Ulya, sehingga senantiasa beserta dengan Yang Maha Unggul, yaitu Allah SWT, melalui Teknologi Metafisika Islam sehingga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Teknologi Metafisika Islam, Manusia Unggul.
Harmonisasi Radā’ah dan Kebijakan Cuti Melahirkan bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah kota Bengkulu Waty, 'Asri Rahma; Andiko, Toha; Fahimah, Iim
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.7337

Abstract

Abstracts: This study analyses the harmonisation of radā'ah and maternity leave policies for teachers of Madrasah Ibtidaiyah in Bengkulu city. In its implementation, researchers found that there are madrasahs that have not implemented the duration of maternity leave for 3 months, thus researchers are interested in analysing how the implementation of maternity leave policy in the three madrasahs namely MI IT Generasi Rabbani, MIT Mutiara Assyifa and MIS As Shaffah. This research is a field research, which is descriptive qualitative in nature. Descriptive qualitative research is a method used to examine a phenomenon in the field. Based on the results of the study, researchers found that MI IT Generasi Rabbani provides leave for 3 months for the first child and 2 months for the second child to the last child, MIT Mutiara Assyifa and MIS As Shaffah provide leave for 40 days. According to Islamic law, radā'ah is an obligation for parents, because babies are still vulnerable and need good protection from those closest to them, namely parents. With regard to maternity leave, maternity leave contains great maslahat for the survival of babies and new mothers. The maternity leave policy is a manifestation of the maqosid Sharia towards the preservation of life, property and offspring, therefore the maternity leave policy is obligatory for madrasah teachers who have just given birth in accordance with applicable regulations.Keywords: Maternity leave, Radā'ah and Bengkulu city Abstrak: Penelitian ini menganalisis tentang harmonisasi radā’ah dan kebijakan cuti melahirkan bagi guru Madrasah Ibtidaiyah kota Bengkulu. Dalam implementasinya, peneliti menemukan bahwa terdapat madrasah yang belum menerapkan durasi masa cuti melahirkan selama 3 bulan, dengan demikian peneliti tertarik menganalisa bagaimana implementasi kebijakan cuti melahirkan di ketiga madrasah yakni MI IT Generasi Rabbani, MIT Mutiara Assyifa dan MIS As Shaffah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti suatu fenomena di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa MI IT Generasi Rabbani memberikan cuti selama 3 bulan untuk anak pertama dan 2 bulan untuk anak kedua hingga anak terakhir, MIT Mutiara Assyifa dan MIS As Shaffah memberikan cuti selama 40 hari. Menurut hukum Islam, radā’ah merupakan kewajiban bagi orang tua, karena bayi masih rentan dan membutuhkan perlindungan yang baik dari orang terdekatnya yakni orang tua. Berkenaan dengan cuti melahirkan, maka cuti melahirkan mengandung maslahat yang besar bagi keberlangsungan kehidupan bayi dan ibu yang baru melahirkan. Kebijakan cuti melahirkan merupakan wujud dari maqosid Syariah terhadap penjagaan terhadap jiwa, harta dan keturunan, oleh sebab itu kebijakan cuti melahirkan hukumnya wajib diberikan oleh madrasah kepada guru yang baru melahirkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Kata kunci: Cuti melahirkan, Radā’ah dan Kota Bengkulu
Sanksi Adat Pernikahan Sedarah (Perspektif Hukum Adat Minangkabau) Syarafuddin, Muhsan; Oktaviani, Witia; Jauhar, Ghufran
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5377

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to find the implications of customary law for the imposition of severe sanctions on consanguineous marriages in the Minangkabau customary view in Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency. This study uses a type of field research with a qualitative approach. The findings in this study are that consanguineous marriages occur because of differences in views of the Minangkabau customary system using a matrilineal system, so that blood relations from the same mother are stronger than blood relations from the same father, however, consanguineous marriages are recognized as valid by the customary community but are not accepted by custom. The settlement efforts are carried out by summoning, gathering and deliberation so that there is a joint consensus to impose customary sanctions for violations of customary law. Furthermore, customary sanctions are based on the consideration of the couple who reject the customary warning from the customary leader, then personal sanctions are imposed, namely the expulsion of the husband and wife from the village and social sanctions in the form of ostracizing the family from the customary community.Keywords: customary sanction; Minangkabau customary; consanguineous marriage. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan implikasi hukum adat terhadap penjatuhan sanksi berat pada perkawinan sedarah dalam pandangan adat Minangkabau di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah perkawinan sedarah terjadi karena adanya perbedaan pandangan sistem adat Minangkabau yang menggunakan sistem matrilineal, sehingga hubungan darah dari ibu yang sama lebih kuat dibandingkan dengan hubungan darah dari ayah yang sama, meskipun demikian perkawinan sedarah diakui keabsahannya oleh masyarakat adat namun tidak diterima oleh adat. Upaya penyelesaiannya dilakukan dengan cara pemanggilan, pengumpulan dan musyawarah sehingga terjadi konsensus bersama untuk menjatuhkan sanksi adat atas pelanggaran hukum adat. Selanjutnya, sanksi adat didasarkan pada pertimbangan pasangan yang menolak teguran adat dari pemangku adat, maka dijatuhkan sanksi personal yaitu pengusiran suami istri tersebut dari kampung dan sanksi sosial berupa pengucilan keluarga tersebut dari masyarakat adat.Kata kunci: Sanksi Adat; Adat Minangkabau; Pernikahan Sedarah
Tren Terbaru Penerapan Machine Learning Mendeteksi Masalah dalam Kesehatan Mental Perspektif Hukum Islam Aryani, Wilia Novi; Sabar, Sabar
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5811

Abstract

Abstracts: Machine Learning (ML) has seen rapid development in recent years and is increasingly being applied in the detection of mental health disorders. The implementation of this technology represents a significant effort to enhance the role of technology in healthcare, particularly in psychotherapy. This scholarly article will discuss the application of machine learning through a literature review approach. Research indicates that machine learning has substantial potential as an early detection system for mental health issues. Moreover, this technology is capable of conducting measurements with high accuracy. In this article, we will summarize the foundational knowledge regarding the latest applications of machine learning in the diagnosis of mental health disorders, utilizing various computational algorithm methods, including mathematical calculations and artificial intelligence. This represents a part of the Industry 4.0 revolution, which is bringing significant changes to our approach to mental health. Keywords: Machine Learning, Mental health, Revolution industry 4.0 Abstrak : Teknologi Machine Learning atau Pembelajaran mesin adalah suatu metode yang sedang berkembang dalam beberapa tahun terakhir telah banyak di implementasikan dan dipelajari sebagai alternatif dari system deteksi gangguan kesehatan mental. Penerapan Teknologi Machine learning merupakan suatu bentuk upaya peranan teknologi dalam berkontribusi di bidang kesehatan khususnya bidang psikoterapi. Pada artikel ilmiah ini akan berdiskusi berkaitan penerapan teknologi machine learning dengan pendekatan literature review. Penerapan teknologi machine learning terbukti potensinya sebagai system deteksi dini bagi masalah kesehatan mental. Tekonologi machine learning juga mampu melakukan pengukuran dengan hasil yang baik. Pada penulisan artikel ini, pengetahuan dasar akan dirangkum mengenai penelitian pengaplikasian teknologi machine learning terbaru untuk system diagnosis gangguan kesehatan mental dengan menggunakan beberapa metode komputasi algoritma baik secara perhitungan matematis dan kecerdasan buatan sebagai system untuk menganalisis kesehatan mental sebagai perwujudan hadirnya revolusi industry 4.0. Kata kunci: Teknologi Machine Learning, Kesehatan Mental, Revolusi Industry 4.0
Sanksi Adat Istiadat Cepalo Tigo terhadap Pelaku Zina Perspektif Al-Mashlahah Mursalah (Studi desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma) Hanif, Ridwan; Rohimin, Rohimin; Rohmadi, Rohmadi
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5885

Abstract

Abstract : This research has several problems, first, how to implement the cepalo tigo customary sanctions against adulterers in Rawa Indah Village, Ilir Talo District, Seluma Regency. Second, what is the view of Islamic law regarding customary sanctions against perpetrators of adultery from the perspective of al-mashlahah murlah in Rawa Indah Village, Ilir Talo District, Seluma Regency. The method used in this research is field research, where data has been collected through interviews, observation and documentation. The results of this research show that the customary sanctions made by the leaders of the Rawa Indah village in Seluma Regency are as follows: First, the perpetrator of adultery is given a fine. Second, the fine is used to buy goats and for village social causes. Third, the goat is slaughtered and then its blood is sprinkled in the four corners of the village. In the customary sanctions against perpetrators of adultery there is still an element of shirk because there is blood being sprinkled in the four corners of the village to fence off the village to avoid this disgraceful act. The three sanctions that still contain shirk should be abolished, the fourth is that the benefits and benefits of implementing them are effective, because since the implementation of these sanctions, the number of adulterers has been reduced. Keywords: Customary Sanctions, Perpetrators of Adultery, Al-Mashalahah Mursalah. Abstrak :Pada penelitian ini mempunyai beberapa masalah pertama, Bagaimana pelaksanaan sanksi Adat Istiadat cepalo tigo terhadap pelaku zina di Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Kedua Bagaimana Pandangan hukum islam terhadap sanksin adat istiadat terhadap pelaku zina perspektif al-mashlahah mursalah di Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, dimana data-data telah dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanksi adat istiadat yang dibuat oleh tokoh-tokoh desa rawa indah di Kabupaten Seluma sebagai berikut: Pertama, pelaku zina ditetapkan denda. Kedua, denda tersebut digunakan untuk membeli kambing dan untuk sosial desa. Ketiga, kambing tersebut disembelih kemudian darahnya dipercikkan ke empat penjuru desa. Dalam sanksi adat istiadat terhadap pelaku zina masih ada unsur kesyirikan karna adanya memerckkan darah ke empat penjuru desa untuk memagari desa agar terhindar dari perbuatan tercela tersebut. Ketiga sanksi yang masih mengandung kesyirikan mestinya harus ditiadakan, keempat kemaslahatan dan kemanfaatannya diberlakukan sanksinya termasuk efektif karna semenjak dilaksanakannya sanksi tersebut telah mengurangi angka pelaku zina. Kata kunci : Sanksi Adat Istiadat, Pelaku Zina, Al-Mashalahah Mursalah.
Pentingnya Peranan Rangtuo Kaum Dalam Mediasi Perceraian di Nagari Damar Lapan Batang Inderapura Maulana, Gempa; Darmawan, Aldy; Elfia, Elfia; Zulfan, Zulfan
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5408

Abstract

Abstracts: This article discusses the role of Rangtuo Kaum in carrying out divorce mediation, the question in this paper is how the implementation of divorce mediation was carried out by Rangtuo Kaum in Nagari Damar Lapan Batang Inderapura. The research method used is field research by describing social phenomena to be appointed as objects of study in articles, then explaining them descriptively. Data was collected through in-depth interviews with Rangtuo Kaum who was involved in divorce mediation, as well as the parties involved in the mediation process. In conclusion, First, the title of Rangtuo Kaum in Nagari Damar Lapan Batang is a great and honorable title given by each tribe in Nagari. related to Divorce. Third, Mediation is a way of resolving disputes that can be used by disputing parties assisted by a mediator as an intermediary in order to resolve problems in a peaceful way. Then both parties to the dispute will be given the opportunity to discuss the problem and give their opinion. After reaching an agreement, Rangtuo Kaum will make a written agreement signed by both parties to the problem. The implementation of Divorce Mediation by Rangtuo Kaum in Nagari Damar Lapan Batang Inderapura prioritizes a fair process, involving both parties and finding the best solution to end the conflict.Keywords: Rangtuo Kaum, Medias,i Perceraian Abstrak : Artikel ini membahas tentang Peran Rangtuo Kaum dalam pelaksanaan mediasi perceraian, pertanyaan dalam tulisan ini adalah bagaimana kedudukan Rangtuo kaum pada mediasi perceraian di Nagari Damar lapan Batang inderapura dan bagaimana pelaksanaan mediasi perceraian yang dilakukan Rangtuo Kaum di Nagari Damar Lapan Batang Inderapura . metode penelitian yang digunakan adalah lapangan (field research) dengan memaparkan fenomena sosial untuk diangkat menjadi objek kajian dalam artikel, kemudian menjelaskannya secara deskriptif.  Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Rangtuo Kaum yang terlibat dalam mediasi perceraian, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses mediasi tersebut. Kesimpulannya Pertama, Gelar Rangtuo Kaum di Nagari Damar Lapan Batang adalah sebuah gelar kebesaran dan terhormat yang diberikan oleh masing-masing suku di Nagari, Kedua, Rangtuo Kaum adalah penentu setiap keputusan yang menyangkut hajat orang banyak dalam masyarakat kaum di dalam suatu Nagari, termasuk berhubungan dengan Perceraian. Ketiga, Mediasi merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa yang bisa di gunakan oleh pihak yang bersengketa dibantu oleh mediator sebagai penengah guna untuk menyelesaiakan masalah dengan jalan damai. Kemudian kedua belah pihak yang bersengketa akan diberikan kesempatan untuk membicarakan permasalahan dan memberikan pendapatnya. Setelah mencapai kesepakatan, Rangtuo Kaum akan membuat kesepakatan tertulis yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak yang bermasalah. Pelaksanaan Mediasi Perceraian oleh Rangtuo Kaum di Nagari Damar Lapan Batang Inderapura mengutamakan proses yang adil, melibatkan kedua belah pihak dan mencari solusi terbaik untuk mengakhiri konflik.Kata kunci: Rangtuo Kaum, Mediasi, Perceraian
Pelaksanaan Masuk Kaum Dalam Pernikahan Masyarakat Pekal Perspektif ‘URF (Studi di Desa Medan Jaya dan Pulai Payung Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko) Rahman, Afandi; Fahima, Iim; Khoiri, Qolbi
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.7339

Abstract

Abstract: This research aims to answer two main problems. First, what are the consequences if the marriage is carried out without going through the process of joining the tribe? Second, how is the implementation of gender entry in marriage for the Pekal Tribe community from the 'Urf perspective. Research results 1) The consequences that occur if a marriage is carried out without entering the clan are that the marriage cannot be carried out at home, cannot carry out traditional ceremonies, is not managed and attended by traditional leaders, is not recognized by the traditional community, can receive sanctions for dissolution, is ostracized from the traditional community and lacks support and restrictions on customary rights, including the right to be involved in community activities. 2) How is the implementation of gender entry from the Urf' perspective. If you look at the scope of its use, it is included in 'urf Al-khas, in terms of its object it is included in 'urf Al-Amali, and if you look at it in terms of its implementation and purpose, it is permissible for 'urf shahih as long as there is no public belief that leads to things that are prohibited by the 'urf shahih religion and it can become prohibited 'urf fasid if it is applied in society but is contrary to Islamic values.Keywords: Entering the Family, Marriage, “Urf. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan utama. Pertama, apa Saja Konsekuensi jika pernikahan dilaksanakan tanpa melalui proses masuk Kaum? Kedua, bagaimana pelaksanaan masuk kaum dalam pernikahan bagi masyarakat Suku Pekal Perspektif 'Urf. Hasil penelitian 1) Konsekuensi yang terjadi jika pernikahan dilaksanakan tanpa masuk kaum adalah pernikahan tersebut tidak bisa dilakukan di rumah, tidak dapat melakukan acara adat beradat, tidak diurus dan dihadiri oleh penghulu adat, tidak diakui oleh masyarakat adat, bisa mendapatkan sanksi pembubaran, dikucilkan dari masyarakat adat dan kurangnya dukungan dan pembatasan hak-hak adat, termasuk hak untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat. 2) Bagaimana pelaksanaan masuk kaum dalam perspektif Urf’. Bila dilihat ruang lingkup penggunaanya, termasuk kedalam ‘urf Al-khas, bila dari segi objeknya termasuk ‘urf Al-Amali, dan bila dilihat segi pelaksanaan dan tujuannya adalah boleh ‘urf shahih selama tidak ada kepercayaan masyarakat yang mengarah kepada hal yang dilarang agama ‘urf shahih dan bisa menjadi dilaranag ‘urf fasid apabila diterapkan dalam masyarakat namun bertentangan dengan nilai-nilai Islam.Kata Kunci: Masuk Kaum,  Pernikahan, “Urf.
Konstruksi Hukum Keluarga dalam Upaya Pertanggungjawaban Kesetaraan Gender Melalui Relasi Pendidikan Suami dan Istri Firdaussia, Ianatul; Amin, Habibi Al
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5378

Abstract

Abstract: The  education level of husband and wife in managing a gender-equal household. This research discusses problem 1). Gender equality in the relationship between highly educated husband and wife towards fulfilling family legal rights and obligations. 2). Gender equality in the relationship between husband and wife with low education towards fulfilling family legal rights and obligations. The research uses empirical legal research with a historical approach. Data collection was carried out through interviews and recording of couples with high and low education in Kwaron Village, Diwek District, Jombang Regency. This research provides results that: 1). Four out of five couples are still unable to implement a gender equal family as a whole even though they have higher education. Even though both partners have high education, this is not the main factor in implementing a gender equal family. 2). There are only 2 couples out of 5 (five) couples who have fully implemented a gender equal family pattern, even though they are not highly educated, this is not the main factor in implementing a gender equal family in Kwaron Village, Diwek District, Jombang Regency.Keywords: Family Law; Accountability; Gender equality; Level of education. Abstrak : Pendidikan keluarga sebagai penyumbang kesenjangan gender dan kesetaraan gender dalam perkawinan. Bedanya, penelitian ini fokus pada hubungan tingkat pendidikan suami istri dalam mengelola rumah tangga setara gender. Tulisan ini membahas masalah 1). Kesetaraan gender dalam hubungan suami istri yang berpendidikan tinggi menuju pemenuhan hak dan kewajiban hukum keluarga. 2). Kesetaraan gender dalam hubungan suami istri yang berpendidikan rendah terhadap pemenuhan hak dan kewajiban hukum keluarga. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan historis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan rekaman terhadap pasangan yang berpendidikan tinggi dan rendah di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Penelitian ini memberikan hasil bahwa: 1). Empat dari lima pasangan masih belum mampu menerapkan keluarga setara gender secara keseluruhan meski telah mengenyam pendidikan tinggi. Meski kedua pasangan memiliki pendidikan yang tinggi, namun hal tersebut bukanlah faktor utama dalam mewujudkan keluarga setara gender. 2). Hanya 2 pasangan dari 5 (lima) pasangan yang sudah sepenuhnya menerapkan pola keluarga setara gender, padahal mereka tidak berpendidikan tinggi, hal tersebut tidak menjadi faktor utama dalam penerapan keluarga setara gender di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang. Daerah.Kata Kunci: Hukum Keluarga; Akuntabilitas; Kesetaraan gender; Tingkat pendidikan.
Tradisi Midodareni dalam Pernikahan Masyarakat Jawa di desa Agung Jaya Kecamatan Air Manjunto Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu Dalam Perspektif Hukum Adat Jawa dan Kaidah Al ‘adah Muhakkamah Darmanto, Darmanto; Nurdin, Zurifah; Sitorus, Iwan Ramadhan
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5409

Abstract

Abstract : The midodareni tradition is still carried out from generation to generation and widely by the people of Agung Jaya Village, Air Manjunto District, Mukomuko Regency, especially in community weddings with Javanese traditions. However, acculturation with other cultures and the impact of socio-cultural developments in society ultimately gave rise to cultural shifts, especially in the practice of midodareni traditions which were not fully in accordance with proper Javanese cultural standards. The researcher used qualitative research methods and presented the research results with descriptive narrative. The results of this study show that : Wedding practices and midodareni in Javanese weddings in Agung Jaya Village, Air Manjunto District, Mukomuko Regency still use Javanese customs, but there is a shift from the proper Javanese cultural standards due to cultural acculturation and socio-cultural changes in society.  The series of rites in the midodareni tradition itself, from the perspective of the Al 'adah Muhakkamah rules, has conformity so that it is included in the tradition which is included in the Al 'adah Muhakkamah category for some rites and not for others.Keywords: Midodareni, Javanese Customary Law, Al 'adah Muhakkamah Abstrak : Tradisi midodareni sampai saat ini masih dilakukan secara turun temurun dan  secara luas oleh masyarakat Desa Agung Jaya Kecamatan Air Manjunto Kabupaten  Mukomuko terutama dalam pernikahan masyarakat yang bercorak adat Jawa. Namun adanya akulturasi dengan budaya lain dan dampak dari perkembangan sosio kultural masyarakat akhirnya menimbulkan pergeseran budaya, terutama dalam praktik tradisi midodareni yang tidak sepenuhnya sesuai dengan pakem budaya Jawa yang semestinya. Metode penelitian kualitatif dan menyajikan hasil penelitian dengan deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pernikahan dan midodareni dalam pernikahan masyarakat Jawa di Desa Agung Jaya Kecamatan Air Manjunto Kabupaten Mukomuko tetap menggunakan adat Jawa, namun terdapat pergeseran dari pakem budaya Jawa yang semestinya karena adanya akulturasi budaya dan  perubahan sosio kultural masyarakat.  Rangkaian ritus pada tradisi midodareni sendiri, dalam perspektif kaidah Al ‘adah Muhakkamah terdapat kesesuaiaan sehingga termasuk dalam tradisi yang masuk dalam kategori Al ‘adah Muhakkamah untuk sebagian ritus dan tidak untuk sebagian ritus yang lain.

Page 2 of 2 | Total Record : 20