cover
Contact Name
Sulhan Yus
Contact Email
annurmenarabaro@gmail.com
Phone
+6283802339835
Journal Mail Official
annurmenarabaro@gmail.com
Editorial Address
Jalan Mesjid Meunara Baro No 01, Desa Miruk, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, 23116
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith
ISSN : -     EISSN : 31236200     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JALALAIN: Journal of Qur’an and Hadith is a peer-reviewed and open-access academic journal committed to advancing research and critical inquiry in the fields of Qur’anic and Hadith. The journal provides a scholarly forum for the exploration of the Qur’an and Hadith from diverse methodological, historical, linguistic, and interpretive perspectives. It aims to bridge traditional Islamic scholarship with contemporary academic thought, fostering a deeper understanding of the sacred texts and their relevance to modern contexts. This journal welcomes original research papers, theoretical and analytical studies, and literature reviews that contribute meaningfully to the academic development of Qur’anic and Hadith sciences. Topics may include, but are not limited to, tafsir (exegesis), qira’at (variant readings), ulum al-Qur’an, the compilation and transmission of hadith, methodologies of criticism, comparative interpretations, and the application of Qur’anic and Hadith teachings in present-day life. Published by Yayasan An-Nur Meunara Baro, JALALAIN aspires to become a credible and globally recognized platform for researchers, educators, and students engaged in Qur’anic and Hadith scholarship. Through its commitment to open-access publishing, the journal promotes the free exchange of ideas and aims to enrich the global discourse on Islamic textual studies and their practical implications for society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
TAFSIR EKOLOGIS DALAM AL-QUR’AN: MENELUSURI KONSEP KHALIFAH DAN ISTIKHLAF SEBAGAI RESPONS TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN GLOBAL Imam Baidhawi
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.78

Abstract

Krisis lingkungan global yang ditandai dengan pemanasan global, hilangnya biodiversitas, dan polusi massal menuntut respons holistik dari berbagai perspektif, termasuk agama. Artikel ini mengeksplorasi potensi tafsir ekologis (eco-tafsir) dalam Al-Qur’an, dengan fokus pada analisis semantik-konseptual terhadap terma khalifah dan istikhlaf dalam QS. Al-Baqarah: 30. Penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan ini menggunakan metode analisis tematik (thematic analysis) dan hermeneutika maqāṣidi. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, sementara data sekunder diperoleh dari kitab tafsir klasik (seperti Al-Ṭabarī, Al-Qurṭubī) dan kontemporer (seperti Al-Mīṣbāḥ, Al-Taḥrīr), serta karya pemikir Islam modern. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) Konsep khalifah bukan sekadar representasi (niyābah) dari Allah di bumi, melainkan sebuah amanah kosmik yang menekankan tanggung jawab pemeliharaan (ri’āyah) atas keseluruhan ekosistem; (2) Terma istikhlaf (peneguhan di bumi) mengandung makna dinamis-progresif yang menghubungkan keberlangsungan hidup manusia dengan kelestarian alam; (3) Prinsip-prinsip ekologis seperti keseimbangan (mīzān), kesalingtergantungan (tadāfur), dan keberlanjutan dapat diturunkan dari konsep ini. Pembahasan menunjukkan bahwa tafsir ekologis berbasis maqāṣid syari’ah—khususnya ḥifẓ al-bi’ah (perlindungan lingkungan) sebagai dharūriyyāt—menawarkan kerangka teologis-etis yang kuat untuk merespons krisis ekologi. Kesimpulannya, rekonstruksi pemahaman terhadap konsep khalifah dan istikhlaf sebagai etika stewardship ekologis tidak hanya mungkin secara tekstual, tetapi juga menjadi sebuah imperatif teologis dalam menjawab tantangan eksistensial umat manusia saat ini.
DARI TEKS KE KONTEKS: HERMENEUTIKA TAFSIR AL-QUR’AN BERBASIS MAQĀṢID AL-SHARĪʿAH DALAM MENJAWAB ISU KESETARAAN GENDER Nurul Izzah; Safinatun Naja
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.79

Abstract

Isu kesetaraan gender merupakan salah satu tantangan kontemporer yang sering memicu debat dalam wacana keislaman, seringkali disebabkan oleh penafsiran teks-teks suci yang literal dan terlepas dari konteks sosio-historisnya. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah kerangka hermeneutis dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an terkait gender dengan berporos pada maqāṣid al-sharīʿah (tujuan-tujuan universal syariat). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isin (content analysis) terhadap data kepustakaan (library research). Melalui kajian kritis terhadap ayat-ayat seperti QS. An-Nisa’: 34 dan QS. Al-Baqarah: 228, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣidī—yang memprioritaskan prinsip-prinsip seperti keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (al-maṣlaḥah), dan penghapusan kesulitan (raf’ al-ḥaraj)—dapat menghasilkan pembacaan yang lebih substantif dan kontekstual. Temuan penelitian mengungkap bahwa nilai kesetaraan gender tidak bertentangan dengan semangat Al-Qur’an, melainkan justru merupakan manifestasi dari maqāṣid untuk melindungi harkat dan martabat manusia (ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-‘ird). Kesimpulannya, hermeneutika berbasis maqāṣid al-sharīʿah menawarkan jalan tengah yang konstruktif, menggeser penafsiran dari pembacaan teks yang rigid menuju pemahaman konteks yang dinamis, sehingga hukum Islam dapat merespons isu-isu modern secara relevan dan berkeadilan.
DIGITALISASI DAN ANALISIS JARINGAN ILMU (ISNAD) SANAD HADIS: PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM STUDI KRITIK HADIS Nasrullah Nasrullah; Ahmad Syauky
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.80

Abstract

Penelitian ini menyelidiki transformasi digital dalam studi sanad hadis melalui penerapan teknologi komputasi. Dengan menggunakan metode systematic literature review terhadap 15 publikasi terpilih (2015-2025), penelitian ini menganalisis perkembangan tools digital untuk analisis isnad dan dampaknya terhadap metodologi kritik hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah memungkinkan analisis kuantitatif terhadap jaringan periwayatan, verifikasi otomatis kualitas sanad, dan rekonstruksi sejarah transmisi hadis. Tools seperti CMOT, Hadith Isnad Analysis System, dan aplikasi berbasis graph theory telah meningkatkan efisiensi dan akurasi penelitian sanad hingga 70%. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan signifikan termasuk standardisasi data, kebutuhan keahlian multidisiplin, dan resistensi metodologis dari kalangan tradisional. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dalam studi isnad tidak hanya merevolusi metode penelitian tetapi juga membuka cakrawala baru dalam memahami sejarah transmisi hadis secara lebih komprehensif dan objektif.
INTEGRASI NILAI AL-QUR'AN DAN HADIS DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER: STUDI KEPUSTAKAAN SISTEMATIS Miftahurrahmat Miftahurrahmat; Muhammad Taufiq
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.81

Abstract

Penelitian ini merupakan systematic literature review yang bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam kurikulum pendidikan karakter di perguruan tinggi umum Indonesia. Melalui tinjauan sistematis terhadap 35 publikasi ilmiah terpilih dari tahun 2015 hingga 2024, penelitian ini mengidentifikasi model, efektivitas, dan tantangan implementasi integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum pendidikan karakter. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa integrasi dilakukan melalui tiga model utama: embedded curriculum, hidden curriculum, dan structured curriculum. Temuan mengungkap bahwa integrasi nilai Al-Qur'an dan Hadis berkontribusi signifikan terhadap penguatan karakter spiritual, etika akademik, dan kepemimpinan mahasiswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan epistemologis, keterbatasan sumber daya, dan resistensi budaya akademik. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif yang kontekstual dan sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan peran nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis dalam pembentukan karakter mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi umum.
MEMBACA ULANG HADIS AHKAM MELALUI LENSA KRITIK MATAN KONTEMPORER: ANALISIS TERHADAP HADIS-HADIS TENTANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN Rahma, Cut Dewi; Nurmila, Nurmila
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.82

Abstract

Hadis-hadis tentang kepemimpinan perempuan, khususnya yang berbunyi "lan yufliḥa qawmun wallau amrahum imra'ah" (tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusannya kepada perempuan), telah menjadi sumber debat hukum dan sosial yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan konteks historis hadis tersebut dengan menerapkan metodologi kritik matan (isi) hadis secara kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis teks kritis. Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis induk, seperti Shahih al-Bukhari, serta komentar ulama klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi sanad, hadis ini termasuk kategori sahih. Namun, analisis kritik matan kontemporer yang mempertimbangkan aspek historis, sosiologis, dan maqāṣid al-sharīʿah mengungkap bahwa hadis ini memiliki karakteristik khabar al-wāḥid (laporan tunggal) yang bersifat partikular (juz'i), bukan universal (kulli). Konteks spesifiknya adalah komentar Nabi Muhammad SAW. terhadap kisah kerajaan Persia kuno yang diperintah oleh seorang perempuan. Dengan demikian, kesimpulan penelitian adalah bahwa hadis ini tidak dapat digeneralisasi sebagai larangan mutlak kepemimpinan perempuan dalam semua bidang dan zaman. Larangan bersifat kondisional, sangat terkait dengan konteks masyarakat yang patriarkal dan tidak siap, bukan sebuah ketetapan esensial tentang ketidakmampuan perempuan. Artikel ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang holistik dan kontekstual dalam memahami hadis-hadis ahkam, dengan mempertimbangkan semangat maqāṣid al-sharīʿah, yaitu keadilan dan kemaslahatan umat.
EKO-TEOLOGI PROFETIK: KRITIK SANAD DAN MATAN HADITS-HADITS PELESTARIAN DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH Annur, Ash Shifa; Jannah, Miftahul
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.122

Abstract

The global ecological crisis demands a theological response that is not only normative but also transformative. This article aims to reconstruct Islamic environmental ethics through takhrij (tracking) and naqd (criticism) of environmental hadiths, and reframing them in the perspective of Maqasid Syariah. This research uses a qualitative method with a mixed-method approach between traditional hadith science (criticism of sanad and matan) and contemporary Islamic legal hermeneutics. The focus of the study is the hadith on planting trees (ghars) and the revitalization of dead land (ihya’ al-mawat). The results of the study indicate that: (1) The hadith narrated by Anas bin Malik about planting trees has authentic status with a muttasil (continuous) transmission line and is free from syadz (oddities); (2) In terms of matan, the hadith contains futuristic content that goes beyond merely eschatological dimensions, but also ethical commands for resource sustainability; (3) From the perspective of Maqasid Syariah, environmental preservation (hifz al-bi’ah) must be placed on a par with the protection of the soul (hifz al-nafs), because ecological damage fundamentally threatens human existence. This article concludes that prophetic eco-theology offers a solid spiritual foundation for modern sustainability policies.
MENEGOTIASIKAN KEADILAN GENDER: STUDI KOMPARATIF HERMENEUTIKA Q.S. AN-NISA’ [4]: 34 ANTARA TAFSIR AL-MANAR DAN TAFSIR AL-MISHBAH Maqfirah, Siti; Purnama, Cut Bulan
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.123

Abstract

Diskursus mengenai relasi gender dalam Islam sering kali berpusat pada penafsiran Q.S. An-Nisa’ [4]: 34, khususnya pada term qawwamun dan faddhalallah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma hermeneutika gender dengan membandingkan Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Rida dengan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan hermeneutika filosofis, penelitian ini menemukan bahwa: (1) Al-Manar merepresentasikan semangat reformisme awal yang mencoba merasionalkan kepemimpinan laki-laki berdasarkan fungsi sosiologis dan ekonomi, namun tetap mempertahankan kerangka hierarkis; (2) Al-Mishbah melakukan kontekstualisasi yang lebih cair dengan menekankan bahwa qawwamun bukanlah keunggulan substansial (zati), melainkan keunggulan fungsional yang bisa berubah sesuai situasi dan kondisi; (3) Perbedaan ini dipengaruhi oleh latar belakang sosial-politik penafsir, di mana Abduh berhadapan dengan kolonialisme dan tuntutan modernitas Mesir, sementara Quraish Shihab merespons dinamika keindonesiaan yang lebih inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan gender dalam tafsir modern mengalami evolusi dari "kesetaraan rasional" menuju "kemitraan kontekstual."
ALGORITMA KESALEHAN: RESEPSI DAN OTORITAS TAFSIR AL-QUR’AN POPULER DALAM DAKWAH MEDIA SOSIAL DI INDONESIA Jannah, Miftahul; Hutagalung, Parulian Akbar
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.125

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap otoritas keagamaan di Indonesia secara fundamental. Artikel ini mengeksplorasi fenomena "Algoritma Kesalehan," yaitu bagaimana algoritma media sosial (Instagram, TikTok, dan YouTube) memengaruhi resepsi masyarakat terhadap tafsir Al-Qur’an dan membentuk otoritas keagamaan baru. Menggunakan metode etnografi digital dan analisis konten terhadap narasi dakwah populer, penelitian ini menemukan adanya pergeseran dari otoritas berbasis sanad keilmuan tradisional menuju otoritas berbasis popularitas digital dan keterikatan audiens (engagement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma cenderung mempromosikan penafsiran yang bersifat fragmen, simplistik, dan emosional (pop-tafsir), yang sering kali mengesampingkan metodologi tafsir klasik demi relevansi konten. Fenomena ini menciptakan "ruang gema" (echo chambers) yang memperkuat polarisasi pemahaman keagamaan. Meskipun mendemokratisasi akses terhadap teks suci, digitalisasi tafsir juga memicu pendangkalan makna dan fragmentasi otoritas yang menantang dominasi institusi keagamaan konvensional.
VERNAKULARISASI WAHYU DI NUSANTARA: ANALISIS FILOGIS DAN CORAK LOKAL PADA MANUSKRIP TERJEMAHAN AL-QUR’AN PEGON ABAD KE-19 Liana Sari, Devi; Faradhila
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.127

Abstract

Proses transmisi Al-Qur’an di Nusantara tidak hanya terjadi melalui hafalan dan bacaan, tetapi juga melalui upaya penerjemahan ke dalam bahasa lokal menggunakan aksara Pegon. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses vernakularisasi wahyu melalui pendekatan filologis terhadap manuskrip terjemahan Al-Qur’an Pegon dari abad ke-19. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-filologis yang mencakup deskripsi kodikologis dan analisis tekstual, penelitian ini mengungkap bagaimana teks suci diadaptasi ke dalam kosmologi Jawa tanpa menghilangkan esensi teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manuskrip abad ke-19 menampilkan pola terjemahan antarlini (interlinear) yang dikenal sebagai makna jenggotan, yang berfungsi sebagai alat pedagogis di pesantren; (2) Terdapat penggunaan istilah-istilah lokal (vernakular) untuk menjelaskan konsep metafisika yang kompleks, seperti penggunaan kata Pengeran untuk Rabb; (3) Karakteristik fisik manuskrip, termasuk iluminasi dan pemilihan kertas, mencerminkan perpaduan antara tradisi Islam global dan estetika lokal Nusantara. Artikel ini menyimpulkan bahwa manuskrip Pegon merupakan bukti nyata pribumisasi Islam yang memungkinkan Al-Qur’an dipahami secara mendalam oleh masyarakat lokal melalui bahasa ibu mereka.
SEMANTIC AL-QUR’AN TENTANG GHULUL DAN SUHT: REKONSTRUKSI ETIKA ANTI KORUPSI BERBASIS TAFSIR MAUDHU’I KONTEKSTUAL Khaira, Nadiatul; Bararah, Kiramim
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 2 No. 1 (2026): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v2i1.129

Abstract

Korupsi merupakan patologi sosial yang meluas dan mengancam sendi-sendi keadilan global. Meskipun Al-Qur'an tidak menggunakan kata "korupsi" secara harafiah (terminologi modern), teks suci ini menyediakan kosakata yang kaya untuk mendeskripsikan perilaku lancung tersebut, khususnya melalui istilah ghulul dan suht. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi etika anti-korupsi dengan melakukan analisis semantik terhadap kedua istilah tersebut menggunakan metodologi Toshihiko Izutsu. Melalui analisis makna dasar, makna relasional, serta pelacakan sinkronik dan diakronik, penelitian ini mengungkap bahwa: (1) Ghulul merepresentasikan pengkhianatan terhadap amanah publik dan manipulasi aset kolektif; (2) Suht menggambarkan praktik suap dan konsumsi harta haram yang merusak integritas moral; (3) Weltanschauung (pandangan dunia) Al-Qur'an memandang korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum legalistik, melainkan bentuk distorsi terhadap tauhid dan keadilan sosial. Hasil rekonstruksi etika ini menawarkan paradigma "Integritas Teosentris" yang mengintegrasikan pengawasan spiritual dengan akuntabilitas publik sebagai solusi bagi tantangan korupsi modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 10