cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023): April 2023" : 20 Documents clear
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA DAN PEMERIKSAAN HB PADA IBU HAMIL DI DESA MATANG SAGOE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Herrywati Tambunan; Nuraina Nuraina; Purnama Setiabudi; Noratul Ikhram; Munawwarah Munawwarah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia pada masa kehamilan memberikan dampak pada kehamilan, persalinan dan nifas yaitu keguguran, partus prematurus, inersia uterus, partus lama, atonia uteri, syok, afribinogenemia, infeksi intrapartum dan dalam nifas, dan payah jantung. Anemia yang terjadi pada ibu hamil berkontribusi dalam meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu dan janin yang dikandungnya. Anemia pada ibu hamil dapat menjadi penyebab perdarahan post partum dan menjadi penyebab kematian tidak langsung pada ibu. Prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia berkisar 20-80%, tetapi pada umumnya banyak penelitian yang menunjukkan lebih besar yaitu 50%. Di wilayah Indonesia bagian barat tergolong tinggi, Aceh 56,6%. Untuk memperkecil risiko terjadinya anemia pada ibu hamil tersebut diperlukan pencegahan dan dukungan serta dilakukan oleh semua pihak baik ibu hamil itu sendiri, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi yang cukup untuk perkembangan bayinya, melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil, mengkonsumsi zat besi bagi ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan, melakukan pemeriksaan Hb ibu hamil pada trimester I dan III. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat khususnya ibu hamil tentang pencegahan anemia. Hasil dari kegiatan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang anemia dan cara pencegahan anemia mengalami peningkatan.Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Pemeriksaan Hb, Ibu hamilAnemia is a condition characterized by reduced hemoglobin in the body. Hemoglobin is a metalloprotein, namely a protein containing iron in red blood cells that functions as a carrier of oxygen from the lungs throughout the body. Anemia during pregnancy has an impact on pregnancy, labor and childbirth, namely miscarriage, premature parturition, uterine inertia, prolonged labor, uterine atony, shock, afribinogenemia, intrapartum and puerperal infections, and heart failure. Anemia that occurs in pregnant women contributes to increasing morbidity and mortality rates for mothers and their fetuses. Anemia in pregnant women can be a cause of postpartum hemorrhage and an indirect cause of death in the mother. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia ranges from 20-80%, but in general many studies show it is higher, namely 50%. In the western part of Indonesia it is classified as high, Aceh 56.6%. To minimize the risk of anemia in pregnant women, prevention and support are needed and this is carried out by all parties, both the pregnant woman herself, her family, health workers and the community. Prevention efforts that can be done are increasing pregnant women's knowledge about the importance of adequate nutritional intake for the development of their babies, carrying out prenatal checks at least 4 times during pregnancy, consuming iron for pregnant women at least 90 tablets during pregnancy, carrying out Hb checks for pregnant women in the first trimester and III. The purpose of this community service is to increase knowledge, understanding, attitudes and behavior of the community, especially pregnant women, regarding anemia prevention. The results of the activities after conducting community knowledge outreach activities, especially pregnant women about anemia and how to prevent anemia have increased.Keywords: Prevention of Anemia, Hb Examination, Pregnant Women
STUDI KASUS PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA ANAK BALITA STUNTING DI UPTD PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Asmaul Husna; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untukrak usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, akan tetapi baru terlihat ketika bayi sudah berusia dua tahun. Stunting disebabkan oleh tidak mendapat perhatian khusus pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktifitas seseorang dimasa depan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan yaitu memberikan penyuluhan kesehatan tentang bagaimana studi kasus Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) Di Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Metode pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi semua sudah terlaksana sesuai rencana. Hasil yang dicapai, publikasi artikel pada jurnal pengabdian masyarakat, tersedianya media KIE ( poster dan boklet efektif /mudah dipahami dan diterapkan). Dilaksanakan pemeriksaan kesehatan ke Posyandu, dari peserta penyuluhan yang terdiri dari warga Desa setempat dan sekitarnya, sudah mampu menerima penjelasan dan mengaplikasikan pada keluarga tentunya, dan khususnya untuk warga yang memiliki bayi dan balita serta anak yang gizinya belum sesuai dengan standar normal. Keywords : PAGT, StuntingStunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition so that children are too short for their age. Malnutrition occurs since the baby is in the womb, but only appears when the baby is two years old. Stunting is caused by not receiving special attention during the first 1000 days of life which determines a person's level of physical growth, intelligence and productivity in the future. The coaching activities carried out were providing health education on how to study the case study of the Standardized Nutrition Care Process (PAGT) at the Puskesmas, Want Jaya District, Aceh Besar. The implementation method, starting from preparation, implementation, evaluation, has all been carried out according to plan. The results achieved, publication of articles in community service journals, availability of IEC media (effective posters and booklets/easy to understand and apply). Health checks were carried out at the Posyandu, from counseling participants consisting of local and surrounding villagers, who were able to receive explanations and apply them to families, of course, and especially for residents who have babies and toddlers and children whose nutrition is not up to normal standards.Keywords: PAGT, Stunting
PEMERIKSAAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI SEBAGAI USAHA PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI SMAN 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi yang dihadapi pada masa remaja adalah kekurangan gizi (stunting), kekurangan gizi mikro yang menyebabkan anemia dan kelibah berat badan (obesitas). Remaja yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa yang akan memiliki peran penting untuk membangun dan mengembangkan bangsa sehingga status gizi remaja perlu mendapatkan perhatian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui status gizi remaja putri di SMAN 1 Baitussalam. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan status gizi remaja putri ini dilakukan 26 Desember 2022  di SMAN 1 Baitussalam Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas II berjumlah 80 orang yang hadir pada hari kegiatan tersebut. Kegiatan pemeriksaan status gizi remaja ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia. Hasil pemeriksaan status gizi pada remaja di SMAN 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar didapatkan status gizi remaja lebih dominan pada katagori normal yaitu 58 orang (72,5%) dibandingkan dengan status gizi yang tidak normal yaitu 22 orang (27,5%).Kata kunci : Status Gizi Remaja, penyuluhanThe nutritional problems faced in adolescence are stunting, micronutrient deficiencies which cause anemia and excess body weight (obesity). Healthy adolescents are an investment in the future of the nation which will have an important role in building and developing the nation so that the nutritional status of adolescents needs attention. The purpose of this community service is to find out the nutritional status of young women at SMAN 1 Baitussalam. The implementation of the examination of the nutritional status of young women was carried out on December 26, 2022 at SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar District with 80 class II student participants who were present on the day of the activity. This activity of examining the nutritional status of adolescents involved the active role of Bachelor of Public Health, University of Ubudiyah Indonesia. The results of examining the nutritional status of adolescents at SMAN 1 Baitussalam Aceh Besar District found that the nutritional status of adolescents was more dominant in the normal category, namely 58 people (72,5%) compared to abnormal nutritional status, namely 22 people (27,5%).Keywords: Adolescent Nutritional Status, counseling
PENDAMPINGAN MAHASISWA KEBIDANAN DALAM SKRINING SDIDTK PADA ANAK USIA 0-6 TAHUN DI PAUD-TK ASH SHAFIYAH KABUPATEN BIREUEN Agustina Agustina; Sri Raudhati; Siti Saleha; Zulfa Hanum; Nurhidayati Nurhidayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang anak merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak. Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) perlu dilakukan agar tidak terjadi keterlambatan dalam  penanganan masalah tumbuh kembang anak. Berdasarkan data yang diperoleh pada PAUD-TK Ash Shafiyah, pelaksanaan skrining tumbuh kembang anak sudah dilakukan secara rutin. Beberapa anak diantaranya mengalami permasalahan tumbuh kembang seperti hiperaktivitas, gangguan autisme, speech delay (keterlambatan berbicara), dan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan skrining SDIDTK meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, lingkar kepala, pengukuran status gizi, pemantauan perkembangan motorik halus dan kasar, berbicara dan berbahasa, sosial kemandirian, TDL, TDD, mental emosional, autis, dan hiperaktif. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih 30 menit, jika ditemukan gangguan maka hasil pemeriksaan akan langsung disampaikan pada guru, untuk selanjutnya diteruskan pada orangtua anak masing-masing, yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh dokter atau pihak puskesmas. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 80% anak balita dan prasekolah perkembangannya sesuai, dan 20% anak perkembangannya meragukan.Kata Kunci: Pendampingan, SDIDTK, Balita, PrasekolahMonitoring child growth and development is one of the main activities of the nutrition improvement program, which focuses on efforts to prevent and improve children's nutritional status. Stimulation, Detection, Early Intervention for Growth and Development (SDIDTK) needs to be done so that there is no delay in handling child development problems. Based on the data obtained at the Ash Shafiyah PAUD-TK, screening for child growth and development has been carried out routinely. Some of these children experience growth and development problems such as hyperactivity, autism disorders, speech delays, and stunting. The methods used in SDIDTK screening activities include measuring body weight and height, head circumference, measuring nutritional status, monitoring fine and gross motor development, speech and language, social independence, TDL, TDD, mental emotional, autism, and hyperactivity. The examination is carried out for approximately 30 minutes, if disturbances are found, the results of the examination will be immediately conveyed to the teacher, to then be forwarded to the parents of each child, which will then be followed up by the doctor or the puskesmas. The results obtained from this activity are 80% of toddlers and preschoolers whose development is appropriate, and 20% of children whose development is doubtful. Keywords: Assistance, SDIDTK, Toddlers, Preschools 
PERBANDINGAN PERILAKU PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS KUTA ALAM DAN PUSKESMAS JEULINGKE KOTA BANDA ACEH TAHUN 2022 Sonia Putri Nasrita; Dedi Andria; Radhiah Zakaria
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilahan dan pewadahan limbah merupakan inti dari pengelolaan limbah dan harus dilakukan pada sumber penghasil limbah. Pengetahuan tenaga layanan kesehatan yang benar, sikap positif dan praktik yang aman terhadap kegiatan pemilahan dan pewadahan merupakan hal terpenting karena mereka memiliki risiko paling tinggi terhadap limbah medis yang dihasilkan dari pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perilaku petugas kesehatan dalam penanganan limbah medis di Puskesmas Kuta Alam dan Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Tahun 2022.  Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 10 petugas kesehatan dengan teknik wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus Tahun 2022. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam pengurangan limbah medis kedua puskesmas melakukan pemilahan limbah medis, pengangkutan internal limbah medis dilakukan oleh petugas cleaning service, dalam penyimpanan sementara kedua puskesmas sama-sama menggunakan safety box yang ditutup dengan rapat namun dalam hal pengelolaan limbah medis puskesmas Kuta Alam tidak terdapat saluran limbah khusus untuk pembuang limbah medis cair sedangkan puskesmas Jeulingke memiliki saluran pembuangan khusus limbah medis cair. Disarankan bagi Puskesmas dapat mengadvokasi kepada petugas pengelola limbah medis padat Puskesmas melalui kegiatan pendidikan dan latihan dalam mengelola limbah medis Puskesmas.Kata kunci : Limbah Medis, Petugas KesehatanSegregation and storage of waste is the essence of waste management and must be carried out at the source of the waste. The correct knowledge of health care workers, positive attitudes and safe practices towards sorting and container activities is of paramount importance because they have the highest risk of medical waste generated from their work. This study aims to compare the behavior of health workers in handling medical waste at the Kuta Alam Health Center and Jeulingke Health Center, Banda Aceh City in 2022. The research design used was qualitative research which was descriptive in nature, the sample used a total sampling technique of 10 health workers using in-depth interview techniques . This research was conducted in August 2022. The results of the study explained that in reducing medical waste the two puskesmas carried out medical waste segregation, the internal transportation of medical waste was carried out by cleaning service officers, in temporary storage the two puskesmas both used safety boxes which were closed tightly but In terms of medical waste management, the Kuta Alam Health Center does not have a special waste channel for liquid medical waste disposal, while the Jeulingke Health Center has a special liquid medical waste disposal channel. It is recommended that Puskesmas can advocate for Puskesmas solid medical waste management officers through education and training activities in managing Puskesmas medical waste.Keywords: Medical Waste, Health Workers 
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG FOOD BORNE DISEASES DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Periskila Dina Kali Kulla; Zulwanis Zulwanis; Desita Ria Yusian TB
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seorang dosen dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi selain penelitian dan pengajaran. Dalam proses pelaksanaan pengabdian, dosen membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mayarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian kali ini berlokasi di sekolah SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, Aceh. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk memberikan informasi kepada siswa tentang kesehatan. Salah satu bentuk pola hidup sehat tersebut adalah cara persiapan dan penyiapan makanan dengan baik dan benar agar terhindar dari food-borne disease atau keracunan makanan akibat bakteri dan virus.Kata Kunci: Penyuluhan, food-borne disease, keracunan makanan, kesehatanCommunity service is one of the mandatory activities carried out by a lecturer in fulfilling the Tridharma of Higher Education, besides research and teaching. In the process of implementing community service, lecturers share their knowledge with the community with the aim of increasing the community's knowledge. The implementation of the service this time is located at SMA Negeri 9, Banda Aceh City, Aceh. Health education is a form of service that provides information to students about health. One of the forms of a healthy lifestyle is knowing how to properly and correctly prepare food to avoid food-borne disease or food poisoning caused by bacteria and viruses.Keywords: Counseling, food-borne disease, food poisoning, health
CEGAH ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI DASAR PENURUNAN STUNTING DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR Faradilla Safitri; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang penting dalam perjalanan setiap kehidupan manusia. Ketidakcukupan asupan makanan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi. Remaja rentan mengalami masalah anemia defisiensi besi gizi utamanya remaja putri. Asupan gizi juga menjadi penyebab stunting, sehingga cara pencegahan stunting adalah pemenuhan gizi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Akibat kekurangan gizi ini bersifat permen dan sulit diperbaiki. Risiko meningkatnya masalah anemia pada remaja putri perlu dicegah dengan melakukan penyuluhan mengenai anemia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri akan bahaya dari anemia yang akan berpengaruh pada kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang dan sebagai mencegah terjadinya stunting. Penyuluhan kesehatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2023 di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Penyelenggaraan penyuluhan kesehatan ini bekerja sama dengan pihak Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ubudiyah Indonesia dan SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Kata Kunci : Anemia Remaja, StuntingAdolescence is an important period in the journey of every human life. Inadequate food intake in adolescents will cause nutritional problems. Adolescents are susceptible to the problem of nutritional iron deficiency anemia, especially young women. Nutritional intake is also a cause of stunting, so the way to prevent stunting is to fulfill nutrition since the first 1000 days of life. The consequences of this nutritional deficiency are candy and difficult to correct. The risk of increasing the problem of anemia in young women needs to be prevented by conducting counseling about anemia, this is done to increase the knowledge and understanding of young women about the dangers of anemia which will affect the quality of future generations of the nation and to prevent stunting. This health education was held on February 9 2023 at Baitussalam Aceh Besar 1 Public High School. The implementation of this health counseling is in collaboration with the Directorate of Research and Community Service, University of Ubudiyah Indonesia and SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar.Keywords: Adolescent Anemia, Stunting
UBUDIYAH COMMUNITY SERVICE INTERNASTIONAL (UCoSI) BERSAMA UNIMAP GLOBAL OUTREACH PROGRAMME (UnigO) : UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI PADA BAYI DI POSYANDU UPTD JAYA BARU, LAMTEUMEN, BANDA ACEH Marniati Marniati; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Rulia Meilina; Asmaul Husna; Periskila Dina Kali Kulla
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) mendata bahwa pada tahun 2019 kasus campak meningkat tiga kali lebih tinggi dai 2018. Sementara itu, data program imunisasi nasional menunjukkan penurunan cakupan vaksinasi, seperti vaksin MR yang menurun 13% antara Januari sampai Maret 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi. Solusi          terbaik yang diambil adalah buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan dengan mengadakan seminar terkait dengan pembahasan peningkatan pengetahuan dan motivasi dalam kepatuhan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita kegiatan pembekalan.Kata Kunci : imunisasi dasar lengkapThe World Health Organization (WHO) records that in 2019 measles cases increased three times higher than 2018. Meanwhile, national immunization program data shows a decrease in vaccination coverage, such as the MR vaccine which decreased by 13% between January to March 2020 when compared to last year. the method of implementing this service in outline uses the concept of socialization. the best solution taken is to set future targets and goals, quickly see opportunities, learn other people’s success stories, routinely innovate, be creative, and focus on goals by holding seminars related to discussing increasing knowledge and motivation in complete basic immunization compliance in infants and toddles debriefing activities.Keywords : complete basic immunization
PROMOSI KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS DI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Eva Rosdiana; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV. Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh agar tidak masuk ke dalam stadium AIDS, sedangkan penderita AIDS membutuhkan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya (Ciment, 2020). Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk  memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswi tentang HIV/AIDS sehingga para siswa/I dapat mencegah terjadinya HIV/AIDS. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara promosi kesehatan secara langsung ke pada Siswa/I SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh pada tanggal 19 Februari 2023. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang penyakit HIV/AIDS dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak tertular HIV/AIDS. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i sudah sering mendengar tentang penyakit HIV/AIDS namun pengetahuan mereka tentang penyebab dan cara pencegahan HIV/AIDS masih kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan ini sangat penting dilakukan.Kata Kunci : HIV/AIDSHuman Immunodeficiency Virus (HIV) is a type of virus that infects white blood cells which causes a decrease in human immunity. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity caused by HIV infection. HIV sufferers need treatment with antiretrovirals (ARVs) to reduce the amount of HIV virus in the body so that they do not enter the AIDS stage, while people with AIDS need ARV treatment to prevent opportunistic infections with various complications (Ciment, 2020). The purpose of this community service is to provide students with broader knowledge and understanding about HIV/AIDS so that students can prevent HIV/AIDS. The dedication was carried out by direct health promotion to students of SMA Negeri 9 Banda Aceh City on February 19 2023. The number of students who took part in this activity was 30 students. The results of the implementation of the activity showed that students became aware of HIV/AIDS and how to prevent them from contracting HIV/AIDS. The conclusion from the implementation of this community service is that students often hear about HIV/AIDS, but their knowledge about the causes and ways to prevent HIV/AIDS is lacking, so it can be concluded that the implementation of health promotion is very important.Keywords: HIV/AIDS
PENYULUHAN CARA MENGURANGI DISMENORE DENGAN KOMPRES AIR HANGAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUTIARA BARAT KABUPATEN PIDIE Salamah Salamah; Zaitun Zaitun; Ajirna Ajirna; Cindi Amalia Varis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi dismenore di Indonesia diperkirakan 55% perempuan dengan usia reproduktif kesulitan beraktifitas karena mengalami nyeri selama menstruasi. Angka kejadian prevalensi nyeri menstruasi berkisar 45-95% dikalangan wanita usia produktif. Dari tiga perempat jumlah wanita tersebut mengalami dismenore dengan intensitas yang ringan atau sedang. Prevalensi dismenore di Aceh cukup besar, penderita dismenore mencapai 50-60%. Angka kejadian dismenore primer berkisar 54,89% sedangkan sisanya 45,11% adalah dismenore sekunder. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi pengetahuan tentang cara mengurangi dismenore dengan kompres air hangat pada remaja. Metode pengadian masyarakat ini menggunakan penyuluhan (ceramah dan Tanya jawab) serta demonstrasi cara melakukan kompres hangat. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kompres air hangat dan efektif mengurangi dismenore pada remaja. Saran: Diharapkan kepada remaja terapi kompres air hangat ini dapat menjadi salah satu cara yang efektif dan mudah yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri haid sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari.hari.Kata Kunci: Dismenore, kompres air hangatThe prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is estimated at 55% of women of reproductive age who have difficulty carrying out activities because they experience pain during menstruation. The prevalence rate of menstrual pain ranges from 45-95% among women of productive age. Three-quarters of these women experience dysmenorrhea with mild or moderate intensity. The prevalence of dysmenorrhea in Aceh is quite large, with dysmenorrhea sufferers reaching 50-60%. The incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89%, while the remaining 45.11% is secondary dysmenorrhea. The aim of this community service is to provide knowledge about how to reduce dysmenorrhea with warm water compresses in teenagers. This community service method uses counseling (lectures and questions and answers) as well as demonstrations on how to apply warm compresses. Conclusion: there is an increase in teenagers' knowledge about warm water compresses and they are effective in reducing dysmenorrhea in teenagers. Suggestion: It is hoped that warm water compress therapy for teenagers can be an effective and easy way to reduce menstrual pain so that it does not interfere with daily activities.Keywords: Dysmenorrhea, warm water compress

Page 1 of 2 | Total Record : 20